Ketika menulis menjadi beban

Menulis
Foto oleh Miguel Á. Padriñán dari Pexels

Assalamualaikum😁

Beberapa hari lalu saya baru menulis tentang alasan saya yang suka menulis, lah kok sekarang saya menulis sebaliknya.

Nggak..nggak...bukan sebaliknya. Tapi bahkan hal yang kita sukai pun kadang juga bikin susah, membebani tapi juga menyenangkan.

Jadi, ketika menulis menjadi beban...

Adalah ketika saya ragu dengan apa yang saya tulis. 

Seringkali saya berharap tulisan saya bermanfaat untuk orang lain, bukan hanya diri sendiri. Saya mau membagi sesuatu yang positif, yang bisa membantu orang lain.


Beberapa tulisan di blog ini terinspirasi dari luar. Seperti dari kata-kata bijak, vidio di youtube atau lainnya. Lalu saya pikirkan, saya renungkan, dan saya tuliskan. 

Karena itu kadang saya berpikir, apa tulisan yang tidak berasal dari pengalaman pribadi ini akan sampai ke hati para pembaca? Apa akan diingat? Apa akan berkesan? Apa akan bermanfaat?

Pikiran semacam itu menjadi beban buat saya. Jujur pengalaman hidup saya enggak banyak. Saya lahir sebagai anak bungsu, tinggal di desa dan terbiasa hidup di samping orangtua. Jadi nggak banyak pengalaman saya di dunia luar yang katanya keras. Satu-satunya pengalaman tentang dunia luar yang saya punya adalah kerja di pabrik. Meski begitu saya berharap bisa memotivasi orang lain. 

Saya suka salut, kagum sama mereka yang punya pengalaman nggak mengenakan dalam hidup, pengalaman berkesan yang mendewasakan dan mereka adalah orang-orang hebat yang bikin siapapun pendengarnya terinspirasi.

Tapi bukan berarti, hidup saya damai. Semua orang punya masalahnya sendiri-sendiri. Nggak bisa kita sama ratakan.

Bisa dibilang saya seperti manusia yang hidup di dalam sangkar dan terkejut dengan hal yang ada di luar sangkar.

Weleh..weleh..istilah apa sih ini😂

Intinya karena sedikitnya pengalaman saya, justru membuat saya kesusahan dalam banyak hal. Oleh sebab itu saya sering mencarinya di internet, merenungkannya dan menulisnya. Menjadikannya pelajaran untuk saya dan berharap orang lain menikmatinya.

Jadi saya takut orang lain nggak memahami tulisan saya karena nggak berasal dari pengalaman pribadi dan hanya harapan-harapan aja. 

Tapi kemudian saya berpikir...

Aha...🔮 (nyari gambar lampu nggak ketemu😂)

Kalau saya terus berpikir begitu saya nggak bakal nulis-nulis dan malah berakhir dengan writers block. Bukankah lebih baik segera bertindak daripada kebanyakan mikir. Mau tulisan saya menginspirasi dan bermanfaat atau nggak, saya nggak tahu. Yang saya tahu saya menulisnya pakai hati jadi mungkin akan sampai juga ke hati para pembaca😊

Saya nggak bermaksud sok pintar atau sok bijak dalam tulisan-tulisan saya. Karena sebenarnya saya juga sedang berkata pada diri sendiri untuk memperbaiki diri. Mengingatkan diri sendiri lewat tulisan-tulisan ini.

Saya yakin pasti ada orang yang bisa mengambil manfaat dari tulisan saya. Salah satunya saya sendiri😂

Seperti postingan saya yang terdahulu. Pokoknya tulis aja...

Asal bukan aib orang yang ditulis saya rasa nggak masalah.


See you...


42 komentar

  1. iya mbak tulis aja
    kalau memiliki standar tertentu jadi malah beban
    mending nulis aja daripada nyari ide terus tapi ga nulis nulis
    walau sederhana pasti ada saja poin yang kita punya yang tak didapatkan oleh orang lain

    keep it up!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, ketika mikir terus gimana caranya biar ini kelihatan bagus malah nggak dapat ide sama sekali. Ketika dibiarin ngalir aja, eh ide bisa muncul mendadak juga di tengah tulisan....

