Jadi penonton film Korea Hide and seek

Hide and seek
Sumber gambar imdb.com
Assalamualaikum😁

Hari ini mood saya cukup baik, jadi saya bisa meneruskan ngeblog dengan tenang. Kemarin-kemarin terlalu sibuk dengan isi kepala yang berantakan.

Masih tentang review film. Seperti judul di atas, saya akan ngespoiler sebuah film dari Korea selatan berjudul Hide and seek. Setahu saya itu artinya petak umpet sih. Btw, saya dulu suka banget main petak umpet tapi kalau sekarang disuruh main petak umpet saya bakalan nolak karena ngebayangin pas ketahuan itu kok bikin jantungan😅

Hide and seek rilis pada 14 Agustus 2013 dan disutadarai oleh Huh Jung.

Film ini bercerita tentang sebuah keluarga yang harus menghadapi teror dari pembunuh yang merupakan kakak dari sang suami.

Benarkah begitu? Bisa jadi bukan...

Jadi biar lebih gampang saya jelasin dulu. Di film ini tokoh utamanya adalah satu keluarga yang terdiri dari 

si Ayah bernama, Seong soo.

Si ibu Minji

Anak cowok Hoo seh

Anak cewek Soo ah.

Si ayah ini punya gangguan mental dimana dia ini takut banget sama sesuatu yang berbau, kotor dan betantakan. Di dalam bayangannya selalu muncul gambaran orang yang punya penyakit kulit.

Film dibuka dengan adegan seorang wanita yang berjalan pulang sendirian ke apartmen kumuhnya sambil marah-marah di telepon. Biasalah berantem sama pacarnya. 

Nah pas mau naik lift ada seorang pria yang pake jaket, pake helm dan bawa payung ikutan naik lift. Apakah dia tukang ojek payung, tentu bukan....

Si pria aneh ini rupanya tinggal di samping kamarnya si wanita. 

Si wanita ini merasa bahwa ada orang yang masuk ke dalam rumahnya, dia langsung curiga sama si pria aneh tadi. Melupakan ketakutannya cewek itu keluar dan marah-marah di luar rumahnya tapi si Pria nggak keluar. Pas dia masuk buat periksa kamera cctv di kamera itu terekam kalau pria tadi masuk ke dalam kamarnya dan belum keluar.

Jeng...jeng...😱

Dan bener aja pas dia nengok pria tadi berdiri di belakangnya bawa payung yang berlumuran darah dan si cewek pun digebukin.

Pembukaan selesai.

Jadi suatu hari Song soo ini ditelpon sama seseorang yang menanyakan tentang Baek sung chul. Yang mana Sung chul ini ternyata adalah kakaknya Seong soo tapi mereka udah lama nggak ketemu karena suatu kejadian. Si penelepon ini mengabarkan kalau Sung chul udah nggak balik ke apartmennya sejak lama jadi dia minta seong soo buat ambil barang-barangnya. Awalnya seong soo kayak ragu gitu tapi keesokan harinya setelah mengujungi makam kedua orangtuanya bersama istri dan kedua anaknya yang masih cilik-cilik ia putar arah dan pergi ke apartmen kumuhnya Sung chul yang mana itu adalah apartmen yang terlihat dimasuki cewek di pembukaan tadi.

Seong soo masuk ke atas sementara Minji dan kedua anaknya nunggu di luar.

Pas menyelidiki tentang Sung chul inilah Seong soo menemukan banyak hal yang nggak beres. Dimana perumahan itu sama sekali nggak aman dan kotor. Anehnya di setiap bel ia menemukan tulisan yang menjelaskan berapa jumlah orang di tiap kamar. Lalu ia juga menemukan pintu rahasia yang menghubungkan 2 apartmen. Dan keberadaan Sung chul masih misterius.

Sementara itu di luar. Soo ah dan Hoo seh ini keluar dari mobil buat main. Tapi tiba-tiba mereka ini ngilang. Minji bingung banget dunk. Dan setelah ia muter-muter kedua anaknya ini ternyata dikunci di dalam mobil bareng orang gila gitu. Untungnya ada seorang wanita yang nolongin Minji jadi orang gila ini kabur deh. 

