Tentang hidup mengalir seperti air



Assalamualaikum

Hidup itu apa sih sob? Hidup itu ya bernafas biar nggak sesak. Makan biar nggak laper, minum biar nggak keselek, mandi biar nggak bau, piknik biar nggak bosen dan cari pasangan biar nggak kesepian😜

Tapi lebih dalam lagi, ada yang bilang hidup itu proses, perjalanan, perjuangan, tempat singgah, ujian.

Karena semua orang yang hidup punya cerita yang berbeda jadi makna tentang hidup juga banyak. 
Termasuk ketika ada yang bilang. Hiduplah seperti air mengalir.
Hidup seperti air mengalir itu yang bagaimana?

Soalnya beberapa kali saya dengar kalimat ini, maknanya beda-beda.

Yang pertama, hiduplah seperti air mengalir supaya hidupmu nggak banyak masalah. Ikuti aja alurnya. Nggak usah terlalu berambisi dengan hal lain, tetap berada di sungai, di tempatmu.  Hidup dengan cara aman.

Yang kedua. Hidup seperti air mengalir melambangkan kekuatan dan ketekunan. Karena air akan terus mengalir walaupun ada banyak bebatuan ataupun sampah-sampah yang dibuang sembarangan😂
Nggak juga ding, sampah bikin banjir kan ya.

Yang ketiga,  ada juga yang nggak setuju. Hidup seperti air mengalir mencerminkan kata menyerah, nggak mau berusaha. Karena air selalu mengalir ke tempat yang rendah.  
Hanya orang yang nggak mau berjuang yang akan hidup seperti air mengalir. Yang tujuannya nggak bisa ditebak mau ke mana. Ngalir aja pokoknya.

Terus yang bener yang mana? Ini nih yang bikin saya kadang bingung. Kata yang sama, makna yang beda. Kayak pelajaran bahasa indonesia, apa tuh namanya?🤔
Saya lupa😂
Ya karena memang yang mengucapakan orang yang berbeda dengan kisah dan pengalaman yang berbeda.
Tinggal kita sendiri bagaimana mau menafsirkannya. Mungkin kita bisa menggunakan ketiganya di waktu yang berbeda. Fleksibel sama keadaan.


Atau mau seperti air saja. Yang bisa menempatkan diri dimanapun tempatnya.   Yang lembut, yang membersihkan, yang bikin seger, yang...yang... Lainnya.

Tapi coba kita pecahkan, makna dari air mengalir ini🤔 bersama saya yang masih bingung ini sebenarnya mau nulis apaan😂

Khem.. khem...batuk bergaya dulu...

Air... Sumber kehidupan kita. Nggak ada air nggak ngopi.
Mengalir. Turun ke bawah, meluncur bisa juga mengikuti jalan yang ada.
Air mengalir, berarti airnya meluncur ke bawah. Kalau ke atas namanya air mancur.
Apa ada filosofi tentang hidup seperti air mancur?

Air mengalir identik dengan sungai. Sungai identik dengan ketenangan. Jadi mungkin hidup seperti air mengalir juga bermakna ketenangan. 

Mengalir terus, juga bisa berarti konsisten. Bebatuan sampah dan kotoran bisa diartikan sebagai rintangan atau kegagalan dalam hidup itu sendiri.

Trus air mengalir bukannya nggak punya tujuan. Dia hanya mengisi semua celah supaya nggak ada yang kosong, supaya nggak ada kesempatan yang terlewat.
Turun ke bawah...ya emang tapi di mana sih air sungai berakhir?
Iyups di laut. Sebuah tempat yang bebas. Dan itulah tujuannya...

Sekali lagi lihat dari sisi baiknya aja😁
Karena makna hidup itu harusnya memang positif, sanggup menghidupkan bukan meredupkan.

See you...

27 komentar

  1. Kalau istilahnya go with the flow. Tapi saya takutnya, kalo orang yang nganggap filosofi hidup seperti ini adalah pembenaran untuk nyantai dan hidup tenang. Atau, saya malah takut kalo terlalu kebawa arus dan ngga bisa pegangan sama ranting atau batu. Ujung-ujung, cuma jadi orang yang terseret arus aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tuh kan... Makna hidup mengalir seperti air ini bisa punya makna yang berbeda bagi tiap orang😂 kalau menurut kita positif yang ikuti kalau nggak cukup diketahui aja deh😁...

