Jadi penonton film A taxi driver

Sumber gambar IMDb.com

Assalamualaikum😁

Gimana kabarnya sobat semua yang selalu kucinta?

Sehat, alhamdulilah😁

Hari ini saya mau mereview sebuah film dari korea selatan yang ternyata didasarkan dari sebuah kisah nyata berjudul A taxi driver. Sebuah film yang keren banget menurut saya.

Dan berhubung minggu ini tema dari 1minggu1cerita adalah melawan. Maka film ini rasanya tepat dan sesuai tema😁

Sebuah film yang mengisahkan bagaiman para supir taksi melawan ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap rakyatnya.

Okeh langsung aja kita mual, eh mulai dan

Sst.. Ini spoiler lho😬

Film ini merupakan drama aksi sejarah korea selatan yang rilis di Indonesia pada 2 Agustus 2017 lalu dan disutradarai oleh bapak Jang hoon.

Jadi A taxi driver ini diangkat dari sebuah kisah nyata yang terjadi di Gwangju pada tahun 1980 an. Yaitu pembataian para mahasiswa yang melakukan demo di daerah tersebut untuk menentang dan melawan pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintahnya. 

Di mulai dari kisah Kim man seob (diperankan oleh Song kang ho) seorang sopir taksi yang mengasuh anak prempuannya seorang diri karena istrinya sudah lama meninggal. Kehidupan Kim man seob bersama sang anak juga nggak terlalu baik, bahkan uang sewa mereka udah nunggak dan sepatu sang anak juga udah kekecilan. Saat itu memang sedang ada demo gitu di Seoul tapi kim man seob ini masa  bodoh, yang penting dia bisa makan dan kasih makan anaknya. Suatu hari seorang jurnalis dari Jerman yang mengaku bernama peter ingin pergi ke daerah Gwangju untuk melihat aksi demo para mahasiswa  di sana. Dia kemudian memesan taxi online. Kim man seob yang saat itu sedang makan dengan temannya mendengar pembicaraan si supir taksi tersebut dan dia pun tanpa pikir panjang langsung capcus merebut si penumpang demi bayaran 100.000 won.

Jadi mungkin dia kualat ya...

Modal nekad dan semangat dia yang sebenernya nggak terlalu pintar bahasa inggris kemudian mengatarkan Peter ke Gwangju tanpa tahu apa yang akan dihadapinya di sana nanti.

Dan benar saja jalan menuju Gwangju ditutup tapi Peter menyuruh kim man seob untuk tetap maju. Namun ketika akan masuk ke Gwangju mereka diberhentikan oleh para tentara yang berjaga. kim man seob nggak bisa lewat dan akhirnya cari jalan lain. Tapi tetep aja di sana ditutup juga sama para tentara. Nggak mau kehilangan 100.000 wonnya, Kim man seob berbohong pada para tentara itu kalau dia mengantarkan penumpangnya untuk urusan bisnis yang sangat-sangat penting, yaitu mengambil dokumen yang untuk kegiatan ekspor dan import. Beruntunnya mereka kemudian diizinkan masuk. 

Sebelum melanjutkan perjalanan Kim man seob meminta setengah bayarannya sebagai jaminan. Di tengah jalan mereka bertemu segerombolan anak muda yang naik truk untuk demo. Peter kemudian meminta kim man seob berhenti dan ia mewawancarai para anak muda itu. Para anak muda itu kelihatan senang banget. di antara mereka ada seorang remaja bernama Jae Suk (diperankan oleh Ryu jun yeol)

Btw, gaez, saya ngefans sama Ryu jun yeol lho😁 aktingnya tuh selalu keren.



