Jadi penonton film The platform

The platform
Wikipedia
Assalamualaikum😁

Hari ini saya mau menceritakan tentang film yang saya tonton dari hasil numpang hotspot kakak saya.

Film ini berjudul The platform.

Kalau diartikan artinya bisa macam-macam sih.

Bisa panggung, podium, peron tapi setelah nonton film ini dan baca subtitlenya saya putuskan saya artikan the platfrom artinya "mimbar"

Film asal spanyol ini disutradarai oleh Galder gaztelu urrutia dan rilis pada 20 Maret 2020.

Sst.. Ini mengandung spoiler😬

Jadi gambaran singkatnya film ini bercerita tentang sebuah penjara berbentuk vertikal yang bagian tengahnya berlubang, bentuknya kotak gitu. Setiap hari lubang berbentuk kotak itu akan digunakan untuk menurunkan meja beserta makanan dari lantai nol yang paling atas sampai lantai paling bawah. Nggak diketahui sampai lantai berapa bangunan itu berakhir. 

Nonton film ini bikin saya agak bingung. Karena begitu banyaknya kata-kata yang mengandung makna tertentu. Emang dasar otak saya nggak nyampe atau saya nggak peka😂

What do you mean?🙄

Ehe..he.. Banyak yang berpendapat kalau film ini mengandung kritik terdapat sistem pemerintahan. Dan entah sang sutradara bermaksud demikian atau enggak tapi saya sebagai penonton kok jadi mikir begitu juga.

Adegan film ini dimulai dengan menunjukan kesibukan yang ada di sebuah dapur. Para koki bekerja membuat hidangan dengan sangat teliti, bahkan kepala kokinya aja benar-benar memperhatikan rasa dan tampilan makanan tersebut. Nggak boleh ada kekurangan. Di adegan lainnya ditunjukan kalau selehai rambut aja bikin kepala koki itu marah besar sama karyawannya. Artinya makanan-makanan itu dibuat dengan sesempurna mungkin.

Nah makanan itulah yang kemudian diturunkan ke dalam penjara. Yang jadi masalahnya adalah...

Orang-orang di penjara itu makan sesuka hati mereka, sepuasnaya tanpa peduli makanan itu cukup nggak untuk orang-orang di lantai bawah. 

Tokoh utama dalam film ini adalah seorang pria bernama "Goreng" diperankan oleh Ivan massague. Iya kalian nggak salah baca. Namanya emang Goreng.

Jangan tanya nama lengkapnya siapa, yang pasti bukan goreng ayam.

Goreng ini bangun pertama kali di lantai 48 dengan seorang pria tua bernama Trimagasi. Setiap lantai di penjara itu selalu diisi oleh 2 orang. Dan mereka akan berpindah lantai setiap sebulan sekali. Setiap orang yang masuk ke dalam penjara diperbolehkan membawa satu benda. Goreng memilih membawa buku dan Trimagasi membawa pisau.

Ketika pertama kali melihat mimbar turun di lantainya Goreng menolak makan karena makanan yang ada di mimbar itu bentukannya udah nggak karuan. Mecer-mecer dimana-mana. Bikin jijik lah pokoknya. Beda sama Trimagasi yang makannya lahap bener tapi tetep aja saya juga jijik lihatnya karena ia makan pakai 2 tangan sekaligus. Dan cara penghuni lantai lain makan tuh lebih menjijikan, ada yang naik ke mimbar sambil nginjak makanannya. 

Film ini nggak cocok banget ditonton kalau kalian gampang banget jijik sama sesuatu. Banyak banget adegan yang bikin mual atau tutup mata, mulai dari cara makannya, adegan sadis, dan ada sedikit adegan nggak pakai baju juga🙈

Sadisnya nih ya, karena semakin ke bawah jumlah makanan makin sedikit bahkan seringnya habis sebelum menyentuh lantai terbawah. Maka orang-orang akan melakukan berbagai macam cara untuk bertahan. Salah satunya dengan makan daging manusia?

Itu berarti mereka bisa membunuh temannya sendiri untuk bertahan hidup.

Si Goreng ini pernah diikat dan diiris dagingnya dalam kondisi hidup oleh Trimagasi karena mereka turun ke lantai yang jauh banget dibawah(lupa saya) ngeri banget, mana dilihatin adegan makannya😖

Huek...