      Hapus
  2. Cakep banget tulisan kak Astria hari ini 😍
    Intinya diambil yang positifnya saja dari segala sesuatunya ya. Kelak kalau kita percaya dengan yang positif-positif, maka hidup kita akan terbawa menjadi positif juga 😁
    Air juga sumber kehidupan, jadi filosofi menjadi air mengalir bisa dikatakan hidup sebagai sumber yang bermanfaat dimana-pun kita berada 😆

    Mari kita sama-sama belajar menjadi orang yang memberi manfaat dimana-pun kita berada yang tetap tenang dan berjuang meskipun banyak halang rintangan 💪🏻🔥

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbk lia, mari sama-sama berjuang dan belajar melihat sisi positif dunia😁
      Semoga kita bisa jadi orang yang bisa bermanfaat untuk orang lain, walaupun hanya melalui sebuah tulisan.
      Mau ngikut filosofi yang mana pun terserah asal baik aja...😁

      Hapus
  3. Memang beda-beda sesuai pengalaman masing-masing kali ya kak.

    Kalo pendapat saya sih, hidup itu memang seperti air mengalir, tapii.. air itu nggak selalu jernih, pasti dia pernah tercemar. Itu bisa saya artikan bahwa menjalani hidup sesuai arus, pasti selalu ada cobaannya.

    Intinya, harus bisa mengambil hal-hal baik, dan harus bisa mencari solusi kalau suatu saat diberi cobaan hidup.

    Hehe.. begitulah kak Tri 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitu juga bisa mbk😁

      Di dunia ini ada banyak hal positif dan negatif. Mau lihat yang manapun terserah, kalau bisa sih yang positif.
      Tapi saya sendiri juga masih sering berpikir negatif😁 kalau udah gitu harus buru-buru cari inspirasi lagi.

      Hapus
  4. Header-nya gemes gitu sih, Mbak.
    BTW, saya sih mikirnya air mengalir itu lebih ke neriman sama pemberian Tuhan, tapi dia tetap berikhtiar dan nggak menolak ketetapan dan takdir. Jadi, ngikutin apa yang Allah tetapkan buat hidup kita. Jadi aneh nggak sih maknanya? hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. Itu mara'ah mbk😁

      Nggak aneh mbk, maknanya emang beda-beda. Saya juga setuju dengan yang mbak muyass bilang. Mau lihat yang positifnya dulu.

      Hapus
  5. Betul, ambil sisi baiknya saja ya mbak. Hidup seperti air yang mengalir, mengikuti arus kehidupan sih menurutku. Tidak terlalu ngotot mengejar sesuatu, yang penting tetap berusaha sih. Karena kalo terlalu ngoyo lalu gagal takutnya malah stres.😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau terlalu ngoyo takutnya badan nyeri semua😂
      Lebih baik tenang kayak air ya, walaupun tenang tapi harus tetap mengalir biar sampai ke tempat tujuan.

      Hapus
    2. Kalo nyeri doang mah bisa ke tukang urut beres, lha kalo stroke gimana tuh.😂

      Hapus
  6. Karena zodiakku berlambang air, maka prinsip hidup yang kupunyai memang menganut falsafah air (ciyeeh bahasanyaa .. udah kayak filsuf aja deh hahhaa).

    Dari dulu aku memang menjalani hidup ngga ngarep muluk-muluk. Tinggal jalani dengan senang hati ngalir apa adanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. Zodiak berlambang air itu apa ya? Cancer kah, saya nggak hafal lambang tiap zodiak😂...
      Menjalani segalanya dengan sennag hati juga berdampak baik untuk hidup lho. Apalagi kalau senangnya membantu orang lain😁

      Hapus
  7. Mengalir seperti air maupun nasehat bijak lainnya tidak ada yang salah atau buruk. Cuma, kadang kitanya aja yang salah memaknainya.

    Salah dalam artian, menjadikan nasehat2 seperti ini sebagai pembenaran atas kesalahan dan kegagalan yang dialami. Alih-alih memotivasi malah justru menjadi dalih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal kalimat bijak itu untuk membantu kita melihat sesuatu secara positif ya. Tapi memang tergantung cara kita memahaminya.... Pokoknya ikuti yang menurut kita baik aja😁

      Hapus
  8. Setuju mba, lihat segala sesuatu dari sudut pandang positif akan jauh lebih baik karena itu yang saya lakukan 🤣 sebenarnya kalau ditanya arti dari hidup seperti air mengalir pasti ada banyak dan berbeda-beda berdasarkan apa yang kita alami, karena kata-kata itu sendiri bisa ditafsirkan ke banyak hal 😁

    Jadi semua kembali ke kitanya, mau mengambil poin dan sisi positifnya atau melihat ke sisi negatifnya 🙈