      Hapus
  2. Iya, setuju. Tulis aja dulu, endapkan sebentar, baca buku, trus balik lagi ke tulisan yang tadi. Insya Allah yang tadinya kelihatan sudah ok, bisa jadi lebih keren lagi. Salam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, kalau lagi bingung nulis saya juga sering pergi bentar dulu. Karena kalau ngeyel nulis pas lagi puyeng malah nggak menghasilkan apa-apa.
      Salam juga mbak😊

      Hapus
  3. selain writer block, kadang pas lagi semangat-semangat nya mau nulis eh malah ujungnya mabuk inspirasi dan akirnya gajadi nulis. Emang yang terbaik tuh tulis aja dulu, perbaiki kemudian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... kebanyakan ide juga bikin kita nggak tahu mau nulis yang mana dulu. Alhasil malah nggak nulis-nulis😂 kadang cuma berhasil bikin pembukaan aja atau macet di tengah-tengah.

      Hapus
  4. Yap, setuju banget Mba, daripada repot memikirkan apa kata orang tentang tulisan kita atau seberapa penting tulisan kita untuk orang lain, lebih penting untuk menumpahkan apapun yang kita tulis.

    Menurutku sih menulis sesuai yang kita sukain itu udah yang paling bener emang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting kita menulis dengan nyaman jadi nggak bingung di tengah-tengah dan bisa selesai. Enggak lupa selalu pakai hati😊

      Hapus
  5. Bener banget Mbak. Kadang sudah nulis takut ini itu, kurang ini itu, bagaus atau nggak yang akhirnya tulisan hanya jadi draft nggak diposting. Semoga kita semua yang suka nulis selalu nulis aja dulu ambil manfaat kemudian. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama banget, karena sering bingung saya jadi nyimpen draft yang yang nggak selesai sampai sekarang. Jadi ya udah udah tulis aja yang penting selesai dulu nanti pasti ada manfaatnya.😁

      Hapus
  6. Sama banget kak Tria. Aku juga sering terpikir seperti itu, apakah tulisan aku bermanfaat nggak ya, sampai nggak ya ke para pembaca, sampai akhirnya nggak pede dengan hasil tulisan sendiri.
    Berterima kasih banget aku sama kak Anton yang berkali-kali mengingatkan untuk selalu percaya diri dan menulis aja karena manusia tidak ada yang sempurna, demikian juga tulisan.
    Begitu baca tulisan kak Tria ini, aku jadi semakin merasa semesta memang mendukung untuk tetap menulis tanpa memikirkan hal-hal yang membuat tidak percaya diri itu.

    Yang aku percaya dari awal, setiap tulisan tidak ada yang sia-sia. Suatu saat, akan ada orang yang mendapatkan manfaat dari apa yang kita tulis saat ini. Ayo semangat teruss kak Tria, pantang mundur! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. He...he...😁 semangat juga Mbak Lia, asal niat kita menulis itu baik maka nanti juga akan ada manfaatnya. Saya juga bersyukur banget karena tiap kali blogwalking selalu dapat semangat baru dari para blogger lainnya. Tulisan mereka menginspirasi banget termasuk tulisannya Mbak Lia.

      Pokoknya maju terus pantang mundur Mbak Lia💪😁

      Hapus
  7. Setuju, menikmati menulis itu lebih penting
    Daripad apakah artikelnya bermanfaat atau berguna bagi pembaca, jadi terlalu banyak pikir nantinya.
    Yang penting masih ada rambu-rambu, tidak membuka aib atau menyudutkan orang lain.
    Selama masih normal-normal, enjoy aja.
    Syukur-syukur menulis bisa menghasilkan duit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget Mas, tulis aja dulu pokoknya daripada menghasilkan apapun kan ya. Asal nggak buka aib orang lain ya udah no problem😁

      Hapus
  8. Punya pengalaman gak enak itu juga kadang mikir seribu kali untuk dijadikan bahan tulisan Mba, karena bisa jadi hal menyakitkan yang sudah kita lupakan malah bikin kita inget lagi, merongrongi pikiran lagi.

    Meskipun katanya menulis itu menyembuhkan tapi secara prosesnya saat kejadian hingga saat menuliskannya gak ada yang mudah sama sekali.

