Jadi penonton film The curious case of Benjamin button

Sumber gambar IMDb.com

Assalamualaikum

Hay sob, hari ini saya mau membahas sebuah film yang spesial, unik, keren, super keren dan wow lah pokoknya. Sebuah film dengan kisah sederhana tapi nggak ngebosenin dam penuh makna.

The curious case of Benjamin Button

Tuh kan dari judulnya aja udah menarik dan bikin pinisirin bingit hi..hi...😁

Singkatnya film ini menceritakan tentang seorang pria bernama Benjamin yang terlahir dengan kondisi seperti manusia berumur delapan puluh tahun. Kena katarak, tulang-tulang yang kropos, dan penyakit manula lainnya. Persis kayak orang tua. Namun seiring ia tumbuh, ia menjadi normal, seiring ia makin tua, penampilannya makin muda. Kayak oppa-oppa koreya itu low. Makin tua kok makin ganteng akang kim bum😁

Kan saya jadi klepek-klepek.

Film ini merupakan film Drama fantasi romantis Amerika serikat yang rilis pada 6 Februari 2009 di Indonesia dan disutradarai oleh David Fincher. Dan yang spesial lagi pemeran utamanya alias Benjamin diperankan oleh Brad pitt gaez😍

Oke, spoiler kali ini kayaknya bakal lebih panjang karena memang nonton filmnya juga kayak dengerin nenek ngedongeng.

Film dimulai dengan adegan dari seorang nenek yang terbaring sekarat di ranjang rumah sakit. Ditemani oleh sang anak bernama Caroline. Ceritanya waktu itu akan ada badai datang dan semua orang sedang membicarakan hal itu. Caroline lalu memeluk ibunya. Mengucapkan perpisahan. Dia bertanya apa ibunya takut? Si ibu menjawab dia ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. 

Supaya nggak bingung, dari awal saya kan kasih tahu kalau nama si ibu ini adalah Daisy.

Daisy lalu bercerita tentang jam besar yang dibangun di stasiun pada tahun 1918.  Sebuah jam yang dibangun dengan jarum jam yang terbalik. Karena si pembuat kehilangan anaknya di medan perang dan dia berharap waktu bisa mundur kembali ke hari-hari saat ia bisa melihat anaknya. Lalu si ibu ini menyuruh Caroline untuk membacakan sebuah buku harian tua. Dan dari situlah dongeng Benjamin dimulai. 

Iam serius gaez.. Film ini membawa saya pada kisah Benjamin yang luar biasa. Padahal ini tuh nggak nyata tapi keren banget.

Waktu itu perang dunia pertama baru berakhir dan semua orang bergembira merayakannya. Benjamin lahir dari keluarga kaya. Pemilik perusahaan kancing the buttons. Sayangnya ketika Benjamin lahir ibunya meninggal dan ayahnya yang bernama Thomas button nggak bisa menerima hal tersebut apalagi saat dia tahu rupa Benjamin yang enggak kayak bayi. Dia menganggap benjamin kayak monster lalu berlari membawa Benjamin keluar rumah dan menaruhnya di depan sebuah panti jompo bersama 18 dolar yang ia selipkan.

Untungnya pemilik panti jompo tersebut adalah seorang wanita yang baik. Wanita berkulit hitam bernama Queenie. Queenie merawat Benjamin dengan sepenuh hati. Awalnya Tizzy, kekasihnya Queenie ini nggak setuju tapi Queenie ngeyel. Lagi pula dia kan nggak bisa punya bayi.

Walaupun dokter bilang Benjamin nggak akan hidup lama tapi Queenie tetap ingin merawatnya. 

"Bayi ini adalah keajaiban. Itu pasti. Hanya bukan semacam keajaiban yang diharapkan untuk dilihat" semua orang spesial sob😊

Begitu katanya.

Diluar dugaan. Ternyata Benjamin bertahan hidup. Tahun demi tahun berlalu ia mulai tumbuh walaupun dengan penampilan seperti pria tua. Rambut putih, pakai kursi roda, kacamata, pokoknya kaya aki-aki. 

