Sedih kalau ngomongin bumi sekarang

via.pixabay

Pernah nggak sih sob kalian bertanya-tanya soal usia Bumi? Mungkin pernah walaupun cuma sepintas.
Saya sendiri juga nggak begitu memikirkannya secara mendalam. Tapi jadi kepikiran banget setelah lihat vidio di Youtube, sebenernya isi vidionya nggak membahas soal usia Bumi, melainkan virus corona yang merebak dan jadi momok menakutkan di awal tahun 2020 ini.
Nah, di akhir vidio milik Nessie judge itu, ia sedikit membahas soal usia bumi. Intinya kita para manusia berperan besar dalam membuat Bumi menderita.

Mulai dari penebangan pohon, pembakaran hutan, buang sampah sembarangan, penggunaan plastik berlebihan, penggunaan parfum semprot dan bla bla bla lainnya yang bikin malu kalau disebutin.
Semua hal tersebut berdampak pada mencairkan es di kutub sana. Bumi mulai nggak bisa menjaga iklim lagi, musim hujan, musim kemarau, musim dingin, salju, musim nikahan
Mohon konsennya dikondisikan๐Ÿ™„
Oke maap-maap...

udah nggak bisa diprediksi kayak dulu.
Dari zamannya saya masih SD, global warming ini udah dibahas dan makin parah di zaman sekarang ini. Tapi nggak tahu kenapa banyak banget orang yang nggak peduli alias bodo amat๐Ÿ˜ž
Seakan-akan berita pemanasan global ini cuma angin lalu yang perlu dicemaskan. Nggak lebih penting dari stalking IG doi.

Padahal luas daratan di Bumi ini lebih kecil ketimbang luas lautan lho dan kalau sampai es di kutub mencair maka secara otomatis air laut bakalan bertambah.

Jangan bayangin es di kutub segede es batu yang kalian bikin di kulkas, karena fix itu nggak masuk akal.
Es yang mencair tersebut gedenya bisa segede gunung dengan berat  berton-ton.
Jika masalah global warming ini nggak segera diatasi, maka akan ada banyak banget kota-kota di dunia dengan dataran rendah yang bakalan tenggelam, seperti :

1. Amsterdam, Belanda.
2. Venice, Otalia
3. Banjul, Gambia
5. New orleans
6. Shanghai.
7. Bahkan Jakarta. Pasti udah tahu kan kalau setiap tahunnya air laut di pinggiran Jakarta mengalami kenaikan.

Pemanasan global ini jadi masalah serius sejak tahun 1880, dan pada tahun 1995 es yang ada di Antartika sudah menurun sebanyak 40%.
Nggak cuma masalah daratan yang akan hilang aja, tapi mencairnya es di kutub juga bakal menimbulkan bencana lain yang bikin merinding bulu domba, eh bulu roma✌ kalau kita bahas secara mendalam.

Karena saya bukan ahlinya, jadi saya bakal bahas sepengatahuan saya aja ya.



limbah nuklir
Ada alasan kenapa lebih baik es di kutub nggak pernah mencair dan jangan sampai mencair. Cukup hati ini yang mecair melihat senyumanmu๐Ÿ˜
Karena kita nggak pernah tahu apa yang sebenarnya tertimbun di balik tebalnya gunung es tersebut.
Coba kalian imajinasikan, kira-kira apa yang ada di dalam bongkahan es raksasa tersebut?
Apa iya cuma air aja?
Apa ada istana di sana, harta karun, kembarannya jungkook?
kpoper minggir dulu.

Masalah serius yang akan dihadapi saat es mulai mencair adalah banyaknya limbah nuklir yang berada di sana. Pasti tahu dong betapa besarnya bahaya radiasi nuklir bagi manusia. Dan sejak lama beberapa negara maju seperti Amerika dan Jepang memutuskan untuk mengubur reaktor dan limbah nuklir yang berbahaya ke Antartika. Hal ini karena di sana dianggap sebagai tempat yang aman dan tepat, dimana nggak ada manusia yang tinggal di sana. Jika sampai es di kutub mencair maka diperkirakan radiasi dari limbah nuklir yang terkubur akan menyebar melalui udara ke berbagai tempat. Menimbulkan banyak masalah bagi umat manusia.