Nyatanya di mana pun mereka ada masalah di kejauhan tampak ada orang misterius yang mengawasi mereka dari dalam mobil.

Seong soo turun dan menayakan apa yang barusan terjadi. Mereka sekeluarga kemudian mampir ke rumah wanita yang menolong Minji tadi, namanya Joo hee, si Joohee ini punya anak cewek yang masih kecil juga, bernama Pyung hwa. Awalnya percakapan mereka baik-baik aja sampai Seong soo menyebut nama Sung chul. Joo her tampak ketakutan dan menyuruh mereka keluar dari rumahnya. 

Seong soo kemudian menyuruh Minji untuk pulang aja karena dia mau menyelidiki lebih lanjut tentang Sung chul. Tanpa sadar  mobilnya Minji ini diikuti sama seseorang. 

Sejak kejadian itu hal-hal nggak beres mulai meneror keluarga mereka. Yang paling bikin serem sih pria yang pakai jaket, helm dan bawa payung tadi. Ya bayangin aja, siapa yang nggak parno kalau makhluk kayak gitu  berdiri dan ngikutin kemana kita pergi mana mukanya nggak kelihatan. Awalnya cuma ngikutin lama-lama dia berani ngetuk rumah dan bahkan maksa mau masuk. untungnya ada orang yang lihat dan pria berkepala helm itu pun kabur menghilang tak terlihat di layar hape saya.



Makin lama teror manusia berhelm tersebut makin bikin parno ditambah penyakit Seong soo yang makin menjadi karena menyelidiki Sung chul seperti mongorek masa lalunya. Ia yakin bahwa pria berhelm itu adalah Sung chul yang mau balas dendam padanya. Seong soo jadi sering berhalusinasi melihat Sung chul sehingga membuatnya mengamuk seperti nggak waras. Karena melihat suaminya yang makin nggak karuan minji memutuskan untuk pergi ke Amerika membawa kedua anaknya.

Sementara itu Seong soo yang udah nggak tahan akhirnya mengikuti pria berhelm itu sambil membawa pemukul bola golf. Mereka kejar-kejaran di perumahan kumuh tempat Sung chul tinggal. Dan tiba-tiba aja Seong soo ini dipukul sama seorang pria gondrong, mana mukulnya pake tongkat besi lagi. Mereka pun terlibat adegan pukul-pukulan yang bikin ngilu tulang-tulang saya, padahal cuma lihat ya😬

Tapi ternyata pria tadi bukanlah si pria berhelm dia adalahnya pacarnya Eun hye, cewek yang terlihat di pembukaan film tadi. Jadi cowoknya ini nyari Eun hye karena katanya udah berbulan-bulan nggak bisa dihubungi.

Pas mereka lagi duduk di dalam kamar Sung chul. Seong soo melihat pria berhelm itu sembunyi di sana lalu kabur lewat pintu rahasia ke kamar Eun hye. Di sanalah seong soo membuka lemari dan menemulan mayat Eun hye terbungkus plastik dan terjatuh menimpa tubuhnya. Pacar eun hye yang shock tiba-tiba ditusuk dari belakang sama si pria berhelm. Sementara Seong soo yang kakinya udah pincang karena berantem tadi melarikan diri tapi tetep aja ia nggak bisa menghindar. Bahkan pahanya sampai ditusuk pake pisau. Saat itulah tiba-tiba pyung hwa buka pintu, seong soo langsung lari dan minta Pyung hwa buka pintunya lagi. Untungnya dibuka gaez.

Rupanya pyung hwa ini lagi sendirian di rumah. Ibunya lagi kerja. 

Awalnya saya pikir Pyung hwa ini anak baik-baik sampai adegan dimana dia tiba-tiba ngambil ponselnya Seong soo dan ponsel itu nggak boleh diminta lagi  dia bahkan jerit-jerit sambil bilang "ini milikku" saat ponselnya ditarik. Untungnya si Pyung hwa ini mau diem setelah dikasih gantungan kunci ponsel itu. Sayangnya ponselnya Seong soo nggak mau nyala jadi dia minta tolong pyung hwa pinjem ponselnya.

