Jadi penonton film Revolutionary road

Sumber gambar imdb.com

Assalamualaikum😁

How are you today gaez? Fine-fine aja ya...

Jadi hari ini saya agak bingung mau nulis review film apa, karena tib-tiba saya kumat nontor drakor😂 ribet urusannya.

Pertama, karena saya nggak suka semua drakor, pilih-pilih gitu jadi udah nyampe 4 episode kalau nggak menarik menurut saya, yaudah lewat, padahal udah abis kuota berapa tuh. Dan nggak bisa ngereview juga karena nggak suka. Eits jangan mendemo saya dulu, sebenernya semua drakor tuh rata-rata bagus semua cuman kan emang saya seleranya agak nyeleneh😂

Oke nggak usah lama-lama, back to the topik aja. Kali ini saya mau bernostalgia sama bang Leonardo dicaprio dan mbak Kate winslet😁 kayaknya udah 22 tahun nggak ketemu...

Lah, dari saya lahir dunk😂

Jadi setelah nonton titanic dahulu kala, saya merasa mereka ini cantik dan ganteng banget, tapi kok nggak pernah lihat mereka maen film bareng lagi. Entah saya yang kudet apa gimana. Yang pasti akhirnya saya nemu film mereka yang berjudul revolunionary road.

Diceritakan mereka adalah sepasang suami istri yang tinggal di sebuah rumah di jalan revolunionary bersama anak-anaknya. Karena filmnya udah saya hapus jadi saya review seadanya aja ya...😁

Orang melihat kehidupan mereka ini bahagia. Tapi ternyata seiring berjalannya waktu rasa bosan menyelinap dan menghancurkan rumah tangga mereka. Betapa bosan akan rutinitas ternyata membuat seseorang bisa jadi stress dan mati rasa.

Film ini dimulai dengan kisah cinta antara Frank dan April yang bertemu di sebuah pesta dan mereka jatuh cinta. April adalah seorang wanita yang ambisius banget, dia bercita-cita pengen jadi seorang artis karena itu April ikut sebuah teater, sementra Frank adalah seorang pria yang bekerja sebagai seorang salesman di sebuah perusahaan besar. Beberapa tahun kemudian mereka udah menikah dan dikarunia 2 orang anak. 

Kehidupan mereka ini tampak baik-baik aja bahkan orang melihat mereka adalah pasangan muda yang sempurna. Tapi ternyata April mulai bosan dengan segalanya. Menjadi ibu rumah tangga, mengurus anak dan lain sebagainya membuat cita-citanya terkubur. April merasa bosan dengan rutinitas yang dilaluinya setiap hari. Mereka bahkan sering bertengkar karena hal itu. 

Suatu malam April yang kecewa dengan aktingnya marah-marah dan bertengkar di perjalanan pulang sama Frank. Karena hal itu Frank mungkin kesal dan berselingkuh dengan seorang wanita di tempat kerjanya. Namun dia merasa bersalah karena ketika pulang ternyata April dan 2 anaknya membuat pesta kejutan ulang tahun untuknya. April bilang mereka punya banyak tabungan yang bisa menghidupi mereka selama 6 bulan tanpa bekerja. Karena itu April membuat rencana untuk pindah ke Paris. Ia berkata dengan semangat bahwa ia akan bekerja sebai seorang sekretaris di perusahaan besar di Paris jadi Frank nggak perlu bekerja dan bisa melakukan apa yang sejak dulu ingin ia lakukan. Frank yang awalnya ragu karena rencana itu terlalu nggak rasional akhirnya setuju setelah diyakinkan April.

Ya emang nggak rasional kan, dimana-mana lelaki harus menafkahi keluarga tapi karena rasa bosan ini si April membuat keputusan besar yang terbalik dari pikiran kebanyakan orang.

Mereka mengabarkan kabar gembira itu ke semua orang. Keesokan harinya Frank berangkat kerja dengan santai dan menceritakan pada temanya bahwa ia akan pindah ke Paris. Ia menjalani hari dengan lebih bahagia. 

Tapi rencana mereka ini nggak berjalan lancar karena tiba-tiba April menyadari kalau dia ternyata sedang hamil 10 minggu. Kehamilan yang sebenernya nggak diinginkan sama April, apalagi mereka berniat pindah ke Paris. Sementara itu Frank juga tiba-tiba mendapat durian runtuh alis keberuntungan tak terduga, yaitu kenaikan jabatan dengan bayaran yang lebih tinggi. Dia jadi ragu apa dia harus mengikuti rencana April pergi ke Paris. Padahal rencana itu belum pasti berhasil, sementara di sini dia mendapat kenaikan jabatan yang sudah pasti.  