Lalu ada seorang wanita misterius bernama Miharu, yang dia itu sering  ikut naik ke atas mimbar itu dan turun ke lantai bawah. Katanya dia mencari anaknya. Si Miharu Ini sadis juga. Dia nggak segan-segan membunuh siapa aja yang berani padanya. Tapi dia adalah penyelamat bagi Goreng. Karena ketika Goreng ini lagi diiris-iris kebetulan Miharu muncul di atas mimbar dan langsung lari nebas lehernya Trimagasi. Dan dia iris-iris badannya Trimagasi buat dimakan dan dikasih ke Goreng.

Sadis dan mual banget pokoknya😖

Setelah Trimagasi almarhum, Goreng mendapat teman baru bernama Imoguiri. Tapi dia jadi sering berhalusinasi mendengar suara Trimagasi yang manas-manasin kupingnya. Imoguiri ini dulunya bekerja sebagai salah satu petugas di penjara tersebut. Dia juga yang dulu mewawancarai Goreng sebelum masuk panjara tersebut.

Lho kok diwawancara segala?

Ternyata penjara tersebut nggak cuma buat ngurung orang jahat aja. Tapi juga untuk mengabulkan permintaan orang-orang. Imoguiri ini bilang kalau di penjara itu ada 200 lantai dan makanan tersebut harusnya cukup untuk semua penghuni tapi karena mereka nggak memiliki rasa solidaritas maka makanannya jadi kurang. Dia menjelaskan kalau tujuan dari dibangunnya penjara itu untuk memicu solidaritas spontan. 

Dan Goreng menjawab "perubahan tak pernah spontan bu"

Eh dijawab balik "mungkin itu sebabnya kau di sini"

Meski begitu setiap hari Imoguiri ini selalu menyiapkan 2 piring makanan untuk orang di lantai bawah dan berteriak supaya mereka makan sesuai kebutuhan maka makananya akan cukup, tapi nggak ada yang peduli mereka malah marah-marah. 

Akhirnya Goreng ikut kesal juga dan mengancam orang-orang di bawah kalau dia akan buang air ke makanan itu setelah dia selesai makan. Perkataan Goreng membuat orang di lantai bawah diam. Tapi dia bilang dia tidak bisa memperingatkan yang di atas karena dia tidak bisa buang kotoran ke atas.

Keesokan harinya di mimbar muncul Miharu yang sedang sakit. Goreng dan Imoguiri segera menolongnya tapi Miharu ini malah bunuh anjing yang dibawa oleh Imoguiri. 

Setelah Miharu pergi Imoguiri menjelaskan kalau anak kecil yang dicari Miharu itu tidak ada, hanya khayalannya saja. Sebelum seseorang masuk ke dalam lubang, pengelola sangat selektif dan tidak ada anak di bawah usia 16 tahun boleh masuk ke penjara itu.

Bulan berikutnya Imoguiri bunuh diri karena ternyata mereka berada di lantai 202. Padahal kata Imoguiri jumlah lantainya cuma 200.

Setelah kematian  Imoguiri, Goreng mendapat seorang teman baru lagi. seorang lelaki berkulit hitam bernama Baharat di lantai 6. Lantai dimana Goreng bisa makan dengan kenyang dan tinggal satu bulan lagi ia bisa keluar dari penjara tersebut. 

Tapi Goreng merasa tidak senang, mungkin dia merasa ada yang mengganjal di pikirannya tentang sistem penjara tersebut, tentang ketidak adilan makan yang ada di sana. Kenapa pengelola membiarkan mereka seperti itu?

Bersama Baharat mereka merencanakan untuk membuat perubahan. Mereka menaiki mimbar tersebut yang diperkiran oleh Goreng lantainya akan berhenti di angka 250. Dari lantai 6 sampi 50 mereka tidak akan mengizinkan siapapun makan. Dan karena itu mereka harus berkelahi bahkan sampai saling bunuh. Di tengah perjalanan turun mereka bertemu seorang pria bijak yang berkata bahwa untuk mengubah segalanya mereka harus menyampaikan pesan ke atas. Sesuatu yang istimewa. Akhirnya mereka memilih sebuah hidangan bernama Panna cotta yang harus tetap utuh sampai mimbar itu naik ke atas sebagai pesan. Mereka juga bertemu Miharu yang berkelahi dengan seorang pria. Miharu kemudian mati. Hal tersebut sepertinya membuat Goreng merasa bersalah dan kehilangan. 

Mereka terus melanjutkan perjalanan dalam kondisi luka parah. Mimbar tidak akan berhenti di tempat yang tidak ada penghuninya. Dan semakin ke bawah mereka menyaksikan para penghuni penjara itu telah mati, bunuh diri atau saling makan temannya. Mimbar makin turun bahkan melewati lantai 250. Di lantai 333 mimbar itu berhenti tapi mereka tak melihat siapapun dan berpikir mungkin itu lantai terakhir. Tapi ternyata di bawah kamar ada seorang gadis kecil bersembunyi.

