Jadi penonton film Hush

Sumber gambar IMDb.com

Assalamualaikum😁

How are you today gaez? 

Apik tenan tow...

Semoga apik banget ya😁

Hari ini saya  mau mereview sebuah film yang enggak romantis alias sedikit menakutkan berjudul HUSH.

Film ini rilis pada 12 maret 2016 dan disutradarai oleh Mike Flinegan. Yang menyutradarai film Gerald's game yang keren itu loh sob😍

Hush ini bercerita tentang perjuangan seorang wanita bisu dan tuli bernama Maddie yang diburu oleh seorang pembunuh di rumahnya. Yang mana rumahnya ini ada di tengah hutan gaez.

Oke tak usah banyak omong, apalagi banyak makan nanti endut😁.

Langsung aja ke spoilernya.

Film dibuka dengan adegan dari Maddie yang sedang memasak untuk makan malamnya. Kayaknya dia lagi mencoba resep baru gitu sambil nyontek di internet. Tapi ternyata rasanya nggak sesuai harapan. Lah, persis saya kalau lagi masak dong😂. Sambil masak Maddie terlihat asyik membalas pesan dari sahabatnya yang bernama Sarah. Nggak sampai satu abad Sarah ini datang dengan senyum lebar sambil membawa sebuah novel dan menjelaskan dengan bahasa isyarat kalau novel buatannya Maddie itu keren banget. Jadi si Maddie adalah seorang penulis ya sob.

Sarah bertanya kok bisa Maddie bikin novel sebagus itu? Rahasianya apa sih bund?

Dengan  senyum manis si Maddie menjelaskan kalau itu disebut dengan otak penulis. Dia punya banyak cerita di dalam kepalanya. Cerita-cerita itu terdengar seperti suara yang terus bicara di dalam kepalanya. Sarah bertanya lagi suaranya seperti suara anak kecil? Karena ternyata Maddie ini nggak bisu dan tuli sejak lahir. Ketika berumur 13 tahun Maddie didiagnosis mengalami meningitis. Karena hal tersebut ia kehilangan pendengarannya, juga bicaranya. Meski orang tak menggunakan bahasa 

isyarat Maddie bisa membaca gerak bibir mereka.

Tiba-tiba alarm kebakaran berbunyi keras banget sampai bikin Sarah terjoged, eh terkejud. Maddie lupa kalau dia tadi sedang memasak. Suara alarm tersebut bising banget oleh sebab itu Maddie bisa merasakan getarannya. Dia menjelaskan kalau itu memang disengaja. Setelah ngobrol sejenak Sarah pamit pulang, dia ngomong kalau pacarnya, si John akan datang nanti.

Setelah Sarah pergi, Maddie memutuskan untuk melanjutkan novel terbarunya. Dia bingung mau bikin ending kayak gimana. Pas Maddie lagi membersihkan dapurnya tiba-tiba di jendela muncul Sarah yang berteriak minta tolong tapi Maddie nggak bisa mendengarnya dan dia lagi nggak ngelihat pintu kaca itu. Teriakan Sarah berhenti karena sebuah panah mancep di punggungnya.  Seseorang dengan topeng berwarna putih menghampirinya lalu menusuknya berulang kali sampai Sarah mati😖

Seriusan wujud si pembunuh pas lagi pakai topeng putih ini tuh serem sob. Bikin saya mau merem aja, tapi nanti nggak kelihatan donk.

Si pembunuh melihat ke dalam dan mengetuk pintu kaca. Karena nggak ada respon dari Maddie dia tahu kalau Maddie pasti tuli. 

Maddie kembali menekuni laptopnya untuk meneruskan karyanya, sementara  si pembunuh diam-diam masuk lewat pintu belakang. Dia mengambil handpone Maddie lalu menyimpannya. Si pembunuh sudah menghunus pisau dan berdiri di belakang Maddie. Tiba-tiba ada panggilan masuk di laptopnya Maddie. Seketika si pembunuh bersembunyi karena itu kan vidio call nanti dia kelihatan dong. Ternyata itu adalah saudaranya Maddie. Mereke ngobrol sebentar, lalu saudaranya ini bilang sepertinya ada yang bergerak di belakang Maddie. Maddie menjawab mungkin itu kucingnya. Panggilan pun berakhir. 

Dan hal menakutkan bin tak diharapkan akan terjadi.

