Jadi penonton film Extremly wicked, Shockingly Evil and Vile

Sumber gambat imdb.com

Assalamualaikum

Gimana kabar gaez? Rasanya udah lama banget saya nggak rajin ngeblog ya... Ada apakah?

Ada cinta😝

Ha..ha... Sebenarnya karena saya emang lagi kumat malesnya jadi ya gini deh. Dan hari ini saya lagi agak bad mood tapi kan saya mau sok rajin jadi saya mau membahas sebuah film yang cukup menarik karena diangkat dari sebuah kisah nyata tentang seorang pembunuh yang dihukum mati pada tahun 1989. Udah lama ya... 10 tahun sebelum saya lahir.

Sudah bisa dibaca judulnya di atas, lumayan panjang, tapi nggak sepanjang jalan kenangan.

Eak...😂

Ehemm..ehem.. Saya mau konsentrasi dulu😁

Film ini rilis pada 24 Juli 2019 di Indonesia, tapi bukan film Indonesia yak... Dan disutradarai oleh Joe berlinger. Bercerita tentang seorang wanita bernama Liz yang jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan seorang pria yang ditemuinya di bar bernama Ted bundy. Mereka menjalin hubungan penuh cinta selama bertahun-tahun, bersama Molly, anak Liz dari pernikahan dulu. Tapi ternyata Ted adalah seornag pembunuh berantai.

Ngeri nggak tuh...

Inilah the real of patah hati yang menyedihkan.

Gimana perasaanmu kalau jadi Liz sob?

Film ini diperankan oleh deretan aktris dan aktor terkenal, ada Zac effron sebagai Ted dan Lily collins yang cantik sebagai Liz.

Okey, langsung aja kita ke tekapeh...

Dimulai dengan memperlihatkan sebuah penjara yang dijaga ketat, lalu tampak lah Liz yang sudah agak berumur, lebih kurus dan terlihat lelah sedang menemui Ted.

Dan adegan pun berpindah. Flasback ke masa lalu.

Liz saat itu sedang berada di bar bersama temannya. Ia sebenarnya nggak terlalu suka main ke bar, tapi kebetulan temannya ini agak maksa. Liz kemudian berniat main game mengunakan koin, koinnya jatuh dan itulah moment pertama dia bertemu dan berkenalan dengan Ted. Dengan wajah tamvan dan pribadi yang menarik Ted bisa dengan cepat akrab sama Liz. Mereka berdansa bersama, bahkan ciuman padahal baru kenal dan bahkan Liz mengajak Ted berkunjung ke rumahnya. Saat itu Molly masih bayi. Mereka nggak melakukan apa-apa cuma tidur bareng di ranjang. 

Pagi tiba, dan Liz kaget karena nggak melihat Ted di sampingnya, lebih kaget lagi Molly nggak ada di di dalam box bayinya. Ternyata mereka berdua sedang ada di dapur, membuat sarapan. Plong rasa hati Liz. Ia makin kesemsem deh sama Ted. Tahun demi tahun berlalu, mereka menjalani hidup bersama layaknya pasangan yang bahagia. 

Sampai kemudian ada sebuah kasus dimana para wanita muda ditemukan mati dalam kondisi mengenaskan dan diduga dibunuh oleh seorang pembunuh berantai yang masih misterius. Kejadian tersebut sangat menakutkan dan meresahkan masyarakat karena si pembunuh pastinya masih berkeliaran di luar sana. Pencarian pun dilakukan secara besar-besaran berdasaran petunjuk yang di dapat polisi.

Suatu malam ketika sedang berkendara Ted dihentikan sama polisi dan ditangkap, apalagi di dalam bagasi mobilnya tuh ada benda-benda mencurigakan. Ditambah ciri-cirinya Ted tuh sama dengan orang yang mereka cari. Ia dibawa ke kantor polisi dan menjalani tes bersama beberapa pria lain. Hasilnya Ted adalah yang paling mendekati sempurna untuk jadi tersangka.  Dia bahkan udah masuk berita di koran. Hal itu membuat Liz bingung tapi dia juga cinta banget sama Ted dan seakan nggak percaya Ted melakukan hal seburuk itu. Cinta emang gitu kan...

Sementara itu Ted tetap bersikeras bahwa dia nggak bersalah, itu adalah fitnah. Permainan politik supaya ada orang yang bisa disalahkan.

Karena rasa cintanya yang besar Liz mencoba untuk mempercayai Ted dan masih terus berharap Ted bisa bebas setelah sidang. 

