Jadi cerpenis cinta, bahasa gaul "Between"

Jadi cerpenis cinta, bahasa gaul "Between"

Ha... ha... Gegayaan bikin judul pakai bahasa inggris. Soalnya ini tuh bikinnya pas saya lagi suka baca novel teenlit. Novel remaja yang bahasanya pakai loe gue gitu.

Jadi di sini, saya berlagak kaya orang kota, jadi..jadi.. Kalau ada kesalahan, atau percakapan yang aneh. Moon maap yak🙏😁


Between

Via.pixabay


Mereka bilang, cinta itu buta. Tidak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Aku tidak pernah mempercayainya.
Cinta buta, yang benar saja, hanya orang bodoh yang bilang cinta itu buta.

  ''Aduh....'' semua buku yang kubawa berjatuhan di lantai, berdebum menimpa kedua kakiku bergantian.

  ''Aduh... aduh...'' aku berjingkat-jingkat, memegang jari-jari kakiku yang sakit.
Sial.... pagi-pagi gini udah dapat musibah.

  ''Sorry...sorry..., gue nggak sengaja.''

 kebiasaan, kenapa orang selalu bilang sorry, maaf, padahal itu nggak memperbaiki apapun. Kadang malah bikin sebel. Aku memandang sinis anak cowok di depanku. Kuambil buku-buku di lantai,mengumpulkannya. Anak cowok itu berusaha membantuku, tapi setiap kali dia mau mengambil buku aku buru buru mendahuluinya. Setelah buku-buku itu terkumpul aku memandang sinis anak itu sekali lagi, lalu melenggang pergi dengan menyrempet pundaknya secara sengaja.

Eh, ada yang lupa. Aku mundur lagi memandang sinis sekilas anak cowok itu. Ia tampak bingung.

  ''Rasain'' kuinjak kakinya keras-keras.
  ''Auw, gila loe ya'' omelnya padaku.
  ''nggak tuh'' lalu aku buru-buru menjauhinya.
  ''Cewek sinting''
Emang gue pikirin. Aku terus melangkah, berjalan tergesa-gesa ke Lab kimia. Hari ini Meta ada ujian penting. Aku harus mengantarkan buku-buku ini padanya segera.

  ''Aduh, maaf ya Met, telat ya..?''
  ''Nggak kok,ujiannya masih nanti. Loe kenapa? Kusut amat mukanya''
  ''Nggak papa, cuma habis ketemu orang gila di jalan''
  ''Ha...ha..., ya udah, pergi gih. Makasi ya''
  ''Sama-sama'' aku berjalan tergesa-gesa lagi, naik ke lantai 3. Keluar dari lab kimia masuk ke kelas kedokteran. Ruangan sudah penuh saat aku membuka pintu, dosenku sudah berdiri di depan kelas, mengoceh panjang lebar sementara anak-anak tidak ada yang mendengarkan. Bahkan beberapa di antara mereka tidur pulas di mejanya.

  ''Permisi pak..''
  ''Ya, masuk'' aku mendapat tempat di bagian paling pojok. Bersyukur, mumpung lagi capek, curi-curi tidur sedikit nggak papa lah. Aku merebahkan kepalaku di atas meja, mejamkan mata dan bersiap memulai petualangan di dunia mimpi.

  ''Auw'' mimpiku buyar seketika. Seseorang menjitak kepalaku.
Aduh, sakitnya bukan main.

  ''Udah bubar, tidur mulu''

Aku mengerjap-ngerjap, memandang anak cowok yang berdiri menjulang di depanku. Siapa dia? Jam berapa nih?

  ''Udah bubar ya?'' aku menoleh ke sana ke mari. Tidak ada siapapun di ruangan itu. Hanya aku dan anak cowok tak dikenal itu.!

  ''loe kan yang injek kaki gue tadi pagi''

Injek kaki...? Aku mengamati anak itu lebih dekat.

  ''Oh, ya''celetukku setelah ingat. Jangan-jangan ini cowok mau balas dendam.