Maddie terkejut ketika nomernya sendiri mengiriminya gambar dirinya sedang duduk di rumahnya. Ia lalu menoleh keluar, pintu terbuka. Pelan-pelan Maddie berjalan, mau ngintip. Eh lhadala..  Manusia pembunuh bertopeng itu lagi berdiri di luar. Maddie terkejut dong. Dengan cepat dia segera menutup pintu sebelum si pembunuh masuk lagi. Lalu menutup pintu-pintu yang lain. Tapi rumahnya Maddie ini banyak pintu kacanya jadi pasti nggak sulit buat si pembunuh masuk.

Film ini seru dan meneggangkan. Tapi karena saya udah lumayan biasa nonton film beginian jadinya saya nggak begitu terkejut. Gimana Maddie harus berjuang menyelamatkan dirinya dari si pembunuh dengan kondisinya yang bisu dan tuli. Dia nggak bisa mendengar pergerakan si pembunuh, harus selalu waspada sambil ngintip-ngintip.

Apalagi si pembunuh ini kemudian memandamkan listrik di rumahnya Maddie dan merusak ban mobilnya, rumah gelap gulita. Mau nelpon 911, Hapenya nggak ada, laptopnya juga nggak ada sinyal. Gimana dong...

Cukup deg-deg'an liat adegan demi adegan di film ini. Si pembunuh yang pakai topeng ini kemudian membuka topengnya dan berbicara pada Maddie, dia tahu kalau Maddie bisa membaca gerak bibirnya. Katanya gaez dia akan membiarkan Maddie dulu. Nanti kalau dia sudah siap mati maka si pembunuh akan masuk😱

Ya mana ada yang siap mati dibunuh...

Suka ngawur nih pembunuh kalau ngomong.

Maddie yang ketakutan masuk ke dalam kamarnya. Tiba-tiba jendelanya diketok. Ternyata itu mayatnya Sarah dan si pembunuh yang ada di belakangnya. Maddie kaget dong, dia kan nggak tahu kalau Sarah ternyata udah dibunuh. Makin shock deh si Maddie.

Maddie mulai berpikir gimana caranya dia bisa selamat dari si pembunuh itu. Dia sempat keluar sembunyi di bawah rumahnya tapi kabur karena ketahuan dan masuk kembali ke dalam rumah. Maddie juga sempat melukai si pembunuh ketika ia masuk dan si pembunuh mengejarnya. Maddie membuat tangan si pembunuh kejepit jendela dan sempat melukainya dengan pisau. Maddie masih bingung harus gimana, si pembunuh terus berkeliaran mengelilingi rumahnya. Kemudian dia teringat kalau Sarah biasanya membawa ponsel di saku celananya. Jadi ketika si pembunuh berkelian di depan rumah, Maddie segera lari ke dekat jendela dimana mayat Sarah tadi diletakan dan merogoh saku celananya. Tapi sial ponselnya ternyata nggak ada dan si pembunuh keburu datang. Akhirnya Maddie masuk lagi setelah menjepit tangan si pembunh di jendela, ternyata ponselnya Sarah udah diambil sama si pembunuh itu.

Kalau saya jadi Maddie mungkin saya cuman nangis aja di pojokan sambil baca ayat kursi... Sambil minta ampun sama Allah, tapi ada yang bilang kalau kita dalam bahaya maka insting bertahan hidup kita bakalan muncul juga. Iya nggak sih. Kayak kalau lagi dikejar anak sapi. Anak sapi kan galak tuh, kita yang biasanya nggak bisa lari jadi bisa lari kayak emaknya sapi. 

Maddie berpikir lagi, dia pasti akan mati kalau terus berada di dalam rumah itu.

Sekali lagi ia mencoba kabur dengan melempar senter miliknya sejauh mungkin ke hutan. Si pembunuh itu langsung berlari ke arah senter tersebut dan Maddie kaluar dari jendela lantai dua lalu mencoba turun ke bawah pelan-pelan. Aduh.. saya ikutan senam jantung dan berasa pengen  Maddie cepet-cepet sampai.

Tetiba Maddie ini mengaduh dan nggak jadi turun, ternyata kakinya udah dipanah gaez. Sambil nahan sakit Maddie kembali ke atap dan mencabut panah yang menacap di pahanya itu😖. Sementara si pembunuh berniat naik ke atas lewat tangga itu juga. 

