You are Bad

 

Carasimplecantik.com

Assalamualaikum...😁

Gegara lihat banyak teman blogger yang bikin cerita tiba-tiba jiwa menulis dalam diri saya bangkit seperti zombiπŸ˜‚ sebenernya cerita ini sudah lama saya tulis, sejak berbulan-bulan lalu, tapi saya nggak tahu gimana endingnya, kebiasaan ketika bikin cerita nggak tahu mau bikin ending gimana. Salut untuk Mas agus yang kalau bikin cerita endingnya suka bikin terkejud..jud...😁

Btw, saya susah payah bikin cover di atas, jadi mohon maaf kalau gambar mletot-mletot dan enggak rapi.

Okeh, nggak usah basa-basi langsung aja saya persembahkan cerita saya berjudul "You are Bad" selamat menikmati.

YOU ARE BAD

"Nanti akan ke bunuh dia untukmu"

Sejak itu, malamku selalu kelam. Mimpi buruk yang silih berganti dengan tema yang sama. Pembunuhan.

Kau membawa sebilah pisau tajam yang berkilat dalam kegelapan. Matamu kejam seperti iblis dalam film yang kita tonton pada suatu sore sepulang sekolah.

Kita memang selalu berama. Kita teman yang saling berbagi layaknya saudara. Aku pendiam dan kau adalah sosok bebas yang kukagumi. Berteman denganmu membawaku pada banyak petualangan yang sebelumnya hanya bisa kubayangkan. 

Kau seperti gelas yang tidak pernah kosong, kau seperti burung yang menolak tinggal di sangkar. Kau menjadi panutanku.

Entah aku menjadi apa buatmu....

Semua orang bilang, jangan berteman denganmu! Kau itu racun, tak seharusnya ada. Kau itu tak diinginkan. 

Entah bagaimana aku bisa dekat denganmu. Aku melihatmu yang kesepian dibalik semua cerita buruk yang kautulis. Kau menangis diam-diam di toilet sekolah, sering kelaparan saat makan siang.

Tahu apa mereka tentangmu.

Mereka hanya bicara seenaknya.

Bagaimana dengan kisahku...

Aku ini orang yang payah. 

Aku dan kau sebenarnya tak jauh beda. Hanya saja aku punya batas, tembok besar yang menghalangiku untuk bebas. Aku hanya diam, kehidupan seperti patung. 

Aku sang putri yang bergelimang harta dan permata, tapi kesepian dan tertindas tanpa mampu bicara.

Sejak menjadi temanmu. Semua orang menjauhiku. Mungkin mereka takut berurusan denganmu. Bagiku, itu tak masalah. Lagi pula aku membenci mereka semua. 

  "Aku ini orang yang jahat, kenapa kau mau berteman denganku?"

Tanyamu suatu sore saat kita pulang sekolah.

  "Tidak ada manusia jahat di dunia ini"

Malam ini kau datang lagi dalam mimpiku. Membangunkanku di tengah malam. Dalam ketakutan aku menangis. Membenci dirimu yang selalu mengusikku.

Kenapa kau membawa pisau itu?

Apa kau benar-benar akan membunuhnya?

Di pagi hari, aku berjalan kaki menuju halte. Menunggu bis yang akan mengantarkanku ke sekolah, harusnya aku diantar supir tapi sejak mengenalmu aku sering berangkat tanpa pamit. Jalanan ramai oleh para pengendara yang sibuk. Aku selalu bertanya dalam benak kemana mereka akan pergi, apa sarapan mereka pagi ini? Lalu akan berdoa untuk keselamatan mereka.

  "Hati-hati padaku"

Ucapanmu itu memebuatku merinding dan menjauh satu langkah darimu. Meski selalu bersama ada saat dimana aku tidak bisa mengenalimu. Suatu hari seorang lelaki mengangguku saat kita pergi bermain sepulang sekolah. Kita masih mengenakan seragam, berjalan di antara gang-gang kotor yang menguarkan bau tak sedap.

Di tempat itu merupakan hal biasa kalau melihat para pengemis atau berandalan

Aku sudah bicara padamu untuk mencari jalan lain, tapi kau menolak dengan alasan itu jalan paling aman supaya aku tidak ketahuan guru dan kena hukuman lagi. 

