Apa bedanya berpikir, melamun, dan mengkhayal?


Assalamualaikum😁

Hay sob. Hari ini saya benar-benar berpikir keras. Kemarin kan saya bikin artikel tentang manfaat dari melamun. nah, di  kolom komentar, beberapa orang jadi mempertanyakan apa bedanya berpikir,melamun, sama mengkhayal.
Uwah...😂 saya nggak kepikiran sebelumnya. Tapi karena bertanyaan itu saya jadi harus berpikir. 
Jadi satu detik setelah buka mata saya lihat hape. Trus ngecek komentar di blog. Yang kelihatan pertama kali tuh komentarnya mas Agus "apa bedanya melamun sama berkhayal?"
Sebelumnya juga ada komentar serupa dari mas Bondan dan mbk Heny.

Kayaknya kalau dijawab di komen entar kepanjangan. Saya juga masih gamang sama jawabannya. Akhirnya, bangun tidur, mata masih sepet saya langsung memikirkan hal itu.
Sampai ke WC pun saya masih mikir lho😂 sampai saya ngelamun dan lupa, saya udah BAB apa belom sih?

Perkataan di atas sedikit menunjukan bedanya berpikir dan melamun👆

Kemudian saya riset, cari-cari apa bedanya 3 kata itu? Tapi saya malah makin bingung. Garuk-garak ketombe dulu.
Jadi saya putuskan cari di KBBI.
Apa kata KBBI?

BERPIKIR : menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan atau memikirkan sesuatu. Meninbang-nimbang dalam ingatan.
MELAMUN : termenung sambil pikiran ke mana-mana
BERKHAYAL : melihat sesuatu yang hanya ada dalam angan-angan.

Nah, di KBBI aja ditulis beda jadi artinya pasti beda donk. Tapi kalau dipikir lagi, saya bakal miringin kepala dan bertanya "Apa bedanya?"
Ribet dah. 😂😂
Sumpah, saya ketawa mulu sambil mikir. Udah lama banget kayaknya nggak mikir beginian. 
Saya harus membuka kunci dan pakai otak saya yang standart ini. Hu..hu.. Belum sarapan padahal. Tapi enggak apa-apa sekalian olahraga otak.


Menurut saya:

Berpikir

Kita semua selalu memikirkan sesuatu. Bahkan hal-hal yang sepele dan nggak masuk akal. Intinya kita selalu pakai otak kita untuk menanggapi hal-hal di sekitar. Dan itu hanya kita yang tahu.
Baik berpikir, melamun, maupun menghkayal semuanya sama-sama menggunakan pikiran. 
Berpikir membuat kita mencari jawaban dan kita melakukanya secara sadar. Kita bahkan akan mencari sumber informasi untuk menyelesaikannya. Contohnya saya yang lagi mikir apa bedanya berpikir, melamum sama mengkhayal? 

Melamun

Tapi melamun. Orang yang melamun biasanya akan putus kontak sama dunianya. Dia nggak sadar temennya lagi manggil, nggak sadar sama sekitarnya. Melamun ini juga berpikir, yang dilamunkan biasanya hal-hal yang sudah terjadi dan saking seriusnya terkadang kita melamun sambil mencari sebab akibat juga penyelesaian. Seperti saya yang lupa udah BAB apa belum karena mikirin apa bedanya berpikir, melamun, dan menghkayal?

Berkhayal

Nah berkhayal juga pakai pikiran. Berkhayal biasanya dilakukan untuk memuasakan pikiran. Jadi sering kali nggak masuk akal alias ketinggian. Misal saya yang dulu suka ngayal pergi ke desa konoha buat ketemu Naruto atau berkhayal jadi temennya Harry potter. Saya tahu itu nggak mungkin tapi tetap dipikirin.
Bedanya sama melamun, saya masih sadar. Malah kadang sambil ngomong sama temen "wah.. Enaknya kalau bisa temenan sama Harry potter" 
Dan saya nggak berusaha mencari cara untuk mewujudkannya. Stop sampai di situ.

Itulah perbedaannya berdasarkan riset saya? Biasanya jam segini saya udah cuci muka tapi karena menyelesakan pertanyaan ini saya masih tampil mengenaskan, belum cuci muka, belum gosok gisi, belum sisiran. 
Tapi saya puas setelah memikirkannya😁
Menurut saya ketiga hal di atas beda tapi saling berkaitan. Kayak 2 orang yang saling mencintai.
Ea...
Saya sampai bikin coretan, saya pikirin ,saya lamunin, pas keluar kamar eh, udah terang aja di luar. 