Benjamin belajar banyak hal dari panti jompo tersebut. Melihat banyak perpisahan dengan para penghuni panti. Bahkan belajar piano. Semua orang mengira Benjamin ini adalah seorang pria tua sungguhan.

Suatu hari Queenie membawa Benjamin ke  sebuah acara penyembuhan gitu. di sana Benjamin dipaksa untuk berjalan. Awalnya ia terjatuh tapi segera bangkit dan mencoba lagi sampai akhirnya ia berhasil melangkah diiringi senyuman dan tepuk tangan orang-orang. Sejak hari itu Benjamin tak memerlukan kursi roda lagi. Ia mulai memakai tongkat. Walaupun si pendeta yang mengobatinya mendadak meninggal saat mengobati Benjamin.

Di tempat tersebut Benjamin bertemu dengan macam-macam orang. Di buku hariannya ia menulis ia bertemu dengan seorang lelaki kulit hitam yang kerdil bernama Tn.oti. 

Tn. Oti ini mengira Benjamin pasti berbohong kalau dia masih kecil. Tapi mereka berteman dekat. 

Bersama Tn.Oti Benjamin pergi keluar rumah, mengelilingi kota dan membicarakan hal-hal sederhana.

Sampai ketika mau pulang Tn.Oti ini akan berkencan sama seorang wanita dan Benjamin disuruh pulang sendirian. Walaupun dia kesusahan mendapatkan bis dan akhirnya kudu jalan kaki sambil pakai tongkat, capek tapi Benjamin merasa itu adalah pengalaman yang sangat berharga dan tak terlupakan. Dia menyukainya dan menganggapnya sebagai hari terbaik dalam hidupnya.

Suatu hati ketika ada acara thanksgiving di panti jompo. Benjamin bertemu dengan Daisy. Daisy ini salah satu cucu dari penghuni panti tersebut. Mereka jadi sering menghabiskan waktu bersama. Entah kenapa Daisy merasa kalau Benjamin ini nggak setua penampilannya. Karena itu mereka bisa berteman dekat. Di acara itu juga Queenie mengumumkan kalau dia sedang hamil. Dan Benjamin cuma menatap Queenie entah dengan perasaan apa. 

Benjamin dan Daisy sering menghabiskan waktu bersama, seperti mendengar nyonya fuller (neneknya Daisy) mendongeng tentang manusia kangguru tua.

Suatu malam Daisy membangunkan Benjamin dan mengajaknya bersembunyi di bawah meja. Daisy meminta Benjamin untuk mengungkapkan satu rahasianya, begitu juga Daisy. Daisy berkata bahwa ibunya berselingkuh dan Benjamin berkata bahwa ia sebenarnya tak setua kelihatannya. Walaupun Benjamin terlihat tua tapi Daisy terlihat menyukainya lho.

Mungkin itulah benih-benih cinta yang tumbuh😍

Mereka ketahuan dan kemudian Ny. Fuller marah dan mengatai Benjamin nggak tahu malu. Kasihan kan Benjamin...

Untung ada Queenie yang menghibur.

Benjamin kembali ke kamarnya dan teman sekamarnya, seorang pria tua bercerita bahwa dia pernah disambar petir sebanyak 7 kali. Pokoknya pria tua ini dari Benjamin kecil sampai gede, kalau ketemu pasti menceritakan hal yang sama, soal ia yang disambar petir 7 kali😂

Sang bayi Queenie pun lahir. Benjamin melihat banyak kedatangan dan kepergian di rumah itu. Dia terlihat sedih pas Tn.oti berpamitan padanya untuk pergi.

Seiring berjalannya waktu Benjamin menyadari bahwa kondisi tubuhnya makin membaik bahkan ia merasa makin sehat dan tak memerlukan tongkat. Dia jadi seperti remaja yang mengalami pubertas. Benar-benar sebuah keajaiban.