Gadis kecil yang katanya tidak mungkin berada di dalam penjara itu. Gadis itu kelaparan, melihat Baharat membawa Panna Cotta ia menginginkannya tapi hanya diam. Akhirnya karena tidak tega mereka memberikan hidangan tersebut pada si gadis.

Malamnya Goreng bermimpi bahwa gadis itulah yang akan menjadi pesannya. Ketika bangun ia melihat Baharat sudah tewas. Ia kemudian membawa gadis tersebut ke atas mimbar dan mereka naik bersama. Sesampainya di lantai paling bawah goreng lagi-lagi berhalusinasi melihat Trimagasi berkata bahwa ia tidak perlu ikut ke atas. Pesannya akan tetap sampai walau tanpa pembawa. Akhirnya ia turun dan membiarkan si gadis tetap berada di atas mimbar dan naik ke atas sendirian.

Tamat.

Huft...tarik nafas dulu.

Saya bener-bener bingung juga dengan endingnya jadi saya kepo-kepo ke internet dan lihat berbagai macam ulasan penonton.

Banyak yang mengartikan film ini mengkritik pemereintahan dimana 

Jika mereka yang berkuasa di atas bersikap serakah dan tamak maka orang-orang yang berada di bawah akan menderita. Dari penderitaan tersebut akan muncul banyak hal buruk, seperti pembunuhan fan pengkhianatan. Saya pahamnya cuma sampai gitu sih😂 dan gadis kecil ini kenapa kok djadikan pesan? Karena peraturan sebenarnya memang nggak boleh ada anak kecil di penjara itu. Seperti kepala dapur yang marah hanya karena ada sehelai rambut di dalam makanan, maka pengelola juga pasti akan marah kalau tahu ada seorang gadis kecil di penjara itu. Dan si Goreng sebenernya dia udah almarhum.

Begitulah.. Film ini lumayan berat untuk saya ternyata😂 tapi saya kasih nilai 7,5/1 hanya nilai dari penonton biasa. Gimana dengan kalian, sudah nonton, sudah dapat maksudnya?

Kasih tahu dong, kalau bisa sekalian sama ayam goreng dan nasinya.

See you....





20 komentar

  1. Aku juga nonton ini Mba, apalagi waktu itu masih panas2nya diomongin orang2 makin penasaran deh.

    Bener tapi nonton ini bikin mual banget! Dimulai dari cara makan mereka, kanibal dan segala kejijikannya. Saya juga gak terlalu paham maksud film ini apa. Sampe selesai cuma bisa bengon dan bingung abis nonton apaan hahaha

    Tapi setuju kayaknya sih ini kritik untuk orang orang hebat supaya gak rakus dan bisa berbagi dengan yang ada dibawah mereka. Setidaknya dengan begitu kan bisa menaikkan sedikit kesejahteraan yang dibawah kita.

    Btw si Goreng dan Trimagasi itu curiga itu pake bahasa Indonesia apa yaaa hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, nonton ini emang bikin mual. Jadi nggak bisa ngemil sambil nonton. Yang ada nanti nggak doyan makan. Saya paling jijik juga pas adegan makan belatung itu, dimana saya paling fobia sama hewat sejenis ulat dan belatung. Ditambah suasananya yang kelam terus.

      Hapus
  2. Kok serem-serem ngeri ya filmnya. Habis baca review dari mbaknya kok rasanya penasaran tapi juga rada jijik sih. Pengen nonton, masio gak jijik an tapi tetep bakal kebayang meski kemudian bisa segera pulih dan lupa dengan adegan sadis dan jijiknya.

    Tapi aku mikir film penuh kritik gini bakal seru si kalo ditonton :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jujur ini emang menjijikan mas, soalnya kanibalismenya ditunjukan secara langsung. Kalau nggak kuat nontonya sambil merem-merem kayak saya😂
      Kritik yang terkandung di dalamnya juga keren banget kalau kita pikirkan secara mendalam.

      Hapus
  3. Di awal saya kepikiran utk nonton juga karna penasaran.. di akhir2nya ah gak jadi karna katanya bikin jijik hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. He..he.. Film ini emang nggak cocok ditonton kalau kita gampang jijik. Takutnya nanti terbayang pas lagi makan😂
      Bahaya kalau napsu makannya hilang.