Jae suk ini bisa berbahasa Inggris sehingga Peter kemudian memintanya untuk menemaninya berkeliling kota Gwangju. Dari sana Peter kemudian ikut anak-anak muda tersebut Naik truk dan meminta Kim man seob untuk mengikutinya dari belakang. Tapi si Kim man seob ini menyadari kalau dia kayaknya harus cepet-cepet pulang aja dari pada nanti dapat masalah terus dia putar balik. Ketika udah putar balik di tengah jalan dia malah ketemu nenek-nenek yang pengen naik taksinya. Awalnya Kim man seob nggak mau peduli dan tetap menjalankan taksinya, tapi ternyata dia ini nggak tega dan akhirnya putar balik lalu menolong si nenek ini yang katanya mau pergi ke rumah sakit mencari anaknya yang ikut aksi demo. Dari situlah Kim man seob mulai menyadari bahwa kondisi di kota Gwangju sangat parah. ketika tiba di rumah sakit, di sana dia melihat banyak orang yang terluka dirawat. Saat membantu si nenek mencari anaknya yang hilang dan ternyata anaknya ini adalah salah satu dari anak-anak muda yang naik truk tadi. Tanpa diduga Kim man seob bertemu dengan peter di sana yang marah-marah dalam bahasa Inggris dan mengatakan kalau Kim man seob mencuri peralatan fotonya yang mahal. Kim man seob Nggak merasa mencuri kemudian ikut marah-marah. Dan setelah dicek di dalam taksinya kim man seob ternyata peralatan fotonya Peter memang ada di sana. ketinggalan gitu loh sob.

Kan tadi ceritanya Kim man seob ini kabor. 

Karena hal tersebut Kim man seob ini jadi dibully sama supir-supir taksi di Gwangju apalagi setelah mereka tahu kalau Kim man seob menerima bayaran yang sangat mahal Untuk mengantarkan Peter dari Seoul ke Gwangju. Daripada Bertengkar terus menerus Akhirnya Kim man seob tidak menerima setengah bayarannya dan memutuskan untuk tetap menghantarkan Peter berkeliling walaupun dengan setengah terpaksa. mereka bertiga Kim man seob, Peter dan Jae Suk kemudian pergi ke tempat di mana Demonstrasi berlangsung, sebelum itu Kim man seob harus Mengisi bensin di POM dan ternyata dia nggak harus bayar bensin alias gratis. Jadi para supir taksi yang ada di Gwangju ini mendapatkan bensin gratis karena mereka biasanya menyelamatkan orang-orang orang yang terluka. Rasa rasanya kalau dilihat dari awal, Kim man seon ini emang  agak nyebelin karena dia itu serba memperhitungkan segala sesuatu. Egois lah pokoknya. Tapi segala sesuatu pasti ada alasannya sob.

Tibalah mereka di tempat demonstrasi berlangsung, di sana mereka disambut dengan baik banget karena Jae suk berteriak bahwa ada reporter yang akan meliput mereka. Bahkan mereka dikasih makanan gratis juga. Dan saya benar-benar mulai terkejut dan terhanyut  tanpa sadar.

Ea bahasanya😂

Tapi seriusan, saya mulai terpaku pada adegan ini. Dan entah mengapa secara tiba-tiba jiwa nasionalisme saya bangkit Hahaha... Karena di film ini pada adegan ini diperlihatkan gimana sadisnya para mahasiswa itu ditembaki, disiksa, diperlakukan secara kejam oleh para tentara. Tentara negara lho, bukan tentara penjajah.Tiba-tiba saya merasa kasihan dan berebes air mata ini. Saya jadi berpikir, bahwa nggak cuma indonesia tapi tiap negara, tiap tempat pernah mengalami masa kelamnya. Entah di masa lalu atau mungkin di masa depan. Tapi jangan sampai lah ya. Nonton film ini membuat saya tersadar bahwa sebuah negara bisa hancur bukan hanya karena dijajah dari luar aja tapi mungkin juga dari dalam😭

Awalnya mereka naik ke atas gedung untuk meliput kejadian mengerikan tersebut. Di sana mereka bertemu dengan seorang reporter lokal yang memperingatkan Peter kalau keberadaannya di Gwangju bisa membahayakam dirinya dan orang yang terlibat dengannya. Kim man seob yang nggak terlalu paham bahasa inggris cuman asyik makan aja.

Ketika aksi pembantain itu makin parah. Mereka turun ke bawah. Namanya reporter, makin bahaya makin didekati. Saya kadang jadi sebel sama Peter yang nggak mau diajak kabur padahal mereka bisa aja mati. Tapi ternyata...

