Semua orang berubah, tergantung pandangan yang lain

via.pexels

Semua orang tumbuh dewasa. Siapa di dunia ini yang tidak bisa tumbuh dewasa kecuali peterpan?
Itu lho cerita fantasi tentang seorang anak yang nggak bisa tumbuh dewasa supaya ia bisa bermain selamanya.
Sebuah dongeng yang menarik bukan. Saya pun kalau bisa, juga pengen nggak tumbuh dewasa.
Karena dunia orang dewasa terlalu kejam untuk jiwa saya yang lembut kayak sutra ini
Wkwk...😂

Tapi mana mungkin ada hal semacam itu. Karena faktanya semua orang tumbuh. Kita akan berubah seiring berjalannya tahun. Fisik yang berubah, pikiran yang berubah dan lingkungan yang juga berubah.
Waktu akan membawa kita ke dalam pusarannya. Nggak ada ceritanya orang tertinggal di masa lalu atau terjebak di masa depan. Semuanya bergerak terus. Ketika kita nggak bisa menyesuaikan dengan perubahan yang cepat itu, saat itulah kita merasa tertinggal oleh waktu.

Hadeh, ngomong apa sih, uyul bingung👱
Aku juga🙋

Ha..ha.. Sama, saya juga bingung sebenernya😂

Minta ditabok semua🙄

Sebenernya saya mau membahas tentang perubahan. Karena tiba-tiba saya berpikir bahwa semua orang berubah karena pandangan yang lain.


Baca juga : Jangan asal bicara

Entah iya, entah enggak.
Namun, orang lain selalu punya dampak yang besar dalam hidup manusia. Ya wajar sih, karena kita makhluk sosial.
Semisal, ketika orang bilang "eh kamu cantik banget sekarang"

Saat itu kamu sudah berubah menjadi cantik. Walaupun kamu merasa biasa aja, tapi ketika orang-orang bilang kamu cantik. Ya, kamu berubah cantik.

Begitu juga ketika orang lain bilang "kamu bodoh"
Kamu juga berubah jadi bodoh, walaupun sebenernya kamu... Nggak merasa bodoh.
Satu mulut yang bicara banyak telinga yang mendengar.

kayaknya saya udah pernah bahas ini ya, tapi no problem, mau bahas lagi pokoknya

Pandangan orang tentang kita juga mempengaruhi mindset kita tentang diri sendiri dan kehidupan.
Itulah kenapa, "kalau punya mulut tu dijaga dong, jangan asal jeplak aja. Dosa tanggung sendiri. Masak nggak tahu kalau mulutmu itu udah bikin banyak orang sakit hati, udah mesen tiket ke neraka juga...."

Astaghfirullah...
Saya emosi beneran nih...
Tarik tambang dulu mbak...
Eh, tarik nafas dulu sob

Entah mengapa saya suka gemes sama orang yang suka ngomong kasar dan nggak faedah. Bukan berarti saya adalah orang yang udah bener. Saya sadar, saya masih banyak khilafnya.
Namun sodara-sodara...
Apa yang kamu bicarakan itu bisa mengubah seseorang. Di dalam perkataanmu selalu ada kekuatan. Entah kekuatan setan atau malaikat.

Tajem bener ngomongnya🙄

Biarkan, biarkan saya mengeluarkan uneg-uneg ini. Karena kalau ngomong langsung nggak berani wkwk...😂

Mengapa pandangan orang bisa mengubah kita?
Lebih tepatnya sih mengubah dunia. Saya suka ngiri sama orang yang bodo amat sama perkataan orang lain dengan dirinya. Walaupun dia dianggap bodoh, jelek, dll.
Gimana sih caranya, kasih uang dong...
Hoe🙄
Anu, kasih tahu maksudnya😁

Suka lancang kalau ngomong😂

Bahkan nih ya, kebanyakan orang lebih percaya sama omongan orang lain ketimbang lihat faktanya. "Eh, si anu sekarang jadi sombong lho setelah beli becak"

Becak berlapis emas gitu ceritanya😂

Orang-orang pada percaya dan ngejudge si anu sombong. Padahal dia nggak lagi sombong, tapi berubahlah ia jadi sombong karena pandagan orang-orang terhadapnya.

Sungguh ajaib bukan....

Udah aha, makin lama saya nulis, makin emosi pula.
Tarik nafas dulu, isi energi positif. Saya lagi senang karena mendapatkan kembali energi untuk menulis😊
Jangan sampai mood ini rusak karena mikirin hal-hal nggak jelas.


See you...












4 komentar

  1. Kata Einstein: Tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri. Dan itu dia buktikan dalam teori relativitasnya. Materi tampak hancur, berubah sepanjang masa. Tetapi energi tidak. Energi tetap dan jika dia berubah masih tetap dalam bentuk energi.

    Jadi itu bukan kiasan, itu hukum kekekalan energi. Itu fisika dengan penjelasan yang matimatis. Wajar kita akan berubah dari anak anak, lalu remaja, lalu menjadi dewasa. Dan kemudian menjadi tua renta.

    Saya tidak keberatan...karena memang tidak ada pilihan untuk itu. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. Mas sofyan selain suka coding kayaknya juga suka fisika. Sampai hafal kalimatnya albert enstein. Keren lho, perasaan yang bisa dijelaskan secara logika kayak gitu.

      Hapus
  2. Semua orang kadang berubah, dan perubahan itu kadang di pengaruhi oleh lingkungan.Dan lingkungan yang kayak sutra, biasanya membentuk jiwa yang lembut juga kayak Mbak Astria.Eaaa...! #apaan nih koment saya,hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwk.... bener lho kang,tapi kalau saya, karena kebanyakn baca buku sama nonton pilem, jadinya ngedrama gitu hidupnya
      wkwk...

      Hapus


EmoticonEmoticon