Jadi penonton film "Kidnap"

 

Kidnap
Wikipedia
Assalamualaikum😁

Bagi para emak, ibu, bunda, mama, umi, biyung, film ini pasti jadi film yang menguras emosi, tenaga, dan pasti menguras sedikit kuota.
Kenapa saya lebay begitu ngomongnya karena film berjudul Kidnap ini bercerita tentang perjuangan seorang ibu tunggal untuk menyelamatkan anaknya dari penculikan.
Wah... Luar biasa banget sih menurut saya. Bagaimana seorang wanita bisa melakukan apa saja untuk anaknya. Seolah-olah dia sedang menyelamatkan dirinya sendiri.
Sebagai informasi film ini rilis pada 22 Agustus 2017 lalu dan disutradarai oleh Luis prieto. Dan.. Ini mengandung spoiler ya sob. Jadi yang nggak suka spoiler bisa stop atau tetep lanjut😁
Lanjot aja lah...
Langsung aja ke filmnya. Film ini dibuka dengan menunjukan vidio seorang anak kecil bernama Frankie dari lahir sampai dia umur 6 tahun. Mungkin untuk bikin kita lebih merasakan perjuangan si ibu yang berusaha menyelamatkan anaknya.
Lalu adegan berpindah ke suatu rumah makan. Karla yang diperankan oleh Halle berry ini bekerja sebagai pelayan setelah bercerai dan menghidupi Frankie sendirian. Sementara Frankie duduk di salah satu meja sambil menunggu ibunya selesai bekerja untuk pergi ke taman bermain. 
Jadi pelayan itu nggak mudah juga. Karla harus menghadapi berbagai macam tipe orang yang kalau pesan makanan ada yang plin-plan juga nggak sopan. 
Akhirnya setelah menunggu agak lama mereka bisa pergi ke taman bermain bersama. Di sana Karla menunggu anaknya bermain sambil sesekali berteriak "Marco" yang kemudian akan dijawab "polo" oleh Frankie. Semacam permainan untuk menjaga Frankie biar nggak jauh-jauh mainnya.
Mereka kemudian nonton pertunjukan musik. Si Frankie ini pengen banget wajahnya dilukis tapi Karla memintanya menungu sampai musiknya selesai. 
Tiba-tiba ponselnya berdering. Karena suara yang ribut Karla pergi menjauh sebentar sambil meminta Frankie tetap duduk di situ dan tidak kemana-mana. Ternyata telepon itu dari seorang yang memberitahu kalau mantan suaminya ingin meminta hak asuh atas Frankie. Sambil bertelepon Karla masih beberapa kali berteriak "marco" yang kemudian dijawab "Polo" oleh Frankie.
Setelah selesai bertelepon ia kembali ke tempat duduk dan si Frankie udah nggak ada. Hanya ada mainannya yang berbentuk telepon
Jeng... jeng...😱
Karla bertanya pada wanita yang duduk di sana tapi tidak ada yang tahu. Dia mulai panik berteriak 
"Marco, Frankie" orang-orang yang ingin membantu jadi bingung nama anaknya Marco atau Frankie.
Panik mencari kesana-kemari njelalah Karla ini melihat anaknya lagi digendong sama pria tak dikenal dan dimasukkan ke dalam mobil. Gimana coba perasaan seorang ibu pas lihat anaknya mau dibawa kabur sama orang😱

Karla berlari ke arah mobil itu dan mengejarnya sampai ia terjatuh guling-guling di aspal dan hapenya jatuh pisan. Haduh.. Tapi mobilnya nggak berhenti. Ia kemudian segera ambil langkah seribu, masuk ke mobilnya dan mengejar mobil tersebut. Mau telepon polisi atau 911 tapi ponselnya tadi kan jatuh. Bingung kan... satu-satunya pilihan hanya mengejar mobil penculik itu.
Nah, di adegan kejar-kejaran inilah kita dibikin bingung juga. Gimana nggak bingung kalau mobil penculiknya melaju cepet banget sementara Karla nggak terbiasa ngebut. Jadi dia ngebut sambil teriak dan berdoa semoga masih bisa selamat. 

Lebih parahnya si pencuri yang sadar kalau Karla mengejar mengancam dengan menggunakan pisau. Karla yang takut anaknya disakiti akhirnya harus mundur alon-alon dan menjauh. Tapi dia nggak putus asa dan tetep mengejar. Tentu aja dalam moment itu si penculik juga jadi gila ngelempar segala macam barang ke jalan raya untuk menghalau Karla yang malah bikin kecelakaan lalu lintas.
Wah... Parah.. Untungnya karla tetep selamat. Dia terus berdoa sama tuhan supaya anaknya diselamatkan dan bikin kita para penonton ikutan terharu, kebawa moment. 