      Hapus
  4. Aku ngebayanginnya aja udah jijik n ngilu mba astria, apalagi kalau nonton langsung 😅 Bagian si goreng sampe diiris buat dimakan kulitnya itu ngebayanginnua bikin hoeeks.. Ngapain kokinya repot2 bikin bagus2 bgd ya makanannya kalau ujung2ny kacau balau gitu. Hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh saya nonton adegan itu juga ngeri-ngeri mual mbk😂 mana nggak dibius, dalam keadaan sadar gitu. Kan yo pasti rasanya nano-nano😖

      Hapus
  5. Kalau bukan goreng ayam, apakah mungkin nama doi goreng pisang, Mbak Astria. Hehehe.

    Pas Mbak Astria bilang kalau yang gampang jijikan sebaiknya gak nonton film ini, aku rasa film ini gak cocok buat aku tonton. Alasannya apa lagi kalau bukan aku ini termasuk orang yang jijikan 😂.

    Tapi setelah baca spoiler nya aku malah makin penasaran dong, Mbak. Sepertinya film ini menarik banget dan penuh teka-teki termasuk dengan gimana bisa anak kecil itu masuk ke penjara itu dan gimana ceritanya kok ternyata si goreng udah mati. Aku jadi pengen nonton langsung juga, Mbak. Walaupun setelah nonton nanti aku kyknya bakalan gak doyan makan beberapa saat.🙈

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha...ha.. Siapkan mental dan batinmu mbk roem😂 tapi itu juga pertanyaan yang belum terjawab. Gimana bisa anak kecil itu ada disana? Trus goreng kok mendadak is dead..
      Hem...🤔

      Hapus
  6. Kemaren penasaran sama film ini tapi belum nonton Mba. Eh, pas baca review dari Mba Astria, OMG gak jadi aja ah, serem bener Mbaaaa 😱😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. Serem-serem jijik mbk😂 untungnya saya bisa lupa adegan temen makan temennya.kalau nggak, bisa nggak doyan makan saya.

      Hapus
  7. Aku waktu awal lihat film ini dan mencoba nonton beberapa menit awal aja, udah nggak kuat kak Tria >.<
    Jadi, terima kasih karena udah dibuatkan reviewnya. Aku bersyukur nggak nonton filmnya karena baca reviewnya aja udah bikin eneg dan mual >.<
    Tapi, pesan dari film ini cukup dalam ya. Memang butuh kepedulian dari yang berada di atas agar yang paling bawah tetap bisa bertahan hidup. Kritik pedas yang tersirat di balik film ini. Keren ya pembuatnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak lia, cama-cama..., saya pikir yang buat film ini emang keren😁
      Walaupun nonton filmnya emang kudu siap mental biar kuat nggak merasa mual.

      Hapus
  8. Wah ngga jadi nonton ah, cukup baca spoilernya saja. Bukan karena jijik tapi karena habis cek kuota tinggal beberapa ratus MB saja, kalo habis buat streaming an nanti ngga bisa blog walking.😂

    Mungkin juga pesan dari film platform itu seperti itu ya, jika yang diatas serakah, contohnya pejabat, maka yang dibawah akan menderita dan bisa jadi karena lapar mereka itu mencuri atau merampok. Kalo sudah begitu yang salah siapa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. Coba nyolong wifi tetangga mas. Siapa tahu dimarahi😁
      Tapi kalau cukup dengan review saya aja, saya malah seneng hi..hi...

      Memang bener kalau yang diatas serakah kita yang dibawah bisa melakukan berbagai cara biar bisa makan dan bertahan, kesenjangan sosial gitu.

      Hapus
  9. woww banyak adegan mutilasinya ya
    kayaknya aku juga ga tahan mbak kalo sepanjang film mantengin terus jalan ceritanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sadis parah sih ini mbk, kudu kuatin mental dulu sebelum nonton....

      Hapus
  10. Saya nonton ini pas hypenya sudah mereda. Sekalian untuk membuat ekspektasi saya tidak terlalu tinggi. Tapi kalau dengar kata Spanyol, jarang ada yang mengecewakan. Mulai dari Film maupun Series. The Platform ini salah satunya.

    Setelah baca-baca, kata sutradaranya sendiri, Goreng sudah mati sebelum sampai ke lantai paling bawah dan apa yang terlihat adalah perasaan Goreng terhadap apa yang harus ia lakukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas... Jadi goreng ini berharap banget bisa merubah sistem penjara itu. Tapi ternyata dia udah mati duluan.sungguh akhir yang tragis tapi keren sih...👍

      Hapus


EmoticonEmoticon