Jadi penonton film Level 16

Sumber gambar IMDb.com

Assalamualaikum gaez😁

Kabar gimana? Baik kan... Baik dunk.

Udah minum air sehari 2 liter belom? Saya sih belom😂

Hari ini saya akan mereview sebuah film berjudul Level 16.

Film tentang apakah ini?

Apakah tentang saya yang selalu terlihat seperti gadis 16 tahun?

Ah...ngawur nih😂

Oke, mari nyalakan mode serius🙃

Level 16 rilis pada 1 maret 2019 di Amerika dan disutradarai oleh Danishka esterhazy.

Film ini bercerita tentang sebuah tempat dimana para gadis dirawat, diajarkan tentang kepatuhan, kesabaran, kecantikan, kesehatan dan segala hal yang bersikap feminim bahkan marah akan membuat mereka dihukum.  Intinya mereka ini harus perfeck tanpa kurang suatu apapun. Apalagi kurang waras.Tapi untuk apa sih mereka di rawat?

Sungguh mengerikan karena ternyata mereka itu nggak dirawat untuk diadopsi ketika udah dewasa tapi untuk sesuatu yang lebih doble mengerikan.

Penasaran? Lanjoot...

Sst.. Ini spoiler lho😬

Film ini dimulai dengan adegan beberapa anak prempuan yang sedang bermain di kamarnya. Lalu ada Sophia dan Vivien yang sedang berbincang bahwa suatu hari nanti jika sudah diadopsi ia akan melihat bulan setiap hari. Adegan kemudian berpindah ke anak-anak yang sedang berbaris untuk mencuci muka sebelum tidur. Cuci muka aja ada cctvnya lho. Jadi semua kegiatan mereka ini diawasi. Seperti minum vitamin, cuci muka, makan. Mereka harus benar-benar bersih dan terawat. Kalau sampai mereka nggak patuh dan nggak mau minum vitamin. Ya... Siap-siap dihukum dan dicap nggak bersih. Kalian yang masih suka ngupil diam-diam bisa masuk penjara di sana😂

Btw, siapa yang suka ngupil diam-diam?

Ketika sedang berbaris ini tiba-tiba botol sabunnya Sophia jatuh dan karena Sophia ini punya gangguan penglihatan dia nggak bisa menemukan botolnya. Vivian, sebagai sahabat yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung kemudian menolong mengambilkan botolnya Sophia, padahal waktu itu gilirannya untuk cuci muka. Akibatnya Vivian dicap nggak bersih dan dibawa penjaga untuk dihukum. Dia udah jerit-jerit menjelaskan kalau dia udah bersih, tapi nggak ada yang mau membantu. Bahkan Sophia juga diem aja.

Kecewa banget kan Vivien sebagai sahabat. Udah dibantu, tapi nggak mau bantu. Heran deh, kenapa temennya yang di belakang nggak mau bantu, malah Vivien yang di depan lari ke belakang buat bantu. Nggak solidaritas banget kan...

Bertahun-tahun kemudian Vivien pindah ke kelas 16 atau level 16. Mungkin itu maksudnya umur mereka ya. Di situ Vivien bertemu lagi dengan Sophia tapi Vivien yang sekarang udah berubah. Dia jadi terlihat agak sombong dan jutek bahkan pas ketemu Sophia dia nggak mau menyapa, mungkin dia marah.

Meski begitu Sophia berusaha mendekati Vivien untuk meminta uang, eh meminta bakwan, eh..eh.. Meminta maaf. 

Nggak lucu🙄

Biarken😂

Suatu ketika pas mereka lagi berdua aja. Si Sophia ini bilang ke Vivien untuk tidak meminum vitamin yang diberikan. Vivien nggak tahu kenapa, tapi dia menurut. Walaupun dia kesel dan jengkel sama Sophia tapi dia tahu Sophia itu baik. 

Di level 16 itu mereka bisa bertemu langsung dengan Dokter miro yang biasanya hanya bisa mereka dengar suaranya setiap hari. Dokter yang memberikan mereka vitamin dan juga vaksin. Selain dokter miro, di tempat itu juga ada miss Brixil yang mengurus semua kebutuhan dan mengawasi gerak gerik mereka, lalu ada penjaga-penjaga yang akan menghukum mereka kalau mereka melanggar peraturan .

Surat hari miss Brixil memberikan mereka pakaian bagus dengan nama masing-masing dan mengatakan kalau beberapa dari mereka akan diadopsi jadi harus bersikap baik dan sopan. Nggak boleh jungkir balik ya. Malamnya sebelum tidur, seperti biasa mereka meminum vitamin. Kecuali Sophia dan vivien yang memuntahkannya di toilet.

Vivien baru tahu bahwa ternyata vitamin itu adalah obat bius. Sophia bilang kalau ada penjaga yang datang ke kamar mereka pokoknya Vivien harus pura-pura tidur aja. Tapi jangan ngorok.