Membuka pagi dengan coretan

Ada satu hal lagi yang saya dapat. Kita semua pernah melamun, namun orang yang melamun sampai berlebihan bisa jadi mengalamai maladaptive daydreaming. Kondisi dimana sebuah lamunan jadi terlihat masuk akal dan nyata. Orang yang mengalami kondisi ini bisa tertawa dan menangis tanpa sadar. Jangan sampai gitu ya sob.
Udah ya saya mau cuci muka dulu.  Semoga jawaban ini memuaskan. Dan kalau masih ada yang ingin bertanya, kayaknya saya bakal puyeng😂
Dan terima kasih saya jadi ada ide buat bikin artikel, uhuy.. Senengnya😁

See you...





41 komentar

  1. Waduh, aku ikutan puyeng bacanya. Baru bangun tidur terus baca post kayak gini. Kepala yang masih kopong, nyawa yang masih setengah melayang langsung kekumpul semua 😂

    Nice artikel lho kak! Aku bahkan mengira melamun dan berkhayal itu sama aja. Terus setelah baca penjelasan kak Astria, aku jadi tahu kalau itu beda, walaupun pas baca harus berulang-ulang karena otak belum konek 😂
    Sekalinya konek, langsung panas abis baca huahahaha.

    Jadiii, kita lebih sering melamun atau berkhayal? Wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aha..ha.. Saya bangun tidur juga langsung memikirkan jawaban dari perbedaan ini, akhirnya bisa kusatukan😂

      Kalau saya kebanyakan ngelamun sih sekarang. Dulu jamannya masih sekolah sukanya ngayal ketemu idola kpop, sekarang udah mau tua aja seringnya ngelamun masa depan gimana nih, gini-gini aja.
      Tapi tetep semangat dunk😁💪

      Hapus
    2. Hebat sekali Kak Astria ini, niat juga lho buat nyari perbedaannya 😂

      Huahaha duh sama banget dong! Tapi aku sekarang masih suka ngayal ketemu idol kpop sih #ehh

      Tetap semangat ya Kak Astria ❤

      Hapus
  2. Ohhh.. saya baru tahu tiga kata ini sodaraan... Lahirnya barengan? atau sodara jauh saja..wkwkwkwk

    Hem, tergantung situasi sih banyakan yang mana diantara ketiganya

    1. Awal bulan : berpikir, supaya uang gajian ga habis semua dan ada sisa buat jajan

    2. Tengah bulan : melamun, karena sudah nggak bisa mikir lagi karena ternyata diusahakan sekeras apapun, gaji tetap ludes tak bersisa di tengah bulan

    3. Akhir bulan : mengkhayal, siapa tahu gajian bisa dipercepat atau mengkhayal jadi orang kaya yang nggak perlu mikir di awal bulan

    Rasanya sih persentase kehadirannya sama setiap bulan..

    #kaburdulusebelumdigetok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyup bener banget mas... Perumpaannya lebih enak dicerna ketimbang penjelasan mumet saya di atas😂
      Akhir bulan emang waktunya mengkhayal, tapi sedih kalau ngayalnya kelar.
      Sekarang awal bulan, waktunya mikir nih...bikin rencana sampai akhir bulan.

      Hapus
    2. wakakakakakaka Pak Anton mah palling khatam masalah ketiganya :D

      Hapus
  3. Oh begitu ya mbak bedanya berpikir, melamun, sama berkhayal. Berarti yang paling enak berkhayal, kira kira kapan bisa ketemu sama Song Hye Kyo.😂

    Saya kadang mikir, dulu sebelum lebaran sepertinya mbak Astria jarang update blog, tapi sekarang bisa tiap hari. Apa sekarang mbak Astria kebanyakan melamun ya.😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. Nanti malam kalau mau, bisa ketemu sama song hye kyo, tapi syaratnya kudu tidur dulu trus sebelum tidur ngucap nama song hye kyo 1000 kali.
      Tapi nggak menjamin bakal berhasil😂
      Iya ya saya dulu jarang banget update artikel. Itu karena emang sekarang saya banyak melamun, maklum udah nggak kerja mas😁

      Hapus
  4. Berarti bebeda-beda emang beda yee..🤣🤣

    Kalau berpikir sudah jelas beda dari melamun atau berkhayal...Menurut saya..😊😊


    Tapi kalau menghayal sama melamun kayanya masih saudaraan yaa...11, 12 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kemungkinan saudaraan mas, entah yang lahir siapa duluan. Bisa jadi lahirnya barengan.
      Kembar siam donk ya😂

      Hapus
  5. Wwwkk gegara ngelamun ketiga kata yang 'sepupuan' ini sampai lupa udah bab belum 😅

