Jadi penonton film Lion

Sumber gambar IMDb.com

Assalamualaikum gaez😁

Selamat datang kembali di rumah online saya. Ada roti🍰 ada kopi☕ silahkan dinikmati😁

Hari ini saya mau membahas sebuah film dari negeri india. Sebuah film yang mengajarkan saya betapa takutnya saya berpisah dengan orang-orang terdekat dan saya ingin selalu bisa melihat mereka. Film apakah itu?

Sebuah film berjudul Lion.

Eh, filmnya tentang singa?

Bukan atuh😁

Lion merupakan film Drama Australia-Amerika serikat-Britania raya yang rilis pada 24 November 2016 di singapura dan fisutradarai oleh Garth davis.

Film ini bercerita tentang seorang anak kecil bernama Saroo yang terpisah selama lebih dari 25 tahun dengan keluarganya dan berhasil kembali lagi ke pelukan sang ibu. 

25 tahun... Lama banget lho sob.

Diceritakan Saroo hidup bersama seorang kakak bernama Guddu, adik bernama Sheila, dan ibunya yang udah janda.

Kehidupan mereka bisa dibilang nggak beruntung. Bahkan untuk makan sang ibu harus bekerja keras jadi pengangkut batu di perbukitan yang panas banget. Karena itu Guddu dan Saroo sering membantu ibunya dengan berbagai cara. Seperti mengangkut barang di kereta atau kadang mencuri batu bara dari kereta yang lewat dan menjualnya.

Suatu hari Saroo ikut Guddu mencuri batu bara di kereta lalu menjualnya di pasar, sebagai imbalan mereka bisa mendapatkan dua bungkus susu yang jarang banget mereka minum. Di situ Saroo melihat penjual jalebi, semacam makanan gitu lho sob. Dia berkata pengen beli jalebi tapi karena belum punya uang Guddu hanya bisa berjanji kalau suatu hari nanti mereka akan memborong jalebi yang banyak.

Meskipun hidup dalam kekurangan tapi mereka saling menyayangi satu sama lain. Bahkan pas Guddu ingin pergi bekerja mengangkat barang-barang dari kereta Saroo memaksa ikut sambil menunjukan kalau dia itu kuat. Bisa angkat kursi dan sepeda. Guddu yang nggak tega akhirnya mengizinkan Saroo ikut dengannya. Mereka harus naik kereta sebelum sampai ke tujuan. Sayangnya di sana Saroo ketiduran dan Guddu meninggalkannya di kursi sambil berkata supaya Saroo jangan kemana-mana. Tapi namanya anak kecil, ketika Saroo terbangun dan melihat sekitar nggak ada Guddu, dia jadi takut. Saroo mencari kesana kemari tapi nggak menemukan Guddu dimana-mana. Bahkan stasiun kereta itu sepi banget. Nggak ada seorang pun yang bisa ditanyai. Membayangkan seorang anak kecil sendirian di stasiun kereta tuh sedih banget. Karena nggak menemukan sang kakak, Saroo kecil akhirnya masuk ke dalam kereta dan tertidur. Kereta tersebut kososng. Dia nggak sadar dan nggak tahu kalau kereta melaju makin jauh dari desanya. Sampai ribuan kilometer jauhnya. Saroo mencoba minta tolong pada siapapun yang ia lihat tapi nggak ada yang peduli. 

Ia sampai di sebuah stasiun yang penuh oleh orang-orang. Tak ada yang mau membantunya. Semua orang kayak sibuk dengan dirinya sendiri. Sedih banget😭😭

Akhirnya Saroo berjalan tanpa tahu tujuan dan ikut tidur di samping para gelandangan seusianya. 

Miris, melihat banyak anak-anak kecil memiliki hidup yang suram. Tidut di jalanan minum dari keran-keran dana makan dari sisa orang. Tiba-tiba mereka dikejar oleh orang-orang gitu, wntah preman atau petugas. Kayaknya sih preman. Dan Saroo berhasil kabur. Ia kemudian diselamatkan oleh seorang wanita baik yang memberikannya tempat menginap, makan dan minum bahkan memandikannya. Tapi ternyata si wanita ini punya niat tersembunyi. Yang saya tangkap dia kayaknya berniat menjual Saroo. Untungnya Saroo tahu dan segera kabur ketika ada kesempatan. Selama 2 bulan ia luntang lantung di kota itu. Bertahan dengan cara memulung.