  ''Gue mau minta maaf, gue yang salah duluan, sorry ya'' dia mengulurkan tangannya, aku hanya memandanya dengan ragu dan curiga sebelum akhirnya mengulurkan tanganku juga. Cowok itu tersenyum. Senyum yang manis, dengan lesung pipit, dapat memikat hati cewek manapun yang melihatnya. Termasuk aku.
Mendadak jantungku jadi deg-degan nggak karuan, grogi, ada perasaan aneh berdesir di dadaku.

Kami lalu pergi ke kantin bersama. Ngobrol ngalor ngidul tentang hal apapun. Ternyata namanya Niko, dia mahasiswa pindahan dari bandung. Dan sama-sama mahasiswa kedokteran kayak aku.
Sejak saat itu aku dan Niko jadi semakin dekat. Kami sering menghabiskan waktu bersama, mengerjakan tugas kuliah atau belajar menyusun skripsi. Aku tidak tahu apa yang kurasakan, tapi perasaanku padanya mulai berubah. Bukan lagi sekedar suka, tapi ini seperti cinta. Niko sendiri begitu perhatian padaku, ia sering memberiku kejutan-kejutan. Memberi bunga, memberi kue, jalan-jalan bareng. Anehnya semua hal itu adalah hal yang dulu selalu kubenci, norak lah,aneh lah, tapi saat Niko melakukannya untukku, rasanya tidak seperti itu. Romantis.yang pasti aku menyukainya.


Baca juga : Cinta Ma, Tina

  ''Prisca, bantuin gue dong, gue bingung nih mau pake yang mana...?'' Meta menggantung 2 baju di depanku, merah dan putih, dua-duanya bagus, cocok untuk meta. Modelnya juga Meta banget.Aku mengamatinya beberapa saat.
  ''Putih kayaknya lebih bagus deh''
  ''Ok, gue coba ya''
  ''Emang loe mau kemana sih met..?''
  ''Jalan. Sama pacar..''
  ''Hah, loe udah punya pacar? Kok nggak bilang-bilang gue''
  ''Sorry, abisnya loe sibuk mulu sich. Loe juga nggak bilang sama gue kalo udah punya pacar''
  ''kata siapa ,enggak kok''
  ''Temen gue bilang kemarin dia liat loe jalan sama cowok,tapi nggak tahu siapa.''

Cowok? oh, ya, itu pasti Niko. Tapi sayangnya dia bukan pacarku sampai sekarang kami masih sebatas teman.

  ''Oh...itu temen gue, bukan pacar kok'' elakkku,tapi dalam hati berharap
  "Amien''
  ''sejak kapan loe punya pacar?''tanyaku menyelidik.
  ''Sebenaernya sich,udah lama cuma gue belom bilang sama loe. Udah  6 bulan.''
  ''Serius, pacar loe setia juga.'' ucapku, teringat mantan pacar meta yang rata-rata cuma tahan 1 bulan.
  ''Dia baik sich''
Aku mengangguk-angguk.Mendadak teringat juga dengan Niko.kemarin dia memberiku bunga, mengajakku jalan-jalan di taman.

  ''Besok,jam 3 sore kita ketemuan di sini ya'' katanya sebelum kami berpisah. Aku mengerutkan keningku, pura-pura bingung meski dalam hati sudah berharap banyak.

  ''Buat apa..?''
  ''pokoknya gue tunggu''
Nanti jam 3 sore, aku melirik jam tanganku. Masih 4 jam lagi.

  ''Woey, senyum-senyum aja, mikirin siapa sich?''

  ''Apa, enggak kok.Udah deh loe pergi sana, ntar telat lagi''

  ''O... iya, ya udah gue berangkat ya, bye''

Jam 03.25 sore, aku tiba di taman. Ternyata Niko sudah sampai duluan. Dia duduk di kursi  kelihatan keren dengan jaket coklat tuanya. Aku berlari menghampirinya.
  ''Gue telat ya, sorry deh abisnya jalanan macet banget''

   ''Oke,nggak papa.''