Kidnap

Kemudian si penculik malah ngancam karla dengan buka pintu mobil dan seolah-olah mau lempar Frankie keluar. Tentu aja Karla makin panik dan teriak-teriak.
Di suatu tempat yang sepi gitu akhirnya karla ketemu polisi dan dia memanfaatkan hal itu dengan ugal-ugalan di jalan supaya si polisi ngejar. Ketika si polisi akhirnya ngejar karla teriak dan ngomong kalau anaknya diculik. Eh tiba-tiba pak polisi nya ditabrak dari samping. 

Mereka semua pun terlibat kecelakaan dan jatuh ke pinggir jalan. Karla masih berada di dalam mobilnya. Sementara pak polisi udah nggak tahu lagi keadaannya.

Deg-deg'an... Mobil si penculik berada tepat di depannya jarak 50 meter mungkin. Tiba-tiba lagi si penculik keluar sambil bawa pisau. Waduh, Karla masuk ke dalam mobil dan langsung mundur. Saya dan sepupu saya teriak
"Tabrak aja. Tabrak..."😂

Lah, dikabulin, habis mundur Karla langsung ngegas tapi si penculik juga lari dan Karla berhenti. Dia lalu keluar dari mobil dan berteriak

"Apa yang kalian inginkan?"
Si penculik diem-diem bae.
Si Karla kemudian teriak lagi
"Uang?" dan dia ambil dompetnya lempar dompet itu ke si penculik bahkan kasih tahu pin kartu kreditnya. Masih diem-diem bae. Sok jual mahal kayaknya.

Si karla terus teriak kalau dia cuma mau anaknya, kalau anaknya dikembalikan dia nggak akan lapor polisi dan berhenti mengejar mereka tapi selama anaknya masih berada di dalam mobil penculik itu dia akan terus berada di belakangnya.
Wah keren banget sih cara ngomongnya.

"Biar kuberi tahu sesuatu, selama anakku  ada dalam mobil itu, aku tidak akan berhenti"

Si penculik kemudian ngambil dompet itu dan balik ke mobil. Saya kira si Frankie bakal dilepasin karena pintu kemudian dibuka dan ada suara Frankie teriak, eh tapi ternyata yang muncul adalah seorang wanita bertubuh gembrot. Karla masuk lagi ke dalam mobilnya dan mengunci pintu untuk berjaga-jaga. Si wanita gembrot bernama Margo itu tenyata mau membuat perjanjian dengan Karla. Ia akan ikut mobil Karla dan mereka akan mengikuti Frankie dari belakang dengan syarat Karla harus menyerahkan uang senilai 10.000 dollar. Berapa ya itu...?

Tentu aja Karla ragu, gimana kalau nanti si Margo itu malah mau bunuh Karla, tapi karena bingung dan nggak ada pilihan lain akhirnya Karla setuju.
Mereka kemudian naik mobil bersama mengikuti Frankie. 
Eh ternyata kecurigaan saya dan Karla bener, si Margo ini mencoba membunuh Karla di perjalanan. Untungnya cuma badannya aja yang gede, Karla selamat dan si Margo itu jatuh gelimpungan di jalan raya.
Ha..ha..ha...😂😂 saya sama sepupu saya lega rasanya.
Tapi nggak berhenti sampai di situ. Karla terus mengikuti mobil tersebut dan menggunakan jaketnya Margo untuk melambai keluar jendela supaya dikira Margo masih bersama dengannya.

Saya makin deg-degan karena mobilnya Karla ini bensinnya mau abis.

Singkat cerita nih ya. Karla ketahuan dan dia dibuat harus berhenti mengejar Frankie. Tapi jiwa keibuannya mendorongnya terus berjuang sampai terlibat kecelakaan dan kejar-kejaran sama si penculik. Mana penculiknya bawa pistol dan Karla nggak punya apa-apa. Untungnya dia pintar. Akhirnya karla berhasil lolos dan si penculik is dead kayaknya. Ia kemudian mencari alamat rumah si penculik melalui KTP nya dan pergi ke sana.
Di rumah itu tenyata ada Margo yang udah pulang. Ketika ada kesempatan Karla menelpon 911 dan menjelaskan situasinya. Mereka berjanji akan tiba dalam 15 menit.
15 menit itulah yang yang jadi penentu segalanya. Dalam 15 menit Karla mencari anaknya dan menemukannya terkunci di atas atap gitu dan ternyata nggak cuma Frankie, ada 2 anak lain. 
Ya ampun, jadi mereka itu sindikat penculikan anak sob.
Meski udah berusaha supaya nggak ketahuan tetep aja pada akhirnya mereka ketahuan, kalau nggak ketahuan kan nggak seru ya...😂
Mana si Margo bawa anjing lagi. Sumpah ya, adegan kejar-kejaran dan petak umpet mereka bikin saya deg-deg an.

Supaya nggak ketahuan karla sama Frankie sembunyi di dalam air di danau dekat rumah itu. Awalnya berhasil tapi si anjing tahu dan sebelum Margo nembak ke bawah kakinya ditarik karla dari belakang.
Jebyur....
Nyempunglah si Margo dan mereka berantem di air. 
Dengan susah payah Karla dorong kepala Margo ke bawah. Kayaknya ending dari film ini adalah si Margo is dead juga. Dan para polisi tiba dengan dramatis bawa-bawa helikopter juga.