Suatu hari Benjamin pergi ke daerah bernama Poverty point untuk melihat-lihat kapal yang berlabuh di sungai. Ketika sedang duduk-duduk santai tiba-tiba seorang kapten kapal datang mencari seseorang yang mau membantunya di kapal. Tidak ada yang menerimanya karena katanya si kapten ini nggak pernah mau membayar tapi Benjamin mengangkat tangannya. Walaupun si kapten ragu karena muka dan tubuh Benjamin yang kayak kakek-kakek tapi dia menerimanya. Dari situlah Benjamin kemudian kenal dunia laut. Dia menjalani pekerjaannya sebagai anak buah kapal dengan senang dan jadi teman dekat si kapten Mike clark. Ada adegan lucu ketika si kapten bertanya kapan terkahir kali Benjamin bersama wanita dan Benjamin yang masih polos dan berjiwa anak-anak menjawab tidak pernah. Sang kapten yang kasihan pun mengajak Benjamin ke bar dan bersenang-senang dengan para wanita😂

Nggak disangka setelah Benjamin keluar dari bar itu dia bertemu dengan ayahnya gaez tapi Benjamin nggak tahu. Thomas button memberikan tumpangan pada Benjamin lalu mengajaknya minum dan ngobrol bersama. Kayaknya dia tahu kalau Benjamin anaknya tapi dia nggak cerita. Dia hanya menanyakan kondisi Benjamin dan minta maaf. Lalu mereka bercerita sambil mabuk bersama.

Walaupun Benjamin ini punya kekurangan fisik tapi dia adalah tipe orang yang jujur dan asyik diajak ngobrol. Seriusan sob. Jadi pengen ngomong sama Brad pitt, eh Benjamin😁

Dari kursi roda, pakai tongkat, satu tongkat sampai akhirnya Benjamin nggak memerlukan tongkatnya. dia bisa pergi kemana-mana dengan mudah layaknya orang biasa. Suatu ketika dia mengajak Daisy yang sedang mengunjungi neneknya untuk pergi berlayar menggunakan kapalnya kapten Mike.

Benjamin mulai menyadari kalau dia tidak tumbuh semakin tua tapi semakin muda. Dia menceritakan hal tersebut ketika temannya Sedang mencukur rambutnya.  Lalu si teman berkata kalau ia turut prihatin karena itu berarti Benjamin harus melihat orang yang dicintainya mati lebih dulu. Itu adalah tanggung jawab yang menyedihkan. Karna kematian adalah salah satu cara agar kita tahu betapa berartinya seseorang dalam hidup kita😞

Sampai kemudian, teman Benjamin ini meninggal dan Benjamin memutuskan untuk pergi dari panti jompo itu, keluar dari zona nyaman dan mencari pengalaman baru. Saat itu Daisy mengejarnya dan memintanya untuk selalu mengirimkan kabar. Benjamin pergi ke berbagai tempat bersama sang kapten. Sementara Daisy mengejar impiannya sebagai seorang penari ballet yang hebat.  Seiring berjalannya tahun penampilan Benjamin juga semakin berubah, makin tampan teman-teman, muka Brad pitt udah makin kelihatan😁

Suatu hari Benjamin yang sedang menginap di sebuah hotel bertemu dengan seorang wanita bernama Elizabeth abbot. Dia ini udah bersuami, suaminya seorang duta besar lagi. Meski begitu mereka berdua ternyata terlibat cinta lokasi. Benjamin tertarik pada Elizabeth begitu juga sebaliknya. Mereka menjalin cinta selama beberapa waktu, bahkan Benjamin sudah mengirimkan kabar pada Daisy bahwa ia telah menemukan wanita yang dicintainya. Sedih euy😞 tapi mau gimana lagi, memang ini jalannya. 

Sampai suatu ketika Elizabet menghilang dan hanya meninggalkan sebuah pesan di pintu kamar Benjamin bertuliskan "senang berkenalan denganmu" hubungan itu pun berakhir. 

Saat itu perang kembali berlangsung dan Benjamin memutuskan untuk ikut sang kapten berperang. Mereka mengarungi samudra dalam waktu lama dan aman sampai suatu hari, bahaya datang dan mereka terlibat perang hebat. Disitu sang kapten meninggal. Sungguh moment yang sedih😞

Hanya Benjamin dan seorang temannya yang selamat.

