Ketika kejujuran bikin kapok

 
Assalamualaikum...๐Ÿ˜Š

Jujur itu baik. Tapi kenapa kejujuran kadang nggak dihargai dan terkesan nggak dipercayai. Padahal itu jujur.
Jadi artikel ini termotivasi dari kejadian yang menimpa saya ketika saya masih sekolah dulu.

Dulu itu saya belajar mengandalkan ingatan, teori bukan praktek.

Jadi kalau semisal 2 hari lagi ujian maka sebelum ujian saya bakal menghafalan semua materi yang sebelumnya udah dikasih tahu guru. Karena jurusan saya akuntansi jadi teorinya tuh banyak banget. Mulai dari aktiva, biaya, prive..dan bla..bla..bla... Lainnya yang sekarang saya udah lupa donk๐Ÿ˜‚

Saya tuh nggak pinter. Saya sadar saya itu lemah dalam perhitungan, padahal akuntansi ngitungin jumlah uang terus sampe puyeng, salah dikit aja hasil akhirnya nggak sama. Karena itu saya pakai kelebihan saya, yaitu rajin menghafalkan. 

Karena rajin itu saya bisa menghafalkan berlembar-lembar materi dengan cepat dan saya tuh menghafalkannya sama persis dengan yang ditulis di buku. 
Saya semangat banget ngafalin itu semua. Sambil jalan, sambil mandi, mondar-mandir ke sana-kemari ngulang kata-kata yang sama.
Tapi... Apa jadinya kalau usaha dan kejujuran saya itu nggak dipercaya.

Pas ujian tiba, saya seneng banget karena apa yang saya pelajari muncul di ujian tersebut. Pasti nanti bakal dapat nilai sempurna. Tapi ternyata Kenyataan tak seindah Harapan.
Pas hasil ujian keluar nilai saya tuh nggak nyampe 90 dan yang bikin saya kaget bin sebel bin sedih  pokoknya nano-nano rasanya adalah catatan yang ditulis si guru di kertas ujian saya. Intinya 
Kalau mau mencontek harusnya nggak sama persis titik komanya.
What...
Gimana perasaan kalian kalau Berada di posisi saya?

Yang pasti saya sedih dan marah di saat yang bersamaan. Padahal saya udah jujur dan berusaha supaya dapat nilai yang bagus tapi malah dibilang nyontek.
Yang bikin tambah sedih adalah nilai ujian teman-teman saya yang emang aslinya nyontek justru di atas saya. Kok punya saya yang jujur malah dikatain nyontek dan dapat nilai yang lebih rendah. saya sempet kepikiran untuk datengin gurunya dan cerita kalau saya enggak nyontek tapi nggak jadi hehehe.

Saya hembusakan nafas dan ya udahlah nggak mau mikirin lagi. Meskipun akhirnya saya jadi sebel sama guru itu dan selama beberapa waktu saya malas menghafalkan materi pelajaran.

Kenapa kok kejujuran bisa nggak dipercaya? Kalau jujur hasil akhirnya harusnya percaya dong.

Ini hanya pendapat pribadi saya ya...๐Ÿ˜

1. Udah nggak zaman

Emangnya fashion udah nggak zaman.
Gini low, kejujuran itu emang baik, tapi nggak jujur juga udah jadi kebiasaan yang mengakar diam-diam dan dianggap biasa karena semua orang pasti pernah bohong. Kadang kita tahu orang lain bohong, tapi kita diam aja. Dengan dalih asal nggak merugikan banget nggak apa-apa. Atau dengan dalih, untuk membela diri biar nggak celaka. Hal ini tanpa sadar bikin kejujuran jadi hal yang langka. Lama-lama mereka yang jujur justru dianggap minoritas, nggak tahu cara membela diri, atau mengganggu.


2. Mustahil

Karena sudah mengakar jadi rasanya mustahil masih ada orang jujur dengan berusaha padahal ada cara yang lebih mudah dengan curang. Nggak semua orang mikir begitu sih... Tapi pasti pikiran seperti itu pernah terlintas di pikiran beberapa orang. Kayak kasus saya contohnya. Guru saya pasti mikir mana mungkin saya bener-bener belajar dikala temen-temen pada nyontek. Mustahil.