Kenapa mereka dibius? 

Pertanyaan itu terjawab ketika tiba-tiba Vivien digendong oleh seorang penjaga. Nggak semua gadis dibawa hanya beberapa aja. Mereka kemudian dibawa ke sebuah ruangan gitu, Vivien nggak tahu itu tempat apa. Nggak berapa lama miss brixil datang bersama seorang laki-laki dan prempuan cantik yang terlihat udah berumur dan tua. Mereka mebicarakan sesuatu gitu dan miss brixil menjelaskan seperti apa kondisi gadis-gadis itu. Dari percakapan itu Vivien tahu kalau mereka sebenernya akan dijual. Untungnya Vivien nggak terpilih dan dia dikembalikan ke kamarnya.

Tapi dari kejadian itu Vivien jadi memiliki kecuriggaan juga terhadap tempat itu. Miss brixil bilang mereka dirawat ditempat itu karena udara di luar yang beracun. Mereka diperlakukan untuk jadi putri orang kaya, tapi apa iya?

Langsung aja kita melompat ke adegan pentingnya ya biar nggak mbulet, biar nggak capek juga saya nulis😂

Jadi suatu waktu Sophia dan Vivien merencanakan untuk kabur dari tempat tersebut. 

Sophia bercerita bahwa salah satu penjaga sering datang ke kamar para gadis secara diam-diam lalu menyentuh tubuh mereka. Sophia berencana untuk mengikat si penjaga kalau nanti dia datang. Lalu ia akan merebut kartu yang digesek untuk membuka pintu.  apapan deh itu namanya?

Saya paham kok sob, cuma nggak tahu aja namanya😂

Sayangnya tingkah Sophia dan Vivien yang sering berduaan dianggap mencurigakan lalu salah satu gadis di sana melaporkan tindakan Vivien. Karena hal itu miss Brixil mengurungnya di sebuah ruangan kecil sebagai hukuman. Jadi ketika si penjaga datang hanya ada Sophia yang bersiap dengan tali yang dibuatnya dari selimut deh kayaknya🤔

Tik..tok..tik..tok...

Tengah malam si penjaga itu beneran datang ke kamar mereka. dan ketika dia akan menyentuh salah satu gadis yang tidur di sana Sophia langsung beraksi dengan menarik leher si penjaga dari belakang 

Kecekek kan dia...

Sophia segera mengambil kartu tersebut dan memebuka pintu tapi si penjaga mengejar dan mereka saling cekik mencekik. Hampir aja Sophia kalah tapi dia sigap dengan memukul kepala si penjaga dengan setrika..

Aduh..gak kebayang sakit dan perihnya.

Setelah itu Sophia langsung pergi mencari Vivien. Tapi pas dia mau buka pintunya alarm berbunyi dan Sophia kabur karena bajunya berlumuran darah, enggak jadi melepaskan Vivien. Sebelum pergi dia cuma minta Vivien percaya padanya.

Keesokan harinya Vivien dibebaskan. Dan semua gadis di level 16 dikumpulkan karena katanya Sophia telah berkhianat dan siapapun yang ketahuan membantunya maka akan mendapat hukuman. Tentu aja nggak ada yang ngaku. Mis brixil bilang Sophia kabur dan telah menyembunyikan kartu itu entah dimana. Kalau sampai ditemukan ada di gadis lainnya maka akan dihukum juga. Karena nggak ada yang mengaku mister miro kemudian marah-marah dan menghukum satu gadis bernama Rita. Dia bilang dia akan menghukum satu-peraatu gadis di sana setiap hari. Bergiliran.

Setelah itu vitamin yang biasanya mereka minum sendiri sekarang harus diminum dihadapan miss Brixil sehingga Vivien nggak bisa memuntahkannya.

Malamnya, Vivien mencoba mencari dimana Sophia menyembunyikan kartu itu. Dalam kondisi yang ngantuk parah karena pengaruh obat. Supaya nggak ambruk Vivien sampai melukai tangannya sendiri. Dia mengacak acak tempat tidurnya Sophia tapi nggak menemukan kartu itu. di saat udah putus asa ternyata kartu itu di sembunyikan di ranjang Vivien. Dia bersyukur banget, tapi kartu itu nggak bisa digunakan untuk membuka pintu kamarnya. Aneh. Vivien nggak kehabisan akal dan menggunakan kartu tersebut untuk melepas baut-baut pintu. setelah pintu berhasil dijebol, dilepas maksudnya. 

Dia kemudian masuk ke dalam ruangan Dokter miro, ternyata mis brixil ada di sana. Mereka berdebat sesat, eh sesaat. Ngobrol lah yauw pokoknya. Hampir aja Vivien disuntik tapi dia lebih gercep mukul mukanya miss brixil pakai lampu meja dan merebut kartunya. Pinter emang si Vivien...

