Tipe orang macam apakah kamu?

via.pixabay 

Saya?🙄
Saya orangnya nggak suka ditanya macem-macem, jadi lu diem bae.

🙋aku...aku.., Aku orangnya suka arum manis karena aku manis banget

👱 aku orangnya suka ikut-ikutan aja sih

Yah, tiap orang punya kepribadian yang berbeda-beda. Yang satu berani, yang satu agak takut-takut, yang satu nggak bisa diem yang satunya jutek banget.
Itulah kehidupan, penuh perbedaan.

Ngomongin soal kepribadian orang. Sebenarnya saya tertarik banget dengan topik ini. Menurut saya bisa mempelajari sifat orang lain itu hal yang keren dan luar biasa.
Bahkan saya dulu sempet pengen jadi psikolog, tapi kata kakak saya nanti saya bisa gila karena ngurusin masalah orang mulu😂

Ada beberapa tipe manusia seperti introvert. Extrovert, dan ambivert. Ada lagi, melankolis, sanguinis, dll.
Banyak banget sebenarnya... Tapi akan saya bahas beberapa aja ya sob.

Mari kita bahas bersama di sini ya...

Introvert

Adalah orang yang suka melakukan banyak hal secara sendirian. Bagi mereka sendiri itu tenang dan damai, juga menyenangkan.
Sepi is calm😌

Mereka biasanya lebih menyukai kegiatan seperti, menulis, membaca, nonton film dll.
Mereka bisa menyelesaikan tugas secara baik jika sendirian daripada bersama orang lain. Dan suka memikirkan sesuatu secara mendalam. Pikiran mereka tu nggak pernah kosong, rame banget walaupun mulutnya mingkem aja.
Kayaknya saya banget...

Extrovert

Kebalikannya introvert. Extrovert adalah orang yang suka berada di keramaian dan suka melakukan banyak hal secara bersama atau dalam tim. Mereka cenderung tidak bisa fokus jika sendirian. Selain itu ekstrovert adalah tipe orang yang pandai bergaul, pandai bicara dan selalu ingin jadi pusat perhatian. Bahasa singkatnya sih mereka cerewet tapi asyik dan nggak ribet .

Bahasa singkat katanya🙄

Mereka lebih suka jadi pembiacara dari pada pendengar.
Kalau nggak penting, ya nggak usah dipikirin, masa bodoh aja lah...
Itulah ekstrovert.

Ambivert

Nah, kalau ambivert ini adalah gabungan dari introvert dan ekstrovert. Beruntung banget, karena ambivert bisa menyesuaikan diri terhadap situasi apapun, mereka bisa jadi sangat ramai seperti ekstrovert tapi juga menikmati waktu sendiri yang tenang sebagai introvert.





Istilah introvert, ekstrovert, dan ambivert diperkenalakan pertama kali oleh seorang psikolog dari swiss bernama Carl Gustav jung (C.G Jung)


Selain tipe kepribadian di atas ada juga 4 tipe kepribadian manusia yang sering banget saya dengar, apakah itu...?



Sanguinis

Pernah ada yang komen di postingan saya, katanya saya seorang sangunis. Padahal nggak sama sekali😂
Emang kalau nulis suka nggak kontrol tapi aslinya anteng kaya roro anteng🤓

Sanginis adalah orang yang suka dengan kesenangan, selalu ceria dan gampang bosan. Intinya mereka nggak bisa diam tanpa melakukan aktivitas yang bisa membuat mereka merasa senang. Karena itu tipe orang sanguinis adalah orang yang kreatif. Mereka juga optimis dalam hidup dan melakukan segalanya secara easy going, nggak mau mikir terlalu pusing.
Agak mirip ekstrovert ya

Bukan saya banget kan😂

Orang dengan tipe ini biasanya lebih cocok bekerja di bidang, fashion, olahraga dll.

Koleris

Dalam bayangan saya, seorang koleris adalah orang yang diam tapi keren.
Mereka adalah orang yang fokus pada tujuan. Selalu berpikir logis dan cerdas.

Mereka juga bukan tioe orang yang suka bicara secara singkat, jelas dan padat. Pembicaraan yang mendalam dan penuh makna adalah hal yang mereka sukai. Biasanya mereka lebih suka berbicara dengan orang yang punya minat sama. Dan lebih suka bekerja sendiri, ketimbang bekerja dengan banyak orang  yang kemungkinan bisa saja plin plan.
Hampir mirip introvert ya....

Melankolis

Bisa dibilang seorang melankolis adalah orang yang berpikiran sederhana dan patuh pada peraturan. Mereka sangat mencintai keluarga dan teman-teman terdekatnya.
Kebalikannya dari sanguinis, melankolis cenderung lebih suka berada di satu tempat yang sudah nyaman baginya, jadi nggak mau pergi jauh-jauh kalau risikonya bakal bikin kenyamannya hilang.
Mereka memiliki jiwa sosial yang tinggi dan baik hati.

Plegmatis

Seorang plegmatis adalah orang yang cinta damai.
Uwah.. Mereka ini lebih suka mendahulukan orang lain ketimbang dirinya sendiri. Suka menjalin hubungan dengan teman-teman lama dan suka beramal juga. Menjadi seorang psikolog,
 atau perawat adalah karir yang cocok untuk seorang plegmatis.

Nah kalau berdasarkan pandangan orang pada umunya nih, tipe orang ada dua yakni yang jahat dan yang baik.

Jadi kalian tipe orang kayak gimana nih...?
Introvert, extrovert, atau ambivert?
Apapun itu saya tetep cinta kok
Ea..  Ngealay kumat😂

Biasanya sifat manusia itu kan emang campur aduk, walaupun dia introvert, tapi ada sifatnya pula yang kayak ekstrovert atau sebaliknya. Semua tergantung suasana dan lingkungan sekitar. Semisal, di depan gebetan manis kayak gula aren di depan temen manisnya bubar barisan, patakilan nggak karuan😂
Itulah yang dinamakan jaim.

See you....








Jadi novelis, "One season" episode 2

hay sob... hari ini saya kembali jadi novelis ala-ala
he..he....😁
merasa bahagia walau cuma berbagi di sini
gimana kabarnya nih? yang tinggal di Jakarta apakah baik-baik aja?
saya ikut sedih dengan banjir yang menimpa jakarta. semoga aja segera surut dan minggat ya banjirnya.
Amin...

Dan semoga kalian terhibur dengan cerita karya saya ini😊


langsung aja masuk ke episode 2 "one season"
selamat menikmati

One season

Via.pixabay

Episode 2


Waktu malam tiba kota menjadi cukup ramai, salju berhenti dan orang-orang berkeliaran di sepanjang jalan kota dan taman, beberapa memilih berjalan-jalan atau menggelar perkumpulan kecil di sudut-sudut lampu taman. Dan aku? Aku duduk di kursi dekat sebuah tong sampah.
Mengenaskan bukan....

Sudah sejak aku pulang dari home & return tadi, tidak ada yang kulakukan, hanya duduk dan melamun atau kadang bernyanyi kecil untuk sekedar menghalau sepi.

  "Apa yang kau lakukan di sini...?"

Kepalaku mencari asal suara itu. Gadis berkacamata hitam itu muncul mendadak dari belakang. Ia lalu duduk di dekatku, menatapku tanpa bicara apapun. 

Aku merasa risih dengan tatapannya, walaupaun ia memakai kacamata, aku bisa merasakan sesuatu saat kepalanya terus mengarah padaku, tapi kubiarkannya saja dia.


  “Apa yang kaulakukan di sini?" dia bertanya lagi, mungkin karena aku tak menjawab pertanyaannya tadi.

Aku meliriknya sekilas, “duduk”

  “kenapa?”
Ya ampun, lama-lama dia cukup mengganguku.

  “aku perlu istirahat”
  “kenapa tidak istirahat di rumah saja, kalau duduk di luar seprti ini kau bisa demam”

Aku memilih tak menjawabnya lagi. Mataku menatap beberapa anak kecil yang berlarian di seberang jalan, seorang wanita tua yang baru keluar dari toko bunga, anjing kecil yang tidur di depan sebuah toko, sepasang kekaih yang sedang makan malam bersama, dan..

Aku teringat bekal yang diberikannya padaku tadi pagi. Rasanya tidak sopan jika aku tidak mengucapkan trimakasih. Meskipun dia sangat mengganggu tapi karena dia aku selamat dai kelaparan.