Pada dasarnya si Ted ini emang pinter, ditambah dia ini mengambil jurusan hukum gitu di kampus. Pinter, ganteng, pede jadi senjata Ted untuk melawan persidangan. Tapi semua bukti mengarah pada Ted.

Suatu malam Ted ini pergi ke perpustaakaan. Di sana ada beberapa wanita yang lagi belajar juga. Terlihat Ted ini senyum sama seorang wanita cantik. Entah kenapa saya merasa curiga. Wanita di perpustakaan itu melihat wajah Ted di koran jadi dia melapor sama satpam dan Ted pun diusir deh.

Malamnya ketika Liz lagi tidur dia mendapati Ted lagi bawa senter di balik selimut mereka dan waktu ditanya jawabannya dia lagi belajar. Lah, kok aneh belajar di bawah selimut...

Persidangan pun berlangsung dan wanita yang selamat dari si pembunuh berantai jelas-jelas menunjuk Ted sebagai pelakunya. Tapi karena bukti belum cukup kuat, masih akan ada sidang selanjutnya.

Ted dan Liz kemudian pergi mencari anjing karena mereka pernah janji bahwa suatu hari nanti mereka akan punya rumah bersama dan memelihara anjing. Di tempat itu ternyata Ted bertemu teman lamanya, seorang wanita bernama Carole ann. Waktu mereka lagi milih anjing, anehnya si anjing ini kayak takut gitu dan langsung menggongong waktu lihat mukanya Ted.

Di persidangan selanjutnya Ted benar-benar dinyatakan bersalah  dan dia dikirim ke penjara dengan penjagaan yang lebih ketat. 

Meski sudah dinyatakan bersalah tapi Ted tetap bersikukuh kalau dia itu nggak salah, polisi menangkap orang yang salah dan bagaimanapun caranya Ted akan mencari cara untuk bisa bebas. Tapi makin lama malah masalahnya makin rumit bahkan Liz mulai ragu dan nggak percaya sama Ted.  Disini lah saya bingung. Ini Ted salah apa enggak sih? 

Dia terus menelepon Liz jika ada waktu dan menceritakan tentang buku berjudul pappilon yang dibacanya. Tentang seseorang yang dipenjara padahal dia nggak bersalah. Dan Ted yakin dia masih punya harapan asal Liz terus mendukungnya. Padahal Liz sendiri udah mulai frustasi. Dia nggak konsen kerja, dan sering nangis mengingat kenangan mereka.

Ted kemudian merencanakan sesuatu untuk bisa kabur dari penjara. Ketika media datang untuk mewawancarainya, Ted tetap bersikeras bahwa dia tidak bersalah dengan tegas.

Di persidangan selanjutnya Ted berhasil kabur lewat jendela setelah membodohi seorang polisi. Ted berhasil menikmati 6 hari kebebasan sebelum ditangkap kembali.

Di hari natal Liz memutuskan untuk mengunjungi Ted. Saat itu Ted kelihatan seneng banget dia bahkan kasih kado natal buat Liz yang isinya adalah novel berjudul pappilon tadi. Dia juga berkata bahwa Liz tidak perlu membawa kado karena kedatangannya adalah hal yang paling Ted inginkan di dunia. So sweet kan...

Ted juga bilang dia sedih karena Liz nggak mengangkat teleponnya. Dia takut banget kehilangan Liz. Tapi Liz bilang dia udah nggak sanggup. Sebelum pergi dia kasih sebuah kertas dari Molly untuk Ted. Kertas dengan gambar ikan hiu faforit Molly. Yang kemudian Ted pajang di kamarnya.

Liz kemudian mulai dekat dengan teman kantornya, walaupun dia masih belum melupakan Ted.  Sementara Ted mulai membuat rencana untuk kabur lagi.

Suatu malam seorang detektif datang menemui Liz untuk mencari keberadaan Ted yang kabur. Ia meminta bantuan Liz dan menyerahkan sebuah berkas gitu. Meskipun Liz menolak percaya tapi perkataan detektif itu cukup meyakinkan dan membuat Liz penasaran.

Sementara itu Ted terlihat sedang berada di klub dan bersenang-senang dengan beberapa wanita. Nah loh...jadi..jadi si Ted beneran nggak beres😱

Dan korban terus berjatuhaan dengan cara yang mengenaskan.