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbk eno. Tergantung dari sudut pandang kita kan. Ada yang menilainya begini, ada yang begitu. Kayak angka sembilan. Ada yan melihatnya sebagai angka sembilan. Tapi dilain sisi ada yang melihatnya angka 6....😁

      Hapus
  9. Hidup bagaikan air mancur.. bahahah Bunderan HI donk..
    Kalau saya hidup nggk mengalir seperti air, arti hidup buat saya mah nggak ada perumpamaan.. Hidup yah hidup, senang alhamdulillah, lagi sulit juga Alhamdulillah.
    Sing penting : Hidup dan beribadah, dan lakukan semua dengan ikhlas dan maksimal
    Syukur-syukur bisa sambil nyambi buat bantu orang banyak.. hehehe
    Semangat buat kita yang sedang hidup.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Good mas👍 prinsip hidup yang simple kayak gitu, nggak ribet. Pokoknya selama kita hidup kita punya banyak pilihan mau hidup kayak gimana. Yang penting hiduplah dengan baik😁 lebih baik lagi jika bisa menghidupkan hidupnya orang lain.

      Hapus
  10. Aku suka tulisannya mbak, soalnya pas baca nyambi ngakak XD
    Kalau aku flexibel aja sih, ada kalanya menjadi air sungai, ada kalanya menjadi api, ada kalanya menjadi angin, atau tanah, eh tau-tau jadi avatar.
    Aku tau, hidup itu nggak mulus, orang jalan tol aja masih ada grojalannya, iya g? Maka dari itu biar hidup itu pengabdian untuk belajar, belajar menanamkan prinsip, belajar mengakui kekalahan dan kesalahan, belajar mengevaluasi, dan banyak lagi.
    Main kesini terus baca postingannya Mbak termasuk belajar juga, yeaay!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aha..ha.. Wah, bisa juga ya hidup mencotoh avatar😂 hidup dengan prinsip dari alam. Bisa kayak udara, bisa kayak air, bisa kayak tanah, bisa kayak api.
      Btw, saya dulu suka sama avatar😁
      Alhamdulilah kalau ada yang belajar dari tulisan saya, soalnya saya juga belajar saat menulis ini😊

      Hapus
  11. Hidup kayak air mengalir. Kenapa kok mengalir ke bawah ya? Wkwkwkkya karena gravitasi bumi.
    Iya lebih baik hidup kayak air yang mengalir jangan melawan arus.
    Ada orang hidup punya target. Tapi kan nggak semua target bisa tercapai dan hal itu kadang bikin orang jadi stres dengan target.
    Lebih baik target nggak terlalu tinggi agar nantinya juga nggak akan terlalu kecewa.
    Yang penting hidup di jalan yang lurus, nikmati hidup, nggak merugikan orang lain. Membahagiakan diri sendiri syukur bila bisa membahagiakan orang tua . Itu sudah alhamdulillah. Aku sendiri juga belum bisa membahagiakan orang tua. Hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aha..ha.. Semoga kita semua bisa membahagiakan orangtua ya mbk. Saya selalu berdoa diberi kesempatan lebih banyak untuk membahagiakan mereka.
      Mau hidup kayak gimana pun terserah, asal nggak merugikan diri sendiri dan orang lain ya😁

      Hapus
  12. Jadi maknanya bersayap ya Mba.. Kalau aku sih lebih baik kita menjadi versi terbaik dari diri sendiri ya. Ada suatu saat kita lbh cocok menjadi lebih mengalir seperti air, tapi ada juga suatu saat kita harus bersikap lebih keras..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, sesuaikan aja sama keadaan😁. Mau dimakanai kayak gimana juga bisa. Yang penting enggak bikin putus asa...

      Hapus
  13. Go with flow tentunya dengan kemudi dong, kalau untuk saya :D

    Karena meski air mengali ke tempat yang rendah, tapi tujuannya tuh tempat yang luas alias laut, yang melambangkan kebebasan dan kemerdekaan.

    Akan tetapi, go with flownya jangan sambil tiduran mulu, melainkan sambil usaha.
    Pegang kemudi atau bisa juga mempercepat aliran dengan memanfaatkan angin misalnya.

    Khususnya pegang kemudi, jangan terlena, entah ngalirnya ke comberan atau lebih parah lagi, ke septik tank, wakakakakakak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betol mbk rey... Yang pegang kemudi kita jadi mau kemana yang menentukan juga kita. Jangan sampai nyasar septik tank ya....

      Hapus


EmoticonEmoticon