  "Trim..."
gadis itu sudah tidak ada di sampingku, aku menoleh ke kanan dan ke kiri. Ke mana gadis itu...? Dan aku melihat rambut hitamnya begitu terlihat di antara banyak orang.

"Kasih." aku tercenung sesaat, memandangi rambut itu hingga tidak terlihat lagi. Siapa dia..? Aku belum tahu namanya, aku berjanji akan bertanya jika kami bertemu lagi.

Saat aku hendak beranjak untuk pergi aku melihat secarik kertas di dekatku. Awalnya ku pikir itu sampah atau milik orang lain, tapi saat aku sudah berjalan cukup jauh aku kembali lagi untuk mengambil kertas itu.

"Hay...."

Aku membolak-balik kertas itu. Tidak ada tulisan lain selain "hay...." padahal kertas itu penuh dengan tulisan dan semuanya bertuliskan "hay...."

Aku tersenyum menyadari gadis berkacamata itu yang menulisnya untukku. Di bagian paling pojok bawah kertas itu terdapat sebuah gambar kepala berkacamata.
Aku memasukan kertas itu ke dalam saku jaketku.

Baca juga : Kisah si pria gila


•••••

Pukul 06.30 aku sudah berada di dalam toko home & return. Awalnya kupikir aku akan berangkat paling pagi, tapi ternyata Tom sudah berada di sana saat aku membuka pintu. Seperti yang kuduga ia menyambutku dengat sangat hangat. Mungkin dia orang paling ramah yang pernah kutemui, dan mungkin benar katanya bahwa aku beruntung diterima kerja di sini.

Tom menyuruhku memakai seragam yang sudah disiapkannya di dalam kamar. Rupanya ada kamar untuk pegawai di toko ini. Aku memakai seragam berwarna merah tua dengan tulisan H & R itu, seragam yang sama dengan yang dipakai Tom.

  "Apa kau tidak bersekolah...?" Tanya Tom setelah selesai menyapu. Kami duduk di belakang sebuah meja dengan kaca tembus pandang. Macam-macam kue memenuhi lemari kecil itu, aromanya yang sedap bahkan mengusik hidungku, membuat perutku yang belum terisi sejak kemarin malam memberontak.

  "Tidak. Aku keluar saat masih kelas 5." sejujurnya aku tidak benar-benar ingat, aku hanya mengarang jawaban itu.

  "Wow..., kita punya sedikit kemiripan, tapi kau lebih beruntung dari ku, setidaknya kau bisa merasakan jadi anak sekolah."

  "Bagaimana denganmu..?" Kuduga Tom tidak pernah bersekolah. Tidak semua anak di kota ini bisa mengecap masa sekolah. Beberapa harus bekerja sejak meeka berumur 7 tahun.

  "Aku tidak bersekolah, tapi aku bisa membaca dan menulis. Berapa usiamu...?

  "18"

  "Aku 20 tahun. Kita hanya beda 2 tahun," dia mengacungkan 2 jarinya, "bisa jadi adik kakak yang baik, benar?" Tanpa menunggu jawabanku Tom sudah bicara lagi,"apa kau sudah punya pacar...?" Kali ini ia berbisik padaku. Aku menggeleng.

  "Belum!"

  "Kau pasti sibuk bekerja." 

  “kurasa kau benar” aku hanya tertawa malu, sementara tom tertawa begitu keras. Awalnya kupikir dia mengejekku sebelum dia bilang,
  “kita senasib”

Seorang pengunjung prempuan masuk ke toko, 2 orang anak kecil berlari di belakangnya, sedikit membuat keributan dengan bertriaak “ma, ma kakak mau mengambil permenku”
Tom berdiri dari kursinya, menyambut prempuan itu seperti yang dilakukannya padaku pada hari pertama kami bertemu. Aku ikut berdiri di samping Tom berusaha memasang wajah seramah mungkin.

  "Kue krim 3!"
  "Silakan duduk."
Tom mengambil 3 kue krim dengan cekatan, menaruhnya di nampan dan memberikannya padaku.
  "Selamat bekerja...!" Ia berbisik penuh semangat. Aku mengantar kue itu ke meja mereka. Tak lama berselang pengunjung-pengunjung lain mulai berdatangan aku dan Tom bekerja tanpa berhenti, mengantar kue kue itu dengan senyuman bahagia, setidaknya itu yang keperhatikan dari tom, entah bagaimana denganku. Tapi kurasa ini menyenangkan, aku tak merasa lelah, aku senang karena akhirnya benar-benar mendapatkan pekerjaan.

Pukul 3 sore toko itu sudah tutup, karena rupanya diluar dugaanku toko itu sangat ramai dan laris. Aku berpamitan pada Tom setelah membereskan beberapa sampaah di dapur. Dia bilang dia tidur di dalam toko, dia juga menawariku untuk tidur di sana tapi aku menolak, bukan karena aku tidak mau atau aku masih betah tinggal dengan ayahku, tapi karena aku merasa sungkan dengannya. Mungkin lain kali jika aku membutuhkannya.

*****

Aku sedang duduk di taman, membaca koran bekas yang di tinggalkan seseorang di situ. Taman sedang sepi karena udara dingin kembali merebak di kota, tapi aku tidak terlalu memperdulikannya. Beberapa kali kedinginan sampai nyaris tidak bisa bernafas membuatku lebih kebal hawa dingin. Lagipula salju sedang tidak turun.
Aku membuka lembaran-lembaran koran itu, membaca berita yang menarik perhatianku. Saat membuka lembaran fashion aku mengamatinya lebih lama. Aku tidak tertarik dengan fashion, tapi gambar pada halaman itu menarik perhatianku. Ada gambar wanita berkacamata di sana dan itu mengingatkanku pada gadis itu. Aku tersenyum sesaat lalu membalik koran itu lagi.

  "Dingin...."

Aku yakin aku mendengar suaranya, tapi aku tidak langsung melihatnya. Gadis berkacamata itu selalu muncul tak terduga. Jika aku menoleh ke kanan dia ada di kiri, jika aku menoleh ke kiri dia ada di kanan, dan jika aku menoleh ke kiri dan kanan dia bisa ada di belakang atau di mana saja.

  "Kau membaca koran?" Gadis itu melongokan kepalanya pada koran yang kubaca, menebarkan bau harum bunga kenanga. Aku penasaran kenapa ia selalu memakai kacamata hitam. Apa itu tidak mengganggunya.
Aku memberikan koran itu padanya, mengambil bekal yang ia berikan padaku dulu, aku sudah mengisinya dengan kue yang kubeli dari home & return. Sejak bekerja di sana aku selalu mengisi tempat bekal itu dengan kue, untuk berjaga-jaga jika aku bertemu dengan gadis berkacamata ini.

  "Aku menggantinya dengan kue. Trimakasih untuk nasi waktu itu."

gadis itu memandangi bekal itu, tersenyum padaku dan memasukan bekalnya ke dalam tas. Dia memberikan korannya padaku, tapi aku tak berniat membaca lagi.
 
Ia itu tidak bicara cukup lama, seperti sebelumnya, ia hanya diam. Aku memberanikan diri untuk bertanya namanya, tapi sebelum aku melakukannya dia sudah berdiri dan berjalan pergi. Tentu saja aku bisa mengejarnya, tapi aku tak melakukannya.
Dia lagi-lagi meninggalkan secarik kertas di bangku.
"senangnya...."
Ditulis sebanyak mungkin dalam kertas kecil itu, aku tersenyum saat melihat gambar kepala berkacamatanya. Berapa usianya...?

Aku menduga gadis itu berusia 15 atau 16 tahun. Dia pasti masih bersekolah. Tapi kenapa ia selalu mendatangiku...? Kadang aku ingin bicara dengannya, tapi ya... dia sepertinya dia tidak punya banyak waktu untuk itu. Dia datang dan pergi semaunya.

Bersambung...

Baca juga : One season episode 1


tutup muka dulu🙈

eh, itu muka monyet...😑

semoga kalian suka ya sob. Saya nggak sanggup berkata-kata lagi, sungguh, saya merasa sangat-sangat... Ngantuk😪

He..he...😁 maklum bikinya pas malem, belum malem banget sih, tapi ya gini kalau udah duduk di kasur. Bawaanya pengen buru-buru merem.

See you....




Mandrake, tanaman aneh yang mirip manusia

Via.pixabay

Wingardium leviosa....😂😂

siapakah di sini yang penggemar harry potter kayak saya.
Kalau iya kalian pasti tahu bahwa pada film harry potter pernah ada adegan dimana mereka masuk ke dalam rumah kaca dan mempelajari tumbuhan bernama mandragora.