Aku duduk di sampingnya, berdebar dan berharap-harap cemas.Niko masih diam, tidak mengatakan apapun. Aku meliriknya beberapa kali, mulai kesal dan merasa tidak nyaman dengan situasi ini

  ''loe ma...''

  ''Gue suka sama loe''

Aku terkesiap, meski sudah menduganya, tapi rasa kaget plus berdebar-debar ini nggak bisa di tahan. Dadaku rasanya berdentum dentum. Seperti bom yang mau meledak.

  ''Gue suka sama loe, loe mau kan jadi pacar gue?''

Mau, tentu aja gue mau tapi tidak tahu kenapa rasanya mulutku tidak mau bergerak, tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Akhirnya aku hanya mengangguk angguk, terlalu bersemangat mungkin, karena Niko tertawa melihatnya.
Aku tersenyum malu-malu, senang saat tiba tiba dia mengacak-acak rambutku dan mengecupnya.

Iam so happy....

 Hubunganku dan Niko berjalan dengan baik, bisa dibilang tidak ada pertengkaran selama 4 bulan kami berpacaran. Semuanya berjalan sangat indah, seperti mimpi rasanya. Niko pria yang baik dan pengertian, ada saja hal-hal romantis dan lucu yang dilakukannya untukku.

  ''Kenapa nggak bisa?'' tanyaku pada Niko di seberang telefon.
  ''Sorry pris, hari ini aku ada tugas penting, entar sore deh aku temenin''
  ''Ya udah, bye'' aku menutup telefon dengan sedikit kesal, harusnya pagi ini Niko anterin aku pergi ke toko buku. Sebentar lagi skripsi ku harus selesai begitu juga dengan Niko. Eh...dia malah sibuk ngurusin tugas-tugas nggak jelas.
  ''Loe mau kemana met..??''tanyaku pada Meta yang sibuk mematut diri di depan cermin.
  ''Hari minggu, jalan dong sama pacar..''
  ''Yach, gue sendirian dong di kosan''
  ''Emang loe nggak jalan sama pacar??''
  ''Dia lagi sibuk..''
   "Kalau gitu ikut gue aja"
  "Nggak ah,ntar malah jadi obat nyamuk"
  ''ya udah"
Setengah jam kemudian Meta pergi. Aku memutuskan juga untuk jalan-jalan keluar, menghirup udara segar di pagi ini, biasanya Jakarta pagi-pagi begini sudah panas, tapi pagi ini langit sedikit mendung mungkin pertanda sebentar lagi musim penghujan, semoga kos-kosanku nggak kebagian banjir. Aku berjalan cukup jauh sampai tukang bubur biasa mangkal. Berhenti sejenak untuk sarapan dan ngobrol dengan penjualnya. Menjelang pukul 09.00 gerimis-gerimis kecil mulai berjatuhan, aku buru-buru pulang, setengah berlari sambil menutup kepala dengan tangan. Ternyata musim hujan memang sudah tiba, beberapa orang tampak berjalan hilir mudik dengan payungnya. Aku memperlambat langkahku, sepertinya basah sedikit tidak papa..lagipula memang belum mandi. gerimis gerimis kecil masih berjatuhan, menetes seperti ribuan embun di kepalaku, dingin, angin bertiup lembut membawa hawa dingin yang bagiku terasa menyegarkan.

  "Meta" aku berucap lirih, mengamati Meta yang berdiri di depan kos-kosan bersama seorang lelaki, apa itu pacarnya...?
  "Prisca" teriaknya sambil melambai padaku, aku balas melambai lalu berlari tergesa-gesa menghampirinya. Lelaki itu menoleh, pandangannya bertemu dengan mataku, tampak terkejut. Aku berhenti, tepat ketika gerimis kecil berubah menjadi tetesan hujan.
  ''Niko.." suaraku hilang tertelan hujan yang mengguyur semakin deras, benarkah lelaki di hadapanku sekarang adalah Niko. Apa dia pacar Meta itu..?? aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, hanya berdiri mematung menatap Niko dan Meta bergantian. Ada rasa sakit di hatiku. Niko menatapku dengan pandangan bersalah, berdiri tidak nyaman seolah ingin mendekatiku dan menjelaskan semuanya.
  Malam itu hujan turun semakin deras,di luar angin bertiup kencang beradu dengan pohon-pohon di pinggir jalan. Meta sudah tidur dari tadi sore, sementara aku masih tak bisa mejamkan mata sampai sekarang. Jadi selama ini Niko selingkuh dengan sahabatku sendiri, atau aku yang jadi selingkuhannya. pikiran itu yang menggangguku sedari tadi, rasanya tak bisa kupercaya, niko yang selama ini selalu baik dan romantis padaku ternyata mencintai perempuan lain selain diriku. Dan itu adalah Meta.