Ketika sudah berumur 26 tahun Benjamin memutuskan untuk pulang ke panti jompo. Penampilannya sudah jauh berubah. Makin tampan gaez ternyata... Brad pitt, aku terpesona padamu😍

Kepulangnya kembali mempertemukan Benjamin dengan Daisy yang sekarang sudah menjadi seorang penari ballet yang cantik. Mereka pergi menikmati makan malam bersama dan menceritakan berbagai hal. Emang dari dulu kayaknya Daisy ini suka sama Benjamin, jadi sekarang ketika dia sudah dewasa Daisy terang-terangan menggoda Benjamin tapi entah kenapa Benjamin ini menolak dan membuat Daisy malu terus pergi deh. Tapi bukan berati Benjamin nggak suka sama Daisy ya...

Suatu hari.. Suatu hari terus kayaknya😂

Thomas button alis bapak kandungnya Benjamin mendatangi Benjamin dan mengajaknya pergi minum. Saat itu kondisinya sudah tua, bahkan sakit-sakitan lalu dia menceritakan hal yang sebenarnya bahwa Benjamin adalah anaknya. Dan dia berniat mewariskan perusahaan kancingnya pada Benjamin. Benjamin nggak langsung menerima semua kemewahan itu, dan pergi meninggalkan Thomass button sendirian. Tapi mungkin karena bagaimanapun juga dia adalah bapaknya, Benjamin datang lagi dan menemani Thomas sampai kematiananya.

Benjamin sekarang kaya raya.

Saat Daisy sedang melakukan pertunjukan Benjamin datang dan membawakannya bunga. Berniat untuk menghabiskan waktu bersama Daisy tapi ternyata Daisy udah sama cowok lain dan terlihat mengacuhkan Benjamin. Dengan lapang dada Benjamin pergi dan Daisy kelihatan kecewa. Sebenernya mereka ini masih saling suka lho. Tapi gengsi juga.

Kemudian hal yang tak terduga terjadi. Daisy mengalami kecelakaan dan membuat kakinya cidera parah, cacat dan dipastikan dia tidak akan bisa menari lagi. Padahal saat itu karirnya sedang cemerlang. Benjamin dengan tulus datang menemui Daisy namun mendapat penolakan karena Daisy merasa malu. Meski begitu Benjamin diam-diam selalu memperhatikannya dan nggak pernah meninggalkannya.

Ketika Daisy sudah bisa berjalan kembali ia pergi mendatangi Benjamin ke panti and yeah..

Mereka pun kembali dekat dan kali ini dekat yang benar-benar dekat. By the way Benjamin juga udah makin keren loh😍😍

Mereka memutuskan untuk menjalin hubungan serius, tapi nggak tahu nikah apa kagak. Intinya mereka selalu bersama-sama bagaikan bulpen dan tutupnya. Tak terpisahkan, kemana-mana bersama dan bucin everyday. Bikin ngiri lah pokoknya. 

Sampai kemudian Queenie meninggal menyusul sang suami yang udah lama meninggal. 

Benjamin kemudian menjual rumah peninggalan ayahnya dan memulai kehidupan baru dengan Daisy. Membeli sebuah rumah dan tinggal bersama. Mereka menjalani hari-hari penuh kebahagiaan. Pokoknya sekali lagi bucin everytime, bucin everyday. Tahun demi tahun berlalu, Daisy makin tua dan Benjamin makin muda. Sungguh nggak adil rasanya. Daisy kemudian membuka sebuah studio ballet dan menemukan kedamaian di sana. Mereka juga memutuskan untuk memiliki seorang anak. Meski Benjamin selalu dipenuhi keraguan dan ketakutan, takut jika anaknya nanti akan terlahir seperti dirinya. Dan ternyata anak tersebut terlahir normal😊

Benjamin bersyukur dan bahagia banget. Namun ketakutan lain mulai membayanginya. Benjamin sadar makin lama ia terlihat makin muda, sementara orang-orang di sekitarnya menua. Benjamin pun membuat keputusan besar dan berat. Ia meminta Daisy utuk mencari suami lagi.

Kembali ke Daisy yag tua terbaring di rumah sakit. Ternyata anaknya Caroline ini enggak tahu kalau Benjamin adalah ayahnya. Dari buku harian itulah dia baru mengetahui kebenarannya.