Dalam film tersebut mandragora digambarkan sebagai tanaman hidup yang suaranya sangat berbahaya kalau sampai didengar oleh telinga manusia

Mungkin mirip-mirip sama suara guru killer kalau lagi marah ya😂

Sehingga harry dan kawan-kawan harus memakai penutup telinga. Kalau nggak bisa-bisa pingsan ntar.

Dan ternyata sobat semua,
Tanaman tersebut memang ada di kehidupan nyata dengan nama mandrake atau mandragora. Nggak sekedar hasil imajinasi mbak JK rowling.


Mandrake sendiri adalah tumbuhan yang memiliki umbi yang bentuknya mirip dengan wajah manusia dan katanya juga punya prilaku kayak manusia
aneh bukan..
Fix bagi saya ini aneh banget.

Emang prilaku manusia kayak gimana?🙄

Banyak mitos dan legenda yang membahas tentang mandrake ini, mengaitkannya dengan banyak hal berbau sihir dan nggak masuk akal.
Seperti:

1.jika bentuknya menyerupai bagian tertentu tubuh manusia maka bisa digunakan untuk menyembuhkan bagian tubuh tersebut.

2.jika bentuknya seperti bayi maka dipercaya bisa memberikan bayi kepada wanita yang tidak bisa hamil dengan cara meletakkannya di bawah bantal.

3. bisa memberikan kekuatan, kekayaan, dan keberuntungan yang berlimpah...

Pada zaman dahulu kala di peradaban yunani kuno mandrake ini biasa digunakan untuk obat bius karena kandungan racunnya. Tapi jika digunakan secara berlebihan maka bisa menyebabkan nyawa terlepas dari tubuhnya (meninggal singkatnya😁)



Dulu orang menyebutnya dengan mandrake laki-laki dan mandrake perempaun. Sekarang karena udah zaman modern, maka penyebutannya diganti jadi, mandragora officinarum dan mandragora autumnalis

Belibet banget nyebutinnya.

Hal yang bikin saya terkejut ketika baca soal mandrake ini adalah, bahwa katanya mandrake adalah tanaman yang hanya tumbuh di bawah tetesan air mani dari seorang laki-laki yang digantung dan juga darah.
Iyuw.. Serem banget kan. Karena itu bentuknya menyerupai wajah manusia😖 dan jadi memiliki aura magis.
Bahkan di Arab sana mandrake ini disebut dengan luffah atau beid el-jin yang artinya telur jin.
Makin bikin serem kan...
Dan soal jeritannya itu. Konon katanya kalu seseorang ingin mencabut mandrake ini ia harus berhati-hati dengan jeritannya yang bisa menyebabkan kematian. Waktu yang paling tepat adalah pada malam hari dan membawa seekor anjing

Wagelaseh...
Ini tanaman apa pembunuh?
Terlepas dari kisah-kisahnya yang serem, magis, aneh, dan nggak masuk akal. Mandrake ini emang beneran ada. Tapi nggak seberbahaya dan nyeremin kayak cerita yang beredar. Ini tu Semacam kisah yang tumbuh dari kepercayaan masyarakat di zaman dulu. Ada yang bilang kalau di indonesia mandrake ini kayak jenglot.

See you....











Lagu Jkt 48 ini bakal bikin kamu auto semangat hidup.

via.pixabay

Kali ini saya akan membahas soal lagu.
Tumben banget ya🤔
Kenapa? Karena lagu ini spesial banget buat saya.

Lagu dari jkt 48 yang berjudul
"Yuuhi wo miteiru ka?"
Atau "apakah kau melihat langit mentari senja?'

Tenang aja, lagu ini berbahasa indonesia. Makanya saya suka, karena selain musiknya yang bagus, liriknya juga benar-benar menggambarkan perasaan saya waktu itu.

Seperti apa hari ini yang telah dilewati?
Pasti terpikir saat di jalan pulang.
Meski ada hal sedih ataupun hal yang memberatkan, tak apa asal yang bahagia lebih banyak

Iya, waktu itu saya memang lagi sebel dan nggak nyaman banget sama pekerjaan. Awal-awal lulus sekolah dulu sih. Saya selalu merasa tiap hari adalah siksaan, bahkan saya sampai pada tahap nggak mau merasakan apapun, pokoknya saya jalani aja secara hambar. Walaupun tetap saja sakitnya tuh di sini.

Karena tidak mau membuat keluarga dan teman, dan orang di sekitar jadi khawatir
Kau paksakan tersenyum dan membuat bohong sedikit
Janganlah kau pendam semuanya di dalam hati.

Hem.. Saya emang sering sedih, tapi sering senyum juga. Dengan alasan nggak mau orang lain berpikir saya lagi sedih.

Merasakan angin di saat musim berganti dan menyadari bunga di sebelah kaki, jika dapat mensyukuri keberadaan kecil itu kita dapat rasakan kebahagiaan.

Saya suka banget lirik itu. Terdengar indah di telinga saya. Waktu itu juga emang lagi musim kemarau, kalau sore sepulang kerja saya bakal melambatkan laju sepeda motor supaya bisa menikmati angin sejuk ketika melewati persawahan.
Sumpah itu bikin saya jadi tenang. Alam yang memberikan energi positif.



Apakah kau melihat langit mentari senja.
Waktu pun berlalu dan sosoknya terlihat begitu indah, yeas,
Begitulah hari ini berakhir
Malam yang mengulang baru semua telah datang

Sosok apakah yang dimaksud? Saya jomblo waktu itu😂
Tapi saya bisa membayangkan matahari di sore hari dengan cahayanya yang menyelimuti saya.

Kau bergegas di jalan pulang seorang diri.
Kenapa tidak hargai dirimu sendiri, sedikit lagi.
Yuk, mari lihat sedikit lebih baik
Supaya kau bisa hidup jadi diri sendiri

Hubungan antar manusia memang merepotkan, tapi kita tak bisa hidup sendiri, setiap manusia merupakan makhluk yang lemah, kita haruslah hidup saling membantu
Dan kadang-kadang keluar ucapan kasar
Tak sengaja menginjak kakibseseorang
Atau salah paham, berbahagi hal yang telah terjafi
Tetapi selalu penuh harapan

Apakah kau melihat langit mentari senja?
Mengajak untuk menerima keadaan saat ini dan terus lanjut
Dan bila kehilangan sesuatu
Pastilah suatu saat nanti hal itu akan tercapai
Langit hitam mulai berubah menjadi gelap
Di hias oleh titik garis yang terbentuk dari bintang bintang
Sampai hari esok tibalah nanti
Lihatlah mimpi seperti dirimu sendiri

Apakah kau melihat langit mentari senja?
Waktupun berlalu dan sosoknya terlihat begitu indahnya
Begitulah hari ini berakhir
Malam yang mengulangi semua telah datang
Kau bergegas di jalan pulang seorang diri
Kenapa tidak hanya dirimu sendiri sedikit lagi yuk Mari lihat sedikit lebih baik
Supaya kau dapat hidup jadi diri sendiri




Saya suka banget semua lirik dalam lagu ini. Sederhana tapi menenangkan. Sebagai tipe orang yang lebay-lebay melankolis saya terlalu menghayati lirik lagu tersebut😊

Merasa ada yang memahami perasaan saya, walaupun hanya sebuah lagu.

Nyatanya sebuah lagu bisa bikin seseorang merasakan sesuatu bukan. Kayak kalau lagi dengar lagunya bruno mars, the lazy song. Saya juga jadi pengen rebahan aja di kamar. Atau denger lagu-lagu sedih gitu saya juga ikutan sedih alias mewek. Denger lagu yang semangat juga ikutan jingkrak-jingkrak.
Hayoo siapa yang kayak gitu juga?

Saya suka terbawa dalam sebuah lagu. Biarpun nggak paham artinya karena berbahasa inggris atau korea tapi saya merasakannya melalui melodinya.

See you....




Resolusi baru di tahun 2020

Via.pixabay

Dor...der...dor...dur... Dar....

Bunyi apaan tuh🙄

Yey...happy new year sob
Tak terasa udah tahun baru aja ya. Perasaan baru kemarin lebaran, eh udah 2020 aja sekarang, udah makin tuwir😁
Rasanya cepet banget nggak sih.
Entah gimana, saya ngerasanya tahun ini cepet banget.

Tapi ya, siapa peduli, mau cepet atau lambat yang penting seperti quotes yang saya baca di instagram, tahun ini saya masih hidup dan berguna bagi orang lain😂.