    Tapi memang iya sih ketiga kata itu kalau dikaitkan sama saja artinya.
    Mungkin perbedaan paling kentara, kalau melamun konotasinya cenderung ngelamun ke arah yang lebih hal-hal indah 🤔

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. Semakin dipikir semakin bingung ya, mereka seperti kembar 3 yang mukanya mirip semua. Jadi susah bedain😂

      Hapus
  6. Super sekali, Mbak Astria. Tapi aku gak setuju kalau Mbak Astria bilang punya otak standar. Kalau aku bilang sih Mbak Astria ini cenderung banyak akal dan filosofis orangnya. Seriusan, gak disangka-sangka lho, Mbak, kok bisa hanya dengan BAB Mbak bisa menemukan beda antara berpikir dan melamun. Sungguh luar biasa sekali pokoknya. 😄

    Jujur kalau aku sih termasuk orang yang gak mau susah-susah mikir. Kalaupun mas Agus tanya pertanyaan yang serupa sih kemungkinan besar bakal aku cuekin. Maklum, otakku ini dangkal banget, Mbak, kalau dipake mikir berat takutnya malah korslet.😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu juga pake riset mbk... Tapi emang saya pinter sih, pinter mengkhayal😂
      He..he...
      Masalahnya pertanyaan mas agus bikin saya kepikiran dan penasaran juga, jadi ini bukan demi mas agus tapi demi diri sendiri (sorry mas agus😁). Kan bahaya kalau melamunnya saya berlanjut setelah BAB. Makan melamun, mandi melamun, bahkan tidur melamun.
      Bahaya kan...

      Hapus
  7. Wuaaahhh mba Astria keren! 😍 sampai dicari lho perbedaan ketiganya ahahaha.

    Kalau saya mungkin perumpaman yang relate ke diri saya itu, berpikir mostly saat kerja atau tulis blog / komentar 😆 while melamun biasanya saat baru bangun tidur, duduk di pinggir kasur sambil lihat view di luar jendela 🤣 biasa saya kalau sedang melamun lebih mirip zone out semacam nggak memikirkan apa-apa, bayangkan apa-apa, cuma diam melihat view di luar 😂

    Nah kalau berkhayal, lebih sering dilakukan saat malam sebelum tidur mba. Dan most of case, hayalannya nggak jauh-jauh dari besok makan apa. Jadi berkhayal itu seperti berpikir tapi ada semacam gambar gitu di atas kepala 🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi kayak kartun ya mbk😁, kalau mengkhayal makan es krim lapis emas. di atas kepala muncul gambar es krim lapis emas. Emang kalau mengkayal kadang suka kelihatan nyata banget. Makanya bisa bikin happy.
      Saya kalau mau tidur malah sering mengkhayal udah tidur, biar tidur beneran😂 maklum, kalau nggak dipaksa tidur kadang nggak tidur-tidur

      Hapus
  8. Wah berarti komen ku kemaren agak nyaris mirip pan mbak yg melamun itu.. Tuh buktinya mbk Astri aja ga sadar udh beol pa blom karena melamun dan fikiran lgi ga fokus alias kosong hi hi... Kadang kerna melamun kita ga sadar.. Dipanggil" diem aja... Kalo berhayal justru fikiran kita kemana" alias jalan"...tpi biasanya ttg hal" yg masih blom pasti ato angan"..kayak menghayal pingin jadi pacarnya Dillan gitu 😂

    Sedang berfikir itu otak kita bekerja alias konsentrasi... Itu sih menurut pendapat saya hihi.. Bingung" daaah 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah kan, makin dipikir makin bingung😂. Panggil dilan aja yuk, minta makan, eh minta bantuan.

      Hapus
  9. Meski sering ditemui pada kehidupan sehari-hari, ini cukup keren untuk diulik. Saya ragu bisa memikirkan hal sedekat dan sesederhana ini meski sering buat pos tentang opini yang secara garis besar dibuat dengan berpikir, cerpen dengan melamun, dan dapat IPK aman dengan mengkhayal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh, dapat ipk aman dengan mengkhayal itu maksudnya gimana ya?😂

      Hapus
  10. Aku suka berfikir dan mengkhayal apalagi kalo lagi melamun haaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. Asal nggak kebanyakan nggak apa-apa mas😂

      Hapus
  11. Menurutku melamun lebih enak, pandangan emang kaya kosong pdahal otak juga lagi mikirin suatu hal, jadi berpikirnya lebih santai 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semacam Diam-diam tapi menghanyutkan gitu ya, orang lihatnya diam nggak bergerak padahal otaknya udah kemana-mana....