Sampai kemudian Frank mengatakan hal itu pada April, yang sebenarnya tahu kalau rencananya akan gagal, tapi dia masih nggak terima. Dia meyakinkan Frank bahwa meskipun hamil mereka masih bisa pergi ke paris. Diam-diam tanpa sepengetahuan Frank, April membeli alat aborsi, hal itu diketahui Frank saat ia di kamar mandi dan mereka bertengkar lagi. Akhirnya rencana itu pun gagal. April nggak bisa lagi ngeyel, meskipun dia sangat kecewa dia mencoba menerima. 

Suatu hari Frank mengatakan bahwa ia telah tidur dengan teman kantornya, tapi dia melakukannya karena khilaf. Dia masih mencintai April. Anehnya April sama sekali nggak marah, di yakin bahwa cintanya pada Frank udah nggak ada. Mereka bertengkar hebat dan April kemudian lari ke hutan diikuti oleh Frank. April marah, meminta Frank untuk pergi, supaya ia bisa berpikir.

Hari mulai gelap dan April terlihat keluar dari hutan, tapi nggak langsung pulang. Dia berhenti di bawah pohon sambil merokok dan merenung.

Keesokan harinya ketika Frank bangun tidur dan akan berangkat bekerja April sudah ada di dapur. Memasak seperti biasanya, bahkan ia juga tersenyum. Mereka pun sarapan bersama dan mencoba ngobrol seperti biasa walaupun canggung setelah bertengkar. April terlihat mendukung apapun keputusan Frank. Setelah sarapan Frank pun berangkat bekerja. 

Sementara itu April terlihat menelepon adiknya untuk memastikan kondisi anaknya yang sedang dititipin di sana. Setelah itu ia masuk ke kamar mandi. Menata handuk di lantai dan kemudian pintu tertutup. Tak berapa lama April keluar dan melangkah dengan hati-hati menuruni tangga. Ia menatap keluar jendela. Rok putihnya udah penuh darah yang menetes sampai ke lantai. Jadi ternyata april ini nekad melakukan aborsi sendiri. 

Adegan berpindah ke Frank yang bingung di rumah sakit sementara April dalam kondisi kritis. Sayangnya nyawa April nggak terselamatkan gaez. Dan beberapa tahun berlalu Frank hidup sendiri bersama 2 anaknya. Kehilangan orang yang paling dicintainya.

7/10 untuk film ini. Banyak adegan yang saya lewatkan untuk diceritakan. Tapi film ini menarik dan layak ditonton untuk kita-kita yang udah nikah. Jangan sampai rasa bosan membuat hati kita jadi hambar sama pasangan. Bicarakan baik-baik atuh, mungkin butuh liburan dan jalan-jalan gitu berdua.

Dan tiba-tiba saya berpikir...

Apakah saya akan lupa sama impian jika suatu hari nanti jadi emak? 


See you...


3 komentar

  1. Memang kadang ada rasa bosan jika terus hidup bersama tapi jika kita pandai menyiasatinya, maka rasa bosan itu akan hilang.

    Salah satu cara menyiasati nya mungkin dengan kadang jalan jalan ke tempat dulu awal pacaran atau mengunjungi tempat spesial berdua saja.

    Jadi ini film kedua Leonardo Dicaprio dan Kate Winslet ya mbak?

    BalasHapus
  2. Yaaa sad ending yaaa. Tapi pas bac areviewnya aku sebel loooh Ama si April. Kok rasanya karakter dia cewe egois banget :D.

    Yg mau ngelakuin segala cara supaya keinginannya tercapai.

    Jd begitu suaminya khilaf aku ga heran sih :D.

    Kalo ga sedih endingnya, aku pgn nonton sih, udah lamaaa ga liat babang Leo dan mba Kate main bareng hahahah

    BalasHapus
  3. Diriku udah nonton say, menurut saya, selain Marriage Story, ini juga film tentang pernikahan yang bagus banget.
    Konfliknya itu natural dan hal yang paling sering terjadi ketika menikah nih.

    Saya jadi berpikir, hal penting yang harus kita siapkan sebelum menikah adalah, menyelesaikan diri sendiri dulu, agar bisa menerima, bahwa setelah menikah, keadaan udah nggak sama ketika masih single :D

    BalasHapus


EmoticonEmoticon