Ha..ha... Resolusi yang simple tapi dalam banget yak.
Sebenernya kalau membahas resolusi, saya agak bingung. Karena banyak banget yang dipengeni, saya kan orangnya pengenan.
Ini pengen, itu pengen.
Tapi lagi, saya merasa harus tetap menulisnya sebagai pengingat, kalau nanti saya khilaf dan lupa.

Apa saja resolusi saya tahun ini.

Kejedot...
Cekidot mbak...🙄

1. Jadi makin dewasa
Udah gede, tapi kelakuan kayak bocil.
Itulah saya. Saya harap tahun ini saya bisa bersikap lebih dewasa.
Hilang semua sikap nggak penting secara perlahan dan mulai membangun kebiasaan baik demi masa depan dan keluarga tersayang.
Amin ya Allah...


2. Nabung yang banyak
Tahun ini pokoknya saya harus nabung. Harus banget.
Dulu juga nabung sih, tapi buat beli benda-benda yang saya mau. Tahun ini saya kudu nabung lebih banyak, karena tahun ini adalah waktunya saya melepas masa lajang.
He..he..😁
Nggak mau terlalu membebani kedua orangtua. Jadi walaupun kudu nahan diri pas lihat baju bagus, jilbab bagus, benda-benda unyu, nggak apa-apa lah.😊

3. Lebih serius ngeblog
Ini adalag target karir saya. Satu-satunya hal yany berhasil saya tekuni sampai sekarang adalah menulis. Walaupun seringkali merasa mau stop pada akhirnya dilanjutin lagi.
Saya berharap banget bisa kerja jadi blogger, walaupun suka minder. Tapi saya nggak pernah bisa lupa sama keinginan tersebut.
Tahun ini saya berharap bisa nulis 100 artikel, kalau bisa sih lebih.
Juga berharap DA dan PA blog naik biar gampang dapet job.


4. Punya banyak teman
Saya ini tipe orang yang nyebelin😂 bukan maksud jahat, tapi saya suka merasa nggak nyaman berada di dekat orang yang nggak ada kesamaan apapun sama saya. Dasar saya minta ditabok.

Semoga tahun ini sifat itu bisa hilang, karena hal tersebut mengganggu saya dalam hal pertemanan. Harusnya saya bisa punya bermacam-macam tipe teman, tapi karena sifat tersebut... Saya jadi terkesan pilih-pilih teman deh.



5. Stop jadi kaum rebahan
Wkwk... Siapa di sini yang kayak saya? Hobi banget rebahan. Apalagi pas hari minggu... Di kamar mulu, pegang hape, rebahan, main game, lihat medsos, lihat youtube, laper, makan, balik rebahan lagi.
Ckckck...
Pantesan aja badan makin gemuk😂
Tahun ini saya ingin membangun kebiasaan baik, salah satunya dengan mengurangi kebiasaan rebahan ini. Sadar diri sih, kebanyakan rebahan bikin jiwa malas jadi merdeka. Nggak bagus banget kan...

6. Lebih beriman
Ceilah.. Beriman...
Seriusan ini, saya rasa tahun lalu saya kebanyakan bolong sholatnya. Apalagi kalau lagi kerja. Tahu sendirilah, di pabrik kalau kerja harus cepat dan kejar-kejaran. Jadi kadang suka nggak sempet mau sholat.
Dan hal tersebut kemudian jadi kebiasaan, kalau udah sampai rumah, capek, juga jadi malas.
Padahal, kunci dari kehidupan yang nyaman dan damai itu adalah iman.

Huft... Itulah beberapa resolusi saya tahun ini😁, semoga diberi kemudahan dalam mencapai semuanya. Sebenernya masih banyak banget yang mau ditulis, kalau dilanjutin bisa jadi novel kali😂
Dengan judul "resolusi tak berujung"
Wkwk😂😂

Kalau resolusi kalian apa sob? Ada yang sama nggak dengan saya..
Tulis di kolom komentar ya

See you..






Jadi novelis "One season"

Ho..ho..ho..  Hay sobat semua.
Hari ini saya ingin membagikan sebuah cuplikan novel yang pernah saya bikin dan pengen saya kirim ke media. Tapi kok belum berani. Saya pernah bilang kalau saya pernah pengen jadi penulis, masih pengen sih. Dan dari dulu saya hobi banget coret-coret di kertas, bikin cerita ala novel gitu.

Cerita yang akan saya bagikan hari ini pun merupakan sebuah novel karya saya yang saya buat sekitar 3/4 tahun yang lalu.

nggak basa-basi...

Selamat menikmati.


One season




Episode 1



  Cerita ini bermula 10 tahun yang lalu.
Di musim dingin yang terlalu dingin bahkan saat kau sudah memakai 2 lapis baju hangat, syal, topi. Hawa dingin akan tetap menembus dan menyentuh kulitmu.

Seorang lelaki berjalan pelan di sepanjang trotoar bersalju itu. Uap keluar dari mulutnya saat ia bersenandung kecil. Bukan senandung bahagia, hanya kata-kata tak karuan yang kau ucapkan ketika sedang sedih untuk sekedar menghibur hati.
Itu aku. Aku yang sedang putus asa karena baru 1 jam yang lalu dipecat dari cafe tempatku bekerja. Padahal baru seminggu aku bekerja di sana. Aku melakukan yang terbaik meski hanya mencuci piring dan mengantar makanan ke meja-meja.

Dan semua itu berakhir karena alasan yang menurutku sangat tidak manusiawi.
Aku hanya menolong seorang gadis gelandangan yang kelaparan dan hampir mati di depan cafe itu, memberinya sedikit air dan makanan, juga syal yang sebenarnya milikku sendiri.
Tapi aku dipecat karena hal itu.
Alasan lainnya, karena harga air mahal, meski hanya segelas.
Sementara aku punya begitu banyak masalah lain yang mengitariku setiap hari.

Hidup tidak adil. Aku tak bisa tak mengucapkan kalimat itu karena kenyataannya aku selalu menderita. Aku menghabiskan 18 tahun kehidupanku dengan 1 kata yang sama setiap harinya. "Kosong"

•••••

Saat kau pulang ke rumah kau akan selalu mendapatkan kehangatan. Sambutan dengan senyum dari mereka yang menunggumu. Atau paling tidak kau bisa menghempaskan dirimu di atas ranjang dan tidur dengan perasaan lega.
Saat aku pulang ke rumah. Aku berharap itu bukan rumahku. Aku selalu berhenti 5 menit lebih lama sebelum membuka pagar. Menatapnya dan mengingat apa saja yang kulakukan di dalam rumah itu. Dan yang kuingat aku hanya pernah tidur di sana, dan tidak pernah merasa nyeyak.

Sepatu tuaku hampir tenggelam saat aku menginjakkan kaki melewati halaman luas rumah itu. Salju membuat tanah beberapa senti lebih tinggi dari yang sebenarnya, membuat rumah tua yang kehilangan cat itu semakin tampak dingin dan terpuruk. Aku mengangkat tangan untuk mengetuk pintu, tapi lalu memasukannya kembali ke dalam saku, sedetik kemudian aku membuka pintu tak terkunci itu dengan pelan. Berjalan menuju kamarku.

  "Kau pulang" suara serak Ayahku menggema dari ruang tamu. Aku tahu ia di sana, tapi aku membiarkannya saja. Menatapnya sejenak sebelum masuk ke dalam kamar.
Aku menghempaskan badanku yang lelah di atas ranjang. Suara ayah berteriak di ruang tamu. Mencaciku. Memang itu yang selalu dilakukannya.
Jam 12 malam aku baru bisa tertidur.

•••••

Pagi itu cuaca sedikit bersahabat. Matahari bersinar redup di tengah udara yang dingin. Aku sudah keluar sejak pukul 03.30. Sengaja karena aku tak ingin berbicara atau bertemu dengan ayahku.
Saat aku berjalan melewati jembatan aku memandang air yang membeku di bawahnya, air masih mengalir di bawah lapisan es itu dan aku dapat melihatnya dengan jelas. Aku berjalan lagi, sesekali menggosokkan ke dua tanganku untuk mengurangi hawa dingin.
Beberapa remaja seusiaku tampak berlalu lalang di sepanjang taman. Maklum saja ini hari minggu, mereka pasti memanfaatkannya dengan bersenang-senang.
Bukankah mereka memang selalu bersenang-senang, apa sedihnya menjadi seorang remaja selain masalah cinta, patah hati, dan uang jajan yang kurang.
Sayangnya, aku bukan remaja seperti itu

Aku berhenti dan duduk di sebuah kursi panjang yang kosong. Mengeluarkan sebuah roti dari dalam tasku.
  "Pagi yang indah."
aku menoleh. Seorang gadis berkacamata hitam duduk di sebelahku. Aku membiarkannya dan melanjutkan sarapanku. Setelah ini aku mungkin akan mencari pekerjaan baru, semoga ada toko atau cafe yang memerlukan tenaga lebih. Jika tidak mungkin aku harus berpuasa lagi.
  "Apa yang kau makan...?"