    Tapi dengan berpikir secara logika, dan berpikir bahwa pengalaman yang dialami pada akhirnya bisa bermanfaat untuk dirinya dan jika diketahui oleh mereka yang sedang mengalami atau buat mereka yang ingin belajar agar tidak mengalami masalah yang sama. Maka Si Penulis yang pernah mengalami, dengan sepenuh hati menuliskannya agar tidak terulang lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, sulit memang membagi kisah pilu sama dunia. Setiap orang punya rahasia yang ingin dijaga sampai kapanpun, tapi walaupun enggak dituliskan dan hanya disimpan tapi pengalaman tersebut juga bermanfaat untuk diri sendiri😊 mereka yang diberi cobaan berat adalah karena Allah tahu mereka kuat. Kalau sanggup menuliskannya demi kebaikan orang lain
      Wah... Liar biasa banget sih. Pengalaman sedih bisa jadi pengingat dan motivasi untuk orang lain, mungkin itu juga maksud Allah kasih kita cobaan😁

      Hapus
  9. Bener, saya juga suka nulis cerita diri sendiri. Kalo nulis cerita orang lain nggak leluasa aja gitu, kecuali berkesan banget atau bisa diambil pelajarannya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nulis dari pengalaman pribadi itu lebih nyaman dan ngalir banget nulisnya. Bentar aja bisa sampai paragraf akhir😁

      Hapus
  10. Menarik artikelnya. Kalau saya menulis dikaitkan dengan topik yang sedang viral, biasanya akan dilakukan dengan senang hati dan tanpa beban. Lalu tidak ditargetkan harus sehari 1 artikel. Sebulan 1 artikel tapi dikerjakan dengan hati jauh lebih baik daripada 1 hari 1 artikel tapi terbebani.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hati memang diperlukan dalam berkarya. Biar ada nyawa itu tulisan😁
      Yang penting konsisten ya mas, konsisten kan nggak perlu tiap hari. Saya kadang juga menulis sesuatu yang viral tapi agak jarang karena saya jarang lihat berita terkini😁

      Hapus
  11. Widih udah keren banget lho mbak, kalo udah diniatkan untuk memotivasi orang lain. Sebenarnya tidak harus punya banyak pengalaman ke luar, entah itu merantau ataupun memang ikut agenda ini dan itu.

    Dengan mbak terus menulis postingan yang positif, ini sudah sangat amat bagus mbak. Apalagi karakter mbaknya yang humoris, sangat bisa untuk memotivasi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak...walaupun mengambil inspirasi dari tempat lain asal kita nggak copas dan nggak asal nulis nggak apa-apa.
      Apalagi kalau niatnya baik untuk orang lain😊

      Hapus
  12. Lambang aha nya kayak lambang bola kristal penyihir ya mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aha..ha.. Betol mas, habisnya saya nyari si lampu nggak ketemu-ketemu yaudah pakai itu aja lebih ajaib😂

      Hapus
  13. Samaan yah.. Kadang memang menyenangkan, tapi kadang juga puyeng apalagi kalau udh smpe berminggu-minggu nggak update. Kaya ngerasa bersalah gitu nggak sih mba??

    Tapi skrang setiap saya kepikiran ada ide apa buat di tulis. Temanya langsung saya tulis di hape biar inget terus pas udh ada semangat buat ngetik.. heheh

    Semangat buat kita smua yah.. Niatin buat berbagi aja atau jadi bahan untuk evaluasi diri.. heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, saya juga kalau nggak segera ditulis inti dari idenya baru satu jam udah lupa aja. Walaupun kadang cuma berhasil bikin pembukaan tetep saya tulis. Siapa tahu suatu saat bisa diselesaikan.😁

      Hapus
  14. waduh kalau aku sih gak peduli deh, selama isinay gak sara, gak nyakitin orang lain. nulis terserah penilaian orang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, jangan sampai sara dan nyakitin hati orang. Nggak berkah nantinya....

      Hapus
  15. Nganu, Mbak Astria. Ini lho, lampunya 💡. Kasihan dari tadi nyari lampu gak ketemu-ketemu. Hehehe.🤣🤣🤣

    Walaupun Mbak Astria kadang ragu apakah tulisannya bermanfaat bagi orang lain atau nggak, tapi menurutku tulisan Mbak selalu bermanfaat terutama untukku sebagai pembaca. Entah kenapa setiap kali main ke sini aku selalu baca tulisan Mbak sambil senyum-senyum, lho. Bahkan ketika badmood pun, main ke sini jadi lupa badmood nya 😂. Jadi menurutku tulisan yang ditulis pake hati itu emang bener bisa sampe ke hati penulisnya. Seperti tulisan Mbak Astria ini. Ditambah lagi di sini aku bisa dapat ilmu baru, rekomendasi film baru, dan sudut pandang baru 😍.