Baca juga : Kisah si pria gila

Tadi pagi ketika memergokinya mengantarkan Meta pulang, aku buru-buru masuk ke rumah.
  "Gue masuk duluan ya, ujan nih.." aku tersenyum pada mereka, melirik Niko sejenak. Sebenarnya waktu itu aku menangis, tapi hujan menghapusnya aku bersyukur Meta tak melihatnya, jangan sampai ia melihatnya. Meskipun rasanya sakit tapi akan lebih sakit bagiki jika melihat Meta menangis. Kuusap airmata di pipiku, memandang Meta yang tertidur lelap. Kami sudah lama berteman, sejak SMA tepatnya, Meta selalu baik padaku memberiku bantuan jika aku memerlukannya, ia bahkan pernah merelakan uang jajannya untuk membayar SPP ku waktu itu. Kami selalu menghabiskan waktu bersama. Sahabat selamanya ikrar kami dulu, aku tak akan tega menyakiti hatinya meski itu berarti aku yang tersakiti. Aku akan menyelesaikannya besok.
  Pagi itu, Niko menemuiku lebih dulu wajahnya tampak kusut, sayu seperti orang yang tidak tidur semalaman.
  "Pris, aku mau jelasin semuanya" dia memegang tanganku, menatapku dengan pandangan memohon.
  "Nanti aja nik" kulepaskan tanganku, berjalan menjauh darinya. Akan lebih baik jika aku mulai menjauhinya. Sepajang pelajaran aku hanya menyandarkan kepalaku di meja, sesekali menoleh ke belakang dan mendapati Niko yang juga menatapku. Kami berbicara ketika kelas selesai, ia berdiri di depanku kelihatan seperti orang bingung, aku sendiri tak tahu harus memulai dari mana,
  "Aku minta maaf, aku nggak bermaksud..."
  "kita pisah aja" aku menyela ucapan Niko, berat rasanya mengucapkan kalimat pendek itu, rasanya teramat sakit.
  "Apa..?, kenapa...aku minta maaf, tolong jangan..."
  "Aku nggak bisa Nik, Meta temen aku, lagipula kamu selingkuh..." pandanganku mulai berkabut buram memandang Niko di depanku. Ini yang terbaik. Mengakhirinya secepatnya. Aku tidak mau menjadi dinding antara Meta dan Niko. Mereka 2 orang yang aku sayangi. dan alu tidak mauenjadi orang yang buta karena cinta. Cinta itu hanya satu bikan untuk dibagi teman itu juga hanya satu yang tidakbisa diganti. Bagiku sahabat adalaj segalanya. Jika aku berada diantara keduanya aku akan memilih persahabatanku.

Tamat.

Tuh kan.. Saya pas baca ulang cerpen ini, ketawa ketiwi dan berpikir bahwa ada beberapa bagian yang aneh ada banyak sih😂😂, tapi saya biarken saja biar orisisnil
Wkwk...

See you....

2 komentar

  1. Between itu artinya tentang perpisahan ya Kak? Kalau menurutku sih. Kan endingnya pisah.

    Semangat bikin cerpennya ya Kak, pasti lama-lama juga akan lebih keren lagi kalau bikin cerpen terus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. He..he.. Bukan mbak shandy. Between artinya di antara. Karena tokoh utamanya ada di antara 2 orang yang dicintainya.

      Memang kalau sudah terbiasa, menulis jadi lebih mudah ya...😁

      Hapus


EmoticonEmoticon