  "Roti." jawabku tanpa melihatnya. Aku berharap gadis itu segera pergi dan membiarkannku menyelesaikan sarapanku. Sebenarnya sudah lama gadis itu selalu muncul tiba-tiba di dekatku tepatnya sejak awal musim dingin. Aku tak mengenalnya dan tidak tertarik untuk mengenalnya. Ia suka datang dan menghilang mendadak. Setiap kali muncul ada saja yang dikatakannya padaku dan jarang sekali aku menanggapinya. Alasan kenapa aku tak mengusirnya karena ia tidak berbuat usil padaku.
  "Kenapa kau memakannya...?"
  "Karena aku lapar." sahutku agak ketus. Memangnya apa alasan kau makan jika bukan karena lapar. Kecuali kalau makan memang menjadi kegemaranmu atau pekerjaanmu. Aku tetap tak memandang gadis itu.
  "Seharusnya kau makan nasi di pagi hari, itu lebih sehat dan mengenyangkan."
Andai aku punya nasi, tapi aku tidak punya.
  "Aku suka roti." jawabku kemudian. Gadis itu diam sampai aku selesai dengan sarapanku atau mungkin dia sudah pergi. Aku tidak tahu karena aku tak melihatnya sekalipun.
Aku menyandarkan kepalaku ke belakang dan memejamkan mata. Sejujurnya aku masih berharap bisa tidur beberapa menit sebelum mencari pekerjaan baru.  Semalaman ayah berteriak tidak jelas sambil menggedor kamarku beberapa kali, dan pagi tadi aku mendapatinya sudah tidur di depan tv.
  "Kau bisa mengambil punyaku."
aku merasakan sesuatu yang hangat diletakan di pangkuanku. Saat aku membuka mata aku melihat sebuah bekal dengan tutup bergambar winni the pooh di sana, Masih hangat. Aku memandang gadis itu, tentu dia yang memberikannya, tapi kenapa...? Aku mencoba melihat matanya seperti yang kulakukan pada orang lain saat aku penasaran pada mereka. Tapi gadis itu memakai kacamata, kacamata yang sangat gelap dan besar sampai aku tak bisa melihat sedikitpun matanya, aku justru melihat bayanganku sendiri di sana.
  "Oh..., aku terlambat."
ucapnya seraya melihat jam tangan mungilnya. Ia berdiri, membungkuk padaku setelah itu berlari tergesa-gesa entah ke mana. Aku berniat berteriak dan mengembalikan bekal itu, tapi mulutku hanya membuka dan menutup kembali. Aku tidak tahu namanya...
Aku putuskan tidak memakan bekal itu, akan kukembalikan jika nanti bertemu dengannya lagi. Aku memasukannya ke dalam tas, menyimpannya.

•••••

Salju lagi-lagi turun. Aku terjebak di depan sebuah toko yang ditinggal pemiliknya pulang, kedinginan dan lapar. Sudah sejam lebih aku menggosok-gosok tanganku di sini.
Aku belum mendapatkan pekerjaan karena semua toko ditutup saat aku sampai di kota. Rupanya mereka sudah tahu jika salju akan turun cukup lama dan aku tidak mengetahuinya. Sekarang aku tidak bisa berbuat apa-apa selain duduk, aku harus menunggu salju ini berhenti dan bertahan agar tetap hangat.
Jalanan lenggang, tidak ada kendaraan berlalu lalang kecuali sebuah truk yang mengangkut beberapa orang yang nekad ingin pulang.
Sial, aku menggerutu kesal. Sepertinya sulit sekali bagiku unuk mendapat keberuntungan. Aku jadi teringat kejaian 5 bulan lalu saat aku dituduh mencuri di tempat kerjaku. Pemilik cafe itu meneriaku sangat keras dan mendorongku keluar dari cafenya setelah melayangkan 5 pukulan ditubuhku.
Aku menghembuskan nafas berulang-ulang, berusaha menghangatkan tangan yang sudah terasa kebas, gigiku bergemeletuk dan jaketku sudah terasa dingin. Aku lapar, perutku terus berbunyi sepanjang waktu.
Kemudian, Aku teringat bekal yang diberikan gadis berkacamata hitam padaku tadi pagi.
Bisakah aku memakannya?
Ragu-ragu aku membuka tas ku, mengeluarkan bekal itu. Aku menatapnya sejenak, perutku berbunyi lagi.




  "Aku bisa menggantinya jika aku punya uang nanti...." dengan keyakinan itu aku berani mengeluarkan kotak winni the pooh itu dari dalam tasku.
Nasi itu terasa sangat lezat di lidahku. Sudah lama aku tidak makan seenak ini. Aku menghabiskan bekal itu.
Salju berhenti turun saat jam 15.20.
Aku kembali berjalan. Tidak berniat pulang, mungkin masih ada beberapa toko yang baru dibuka dan aku bisa melamar pekerjaan di sana. Meskipun sebenarnya aku ragu akan hal itu. Kota ini bukan perkotaaan besar yang terlalu ramai, ini hanya tempat berkumpulnya orang-orang yang berharap ketenangan, karena itu ada banyak orang tua di sini. Ini juga adalah kota yang beberapa tahun lagi mungkin tak berpenghuni, tempat ini suram daan sepi.
Hanya ada satu toko yang dibuka. Aku berhenti di depan toko itu sebelum memutuskan untuk masuk. Nama toko itu sedikit aneh

"Home & Return"

Siapapun yang memiliki toko itu aku berharap ia orang yang baik dan memerlukanku untuk membantunya bekerja.
Saat aku memasuki toko itu seorang pemuda menyambutku sambil tersenyum ramah. Aku tidak melihat adanya pengunjung di toko itu, tapi mungkin karena cuaca sedang tidak baik.
  "Selamat datang." Ia berkata dengan senyum lebar, sebuah topi hitam menutupi kepalanya.
  "Aku sedang mencari pekerjaan."  Kataku langsung.
pemuda itu diam sejenak. Ia lantas menyuruhku menunggu dan ia sendiri masuk ke dalam sebuah ruangan lewat pintu di belakangnya.
Aku menunggu seraya mengamati toko tersebut. Ada banyak lukisan tua yang terpajang di dindingnya yang juga terkesan tua. Kursi-kursi di toko itu semua terbuat dari kayu, meja-mejanya dihias dengan sebuah vas bunga berisi setangkai bunga tulip. Kurasa bunga itu hidup.
Aku melemparkan pandanganku pada lemari kaca rendah yang dipenuhi macam-macam kue. Rupanya ini toko kue.
  "Hey! anak muda."
Aku berbalik. Pemuda yang menyambutku tadi kini berdiri bersama seorang lelaki tua. Aku menghampiri mereka. Kuduga lelaki tua itu pasti pemilik toko ini.
  "Kau mau bekerja...?"
Aku mengangguk. Lelaki itu mengamatiku cukup lama. Sementara aku hanya menatapnya, berusaha memberi kesan baik sebisaku.
  "Aku menerimamu, kau bisa bekerja mulai besok pagi."
Benar-benar keberuntungan, tidak ada pertanyaan lain selain itu.
Aku mengucapkan trimakasih pada lelaki tersebut, menjabat tangannya cukup lama. Ia tidak tersenyum padaku, tapi ia menepuk bahuku sebelum masuk melewati  pintu yang dimasuki pemuda itu saat menyuruhku menunggu.
  "Dia memang orang baik, kau beruntung bisa bekerja di sini, aku Tom." Ia mengulurkan tangan.
  "Jame." aku menjabat tangannya yang cukup berotot.
  “senang bertemu denganmu jame, jadi ini pekerjaan pertamamu atau pekerjaan sampingan?’’
  “tidak keduanya”
Tom mengangguk-mengangguk, mungkin paham bahwa aku enggan menjawab pertanyaannya.
  "kalau begitu, Sampai bertemu besok pagi, kau harus sudah berada di sini pukul 6 pagi."
Aku mengangguk singkat. Keluar dari toko tersebut dengan perasaan lega.

bersambung....

kelar juga, sebenarnya saya malu mau membagi cerita ini. Tapi daripada numpuk di draft dan nggak ada yang baca mending saya share di sini kan
he...he...
akan saya sambung lagi kapan-kapan

see you....


udah tahu 8 fakta unik deodorant ini?

via.pixabay

Angkat tangannya...
Siapa di sini yang nggak bisa hidup tanpa deodorant?
Lebay banget sih, tapi saya iya.
Nggak pede rasanya kalau keluar rumah tanpa oles-oles deodorant dulu. Parfum boleh lupa, tapi kalau deodorant yang lupa, auto malu mau deket-deket orang, apalagi angkat-angkat tangan😂

Kayaknya saya sendiri mulai nggak bisa hidup tanpa deodorant sejak mulai kerja di pabrik. Karena nih, rang-orang di sana hidungnya sensitif banget, kalau ada bau keringet dikit aja, wah... Gila, bisa jadi bahan gunjingan ntar😂
Maafkan aku man teman.
Kugunjing kalian di sini✌

Langsung ke topik utama aja

Jadi, gimana sih sejarahnya deodorant ini?