Vivien pun keluar. Pertama dia mencari keberadaan Sophia di penjara bawah. Untungnya Sophia baik-baik aja. Mereka nggak sengaja masuk ke sebuah tempat yang penuh peralatan bedah saat mencari pisau untuk melepas ikatan Sophia. Di ruangan itu ada tiga ranjang kecil. Mereka mendekati salah satu ranjang dan membaca tulisan di sana dengan susah payah. Kayaknya mereka ini nggak diajari baca tulis deh. Terbaca Rita.

Ketika mereka membukanya, kaget banget katena Rita udah meninggal dengan kondisi kulitnya diambil😖

Jadi ternyata selama ini para gadis di tempat itu dirawat dan diberikan vitamin untuk diambil kulitnya buat transplantasi kulit gitu. Ngeri kan...

Sophia menjerit saking kagetnya, berbeda dengan Vivien yang masih bisa berpikir untuk segera kabur, Sophia mau menyelamatkan teman-temannya. Sementara Vivien menunggu di depan pintu keluar, Sophia pergi sendirian mengumpulkan teman-temannya. Agak sulit menjelaskan pada mereka kalau sebenarnya mereka tuh mau dibunuh. Sementara itu Vivien pergi meninggalkan pintu keluar dan diam-diam masuk ke dalam sebuat ruangan dimana dia menemukan vidio yang menjelaskan teknologi untuk menukar kulit manusia dari tua jadi muda menggunakan transplantasi kulit. Vivien sedih dan marah mengetahuinya. 

Pas Sophia menjelaskan semuanya dan nggak ada yang percaya, Vivien kemudian datang sambil membawa miss brixil yang diikat. Dia menjelaskan semuanya, bahwa mereka sebenarnya nggak dirawat tapi diternak. Mereka disuruh minum vitamin, makan bergizi supaya kulit mereka terlihat bagus. Kalau kulit mereka bagus, pelanggam akan tertarik untuk mengambil kulit mereka😱

Itulah yang terjadi pada Rita dan gadis-gadis yang katanya diadobsi. Bahkan miss brixil ternyata juga melakuan transplantasi itu gaez. Mereka kemudian berencana untuk kabor bareng-bareng. Berlarian keluar gedung, melawan para penjaga yang juga mencegagah mereka kabur. Vivien dan Sophia berlari bersama. Sialnya sophia ini terluka karena tembakan jadi Vivien membawanya masuk ke dalam sebuah gudang. Untungnya, ya nggak untung sih, tapi setidaknya mereka kan bisa berlindung sebentar. Gudang itu pintunya kuat jadi nggak bisa didobrak gitu aja. Dokter miro kemudian datang bersama penjaga dan mencoba berbicara pada Sophia dan Vivien. Tapi Vivien masih kukuh nggak mau keluar meski dokter miro mengeluarkan jurus seribu rayuan super. Dia udah tahu itu semua bohong. Vivian pun nekad. 

Duh.. Ini adegan yang bikin saya ngilu...supaya bisa lepas dari dokter miro Vivien kemudian menggunakan pisau yang dibawanya untuk melukai wajahnya sendiri😖

Bener-bener diperlihatakam gimana Vivien menggoreskan pisau tajam itu di wajahnya yang mulus. Yang saya pikirin itu bekasnya bisa hilang nggak nanti? Dokter miro nggak bisa menceggahnya dan dia kelihatan marah dan fruatasi karena ulah Vivien. Secara dia udah menggelontorkan banyak uang untuk merawat mereka. Dua orang penjaga di belakang kemudian membawa dokter miro pergi dan nggak lama kemudian terdengar suara tembakan. Sophia dan vibien terbangun di pagi hari. Ketika pintu itu didobrak dan seorang wanita berseragam polisi datang membantu mereka. Mereka pun keluar. Di luar hujan sedang turun bersamaan dengan sinar matahari. Sophia dan Vivien terlihat bahagia. Bergandengan tangan sambil memandangi langit😊

Tamat...

Dan saya masih nggak ngeh, itu dokter miro ditembak siapa?

Tapi...

Langsung aja saya mau kasih film ini nilai 7/10. Akan saya tegaskan film ini bagus gaez, tapi nggak bikin saya terkejut atau tutup mata saking takutnya. Kecuali pas adegan Vivien mengiris mukanya itu😖

Selama nonton film ini saya berpkir. Apa di luar sana, di dunia yang luas dan kadang gila ini hal semacam ternak manusia itu emang ada? Film ini agak mirip sama film get out ya. Cuman bedanya kalau film get out itu kan otaknya yang dipakai.

A sudahlah.. Saya laper, mau nunguin pecel


See you...






1 komentar

  1. awal pembukanya langsung diingetin minum air 2 liter , dan pagi ini jadi minum 1,1 liter sebotol aku hehhee..

    BalasHapus


EmoticonEmoticon