Mengabaikan rasa sakitnya Maddie tetap waspada. Pas si pembunuh udah hampir sampai atap Maddie langsung menyerangnya sampai si pembunuh jatuh ke bawah dan Maddie merebut senjatanya.

Lega banget kan kalau gitu si pembunuh gak bisa manah sembarangan lagi. Maddie masih harus berjuang masuk ke dalam rumah karena si pembunuh mau naik ke atas lagi. Untung tepat waktu banget ia bisa menutup jendela sebelum si pembunuh menangkapnya.

Saya tuh selalu sedih, ngilu gitu kalau lihat Maddie nahan sakit, dia kan bisu dan tuli jadi sambil nangis dia pergi cari alkohol buat bersihin lukanya lalu ambil kain buat digigit. Yang kuat ya Maddie...😖😖

Maddie kemudian mengikat lukanya itu dan mulai cari cara menggunakan alat panah itu. Dia cuma punya 2 panah jadi nggak boleh gegebah. sayangnya alat itu ternyata susah banget. Maddie berkali-kali coba memperbaikinya tapi nggak bisa. 

Saat itulah hal tak terduga terjadi. Ada yang datang gaez...

Inget kan kalau Sarah tadi bilang pacarnya bakalan datang. Nah namanya John. Bukan jontor ya...

Si John ini pergi ke rumah Sarah tapi Sarah nggak ada. Jadi dia ke rumahnya Maddie dan mengetuk-ngetuk pintu rumahnya. Maddie kan nggak bisa mendengar. Si pembunuh yang kaget langsung menghampiri John dan pura-pura jadi polisi. Emang kampret nih si pembunuh. 

Untungnya John sadar kalau ada yang nggak beres setelah bicara dengan si pembunuh. Jadi karena badannya John ini berotot kayak atlet, si pembunuh nggak berani gegabah. John yang sadar kalau dia bukan polisi diam-diam mengambil batu. Pas dia mau memukul si pembunuh, eh Maddie gedor-gedor pintu. John noleh dan saat itu lehernya disayat deh. Tapi John nggak langsung mati. Dia oleng, masih berusaha melawan. Tapi si pembunuh langsung menendangnya sampai John tergeletak di tanah, dikira udah mati ternyata tiba-tiba John memukul si pembunuh dan mencekiknya. Dia berkata pada Maddie yang melihatnya untuk lari..lari..lari... Dan kemudian John mati, si pembunuh masih hidup dengan napas pas-pasan.

Maddie yang berniat lari mengurungkan niatnya. Bayangan-banyangan peristiwa yang mungkin terjadi kalau dia keluar muncul di kepalanya. Seperti ending dari cerita yang dia buat. Semuanya memiliki ending yang sama. Dia akan mati. Dia nggak bisa lari lebih cepat karena kakinya terluka. Kalau dia memutuskan bertahan di dalam rumah dia akan mati karena kehabisan darah dan lemas. Hanya ada satu kemungkinan untuk selamat. 

Maddie harus membunuh pria itu.

Si pembunuh kemudian menunggunya di luar. Pas dia lagi duduk di atas mobil datanglah kucingnya Maddie. Si pembunuh berniat menggorok si kucng untuk bikin maddie kesel tapi sebelum dia melakukan aksinya sebuah anak panah mengenai lengannya.

Auw... Rasain tuh...

Maddie yang berdiri di luar rumah segera lari  dan si pembunuh mengejar. Duh. Kok ya jelalah anak panah satu-satunya jatuh dan Maddie berusaha mengambilnya tapi keburu si pembunuh sampai dan Maddie menarik tangannya ke dalam dan si pembunuh menutup pintunya. Jadi tanganya Maddie ini kejepit. Dia nggak bisa jerit cuman ekspresi matanya tuh sakit banget gaez. Dengan teganya si pembunuh ini malah nginjak-nginjak jari-jarinya Maddie sampai patah dan berdarah😭😭😖

Kasihan banget tahu lihatnya...😭

Baru setelah itu ia membiarkan Maddie masuk. sementara Maddie udah menangis saking sakitnya dan si pembunuh cuma tersenyum puas. Terus dia bilang "aku akan masuk" ekspresi kesakitan Maddie hilang mendadak dan dia berdiri memandang si pembunuh dari balik kaca dengan benci. Dia ambil darah dari kakinya dan menulis di jendela. "Silahkan pengecut" kemudian Maddie berjalan ke laptopnya menulis ending dari ceritanya dan pergi ke kamarnya dengan membawa pisau sementara si pembunuh berusaha memecahkan kaca pintu itu.