1.Deodorant sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu. Tepatnya sejak zaman mesir kuno. Para manasia pada kala itu sering mengoleskan wewangian ke ketiak atau lipatan tubuh lainnya untuk memberikan sensasi harum, biasanya juga dilakukan setelah mandi. Kemudiam pada tahun 1800 an deodorant pertama dengan merk "mum" mulai di perdagangkan, dan disusul dengan deodorant antiperspiran pada tahun 1900 an.

2. Sebenernya lagi nih, keringat itu nggak berbau lho sob. Yang menyebabkan keringat menjadi bau adalah karena tercampurnya keringat dengan bakteri. Untuk itu deodorant bekerja dengan cara menjadi antibakteri. Jadi kalau kalian melihat deodorant yang mencantumkan fungsi dapat mengurangi keringat berlebih, itu nggak sepenuhnya bener. Biasanya deodorant hanya sanggup mengurangi keringkat sebanyak 20% aja, paling banter sampai 30%.

3. Sejak kapan sih kaum pria juga ikut-ikutan pakai deodorant?
Bapak saya enggak tuh..wkwk..
Malah pernah dulu, deodorant saya bukan dioles di ketiak, eh malah dioles di baju.
Dikira parfum baju kali ya...😂
Untung sayang...

Penggunaan deodorant untuk kaum pria mulai dibuat pada tahun 1935. sebelumnya nggak wajib buat mereka pakai deodorant, justru nih, bau keringat pria, zaman dulu dianggap sebagai simbol kajantanan. Makin keringetan makin macho💪
Kalau sekarang, cowok aja pakai make up, deodorant ya udah pasti lah.




4. Beruntungnya orang yang keringetnya enggak bau ya. Walaupun rata-rata orang mang memiliki bau keringat, tapi pasti beda-beda kadarnya. Nah.. Cara untuk mengecek apalah kamu perlu pakai deodorant atau nggak alias bau keringet atau enggak, adalah dengen mengecek warna kotoran telinga sobat.
Kalau warna kotoran berwarna putih berarti keringat tidak terlalu bau, kalau warnanya, hitam, coklat dan lengket, mending pakai deodorant aja deh.

Kalau warnanya pink gimana?🙋
Ya mana ada jubaedah...🙄


5. Yang menyebalkan dari pakai deodorant, bagi saya adalah noda kuning yang ditimbulkannya. Apalagi kalau bajunya putih, kelihatan banget. Ternyata penyebab warna kuning tersebut adalah, adany kandungan aluminium di dalam deodorant.
Entah kenapa saya langsung terbayang lempengan seng😬

Kalau mau yang nggak bikin warna kuning, bisa cari yang nggak ada sengnya. Eh aluminum maksudnya.
Katanya sih untuk menghilangkan warna kuning tersebut bisa pakai, cuka, lemon, dan garam. Tapi saya sendiir bolem pernah coba
He..he...

6. Karena mengandung antibakteri, deodorant nggak hanya berfungsi untuk menghilangkan bau ketiak. Tapi juga bisa digunakan untuk menghilangkan bau kaki lho. Caranya cukup mudah. Tinggal oleskan deodorant di telapak kaki pada malam hari sebelum tidur.
Is died semua bakterinya
Ha..ha..😂

7. Eh..eh.. Tenyata deodorant lebih efektif kalau dipakai malam hari lho. Meskipun kita lebih sering pakainya setelah mandi ya.
Itu karena pada malam hari deodorant bisa bekerja lebih baik. Dan nggak perlu khawatir karena biarpun kalian sudah mandi di pagi hari, tapi manfaatnya nggak bakalan hilang, tapi saya sarankan tetep pakai dedorant lagi ya.

8. Kata temen saya, deodorant cowok itu lebih tahan lama dan ampuh dalam menangkal bau badan. Jadi dulu saya mikirnya pasti bahannya lebih keras atau gimana. Ternyata, bahan akktif dalam deodorant cowok dan cewek itu sama aja lho... Yang membedakan hanya baunya dan tentunya harga.
Entah kenapa produk buat cewek selalu lebih mahal😑
Mungkin karena desainnya selalu dibuat menarik, cute, imut, dan bikin kaum cewek pengen beli.
Racun emang....



Kira-kita itulah fakta unik seputar deodorant yang sudah saya rangkum.
Bagi saya, deodorant emang penting. Bukan cuma buat diri sendiri, tapi juga supaya nggak ganggu orang lain yang ada di dekat kita, menciptakan kesan bersih juga dan biar pede dalan beraktivitas😄

See you.....








Semua orang berubah, tergantung pandangan yang lain

via.pexels

Semua orang tumbuh dewasa. Siapa di dunia ini yang tidak bisa tumbuh dewasa kecuali peterpan?
Itu lho cerita fantasi tentang seorang anak yang nggak bisa tumbuh dewasa supaya ia bisa bermain selamanya.
Sebuah dongeng yang menarik bukan. Saya pun kalau bisa, juga pengen nggak tumbuh dewasa.
Karena dunia orang dewasa terlalu kejam untuk jiwa saya yang lembut kayak sutra ini
Wkwk...😂

Tapi mana mungkin ada hal semacam itu. Karena faktanya semua orang tumbuh. Kita akan berubah seiring berjalannya tahun. Fisik yang berubah, pikiran yang berubah dan lingkungan yang juga berubah.
Waktu akan membawa kita ke dalam pusarannya. Nggak ada ceritanya orang tertinggal di masa lalu atau terjebak di masa depan. Semuanya bergerak terus. Ketika kita nggak bisa menyesuaikan dengan perubahan yang cepat itu, saat itulah kita merasa tertinggal oleh waktu.

Hadeh, ngomong apa sih, uyul bingung👱
Aku juga🙋

Ha..ha.. Sama, saya juga bingung sebenernya😂

Minta ditabok semua🙄

Sebenernya saya mau membahas tentang perubahan. Karena tiba-tiba saya berpikir bahwa semua orang berubah karena pandangan yang lain.


Baca juga : Jangan asal bicara

Entah iya, entah enggak.
Namun, orang lain selalu punya dampak yang besar dalam hidup manusia. Ya wajar sih, karena kita makhluk sosial.
Semisal, ketika orang bilang "eh kamu cantik banget sekarang"

Saat itu kamu sudah berubah menjadi cantik. Walaupun kamu merasa biasa aja, tapi ketika orang-orang bilang kamu cantik. Ya, kamu berubah cantik.

Begitu juga ketika orang lain bilang "kamu bodoh"
Kamu juga berubah jadi bodoh, walaupun sebenernya kamu... Nggak merasa bodoh.
Satu mulut yang bicara banyak telinga yang mendengar.

kayaknya saya udah pernah bahas ini ya, tapi no problem, mau bahas lagi pokoknya

Pandangan orang tentang kita juga mempengaruhi mindset kita tentang diri sendiri dan kehidupan.
Itulah kenapa, "kalau punya mulut tu dijaga dong, jangan asal jeplak aja. Dosa tanggung sendiri. Masak nggak tahu kalau mulutmu itu udah bikin banyak orang sakit hati, udah mesen tiket ke neraka juga...."