3. Terlalu

Mungkin karena saya menghafalkan materinya sama persis, guru saya jadi mikir saya nyontek. Terlalu sama dengan yang ditulis di buku. Harusnya saya nggak perlu menghafalkan sama persis, cukup pahami aja terus ditulis pakai bahasa sendiri. Hal itu bikin saya kepikiran sampai beberapa waktu lho. Tapi memang metode belajar saya gitu. Kalau disuruh memahami intinya saya malah nggak hafal-hafal๐Ÿ˜‚

Akhirnya saya tanya juga ke bapak saya,
 "Pak, kenapa orang jujur itu bisa nggak dipercaya?"
Jawaban bapak saya simple banget "karena yang nggak percaya itu juga nggak terbiasa jujur"

Lah... Bisa jadi juga ya๐Ÿ˜‚ tapi entahlah...
Bahkan kata bapak saya bukan bapak tebe, beberapa orang ada yang berpikir "jujur itu ajor" atau "jujur itu hancur"
Banyak orang yang mengungkapkan kejujuran malah dikhianati, malah dibuang dan dikucilkan. Tahu sendirilah hal semacam itu banyak terjadi zaman dahulu, mungkin juga zaman sekarang๐Ÿค”

Tapi sob... Jujur itu tetaplah kebaikan. Orang yang jujur pasti akan selalu mendapat perlindungan dari Allah. Entah jujur itu menyakitkan atau merugikan, katanya.
Jika kita bisa jujur, kenapa enggak. Jujur itu kayak hukum yang makin lama terkikis karena kebiasan yang dilakukan bersama. Tapi sebenarnya setiap orang pasti menyukai kejujuran. 
Seperti kata tere liye, "Itu benar, dalam situasi tertentu, dusta bisa menyelamatkan hubungan, dan jujur ternyata menghancurkannya. Tapi tetap saja, pilihlah kejujuran. Maka biarkan sisanya mengalir seperti air, boleh jadi endingnya tetap langgeng dan bahagia"
Kebohongan akan membawa kebohongan lainnya dan kejujuran akan membawa ketenangan.



See you....







38 komentar

  1. Jujurlah padaku bila kau tak lagi suka...Lupakanlah aku selamanya teeng2...Teeng2...Teeenggg!!..Lagu itu mah.๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


    JUJUR terkadang bikin merana....Meski secara umum sejak kita masih kecil orang tua atau setiap orang yang ada dilingkungan kita tentunya selalu memberi kita wejangan jadilah orang Jujur.๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ Meski yang berkata belum tentu orang jujur.


    Dan ada pula yang bilang Orang Jujur itu hanya ada dalam dongeng. Mungkin benar mungkin juga tidak. Jadi gimana dong yaa nggak tahu..๐Ÿ™„๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ


    Intinya selama Jujur menguntungkan bagi kita lakukanlah, Jika tidak berbohong demi kebaikan tak jauh beda dengan kejujuran.๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyups mas satria. Kalau bisa jujur, kenapa enggak. ๐Ÿ˜
      Tumben ini komennya bijak juga, biasanya ngelawak terus๐Ÿ˜‚

      Hapus
    2. Mungkin habis minum obat mbak, jadinya bijak.๐Ÿ˜

      Hapus
    3. Abis kesedak temu lawak setermos, jadi bijak banget komentarnya wwkkkkkkwwkkk

      Hapus
  2. Iya juga ya, berrti ga selamanya jujur itu menghasilkan hal-hal baik. Biasanya pasti pahit, tp jujur itu pasti lebih baik dibandingkan ga jujur kan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini namanya misteri kejujuran mas. Hal baik kadang baru menghasilkan hal baik dibelakang. Awal-awalnya kelihatan nyesek.
      Eh...kok kayak film ya๐Ÿ˜‚

      Hapus
  3. Percaya bgt klo astri dulu jujur, aku mungkin salah satu anak akuntansi dikelas yg nilai sering jelek.
    Karena takut untuk tanya temen, sering duduk sendiri, semua dilakukan sendiri.
    Tanya guru malah sering dipojokkan, jadi yaudah ngerjain apa adanya.
    Sempet liat temen jawabannya berlembar-lembar .
    Punyaku kosong, sedih, takut banget gak lulis.
    Psikis sering nangis sendiri, selesai ujian jelas nilai temen-temen bagus2 karena yg ngerjain asli cuma beberapa anak lainnya nyontek.
    Lah akuu ?
    Gpp, yg aku yakinni yaitu kejujuran.
    Dengan berani nyamperin guru akuntansi menjelaskan apa yg terjadi di kelas, siapa yg jujur dan siapa yg ngga.
    Guru hanya menjawab "gpp vi, saya paham. Mana yg jujur dan tidak, nilai itu selamanya tetep nilai diatas kertas. Yg bener* jujur mereka bisa merasakan hasil kerja kerasnya kok, klo km gbisa. Bilang aja akan saya ajari privat".