Mayat
Baru-baru ini es yang ada di Gunung Everest mencair. Dan tahu nggak apa yang ditemukan di balik es yang mencair tersebut.
Mayat para pendaki yang hilang di sana. Jadi banyak banget orang mendaki Gunung Everest dan nggak pernah kembali karena meninggal di sana, mayat mereka dibiarkan karena berbagai alasan seperti biaya pengambilan mayat yang mahal buanget, nggak ada yang kuat membawa mereka karena area yang terlalu ekstrem dll. Mereka ini mati dan terkubur di dalam lapisan es. Entah sudah berapa lama. Dan ketika ditemukan keadaan mereka ini masih bagus karena suhu dingin yang mencegah terjadinya pembusukan.
Kalau di Gunung Everest aja kayak gitu, gimana dengan kutub?
Katanya, kutub itu dulu merupakan daerah yang nggak dipenuhi es seperti sekarang. Dimana di sana juga pernah ada kehidupan.
Bener atau nggak, jangan tanya saya....๐Ÿ˜

Virus mematikan
Ini yang paling bikin saya merinding. Karena kan tahu sendiri, awal tahun ini dibuka dengan berita virus corona yang bahaya banget, menyebar melalui udara dan sudah memakan banyak korban jiwa. Jujur saya jadi parno karena berita tersebut. Sampai tiap hari lihat Youtube buat cari informasi terbaru. Tergesa-gesa beli masker ke toko, karena makin parno tiap lihat beritanya.

Dan berdasarkan penelitian yang dilakukan para ilmuan pada tahun 2015 lalu di Tibet. Mereka menemukan bahwa di dalam es yang membeku terdapat berbagai jenis virus baru yang sangat mematikan. Virus tersebut masih terperangkap di dalam es, tapi jika es tersebut mencair, mengalir di air, dimakan ikan, ikan ditangkap manusia dan dimakan. Saya nggak sanggup membayangkannya. katanya virus kuno tersebut jauh lebih berbahaya dan mematikan dari virus yang pernah menjangkiti manusia di era kita ini. Contohnya saja wabah Antrax yang terjadi beberapa tahun lalu, wabah tersebut menjakiti ribuan rusa dan menewasakan 13 manusia. Di duga wabah antrax tersebut berasal dari es yang digigit oleh rusa yang kemudian menular ke manusia.

Semoga saja hal-hal buruk tersebut nggak pernah terjadi ya sob.

Mari kita sama-sama mencintai Bumi ini, bucin lah sama tempat tinggal kita. Jangan bucin sama punya orang mulu...
Wkwk....

Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari. Karena menyesal nggak ada hasilnya.

See you....






15 komentar

  1. Iya sih ngeri kalo lihat limbah sekarang, banyak orang membuang sampah sembarang seperti plastik, karet, kaca, racun, bahkan sampai kenangan mantan juga ikut dibuang. Ok konsen dulu..๐Ÿคญ

    Soal virus Corona itu memang menyeramkan, sudah lebih dari 70 ribu orang terinfeksi dan lebih dari 1800 meninggal, sungguh menyeramkan. Ngga kalah serem sama mantan yang kawin ama orang lain.๐Ÿ˜ฑ

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwk, knapa bawa-bawa mantan ya,nggak berat mas?๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
      obrolan serius ini jadi lucu karena mas agus bawa mantan.

      yah, semoga ke depannya kita bisa lebih menjaga bumi ya. dan semoga virus corona segera ditemukan vaksinnya, biar saya bisa tidur nyenyak. soalnya mantan saya ada di sana, baca : krish wu๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜
      (ngehalu time)