Astaghfirullah...
Saya emosi beneran nih...
Tarik tambang dulu mbak...
Eh, tarik nafas dulu sob

Entah mengapa saya suka gemes sama orang yang suka ngomong kasar dan nggak faedah. Bukan berarti saya adalah orang yang udah bener. Saya sadar, saya masih banyak khilafnya.
Namun sodara-sodara...
Apa yang kamu bicarakan itu bisa mengubah seseorang. Di dalam perkataanmu selalu ada kekuatan. Entah kekuatan setan atau malaikat.

Tajem bener ngomongnya🙄

Biarkan, biarkan saya mengeluarkan uneg-uneg ini. Karena kalau ngomong langsung nggak berani wkwk...😂

Mengapa pandangan orang bisa mengubah kita?
Lebih tepatnya sih mengubah dunia. Saya suka ngiri sama orang yang bodo amat sama perkataan orang lain dengan dirinya. Walaupun dia dianggap bodoh, jelek, dll.
Gimana sih caranya, kasih uang dong...
Hoe🙄
Anu, kasih tahu maksudnya😁

Suka lancang kalau ngomong😂

Bahkan nih ya, kebanyakan orang lebih percaya sama omongan orang lain ketimbang lihat faktanya. "Eh, si anu sekarang jadi sombong lho setelah beli becak"

Becak berlapis emas gitu ceritanya😂

Orang-orang pada percaya dan ngejudge si anu sombong. Padahal dia nggak lagi sombong, tapi berubahlah ia jadi sombong karena pandagan orang-orang terhadapnya.

Sungguh ajaib bukan....

Udah aha, makin lama saya nulis, makin emosi pula.
Tarik nafas dulu, isi energi positif. Saya lagi senang karena mendapatkan kembali energi untuk menulis😊
Jangan sampai mood ini rusak karena mikirin hal-hal nggak jelas.


See you...












Akhirnya saya malas juga

via.pexels


Dilema, galau, sebel...
Semangat yang selama berminggu-minggu ini nempel lengket banget kek orang baru jadian, eh tiba-tiba ilang gitu aja..
Hua...😭😭😭

Iya, itu sebabnya, minggu sebelumnya saya cuma update 2 artikel. Merasa kecewa sama diri sendiri karena gagal memenuhi target😞tapi...
Tarik nafas dulu, keluarkan...
Huft.. Saya memang lagi butuh waktu males-malesan deh. Ada waktu dimana saya harus pergi sejenak dari rutinitas ini.
Bukan bosan, tapi karena lebih ke :

Saya rasa saya butuh waktu untuk metime.
Iyes...
Selama ini saya selalu memenuhi jadwal saya dengan nulis artikel. Pulang kerja, nulis artikel, habis makan nulis artikel, habis mandi nulis artikel, tidur nulis artikel...
Ha..ha...
Sok sibuk pisan

Lalu tiba-tiba saya dapat banyak masalah.
Masalah yang yang nggak bisa disebutkan di sini.
Because of you, lagunya kelly clarkson.
Eh, because this is privaci😁

Bisa dibilang saya jadi lumayan stress. Karena itu saya juga jadi  bingung mau nulis apa, kayak gimana? Selama minggu kemarin saya cuma berhasil nulis pembukaan tanpa isi apalagi penutupan. Setiap kali mau ngelanjutin nulis pasti jari-jari sama otak jadi macet

  "Ini lanjutannya gimana ya?"

Akhirnya saya tunda lagi. Saya sadar kali ini nggak bisa memaksa diri karena akan berujung pada tulisan tanpa arti.

Ini bukan pertama kalinya saya mengalami "mati ide nulis" dulu juga pernah, dengan alasan yang sama, saya lagi stress.
Akhirnya saya libur selama sebulan lebih.
Tapi kali ini saya nggak mau kayak gitu. Karena saya sudah janji akan lebih rajin dan konsisten. Apalagi saya udah inget-inget kalau saya harus berhasil bikin 150 artikel di tahun ini. Dan tepat waktu banget terwujud di akhir tahun.
Ditambah lagi, saya sudah beli domain. Ya mubazir dong kalau dianggurin.

Nah itu tahu🙄

Karena sudah kebiasaan juga nulis 4 atau 5 artikel perminggu dan tiba-tiba nggak berhasil memenuhinya, ada perasaan nggak nyaman banget. Sekali lagi saya ...
Tarik nafas dulu...
Tenang, dinginkan pikiran dulu...
Saya itu jadi keberatan, karena rindu. Kan kata dilan rindu itu berat.
Sa ae lu🙄



Dan saya putuskan bahwa saya akan mengistirahatkan sekaligus munghukum diri selama 2 minggu.
Saya mengistirahatkan diri dari nulis di blog, jadi bisa bikin artikel dalam keadaan damai tanpa tekanan berlebih. Dan disebut menghukum diri, karena sesungguhnya saya udah kangen dan pengen banget blogwalking dan update tulisan sebelum dua minggu berakhir. Tapi saya bilang "nggak boleh, kamu dihukum"
Ini adalah trik biar saya makin kangen dan semangat nulis lagi.
Trik aneh, yang ternyata emang berhasil nge inprove my spirit

Wah, gila, bahasanya👏👏

😂😂😂😂

Jadi selama 2 minggu kemarin. Saya rajin-rajin kan nulis, cari materi, cari motivasi streaming youtube, buka facebook, buka ig.

Wah... Masih kebablasan juga terenyata😂

Dan setelah masa 2 minggu tersebut seenggaknya saya berhasil narik si rajin masuk ke kepala. Walaupun malesnya belum ilang dan masih bergentayangan👻 saya bisa mengatasinya.

Semoga ke depannya saya bisa menjaga dan mencintai si rajin ya sob. Mustahil sih, pasti ada waktu dimana saya bakalan bad mood lagi.

Karena bagi orang yang baperan kayak saya ini. Bikin kesalahan dikit atau nyakitin orang aja udah cukup bikin stress, ditambah masalah-masalah lainnya.
Sikap saya yang nggak bisa ngontrol baper ini berpengaruh banget sama kehidupan sehari-hari.

Tarik nafas lagi...
Keluarkan..
Udah kayak orang mo lahiran aja😂😂

Selama 2 minggu ini juga saya gunakan untuk instropeksi banyak hal, termasuk soal passion saya di bidang ngeblog ini. Dan saya menemukan fakta yang indah banget, bahwa semalas apapun saya, seenggak punya ide apapun, saya nggak bisa lepas dari kegiatan ngeblog.
I love you so much pokoknya...


Sampai di sini dulu ya sob...
Ingat kata-kata ini, "Berhenti boleh. Menyerah jangan!"
Bayangkan saja kita lagi menuju suatu tempat. Nggak wajib bagi kita untuk terus jalan, mau berhenti dulu untuk istirahat atau cari makan juga boleh kan. Asalkan setelah itu kita lanjutkan perjalanan.....

See you




Jadi cerpenis "Aku dan wanita itu"

Hay sob... Hari ini gimana kabarnya, sehat kan ya...
Ah, basi banget nanyanya.
He..he.. Hari ini saya akan mempersembahkan sebuah cerpen lagi. Cerpen ini juga salah satu dari cerpen saya yang pernah dikirim ke media tapi nggak ada kabar sama sekali. Sedih banget😞
ditolak itu kan sakit, apalagi nggak dikabarin, sakit juga euy.

Saya harap cerpen ini menghibur sobat semua ya...
Kebetulan akhir-akhir ini saya juga lagi bad mood banget... Nget.. Nget..
Dimana kalau lagi bad mood otak saya mogok, kagak mau diajak mikirin artikel apa yang mau dibuat besok, maunya rebahan mulu, maen hape mulu, youtuban mulu.
Ah, dasar aku minta ditabok

Aku dan wanita itu
Via.we heart it

Dia masih menatapku, wanita dengan mata lebam sebelah, pakaian kumal dan tatapan yang kuartikan sebagai tatapan putus asa.
Entah sudah berapa lama ia berdiri di sana, berdiri kaku dengan sorot matanya padaku.

Tak bicara apapun.

Biasanya dia baru akan duduk saat aku duduk duluan.

  "Aku lelah..." mataku terasa panas, aku berjalan pincang mendekati wanita itu, menyentuh telapak tangannya yang sedingin es. Kulihat tetes demi tetes air mata menuruni pipi pucatnya.

  "Kau pasti paham rasanya bukan"

Lalu kami menangis bersama, berjongkok di atas rumput hutan sebelum malam menelan pandangan.