Tiba-tiba seorang pria dengan pakaian berantakan dan bau alkohol menarik lenganku.

  "Hai cantik, mau kemana" ucapnya tak jelas. Aku yakin ia pasti mabuk.

Aku tak menjawab pertanyaan itu dan berusaha menarik tanganku dari tangannya yang menjijikan.

Tapi apalah artinya tenagaku yang kecil dibandingan dengan pria mabuk itu.

  "Sini, main dulu sama abang"

Tubuhku makin gemetar karena ketakutan.

Lalu kau dengan kasar menarikku, sehingga cengkraman pria itu terlepas.

Tanpa bicara apapun kau memukul pria itu, bertubi-tubi, tidak peduli dengan darah yang keluar dari bibir dan hidungnya. Kau terus memukul pria itu sampai ia tak sadarkan diri. 

Aku menyaksikan semua itu dengan perasaan aneh, takut sembari meraba tanganku yang sakit karena cengkramanmu tadi.

Itulah hari dimana aku pergi tanpa pamit padamu. Aku berlari menerobos gang itu secepat mungkin. Sejujurnya saat itu aku takut padamu, aku tak mengenalimu. 

Keesokan harinya kau muncul dihadapanku. Raut wajah yang membuatku lupa pada kekejamanmu kemarin. Kita kembali dekat, menghabiskan waktu bersama dalam kebebasan.

Kau mengajarkanku menjadi burung yang mampu terbang tinggi, bebas, lepas, seperti lirik lagu yang selalu kau dengarkan. 

Kau bilang padaku tak ada untungnya diam di tempat yang nyaman, karena itu hanya tipuan, aku harus belajar tentang kejamnya dunia supaya tidak menjadi manusia yang sombong.

Sejujurnya aku meragukan perkataanmu.

Malam itu kau muncul lagi dalam mimpiku, sebilah pisau yang sama. Kau berbisik di telingaku "akan kubunuh dia untukmu" dan aku terbangun di jam 02.16 pagi.

Menangis lagi.

Semuanya bermula dari aku yang lemah. Aku yang membiarkan orang-orang memperlakukanku seenaknya. Hari itu setelah pukul 3 sore, hujan turun deras sehingga aku tidak bisa pulang. Aku berteduh di depan sekolah sambil mengamati langit yang hitam, sekolah tampak sepi beberapa anak masih berada di dalam kelas mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Tiba-tiba tanganku ditarik seseorang dengan paksa. Aku terkejut tapi tidak bisa menolak. 

Dia, putri yang tak seindah namanya, perlakuannya sangat kasar. Apalagi sejak aku dekat denganmu, dia semakin membenciku. Orang-orang bilang putri menyukaimu.

Dia menarikku ke belakang sekolah, ke tempat paling sepi dan menakutkan. Dengan senyum aneh dia menampar wajahku. Rasanya sakit sekali, tapi aku diam saja. Kupikir semuanya akan berakhir tapi ternyata dia terus menamparku sampai aku terjatuh di atas tanah becek. 

Tanpa suara, tanpa bicara dia mengambil sebuah kayu tak jauh dari tempat kami dan dalam hitungan detik dia mengayunkan kayu itu padaku.

Masih kurasakan sakit di kepalaku sebelum aku hilang kesadaran. 

Mataku terbuka beberapa kali, kudengar suaramu yang mencemaskanku. Lalu sepi lagi. 

Selama beberapa hari aku tak bangun dari tidurku. Tapi aku mendengarmu berada di sampingku. Menyuruhku bangun. Dan suatu waktu tiba-tiba kau bilang "nanti akan kubunuh dia untukmu"

Aku ingin bilang jangan, tapi aku bahkan tidak bisa membuka mataku.

Ketika akhirnya aku sadar, kau tak pernah datang lagi. Aku mendengar kabar bahwa putri ditemukan meninggal di tangga sekolah.

Apa itu ulahmu?

Bersambung...