Kisah Benjamin berlanjut.

Ketika anaknya berumur satu tahun Benjamin pergi dari rumah. Menjual pabrik kancingnya dan memberikan semua  uangnya kepada Daisy dan Caroline lalu dia pergi berkelana.

Bertahun-tahun berlalu, sampai Caroline tumbuh menjadi gadis remaja. Dan Benjamin tiba-tiba muncul kembali dalam kehidupan Daisy. Tampak seperti anak remaja tampan. Sementara ketika itu Daisy sudah menikah lagi. Mereka bertemu diam-diam dan melepas kerinduan dan setelah itu mereka berpisah lagi 

Sampai suatu ketika ada sebuah panggilan telepon yang meminta Daisy datang ke panti. Saat itu Benjamin sudah menjadi anak kecil.

Iya gaez Benjamin jadi kayak anak kecil berumur 9/10 tahun gitu. Dia bahkan nggak ingat siapa-siapa bahkan Daisy. Sejak itu Daisy rutin pergi menemani Benjamin yang susah diatur, tahun demi tahun berlalu sampai Benjamin tumbuh makin kecil, jadi balita dan kemudian menjadi bayi. Suatu pagi Benjamin pun memejamkan matanya di pangkuan Daisy dan tak pernah membukanya lagi. Itu satu tahun setelah jam besar terbalik di stasiun diganti.

Lahir sebagai bayi dan mati sebagai bayi. Sesuatu yang spesial dan istimewa banget. Seperti saya bilang, nonton film ini tuh kayak didongengin. Nggak terasa hampir 3 jam udah berlalu. Kalau diibaratkan mungkin kayak lagi berkendara lewat jalan tol ya.

Kata-kata yang paling saya suka dalam film ini adalah "kita nggak pernah tahu apa yang terjadi ke depannya" 

Setiap orang lahir dengan membawa takdir yang istimewa, kesempatan untuk hidup dan mencari cerita. Kita semua beruntung diberi kesempatan menikmati dunia.

Dan nggak selamanya menjadi muda itu menyenangkan. Biarkan semua berjalan sesuai ketentuan Allah aja lah.

Untuk itu saya kasih nilai 8,5/10 untuk film keren ini. Dan saya baru menyadari pesona Brad pitt di film ini. Nggak kalah sama kang Leonardo dicaprio😂

See you






7 komentar

  1. Bagus nih filmnya, pengin nonton cuma belum ada waktu yang pas hehe

    BalasHapus
  2. Ah keren, aku baca dari awal sampe akhir serasa sudah nonton filmnya *wkwkwkw. Makasih ya kak sudah nulisin alur ceritany disini :D
    Semangat kak aku suka gaya tulisannya

    BalasHapus
  3. Oh panjang juga ya filmnya sampai tiga jam, padahal rata rata film paling cuma sejam setengah atau dua jam.

    Tapi memang jika filmnya bagus, tiga jam juga tidak terasa, tahu tahu tamat, seperti Titanic dan kini The curious case of Benjamin button.

    Benar juga ya, tak selamanya menjadi muda itu bahagia jika pasangan kita malah menua. Jadi sedih habis bacanya.

    Kalo aku kasih rating...
    Belum nonton filmnya jadi belum bisa kasih rating.😁

    BalasHapus
  4. satu lagi film buat hiburan nanti tahun baru yahh.. cocok lah buat ngisi kekosongan kalo ga kemana mana, ngendog di rumah haha

    BalasHapus
  5. ingat ingat lupa.. dah lama tengok dulu :)

    BalasHapus
  6. Ini film favoritkuuuuuuu, zaman2 masih pacaran hahahahha. Malah nontonnya sampe 2x :D.sesukaaa itu.

    Jd pengen nonton lagi sih. Salut Ama Brad Pitt. Ini menurutku film dia yg paliiiiing aku suka :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaaa Mbaa Fan, ini juga film favoriiit aku.. Aku nonton jg udag berkali2. Jago bgd yg bikin sampe rasanya real bgd yg terjadi sama Benjamin nya. 😆😆

      Hapus


EmoticonEmoticon