Nah pyung hwa ini pergi ke sebuah ruangan dimana di sana ada banyak banget boneka, pernak pernik dan bahkan handphone buanyak banget. Pyung hwa kasih salah satu ponsel ke Seong soo dan pas dibuka ada foto orang lain di sana. Pyung hwa bilang itu ponselnya. Ia lalu menunjulan sebuah kertas dan mengatakan bahwa ia dan ibunya akan pindah ke bangunan itu. Yang mengejutkan bangunan tersebut ternyata adalah apartmen dimana keluarga seong soo tinggal. Di sini seong soo udah mulai curiga bahkan saya udah takut banget...😱😖

Dan bener aja.. Pas Seong soo jatuh karena shock, ia buka lemari yang ada disampingnya dan di dalamnya ada mayat sung chul yang udah diplastik kayak Eun hye. Saat itu Pyung hawa kemudian berkata bhawa ibunya sudah pulang dan pria helm tadi pun memukul seong soo sampai pingsan. 

Sampai situ saya paham kalau ternyata Joo hee dan Pyung hwa ini adalah orang yang nggak punya tempat tinggal lalu merebut rumah orang lain dan kehidupannya dengan cara keji.

Sementara itu Min ji bersiap pergi ke amerika sama 2 bocilnya. Sayangnya pas udah sampai mobil ia lupa bawa obatnya soo ah jadi dia balik lagi ke apartmen. Padahal saat itu  Joo hee udah di sana sama pyung hwa loh. Dan yah...

Dia pun jadi korban selanjutnya.

Sementara itu Hoo seh dan Soo ah yang ketiduran di mobil menyadari emaknya kok nggak balik-balik. Hoo seh kemudian menelpon Minji tapi nggak ada suaranya beberapa saat kemudian Joo hee mengetuk kaca mobil mereka. Untungnya Hoo seh ini peka dan menyadari kalau ada yang aneh soalnya Joo hee pake jaket milik ibunya. Dan bener aja ternyata lama-lama wanita itu maksa lebih gawat lagi dia bawa kunci mobilnya gaez. Di situ Hoseh dan soo ah kejar-kejaran sama si wanita gila. Sebel banget karena nggak ada yang lihat. Untungnya seong soo tiba di sana. Ho seh dan soo ah berhasil balik ke apartmen mereka begitu pun Seong soo begitu juga si wanita gila perukor (perebut rumah orang) ia menggila mukul-mukul seong so dan melakukan berbagai macam cara buat bunuh mereka. Serem banget sih pas bayangin moment ketika Hoo seh dan Soo ah sembunyi di dalam lemari dan si wanita gila itu hampir-hampir buka lemariya dengan mata melotot dan besi di tangan. 

Seong soo kemudian ngajak wanita gila itu berdamai, ia boleh ambil rumahnya asal membiarkan Seong soo dan keluarganya selamat kalau nggak mau seong soo bakal bakar rumah itu. Si wanita gila yang udah menganggap rumah itu miliknya jadi panik banget. Baginya rumah itu segalanya. Jadi pas Seong soo bakar dapurnya wanita itu langsung kalang kabut berusaha memadamkan api tapi malah ikut kebakar. Keluarga Seong soo pun selamat dan mereka memutuskan untuk pindah aja. Sementara itu apartmen lama mereka dibeli oleh orang lain. Tapi ada yang inget nggak sih gaez, dimana Pyung hwa?😱

Omigod si Pyung hwa ini masih sembunyi di rumahnya Seong soo. Bibit-bibit psikopet kayak emaknya nih. 

Tamat.. 

Entah gimana nasib keluarga yang beli rumah itu.

Saya kasih 8/10 untuk film ini karena ceritanya yang nggak biasa. Ternyata selain pelakor ada juga perumkor ya...

Hati-hati gaez, cek di sudut-sudut tersembunyi rumah kalian ada apa aja. Kalau di rumah saya kebayakan sih debu...😅

Kok saya jadi merinding ding dong ya...😱


See you






1 komentar

  1. Aku cari di Netflix ga ada :(. Tapi di drakor.id+ adaaaa ^o^> ntr aku mau nonton dr situ. Kayaknya seru mba. aku suka yg thriller giniii nih. Ngagetin sih memang , tp disitu letak serunya nonton horor/thriller kan :D.

    BalasHapus


EmoticonEmoticon