    Jadi jntinya semangat astrii, guru sebenernya tau kok kemampuan setiap muridnya, sedikit salah paham gpp kok. Ikhlasin ajaa ๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—

    BalasHapus
    Balasan
    1. Novi๐Ÿ˜ƒ
      Iya, aku paham juga gimana novi dulu. Sebenernya novi pinter banget, kita kan kenal dari SMP. Bisa melewati masa sulit kayak gitu adalah hal yang luar biasa. Aku salut banget lho...๐Ÿ˜Š

      Alhamdulilah sekarang aku udah mengikhlaskan. Udah 4 tahun juga.
      Semoga Novi sukses terus sama pendidikan dan karirnya
      Semangat๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ’ช

      Hapus
  4. Tak ada salahnya menjadi jujur, tapi mungkin perlu diimbangi dengan kebijaksanaan dalam menyampaikan. Karena ada kalanya, lebih baik diam daripada mengatakan kebenaran. Biar orang itu mengalami sendiri.

    Namun tetap saja, jujur selalu menjadi pilihan terbaik. Hanya mungkin perlu diimbangi dengan sedikit kebijaksanaan. ๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget. Jujur tapi nggak bijaksana juga bisa jadi bencana bagi banyak orang. Tapi bersikaplah jujur kalau memang jujur itu harus diungkapkan...
      Biar nggak ada kebohongan-kebohongan lainnya๐Ÿ˜

      Hapus
  5. Eh, apa kata bapak ada benarnya juga. Tapi, bisa juga orang-orang yang tidak terbiasa jujur ketika berusaha jujur menjadi tidak dipercaya oleh orang-orang.
    Entahlah Kak...
    Soalnya aku dipercaya saja karena nyata. Wkwkwk...

    Aku punya kebiasaan tidak terbiasa foto berdua dengan cowok. Nah, kalau orang baru pasti nggak percaya. Tapi, temen-temen lamaku percaya karena memang kenyataannya ya itu. Begitu sih. Salah satu contohnya.

    Entahlah ya... Eh, aku malah curhat dong. Maaf.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha...ha.. Ribet juga ya bahas kejujuran. Kadang orang-orang lebih percaya sama pikirannya sendiri atau sama kata orang lain ketimbang dengar langsung dari kita...๐Ÿ˜‚

      Hapus
  6. Perasaan sudah komentar bahkan dapat yang pertama, tapi kok sekarang menghilang. Apa mungkin ada jin ya di blog ini.๐Ÿ˜ฑ

    Kesal juga ya mbak, sudah setengah mati menghafal, mondar-mandir ke sana-kemari ngulang kata-kata yang sama dan Alhamdulillah dapat nilai bagus kok malah disangka mencontek.

    Mungkin gurunya lihat yang lain mencontek jadinya semua murid dipukul rata, semuanya pasti mencontek, padahal kan belum tentu.

    Mungkin benar kata bapaknya, karena yang ngga percaya itu biasa ngga jujur.๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh.. Bikin suasana horor aja mas agus, masak ada jin di sini๐Ÿ˜ฑ
      Mungkin signalnya mas agus lagi eror karena kuota menipis.

      Iya mas, emang nyebelin๐Ÿ˜‚, karena udah ngafalin penuh semangat dan berakhir fitnah. Tapi ya udah lah yau๐Ÿ˜

      Hapus
  7. I feel you kak soal sudah jujur tapi masih dianggap bohong. Menyebalkan memang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menyebalkan banget yak..
      Jadi pelajaran bagi saya untuk nggak bikin jawaban yang sama persis kayak bukunya.