Apa yang dilakukan Peter ini nggak cuma sekedar untuk mengejar berita tapi juga mengungkap kebenaran. Jadi ternyata nggak ada yang tahu gimana kondisi sebenernya di Gwangju. Berita yang beredar di luar malah mengatakan sebaliknya. Bahwa masyarakat Gwangju melakukan demo yang menyebabkan para tentara terluka dan mati. Ya Allah sedih banget saya lihatnya😭

Inilah yang bikin film ini jadi mengharukan sekaligus geregetan. Karena pastinya mereka di kejar dan jadi buronan para tentara. Betuntungnya para supir taksi di sana tuh baik-baik banget. Bahkan rela mengorbankan nyawa demi menyelamatkan orang-orang. 

Nggak hanya sadis. Gimana para warga dan mahasiswa ditembak, dipukuli diperlihatkan di film ini. Mendadak saya jadi teringat demo yang akhir-akhir ini juga terjadi di Indonesia. Semoga saja, negara ini selalu dilindungi sama Allah.

Amin.

Setelah berbagai macam kejadian yang menyebabkan nyawa mereka terancam, Kim man seob jadi marah-marah karena dia nggak tahu kalau kondisinya bakal kayak gini dan dia nggak bisa pulang menemui anaknya karena mobilnya mogok, jalan keluar pun juga dijaga sama para tentara. Kim man seob jadi panik dan takut nggak bisa menemui anaknya yang masih 11 tahun. Saya jadi kasihan juga. Akhirnya pagi-pagi buta kim man seob pergi dan pulang ke seoul. Tapi jiwanya nggak tenang meninggalkan Peter di Gwangju dan membiarkan kebenaran itu nggak bisa terungkap. Setelah menelpon rumah dan memastikan anaknya baik-baik saja. Kim man seob pun kembali ke Gwang ju.

Film ini jadi makin bikin haru karena beberapa orang yang harus berkorban untuk melawan para tentara, melawan ketidakadilan dan mengungkap kebenaran yang terjadi. Nggak sedikit nyawa yang melayang. Bahkan,  saya sedih banget pas Jae suk yang selalu ceria dan bercerita kalau suatu hari nanti dia pengen jadi penyanyi kemudian mati karena disiksa dan dibuang ke sawah karena nggak mau memberi tahu dimana Peter dan kim man Seob berada😭😭. 

Hua.. Nyesek jadinya.

Meskipun sedih banget tapi Peter ingin mewujudkan keinginan Jae suk dan semua orang di Gwangju untuk mengungkap kebenaran tersebut. Kim man seob pun pada akhirnya ikut berjuang untuk mewujudkan keinginan terakhir jae suk.

Intinya film ini tuh keren banget, apalagi diangkat dari kisah nyata yang mana pasti bikin kalian yang nonton bisa lebih memahaminya dan ikut merasakan kejadian di Gwangju saat itu.

Saya kasih nilai 7,5/10 untuk film ini.

Apakah di antara kalian udah ada yang nonton sob?

Tonton aja ya saya nggak spoiler pol-pol'an kok, jadi masih asyik di tonton😁 

See you...

4 komentar

  1. Aku udah nontooon dan gemes banget sama endingnya,,

    BalasHapus
  2. i'm not watching it yet but thru your review i guess its a good movie bcs it shows a real scenario of life without hiding it with fantasy

    BalasHapus
  3. Saya suka banget kalo film yang diangkat dari kisah nyata. Aduh cara nulisnya bagus, saya jadi ikut terhanyut ngebayangin para mahasiswa yang tidak pny kepentingan apa2 mau mengorbankan nyawanya. Mirip kisah di negara kita ya

    BalasHapus
  4. Udah nonton, dan campur aduk rasanya. Sedih iyaaa, lucunya jg ada, keren apalagi... Tapi aku sedih pas jaesuk nya mati :(. Dia kok kbnyakan perannya yg nyesek Mulu siiiih :on

    Kasian jg sampe akhir si jurnalis ttp ga ketemu LG Ama si driver yaaa. Pdahal aku berharap bisa ketemu

    BalasHapus


EmoticonEmoticon