Yah.. Menurut saya film ini bikin saya ngos-ngosan nggak sabar pengen segera lihat aksi Karla nyelametin Frankie dan bales dendam ke penculiknya. Kalau emak-emak yang nonton mungkin bakal lebih emosional lagi. Saya juga jadi kepikiran gimana nasib anak-anak di luaran sana yang memang hilang karena diculik dan nggak pernah ditemukan? Saya harap hal-hal semacam itu nggak pernah terjadi karena kehilangan seseorang yang sangat dicintai itu sangat menyakitkan.  Nggak kebayang gimana perasaan orangtua yang kehilangan anaknya. Tanpa tahu si anak masih hidup atau sudah meninggal.
Kalian harus coba nonton film ini sendiri karena ada beberapa part yang nggak saya tulis dan itu seru juga. Yah, walaupun udah saya spoiler endingnya😁

Akhir kata saya mau bilang...

See you..


10 komentar

  1. Hai mbak, saya sudah pernah menonton film ini. Jadi tak apalah kalau tulisan mbak kali ini ada spoilernya. Kalau tak salah, ada juga filmnya Halle Berry yang bercerita tentang penculikan, tapi dia berperan sebagai operator 911 yang terus terhubung dengan korban penculikan melalui saluran telpon. Iya tidak, mbak? Saya lupa judulnya.

    Tema ini relate sekali dengan kehidupan kita karena di Indonesia masih banyak kasus penculikan terjadi. Ngeri membayangkannya, apalagi saya juga punya anak kecil yang sering kali saat di tempat umum berlari dan kadang lepas dari pengawasan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, judulnya the call. saya juga pernah review film tersebut😁
      Emang nyeremin ya kalau bahas penculikan. Itu sebabnya dulu kalau mau maghrib disuruh buru-buru pulang takutnya dogondol wewe..itu juga penculikan kan😬

      Hapus
  2. Eee, aku bacanya sambil deg-degan juga dong. Nggak apa di spoilerin sama kak Tria, aku rela asal kak Tria yang cerita soalnya berasa ih serunya >.<

    Perjuangan seorang ibu memang sangat luar biasa ya kak. Padahal nggak bermodalkan apa-apa tapi benar-benar nekat untuk menyelamatkan sang anak dan untungnya berhasil, fiuh~
    Aku bayangin adegan kejar-kejarannya sambil ikut gregetan sendiri, berasa lagi nonton filmnya juga hahaha. Kak Tria nulisnya seru banget sih, aku jadi kebawa suasana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga deg degan waktu mbak Astria cerita Karla ngejar penculik anaknya. Takut kalo lagi seru serunya terus mbak Astria disuruh cuci piring sama jemur baju. Eh pas kelar lalu balik lagi filmnya sudah selesai, mau diulang lagi eh kuotanya habis.😂

      Hapus
    2. Wkwk..aya-aya wae mas agus tuh😂 saya kan donlot sendiri mas jadi kalau tiba-tiba diapelin, eh disuruh jemur baju bisa disetop dong.
      Lebih asyik kalau nonton filmnya lho mbak lia😁 makin geregetan jadinya geregetan...

      Hapus
  3. Waalaikumsalam mbak Astria, kalo film yang dibintangi Halle berry memang seru seru ya, seperti film kidnap ini.

    Ngeri juga ya kalo anak sampai diculik. Kalo ibunya seperti Karla sih ngga masalah. Lha kalo cuma kayak ibunya seperti Bu Tedjo gimana dong? Penculiknya bukan dikejar tapi dijadikan bahan gosip.😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. Bu tejo is the best gosip menggosip. Mungkin dari gosip itu jadi viral dan si penculik ketangkep. Kita sebut saja the pawaer of gosip😂

      Hapus
  4. Tante Halle berry mah kalo maen film bergenre beginian nggak perlu diragukan lagi, hehe..

    Detail beud sih ceritanya kak, sampe ikut ngos-ngosan akutu, wkwk..

    Tapi endingnya memang harus ada helikopter ya buat nyelamatin mereka, cerita kebanyakan film barat ini sih, haha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. Saya spoiler semampu saya mbak😂 emang mbak halle berry ini aktingnya selalu wow.
      Adanya helikopter biar makin dramatis ya...

      Hapus
  5. Wah baca spoiler-nya ikut deg-degan mba hahahaha jago banget mba Astria tulis spoiler :D saya keikut membayangkan si Margo sama penculiknya tiwas. Ckck. Terus kesal karena polisinya berasa telat datang. Mana sebelumnya pakai ada adegan mobil polisinya ketabrak dari samping pulaaa. Dramatis parah hahahaha.

    Selalu suka baca spoiler di blog mba Astria, jadi nggak perlu menonton filmnya karena sudah tau alurnya :D

    BalasHapus


EmoticonEmoticon