Mungkin setahun yang lalu kami bertemu, dia bisu, tak pernah bisa mengatakan siapa namanya padaku. Badannya selalu kotor dan raut wajahnya terlihat penuh penderitaan. Kala itu ia menagis, tak perlu  mendengar penjelasannya, aku tahu ia kesakitan.
Karena sama-sama bernasib buruk, entah bagaimana kami menjadi kawan yang dekat.
Aku mulai menceritakan kisahku padanya. Tentang perempuan tua yang selalu memukulku dengan cambuk kesayangannya. Yang terus memakiku, tak memberiku makanan walau aku hampir mati kelaparan.
Setiap kali bercerita dia pasti ikut menangis, seolah tahu bagaimana perasaanku.

Aku pun tak bisa menyebutkan siapa namaku, karena wanita tua itu selalu memanggilku "sialan", seumur hidupku. Aku hanya mengenal wanita tua itu, aku tidak pernah melangkah jauh dari rumahnya yang selalu dikunci rapat, sesak dan pengap. Namun sejak dulu aku tahu bagaimana caranya keluar dari rumah itu untuk sekedar menghirup aroma hutan yang lebih segar. Aku tak berani lebih jauh, kakiku selalu gemetar tiap kali ingin kabur.

Tapi malam itu, aku berlari sekuat tenaga, bertekad akan benar-benar kabur, kuabaikan luka-luka berdarah di kedua lenganku, sakit yang terasa sesak di dadaku mendorong kakiku terus bergerak. Aku tidak betah hidup dengan wanita tua itu. Tubuhku sudah hancur, darah yang mengalir setiap hari membuatku meringis kesakitan bersembunyi dalam lemari untuk mencegahnya membunuhku.

Argh....
Bruk...

Aku terpeleset, tubuhku ambruk, jatuh ke tebing dan bergulingan. Ketika mendapat kesadaranku lagi, aku dikejutkan oleh sesuatu.
Mataku melebar, masih terbaring telentang di tengah gelapnya hutan.

Mataku untuk pertama kalinya, melihat bulan.

Seperti lampu raksasa, cahanya terang dan lembut, menyentuh tubuhku yang penuh luka. Aku memandanginya dalam kagum, dalam tangis tanpa suara.

Aku tidak tahu jika hanya dengan melihat bulan aku bisa merasa terharu, rasanya seolah dunia gelap yang selama ini kutinggali akhirnya bercahaya.

Sekian menit berlalu, aku pun bangkit dengan sisa-sisa tenagaku,  berlari lagi.

 Aku harus mengatakan ini padanya.

Lihat....

Dengan nafas ngos-ngosan, aku menghampirinya. Dia tampak senang sekali ini, sebuah senyum tersungging di bibir pucatnya.

  " kau lihat itu, itu bulan, indah bukan" aku menunjuk-nunjuk langit dengan antusias.

  "Aku ingin bisa menyentuhnya, cahanya lembut dan menenangkan...." kupejamkan mataku.
  "Jika bisa, aku juga ingin melihat matahari, kau tahu matahari? Matahari itu jauh lebih terang dari bulan, adanya hanya di siang hari. Tapi hutan itu terlalu gelap dan luas, jadi rasanya mustahil kalau bisa melihat matahari terbit dan terbenam."

 Aku terdiam lagi, memejamkan mataku dengan maksud menikmati cahaya bulan.
  "Apa suatu hari nanti kau mau ikut aku melihat matahari terbit?"

Hening.

Aku menatapnya, melihat senyum yang kuartikan sebagaj persetujuan.

  "Kau harus janji padaku ya"
kami saling menyentuhkan telapak tangan seperti biasanya

"setelah melihat matahari tanganmu tidak akan sedingin ini"

*****

Tapi tak lama setelah itu aku menangis, memohon ampun karena wanita tua itu melihatku yang masuk dari lubang di pagar belakang, ia mengejarku dengan cambuknya, memukulku lagi. Aku yang tak berdaya hanya meringkuk di atas dinginnya rumput belakang rumah. Antara sadar tak sadar sampai wanita itu kelelahan dan masuk dengan terbungkuk-bungkuk. Beginikah akhir hidupku? Apa aku akan mati? Bagaimana dengan nasibnya? Dia akan kesepian tanpaku.

Aku berdiri dengan susah payah, sekali lagi menatap cahaya bulan yang menerobos pepohonan.
Aku sudah lelah, sudah mencapai batasku.
Aku ingin pergi, akan lebih baik jika aku mengakhiri ini semua bukan, aku membencinnya, wanita tua itu harus...

Tanganku terkepal, benda itu berkilat dibalik punggungku, gemetar menyelimuti tubuhku yang berjalan dengan kaki pincangnya.

Baca juga : Kisah si pria gila

Baca juga : LEE (Cerpen)

Wanita tua itu terbaring di atas kamarnya matanya terpejam, wajah keriput penuh bintik hitam yang tak pernah kuperhatikan sebelumnya.
walau begitu aku tetap sangat membencinya.
Dengan gemetar aku menarik pisau dari balik punggung.

  "Selamat tinggal..."

Tertatih-tatih aku kelur dari rumah itu. Nafasku tak beraturan lagi, aku sudah lelah berlari, aku hanya akan menemuinya. Aku akan mengajaknya mencari matahari terbit, agar tangannya bisa hangat, aku akan menuntunnya. Kutatap tanganku yang bersimbah darah....

Aku akan melihat matahari terbit dengannya.

  "Apa, yang terjadi?"

langkahku terhenti begitu melihatnya. Penampilannya kacau, darah memenuhi tubuhnya, bajunya kini berwarna merah. Ketakuatan mendadak menyergapku. Dia yang biasanya tampak menderita sekarang hampir seperti makhluk mengerikan.

  "Jangan mendekatiku" apa yang kulakukan, kenapa aku takut padanya, kenapa aku benci melihatnya berlumuran darah, lalu kuamati pisau yang tergenggam di tangannya. Apa dia juga berniat membunuhku?
Aku mundur lagi, ketakutan sekali, kesakitan. Kuraih batu besar di sampingku dan melemparkannya sekuat tenaga, tepat mengenainya.
Tubuhku lemas, dia hancur... Tak terlihat lagi, aku merangkak, menyentuh serpihan tubuhnya. Apa yang kulakukan?

Aku membunuhnya....?

Tak tentu arah, aku hanya berjalan sampai kakiku mati rasa, tak perduli dengan perih yang kurasakan. Ingatanku berputar mundur, mengingat hari-hariku sebelumnya, tak ada kenangan indah. kecuali satu hari dimana wanita tua itu pernah menyisir rambutku dan mengikatnya dengan lembut, hari dimana dia tersenyum dan bilang padaku untuk pergi. dan sekarang kuputuskan untuk meninggalkan wanita tua itu hidup sendirian.

Baca juga : BUJO (cerpen)

Akhirnya sampailah aku di tepi hutan. Masih agak gelap, aku berjalan menuju tebing tinggi, menatap luasnya langit di depanku. Inikah yang namanya bebas? Rasanya tak ada batas yang menghalangiku. Hawa dingin dari angin. Yang bertiup pagi itu meluruhkan seluruh perasaan buruk dalam diriku. Akhirnya setelah sekian lama, aku bisa keluar dari hutan itu.

 Samar-samar aku melihat cahaya matahari dari balik bukit. Bergerak perlahan.

Oh, itukah matahari terbit? Apakah aku berhasil menemukannya?
Detik-detik berlalu, senyumku mulai mengembang seiring tingginya sang matahari, menyelimutiku dalam perasaan hangat. Kusentuh rasa perih diperutku, sudah sangat sakit, aku terkejut, pisauku terjatuh. Rupanya pakaianku pun sudah berwarna merah.
Aku memejamkan mataku lalu menunduk. Di bawah sana air danau tampak jernih sekali.

  "Apa itu kau, kau ikut denganku?" aku berjongkok, mencoba mengamati sosok di danau itu, sosok yang kukira sudah mati kubunuh. Tapi Itu dia, dia tidak mati, dia mengikutiku dan menungguku di danau sana.
  "Kau melihatnya bukan? Itu matahari terbit...." aku sangat bahagia, tersenyum sumringah, begitupun dia.
  "Kita akan melihatnya bersama, aku akan turun menjemputmu"
Aku tersenyum dan melompat ke dasar danau.


Begitulah cerpennya berakhir. Mungkin ini adalah salah satu langkah yang harus saya lalui untuk sampai ke tempat tujuan. Nggak baik bukan memandangnya sebagai kegagalan.

Yah, walaupun saya memang sedih, tapi harus tetep semangat. Kalau nggak semangat, paksa dikit biar nggak berhenti di tempat.

Salam semangat sob

See you....