Maddie menunggu di dalam kamarnya. Sayangnya dia udah bener-bener lemes sampai kehilangan kesadaran beberapa detik. Tetiba si pembunuh ini udah nangkring di belakangnya gaez😱😱 udah siap-siap dengan pisau di lehernya Maddie. Maddie yang nggak bisa dengar apa yang si pembunuh katakan kemudian mengetahui keberadaan si pembunuh karena hembusan nafasnya. Jadi pas si pembunuh mau menusuknya Maddie lebih dulu berbalik dan menusuk si pembunuh lalu segera berjalan keluar. Kepalanya udah pusing, udah mau pingsan.  Udah mau nyerah. Akhirnya Maddie cuma biaa duduk bersandar di meja dapur. Si pembunuh datang siap-siap mau membunuhnya tapi ternyata Maddie ini bawa semprotan yang bikin mata si pembunuh perih dan nggak jadi nyerang malah kesakitan. Lalu Maddie menyalakan alarm kebakarannya yang super bisisng dan bikin si pembunuh tambah pusing. Mereka saling dorong selama beberapa saat dan Maddie kemudian jatuh, tercekik oleh si pembunuh. Detak jantungnya makin lemah. Wajah ibu, saudara dan orang-orang yang dicintainya muncul bergantian. Maddie mencoba menggapai benda tajam di sampingnya. Kayaknya sih itu alat buat buka anggur itu low gaez. Di detik-detik terakhirnya Maddie berhasil mengapai benda itu dan menancapkannya di leher si pembunuh. Darah mengalir udah kayak air mancur dan si pembuuh cuma kesakitan. Lalu dia ambruk. Malam itu pun berakhir dengan Maddie yang selamat. Dia menelfon  911 dan menunggu di luar rumah. 

Tamat....

Okeh.. Film dari BlumHouse productions emang selalu bagus dan nggak mengecewakan termasuk film Hush ini. Sedikit bercerita saya tuh selalu takut kalau lihat pembukaan dari Blumhouse productions ini soalnya kan horor banget. Untuk film ini saya kasih nilai 7,5/10.

Setelah keseringan nonton film beginian saya jadi kayak hafal gitu low, gimana ending dari tiap film. Rata-rata mirip semua gaez. Udah mau mati eh tiba-tiba dapat kekuatan untuk melawan. Satu detik yang mengubah semuanya.

Dan pelajaran konyol tapi penting yang bisa saya ambil adalah😁

Besok kalau bikin rumah yang banyak kacanya saya mau pasang jeruji besi dalemnya.

Lalu... Saya juga pengen pasang spidometer listrik (eh, apa sih namanya) di dalam rumah biar nggak sembarangan bisa dimatiin orang. Dan nggak mau tinggal di tempat yang terlalu terpencil. 

Sampai di sini perjumpaan kita kali ini dan....sampai jumpa di review film selanjutnya and...


See you.. 


4 komentar

  1. Memang menegangkan film yang satu ini mbak, ngga kalah sama film apa ya, itu yang dulu mbak Astria review.

    Kasihan sekali Maddie, untung ia berhasil mengalahkan pembunuh itu, tapi ngomong ngomong apa motifnya ya? ,🤔

    BalasHapus
  2. Wkwkkwkw mbaa, kalo ayat kursi kayaknya lebih ngaruh utk jin, kalo manusia blm tentu :p.

    Suka deh baca reviewmu, ada lucu2nya, jd ga terlalu takut.

    Btw, ini serius awalnya aku pikir bakal cerita ttg Suzanna. Itu kenapa posternya sekilas mirip Ama Suzanna :p

    BalasHapus
  3. wuaaa aku bacanya sambil ngos2an gt saking takutnya. huhu... Apalagi pas tangannya hancur n kakinya kena itu. >.<
    Tapi untung happy ending yaa. Klo ga, lemes bgd itu nontonnya. hehehe..

    BalasHapus
  4. Oohh HUSH judulnya kirain Huuss!!..🤣🤣🤣🤣

    Baru kelar nonton gara2 baca review dari blog ini tadi sore..😊😊

    Gw pikir yang melotot itu Suzana..Tahunya Astri...Eehh salah maksudku bintang film Hush..🤣🤣

    BalasHapus


EmoticonEmoticon