      Hapus
    2. Betul, mari kita jaga bumi ini supaya tetap bersih, seperti jaga mantan pacar kita.๐Ÿ˜€

      Hapus
  2. Kalau dipikir-pikir iya juga ya. Udah sejak lama isu pemanasan global itu ada. Tapi memang mencegah pemanasan global tuh sulit banget, karena apa yang kita gunakan sehari-hari menyumbang pemanasan global. Oke lah, kita gak ikut-ikutan tebang pohon di hutan. Tapi kita kan masih pakai kertas, kita masih beli buku buat belajar, kita masih pakai pensil kayu, dan semua itu hasil dari penebangan hutan. Pakai parfum, pakai kulkas, pakai AC, juga menyumbang penipisan ozon.

    Intinya pemanasan global memang gak bisa dihindari sepenuhnya dan memang bumi ini sudah tua banget. Istilah kasarnya kiamat sudah dekat, lah. Jadi selain rajin-rajin tanam pohon untuk meminimalisir pemanasan global dan memperlambat masa pencairan es di kutub, gak ada salahnya kita juga rajin-rajin mendekatkan diri ke Tuhan. ๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak, selain berusaha menjaga bumi kita memang harus berusaha lebih dekat sama tuhan. kalau sudah dekat dengan tuhan kita pasti tahu prilaku apa yang harus kita perbaiki untuk menjaga bumi dan isinya ini๐Ÿ˜Š

      Hapus
  3. duh serem ya, tapi emang apa yang kita lakukan banyak berpengaruh dan berdampak kepada lingkungan. sedikit senang juga karena belakangan aksi go green dan peduli lingkungan mulai naik dan banyak digaungkan. semoga kita bisa berkontribusi sebaik-baiknya terhadap bumi yang kita tempati ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga... semoga... amin ya mas, memang perlu kesadaran banyak orang untuk menjaga bumi. kadang orang mikir yang penting rumahnya aman, bersih tapi lupa kalau rumahnya juga berumah di bumi.
      ya, gitu lah pokonya๐Ÿ˜

      Hapus
  4. Nak, kamu kok lama-lama gila yah kaya saya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwk... masa sih pak, perasaan saya biasa aja๐Ÿ˜‚
      waduh, jangan gila dulu pak, kasihan istrinya.
      peace✌

      Hapus
  5. Lebih baik kita bucin pada bumi ya mba daripada bucin sama laki laki. Hehe. Tapi betul loh, mari mencintai bumi kita yang udah makin panas. Lapisan ozon makin tipis. Kemarin sempat kepikiran kalau di dunia ini barang-barnag terus diproduksi yang pada akhirnya makin ke sini jg sampah makin banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbk ajeng, yuk ngebucin sama bumi. semoga semakin maju zaman,nggak cuman pandai menggunakan tapi juga pandai menyeimbangkan....

      Hapus
  6. Yang virus itu juga menyedihkan ya, kalau dipikir-pikir balik lagi sama ulah manusia sendiri, kadang ngeri mikirin, kira-kira anak cucu kita masih punya kesempatan lebih baik hidup di bumi nggak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terlalu mengerikan mbk, semoga aja generasi yang akan datang bisa lebih mencintai bumi ini.

      Hapus
  7. saya berahrap ada "sesuatu" yang menstabilkan kondisi ini. manusia udah kebanyakan, bumi udah ga sanggup lagi menopang keserakahan manusia. pengen rasanya, setengah manusia ini hilang, biar bumi bisa rehat sejenak sampai 100 tahun ke depan, ini juga demi generasi manusia selanjutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh serem ya, saya jadi ingat berita soal virus corona itu. Yang katanya setiap 100 tahun sekali ada wabah yang menyebar untuk mengontrol populasi manusia....

      Hapus


EmoticonEmoticon