      Hapus
  8. Kok aku keseel banget yaa baca komen gurunya ๐Ÿ˜ข Hanya karena ada anak lain yg tidak jujur, harusnya dia ga boleh ngegeneralisir git yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbk thessa, waktu itu saya juga kesel banget...๐Ÿ˜Ÿ, kesel yang campur sedih. Tapi ikhlasin aja deh...

      Hapus
  9. Astagaaahh, kuterjewer dengan tulisan ini.
    Benar banget ya, saya bahkan dulu sering dibilang aneh, saking saya eh bukan jujur sih kalau saya, tapi berani mengatakan benar ya benar, salah ya salah.

    Sekarang, saya malah kadang diam saja kalau ada orang bohong, dan bener, selama nggak merugikan saya, saya jadi memilih diam saja.

    PAdahal itu nggak baik ya, lama-lama yang jujur malah jadi minoritas :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehe..he.. Saya juga gitu mbk, jadi tulisan ini menjewer relibga saya juga๐Ÿ˜‚
      Gimanaya ya... Bingung, ketika tahu orang lain bohong. Apalagi kalau itu keluarga atau teman. Jadinya diem bae deh, karena nggak mau ribut.

      Hapus
  10. awal kita berlaku jujur memang kadang bikin sebel dan bikin kapok, tapi sesungguhnya kejujuran itu adalah sebuah tabungan yang teramat mahal untuk menapaki hidup di masa datang....hadeuh keren pisan akoh komentar kali ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha... Iya mang. Jujur itu biasanya imbalannya di akhir. Kayak di film-film tuh๐Ÿ˜‚

      Hapus
  11. Aaah, nyesek banget bayangin berada di posisi kak Astria. Jadi ingat pas sekolah dulu, sama seperti yang dialami kak Astria, teman-teman yang nyontek malah dapat nilai lebih tinggi dibanding yang jujur ๐Ÿ˜ญ

    Omongan bapak kak Astria simple tapi langsung menohok ya, dan benar juga kalau dipikir kembali. Mungkin guru kak Astria waktu sekolah pernah mengalaminya jadi ketika beliau menjadi guru, muridnya yang kena imbas ๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha... Sebel ya mbak, tapi hal semacam itu emang sering banget terjadi di sekolahan. Kadang bikin saya jadi malas belajar, tapi kalau nggak belajar saya nggak jago nyontek. Kecuali bangkunya dibelakang, trus gurunya nggak konsen๐Ÿ˜‚
      Tapi serius, saya dulu pernah berniat nyontek. Eh baru mau nulis jiplakan gurunya tahu dan buku saya langsung diambil. Asli malu banget, tapi lebih dari itu saya merasa bersalah banget sama gurunya yang sabar dan sejak itulah saya bilang ke diri sendiri nggak mau nyontek2 kan...

      Hapus
  12. Yaiyalah keselll, aku yang nggak ngalamin aja ikutan kesel, bisa2nya guru auto nuduh begitu, dasar ya.. hhh
    bener sih sepakat sm kutipannya tere liye, hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha... Sayangnya waktu itu saya nggak berani protes mbk, dan malah menyimpan kesel sendirian...๐Ÿ˜‚

      Hapus
  13. Pengalaman adalah guru terbaik.
    Daan .. itu juga terjadi pada diriku kalau faktanya kejujuran itu tak selalu berujung yang baik.

    Nih ya geagara aku cerita ke pacad (sekarang udah mantan) aku bantuin isikan pulsa ke salah satu temanku yang kepepet uang, jadinya pacarku nuduh aku selingkuh.
    Ketjeeeh menjengkelkan ngga seeeh diceritain sejujurnya karena ditanya dia malah jadi kayak bumerang buatku...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh.... Ketjam banget pacarnya. Padahal beneran bantuin temen malah nggak percaya๐Ÿ˜Ÿ

      Hapus
  14. Gurunya keterlaluan mbak. Kalau saya dibegitukan, saya akan menemuinya dan menjelaskan.

    Saya sendiri bukan orang yang jujur 100 persen. Kalau terlalu jujur bisa menyakiti seseorang, saya lebih baik campur opini jujur saya dengan sedikit pemanis yang mungkin tak jujur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakru itu juga berniat begitu mas, tapi nggak jadi. Nggak mau urusan jadi makin panjang juga๐Ÿ˜ฌ
      Brarri kudu pinter-pinter mengatur kejujuran ya. Fokus sama inti terpentingnya aja

      Hapus
  15. Hahaha, kadang aku ngalamin juga sih, gara-gara jujur jadi apes. Tapi gpp, lebih baik jujur daripada beruntung gara-gara berbohong ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya semua orang pernah mengalaminya ya mbk. Dan jujur itu tuh bikin sebel banget.