      Hapus
  12. Serupa tapi tak sama ya mbak hahaa

    BalasHapus
  13. Kayaknya saya lebih banyak berkhayalnya daripada melamunnya, setiap saat mengandai mulu pengen ini pengen itu tapi eksekusinya ntah kapan 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena mengkhayal emang yang paling mudah mbak, bikin seneng lagi😁 Gratis lagi.
      Iya kan....

      Hapus
  14. Halo Mbak, menarik nih topiknya. Di luar apa yang dijelaskan di dalam KBBI, yang sudah pasti harus kita terima sebagai sebuah 'kebenaran', hehe, menurut saya memang ada perbedaan antara berpikir dan melamun.
    Berpikir itu berarti menggunakan otak, maksud saya otak kita bekerja saat berpikir. Bisa untuk mencari solusi, mengingat kejadian di masa lalu, dsb.
    Kalau melamun itu seringnya memakai perasaan, bukan logika.
    Kalau menghayal, sudah pasti cuma imajinasi semata.

    Mengapa orang yang sedang melamun atau mengkhayal sering terputus dengan lingkungan sekitarnya, menurut saya karena otaknya sedang 'berhenti bekerja', lebih banyak perasaan atau imajinasinya yang bekerja, hehe.

    Maaf Mbak, komentar saya ini jangan terlalu dipikirin serius ya, apalagi dilamunin dan dikhayalin.
    Salam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mas, salam kenal juga😁
      Kalau dipikirin terus makin pusing ya, soalnya emang ketiganya mirip-mirip gitu. Intinya saya paham lah....😁

      Hapus
  15. Hahaha gak pernah kepikiran selama ini, ternyata begini perbedaannya.. Thanks ilmunya Mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mas... Saya juga baru kepikiran lho😁

      Hapus
    2. Ayuk mari berpikir daripada melamun, hahahaa

      Hapus
  16. Wah, aku baru tahu kalau ketiganya memiliki arti yang berbeda. Tapi kalau dilogika sih emang berbeda. Kalau berpikir cenderung menggunakan logika dan akal pikiran, kalau melamun dan berkhayal cenderung menggunakan imajinasi dan nggak mikir gitu :D

    Btw aku baru pertama kali berkunjung ke sini, dan langsung ku follow :D Salam kenal ya Mbaaak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mbak, salam kenal juga😁
      Sekilas mirip ya, padahal beda. Bikin bingung aja. Kalau udah dijelaskan gini kan jadi lega

      Hapus
  17. Sebagai seorang yang suka melamun, kayaknya saya lumayan paham perbedaan ketiganya.
    Eh bentar ada lagi.
    Merenung.
    Itu sama dengan berpikir nggak sih?
    Yang jelas nggak mungkin masuk dalam melamun dan menghayal.

    Nanti tulis lagi ya perbedaannya di postingan baru (wakakakakakakaka, makin sutris dah si Astria :D)

    Btw kalau berppikir mungkin bisa dilakukan sendiri maupun saat sedang bersama orang lain tapi kalau melamun dan menghayal biasanya bakal kacau kalau ada orang lain.

    Paling enak sih menghayal sih ya, asal jangan ketinggian, entar nabrak bulan, jadi benjol hahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ternyata masih ada satu saudara lagi yang belum dibahas😂
      Merenung, lebih ke berpikir ya mbak rey. Merenungkan banyak hal, merenungkan dosa, merenungkan cicilan, merenungkan apa yang direnungkan.
      Udah ah... Saya nggak mau sutris😂

      Hapus
  18. Menurutku melamun itu sudah termasuk semuanya .. melamun itu sudah mencakup berpikir dan menghayal.
    Karena dalam melamun nggak sadar kita juga berpikir misalnya coba ya duly aku begini coba ya aku dulu begitu..
    Btw ada yang sependapat nggak ya sama aku ? Wkwkwkwk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mbk, melamun kadang penuh penyesalan ya...bisa buat intropeksi diri sih😁

      Hapus
  19. Setuju! Melamun itu salah satu anaknya berkahyal, dan berkahyal adalah salah satu anaknya berpikir. Maksudnya, melamun itu yang paling sempit karena fokus ke satu perilaku yang melihatkan kahyalan dan ketidaksadaran akan dunia luar. Sedangkan berkahyal kan bisa dilakukan saat melamun, mengarang cerita pendek, membual di depan teman, atau melukis. Berpikir lebih luas lagi, karena dilakukan juga saat berkahyal, mengerjakan ujian, menyusun skripsi, dan menghitung pengeluaran bulanan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berkhayal is the best ya, sambil ngapain aja bisa. Bikin happy dan gratis pula😁😂

      Hapus


EmoticonEmoticon