    Nganu, Mbak. Semangat nulis terus ya. Pokok kalau udah nikah nanti blog ini harus terus dirawat lho, ya. Kalau nggak nanti aku kangen. Eh kangen tulisannya maksudku.😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ralat, Mbak. Maksudku tulisan yang ditulis pake hati itu emang bener bisa sampe ke hati pembacanya.🤭

      Yaampun, efek gak bisa tidur semalaman ini, jadi gak fokus.🤣🤣🤣

      Hapus
    2. Ha..ha..ha.. Makasih banyak mbak roem😊 saya jadi terharu dan seneng banget nih. Ternyata tulisan saya bisa menghapus badmoodnya orang lain. Semoga nanti pas udah nikah saya tetep bisa nulis di sini. Sedih juga kalau nggak baca komennanya mbak roem di sini😂

      Hapus
  16. Kalo aku malah jarang nulis pengalaman pribadi mbak, soalnya sama seperti mbak Astria, pengalaman ku paling ya gitu gitu saja ngga ada yang spesial.

    Soal tulisanku bermanfaat atau tidak aku juga kurang tahu, tapi semoga saja bermanfaat sih, paling ngga bermanfaat buat diri sendiri biar ngga jenuh nganggur di rumah.😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulisannya mas agus bermanfaat banget dong. Selalu berhasil bikin saya dan yang lainnya terhibur. Ketawa karena cerpennya😁
      Saya tiap hari ngintip kesana lho. Nungguin yang baru😂

      Hapus
  17. Nulis mah nulis aja kak Astria. Tidak perlu ada tekanan diluar dari diri kak Astria. Mustahil untuk menyenangkan semua orang. Ketika menulis dengan atensi untuk orang lain, jadinya malah ingin dibagus-baguskan, diindah-indahkan, agar orang lain jadi terkesan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha iya mas. Mau nulis kalau kebanyakan mikir malah nggak bisa nulis ding. Walaupun kadang saya juga masih overthinking tapi syukurnya sampai sekarang masih bisa bertahan😁

      Hapus
  18. hihihi setuju banget Astriaaaa, pokoknya nulis aja, lama-lama terbiasa kok, dan nulis jadi candu, asal biasakan sih mending tulis tentang diri sendiri, jangan tentang masalah orang lain, selain kita nggak ngerti bener masalahnya, pun kesannya jadi kurang kerjaan plus ngejudge banget hahahaha.

    Ayo semangat menulis, tulis apa yang ada di pikiran kita, bukan pikirin apa yang akan kita tulis hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nulis masalah orang jadinya nanti ngerumpi online dong mbak😂 aduh, bikin dosa online.
      Pokoknya sekarang saya juga mau nulis apa aja walaupun sepele😁

      Hapus
  19. Gpp mba , menulis yg bukan pengalaman pribadi :). Toh itukan masih opini kita walopun belum merasakan sendiri :).

    Gaya menulis masing2 orang juga beda, kamu sendiri tulisannya enak kok dibaca, jd aku yakin menuliskan something yg hanya berdasarkan opinimu , pasti sama menariknya .

    Dan setuju, yg penting apa yg ditulis bukan ttg aib orang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, nggak berani juga kalau nulis aib orang nanti saya diserang balik. Ribet deh😂
      Cukup menulis seperti ini aja, opini sebisa saya😊

      Hapus
  20. selama suka nulis, goooo....
    nggak usah pikir apa kata orang, tulis pendapat, ide yang ada dikepala dan ingin ditulis. sebelum ide itu ilang
    malah aku kagum sama mba astria, semangat nulis melalui blog keren banget, belajar teknik blog otodidak, itu luar biasa pokoknya

    BalasHapus
  21. Aku juga kalau nulis bukan dari pengalamn pribadi, karena memang nggak punya pengalaman banyak di luar, ngambil bahan tulisan nya ya dari mana saja dari sosmed, dariyoutue yangpentig info yang aku bagikan iru bisa bermanfaat bagi sesama pembaca. Kadang pingin juga nulis pengalamn pribadi, tapi aku ini bagai burung dalam sangkar jarang kemana-mana ntar aja kalau sudah banyak pengalaman ku di luar.hehehe

    BalasHapus


EmoticonEmoticon