19 komentar

  1. Wow, ceritanya keren kak Astria 😍
    Majas yang kak Tria pakai berbeda dari cerpen-cerpen lain yang pernah aku baca. Jadi ini toh ciri khas kak Tria dalam menulis cerpen 🀭 keren πŸ‘πŸ»
    Ditunggu sambungan ceritanya 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. He...he.. Makasih mbk Lia. Tapi sejujurnya saya masih belum mikirin endingnya😁 entahlah ini...

      Hapus
  2. Wow, keren banget cerpen mbak Astria yang ini, ceritanya tentang seorang yang ada gejala psikopat ya terus dekat sama tokoh aku. Benarkah putri meninggal karena dia? Ah tak sabar menunggu kelanjutannya.

    Soal ending tak usah terlalu dipikirkan sih, yang penting sesuai sama ceritanya saja, tak perlu yang bikin terkejut, takutnya yang baca malah jantungan kayak saya.πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulisan Mas Agus, plot twistnya tak terduga dan sangat absurd. Wkwkwkwk

      Hapus
    2. Iya mungkin seperti itu mas agus😁 tapi saya emang susah bikin lanjutan cerita karena udah lama juga nggak baca buku.
      bener juga sih, gaswat ya kalau ada yang jantungan karena baca ending cerita. Dosa dong sayaπŸ˜‚

      Hapus
    3. Ayo baca buku mbak, saya juga kadang Nemu ide habis baca buku atau novel

      Hapus
  3. Waahh ada Cerpenis..🀫😊

    Ceritanya masih bersambung ada misteri apa dengan Si Anu..eehh salah si Aku?😲😲

    Dan siapa penyebab putri itu terbunuh di tangga sekolah? Nggak tahu karena baru awal belum detail ceritanya tunggu saja besok yaa!, Setelah pesan2 berikut ini.😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk... Udah kayak mas-mas operator ajaπŸ˜‚
      Tapi sepertinya pesan-pesannya bakal banyak alias bakal nunggu lama kelanjutannya. Saya belum tahu mau gimana nasib si aku dan kauπŸ˜‚

      Hapus
  4. Seru nih kalian kalau disatukan dalam satu buku cerpen.
    Genrenya beda-beda.
    Yang ini kayak misteri ya, si Mas Agus Horor, si KangSat kayaknya cucoknya Novelis hahaha.

    Btw penasaran ih, kenapa digantung gitu endingnya, kan bikin berasumsi masing-masing.
    Next nya mana nih? :D

    Apakah dia yang bunuh? atau seseorang?
    Penasaran :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. He..he.. Jangan disatukan mbak, saya jadi minder nih😁. Mereka adalah andalan bikin cerpen.
      Kenapa endingnya digantung, karena belum kering mbk, eh belum tahu kelanjutannya.
      😁

      Hapus
    2. Waduh, saya malah mau berguru sama mbak Astria, bisa bikin cerpen tanpa ada namanya gitu.😁

      Hapus
  5. lanjut mbak
    bagus aku suka cerita ada yang meninggal gini
    kira kira apa penyebab putri meninggal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk.. Masih misteri masπŸ˜‚ bahkan masih misteri juga buat yang nulis.

      Hapus
  6. Mantttaaapp.. cerpen yang begitu liar. suka banget saya. Masih sekolah, berantem-beranteman bunuh2an.. wkwkwk
    lanjutkan. kita tunggu next storynya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. Semoga bisa saya lanjutkan mas😁 masih belum nemu ide lanjutam nih

      Hapus
  7. Hallo Kak,
    saya sampai deg-deg an. hehehe.
    Tokoh Putri jahat banget ya, nge-bully nya keterlaluan, cuma gak tega juga kalau sampai terbunuh.

    Ngga sabar baca kelanjutannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. He..he.. Semoga saya bisa melanjutkan ya mbak...😁 masih buntu nih

      Hapus
  8. Penasaran siapa yg membantu si tokoh utama ini :D. Tadinya aku pikir si tokoh utama ada gejala MPD ato multiple Personality Disorder, alias kepribadian ganda. Tp kayaknya bukan yaaa, secara putri dibunuh pas dia dlm kondisi ga sadar.

    Ditunggu lanjutannya mba :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehe.. he... semoga bisa berlanjut mbak😁

      Hapus


EmoticonEmoticon