Suatu ketika Saroo lagi mencari sampah dan menemukan sebuah sendok, ia lantas duduk di bawah pohon sambil memperhatikan orang yang makan di restaurant dan menirukan orang tersebut minum dengan sendoknya. Rupanya orang tersebut kasihan melihat Saroo dan membawanya ke kantor polisi. Ia menjelaskan kalau Saroo tidak bisa bahasa mereka. Karena bahasa di desanya dan di tempat itu beda sob. Tidak ingat nama ibunya dan hanya ingat nama tempat tinggalnya yaitu Ganeshtalay. Karena nggak berhasil melacak tempat tersebut akhirnya Saroo dibawa ke sebuah tempat mirip panti asuhan. Dari tempat itu Saroo kemudian diminta alias di adopsi oleh sepasang suami istri yang tinggal di Australia. Jauh bener kan.. Padahal awalnya Saroo pengen balik ke kampungnya, tapi apa daya dia nggak tahu apa-apa.

Beruntungnya orang tua angkat Saroo adalah orang yang sangat baik. Mereka merawat Saroo seperti anak mereka sendiri. Benar-benar sayang sama Saroo. Suatu hari Saroo mendapat saudara angkat baru bernama Mantosh. Sayangnya Mantosh ini kayak punya gangguan mental gitu sehingga nggak bisa mengendalikan emosinya, kadang dia sampai memukul dirinya sendiri. Meski begitu kedua orangtua angkat Saroo juga sangat menyayanginya. Tahun berganti tahun, Saroo tumbuh menjadi pria yang tampan dan gagah. Pendidikan sukses, karir yang bagus dan hubungan percintaan yang beruntung. 

Namun timbul pertanyaan di benaknya, bagaimana nasib keluarganya dulu? Apalagi ketika suatu hari Saroo melihat sepiring jalebi di rumah temannya dan dia teringat janjinya bersama sang kakak dulu. Dari situlah Saroo mulai menelusuri di manakah ia tinggal dulu. Karena itu temannya menyarankan Saroo untuk menggunakan aplikasi google maps. Selama berbulan-bulan dalam waktu yang lama Saroo berusaha menggali masa lalunya. Hal itu tanpa sadar membuatnya frustasi. Kehidupannya mulai berantakan. Ia berhenti bekerja dan putus kontak dengan sang pacar. Untungnya kedua orangtua angkatnya sayang banget sama Saroo apapun yang terjadi padanya. Hanya saja Saroo belum mengatakan bahwa dia sedang mencari orangtua kandungnya karena takut sang mama sedih atau kecewa. Namun Pada akhirnya Saroo memutuskan untuk berkata jujur. Dan sang mama sangat mendukungnya. Sang mama bercerita kalau dia mengadopsi anak bukan karena dia nggak bisa punya anak tapi karena dia dan sang suami berpikir bahwa dunia sudah terlalu penuh dan masih ada banyak anak yang butuh orangtua. 

Pencarian Saroo tentang masa lalu dan rumahnha dulu nggak membuahkan hasil apapun sampai ketika dia mulai putus asa dan pasrah dia iseng ngescroll google maps dan menemukan rumahnya dahulu. Kenangan-kenangan masa kecilnya mulai terlintas. Saroo kemudian meminta izin kepada orangtuanya untuk pergi mencari ibu kandungnya. Mengandalkan memory masa kecilnya yang samar Saroo berhasil sampai ke desa Ganestalay. Tapi ia tak menemukan rumahnya lagi, rumah itu sudah jadi kandang kambing.

Karena udah lama tinggal di luar negeri Saroo udah lupa bahasa india dan mencoba bertanya pada warga setempat pakai bahasa inggris. Untungnya ada seorang pria yang paham dan meminta Saroo untuk mengikutinya. Dari kejauhan Saroo melihat ibunya yang sudah 25 tahun lebih tidak dilihatnya. Haru banget pas suasana ini. Mereka saling berpelukan. Melepas rindu puluhan tahun lamanya. Sedihnya Guddu udah nggak ada. dia meninggal tertabrak kereta saat mencari Saroo yang hilang😭

Film ini pun diakhiri dengan menunjukan foto Saroo dan keluarganya yang asli. Jadi ternyata selama ini Saroo salah mengucapkan namanya. Namanya bukan Sheru  tapi Saroo yang berarti singa.

Saya kasih nilai 7/10 untuk film ini. Tahu kalau film ini diangkat dari kisah nyata rasanya jadi wow banget... Saya nggak bisa membayangkan gimana seorang anak kecil berkeliaran di stasiun. Manggil-manggil sang kakak dan berpisah sama keluarganya selama puluhan tahun. Beruntungnya Saroo menemukan keluarga lain yang juga mencintainya.

Semoga kita bisa menikmati hidup kita bersama orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita.

Karena mecinta tanpa dicinta itu ngenes gaez😂

🙄


See you...


1 komentar

  1. Mbaaa berarti ini happy ending yaaaa. Aku mau nonton kalo happy :D. Biasanya film India itu banyak yg nguras airmata... Makanya aku jrg nonton. Bagus nih, apalagi diangkat dr kisah nyata ?? Perasaan, banyak film india memang diangkat dr kisah beneran yaaa.

    BalasHapus


EmoticonEmoticon