Jadi penonton film The woman in the window

Sumber gambar imdb.com
Assalamualaikum­čśü

Bicara tentang fobia, kayaknya masing-masingg orang punya fobianya sendiri ya. Ada yang fobia laba-laba, ketingian, nasi dan yang paling ngenes fobia cinta...

Kali ini saya akan mereview sebuah film yang bertema tentang fobia juga.

Yaitu The woman in the window, atau wanita di jendela. 

Film drama kriminal mistery dari Amerika serikat ini rilis pada 14 Mei 2021 di Netflix dan disutradarai oleh Joe wright.

Dibuat berdasarkan novel karya Pseudonim A. j. Finn.

Dibintangi oleh 

Amy adams sebagai Dr. Anna fox

Julliane morre sebagai Jane

Fred hechiger sebagai Ethan russell.

Dan masih banyak lagi.

Bercerita tentang seorang wanita bernama Anna fox yang tidak berani keluar rumahnya karena ia menderita agorafobia, yaitu ketakutan berlebih untuk keluar rumah. Mbak Anna ini sebenernya seorang psikiater anak, di awal film nggak dijelaskan kenapa dia ini bisa kena agorafobia. Bahkan selama berbulan-bulan ia udah mengurung diri di dalam rumahnya. Menghindari interaksi dengan para tentangga atau siapapun itu. Trus  gimana kalau ia secara nggak sengaja menyaksikan sebuah pembunuhan dan menjadi satu-satunya saksi, tapi semua orang tidak percaya karena menganggapnya gila?

Suatu hari ada keluarga baru yang pindah di seberang jalan. Anna tahu itu adalah keluarga Russel.

Beteweh mbak anna ini punya kebiasaan ngintipin alias liat-liat kegiatan para tetanganya lewat jendela. Jadi dia tahu kegiataan mereka ngapain aja tiap hari.

Anna mulai menyimpan kecurigaaan pada Alistair russel (kepala keluarga russel) setelah seorang anak lelaki bernama Ethan datang kerumahnya mengantarkan hadiah sebagai tetangga baru (Ethan ini anaknya keluarga russel) tapi Ethan kelihatan menyembunyikan sesuatu gitu. Nggak lama setelah itu seorang wanita menolongnya saat ia pingsan karena serangan panik di hari hallowen. Dimana Anna menganggap wanita tersebut adalah Jane russel. Mereka bercerita dan minum bersama sepanjang malam. Saling berbagi cerita gitu. Jane bercerita tentang anaknya Ethan, betapa ia sangat menyayangi anaknya tersebut juga beberapa sikap buruk suaminya yang kayaknya bikin Jane agak frustasi. 

Ada kalimat di adegan ini yang ngena dan menurut saya bagus deh, waktu Jane bilang, bahwa kita bukan milik siapa-siapa selain anak kita. Sewaktu kecil kita berpikir kiya adalah mikik orangtua, beranjak dewasa kita punya pikiran sendiri dna memutuskan swgalanya sendiri, ketika menikah kita pikir kita milik suami tapi nyatanya kita tetap punya kebebasan menentukan segalanya namun saat memiliki anak. Kita menjadi milik anak seutuhnya. Dia mengendalikan segaka keputusan dan perasaan kita.

Begitulah perkenalan Anna dengan Jane.

Suatu hari seperti biasa Anna sedang melihat apa yang dilakukan keluarga Russel. Biasanya Anna cuma cuma ngintip aja tapi hari itu ada kejadian yang membuatnya tertarik, yaitu Jane yang sedang bertengkar dengan Alistair russel. Ia mengambil kamera dan ngezoom ke arah Jane dan Alistair. Saat itulah ia melihat Jane tiba-tiba bersimbah darah. Anna sadar baru saja melihat sebuah pembunuhan dan ia jadi panik sendiri, menghubungi polisi dan memaksa diri untuk keluar rumah sambil membawa payung.  Niatnya mau menyelamatkan Jane tapi Anna malah pingsan.

Pas bangun Anna udah ada di rumahnya bersama para polisi dan Alistair russel.

Dari situ anak mencoba menjelaskan apa yang baru saja dilihatnya, bahwa Alistair telah membunuh Jane. Tapi nggak ada seorangpun yang mempercayai kata-katanya bahwa Alistair sudah membunuh istrinya. Bahkan polisi pun mengabaikannya. Semua menganggap Anna udah nggak waras apalagi dia adalah wanita yang menderita agora fobia. Anna sendiri dibuat ragu dengan apa yang dilihatnya setelah seorang wanita bernama Jane russel datang bersama Alistair dan polisi. Tapi Jane russel yang ia lihat dulu berbeda dengan yang ia lihat sekarang. Udah gitu ia tertampar realita bahwa kebanyakan rutinutas yang ia lakukan setiap hari seperti bertelepon dengan suami dan anaknya selama berbulan-bulan ini adalah halusinasinya. 

Eh...kok? Gimana ini kamsudnya?

Jadi kira-kira mbak Anna ini beneran melihat pembunuhan atau cuma berhalusinasi?

Saya cukup terkejut dan ikutan bingung selama nonton film ini. Pada adegan dimana mbak Anna menyadari beberapa hal yang ia pikirkan ternyata adalah halusinasinya, seakan-akan saya ikutan berhalusinasi... 

Plus kasihan juga sama mbak Anna. Karena rasa trauma membuatnya lost kontak dari dunia nuata.

Jadi kira-kira yang bener gimana? Ikutan kaget. Takut dan deg-deg'an juga pas kebenaranya terungkap. Sumpah ngeri juga sih...

Mohon maaf nggak berbagi full spoiler, saya harap kalian nonton film ini sendiri ya gaez. Ini film masih baru jadi rasanya akan lebih baik kalau ditonton sendiri. Cari di netflix pasti ketemu deh.

7,5/10 dari saya untuk The woman in the window. Dari menit pertama sampai selesai saya menikmati dan nggak merasa bosan. Untuk ketegangan, menurut saya nggak seberapa karena penyelesaian masalahnya itu ada di akhir. Puncaknya ada di menit-menit terakhir.


See you...


0 komentar

Posting Komentar