Ted ditangkap kembali dan dipastikan akan mendapatkan hukuman yang setimpal. Udahlah kali ini dia nggak akan bisa menghindar. Tapi dasarnya si Ted ini nggak mau kalah jadi dia tetep berusaha bisa bebas. Karena kasusnya yang luar biasa, maka persidangan pun dizinkan diliput sama media. Ted pun melalui pesonanya dan kepintarannya membuat banyak orang bersimpati padanya. Nggak percaya kalau dia pembunuh. Dan Liz yang udah putus asa, memutuskan untuk menjauh dari Ted. Saat itu Ted yang butuh dukungam didatangai oleh Carole ann. Mereka menjadi dekat dan bahkan menjalin hubungan. Lebih fenomenalnya lagi, Ted melamar Carole di persidangannya, di depan semua orang dan media. Emang sensasional banget si Ted ini. Dan Carole pum hamil anaknya Ted.

Tapi pada akhirnya semua usaha ted ini sia-sia dan dia diberi hukuman mati karena terbukti telah jadi pembunuh berantai gaez. Ada puluhan wanita mati secara mengenaskan karena dirinya.

Kembali ke adegan awal dari film ini dimana Liz terlihat mendatangi Ted di penjara. Ternyata dia datang untuk menanyakan sesuatu. Saat itu Ted masih tetep mengatakan kalau dia nggak bersalah terus Liz bilang bahwa dialah orang yang telah melaporkan Ted, memberikan namanya pada polisi. Awalnya Liz menyesal karena hal itu memebuat Ted harus menderita di dalam penjara, tapi kemudian dia tahu fakta yang sebenarnya. Bahwa jika saja dia nggak percaya dan mencintai Ted maka dia bisa menyelamatkan para gadis itu. Dia menyesal bahwa selama ini mempercayai Ted bahkan membiarkan Ted hidup bersama putrinya.

Liz bertanya, apakah Ted pernah berniat membunuhnya juga? Tapi Ted cuma diem dan nggak mau jawab.

Liz kemudian menyerahkan sebuah foto gadis yang sudah meninggal dengan kepala hampir putus dan dia bertanya pada Ted "apa ya g sudah Ted lakukan dengan kepalanya?"

Ted terus menyangkal dan berkata dia bukan orang jahat. Tapi Liz memohon supaya Ted berkata jujur karena itu menyiksa Liz. Ted kemudian meletakan telepon dan menulis di kaca bahwa dia menggorok kepalanya. Liz kaget dan berlari keluar sementara Ted terlihat menghapus airmatanya.  Entah sedih apa gimana ya...?

Liz berlari sambil mengingat apa saja yang sudah dilaluinya bersama Ted sejak mereka pertama bertemu. Jadi kemungkinan sejak dulu Ted beberapa kali berniat membunuhnya tapi entah kenapa selalu nggak jadi, apa Ted beneran cinta smaa Liz? Entahlah.... Setiap manusia bahkan yang paling jahat pun pasti punya rasa cinta kan.

Akhir film ditutup dengan sebuah tulisan yang menjelaskan bahwa Theodore robert bundy dieksekusi pada 24 januari 1989. Sebelum di eksekusi dia mengakui lebih dari 30 pembunuhan. Permintaan terakhirnya agar abunya disebar di pegunungan cascade, dimana dia menyimpan banyak korbannya. Sementara itu Carole ann melahirnya ankanya dan Ted saat dia dalam hukuman mati. Di akhir film juga ditunjukan vidio dari Ted yanga asli. Saya jadi ngeri membayangkan Ted di dunia nyata. Hati-hati ya gaez, kita nggak pernah tahu dibalik senyum orang itu ada niat apa...

Bisa aja dia mau minjem duit trus nggak dibalikin😂

Dan yah, pembunuh itu nyata ada di masyarakat. Bisa aja orang yang kita kenal, yang kita lihat atau bahkan orang terdekat yang kita cintai. Semoga aja kita terhindar dari hal gila semacam itu ya. Stay happy....😁


See you...




2 komentar

  1. Giiiiiiilssss, aku harus nonton! Abis baca review mu, aku buka YT dulu mba, mau tau seperti apa tampang Ted Bundy ini. Aku nonton berita2nya , duuh miris.kebayang pas dihukum mati di kursi listrik :o. Tapi deserve him right. Sediiih baca komentar ibu yg anaknya dibunuh, Kaka yg adiknya dibunuh...

    Mukanya beneran ga kayak pembunuh yaaa. Serem... Ga nyangka kalo org begini berkeliaran.

    Aku mau nonton dulu full movie nya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, siapa yang tahu seseorang itu pembunuh, apalagi tampang dan prilakunya manis kayak gula batu😂. Kasihan banget sama para korban dan keluarga yang ditinggalkan....
      Semoga aja kita dijauhkan dari orang macam ted bundy ya

      Hapus


EmoticonEmoticon