      Hapus
  16. Jujur atau tidak adalah pilihan.

    Kejujuran tidak akan selalu menyenangkan bahkan seringnya menyakitkan.

    Cuma, berbanggalah menjadi seorang yang jujur karena kejujuran itu sejatinya menunjukkan manusia seperti apa dirimu.

    Jujur pun harus tanpa pamrih. Mau dipercaya atau tidak bukanlah urusan kita, yang terpenting adalah kita melakukan sesuatu yang kita yakin benar.

    Orang tidak percaya, itu adalah hak mereka, tetapi yg terpenting kita melakukannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

    Jangan berbuat jujur dan berharap dipuji atau dimengerti. Lakukan itu karena demi diri sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga semakin banyak orang yang memilih kejujuran dalam hidupnya dan makin banyak juga orang percaya pada kejujuran. Walaupun menyakitkan hidup dengan jujur itu seperti melalui jalan yang benar walaupun jalannya terkadang sulit, kita pasti akan sampai di tempat yang benar juga๐Ÿ˜Š

      Hapus
  17. Walaupun orang nggak percaya kalau kita jujur, yaudahh.. Tapi ini kasusnya guru sih yah, orang yang paling diutamain buat jaga image kita sndiri.. Soalnya ujung2nya ngaruh kenilai. Tapi rasanya nggak adil karena Si Ibu Guru ngejudge tanpa bukti yang jelas. Semisal jawaban ulangannya emnk teori banget harusnya Bu Guru nggak boleh bilang kalau si siswa nyontek tanpa bukti. Tapi yah setiap guru beda-beda juga..

    Yaudah Ikhlasin aja mba.. Kan Allah Maha Mengetahui, Yang terpenting jujur harus selalu diutamakan meskipun dalam kondisi apapun.. hehehe tapi saya nggak munafik yah..

    Sincerely Bayu13K (Seorang yang berupaya jujur walaupun kadang masih bohong)

    BalasHapus
  18. Jujurlah meski itu pahit tapi lebih baik dari kebohongan.
    Kata orang orang tua sich.
    Kita harus selalu jujur kalau nggak mau hidup kita hancur.
    Benar orang yang jujurvakan selalu mendapat lindungan dari Allah SWT sehingga hidup kita pun berkah.

    BalasHapus
  19. Mba astriiii kita samaa deh, kekuatannya di hapalan :p. Hahaha aku bisa menghapal berlembar2 materi, tp nyerah kalo disuruh ngadepin rumus2 matematika, dan fisika. Duuuh itu momok :D.

    Jujur memang udah langka skr. Aku sendiri slalu mengagung2kan kejujuran kalo sdg bicara Ama anakku. Slalu aku bilang, "lebih bgs kalian jujur, drpd bohong yg dosanya besaaaar" . Aku slalu bilang, aku ga bakal marah kalo mereka mau jujur. Ujian jelek, gpp, kasih tau aja, dan kita cari solusi bareng2.

    Soalnya aku belajar dr aku dulu mba. Ujian jelek, aku takut bilang ke papa ato mama Krn pasti diomelin. Akibatnya apa? Aku jd kadang2 bohong ke mereka Krn takut. Ituuu yg aku ga mau anak2ku lakuin.

    Tapi seiring waktu, aku tau, ada beberapa kejujuran yg ga bisa dipake juga. Kalo itu menyakitkan orang lain. Seperti pas suami ngasih aku kado. Aku ga suka dengan isinya. Tp di depan dia, aku berpura2 seneng, karena aku tau itu bikin dia bahagia :D. Istilahnya white lie yaaa. :D

    BalasHapus
  20. kadang memang suka bingung ya kak, mau jujur salah, kalo nggak jujur malah jadi stres, kepikiran, dsb.
    intinya kita harus siap mental untuk berkata jujur dalam keadaan apapun, sekalipun itu menyakitkan :D

    BalasHapus


EmoticonEmoticon