Marah, senang, sedih, apa dampaknya bagi tubuh?

Marah, senang, sedih, apa dampaknya bagi tubuh?


via.pixabay

Senang, sedih, marah, kecewa, baper, laper, kuper, lemper...

Eits kebablasan๐Ÿ˜‚

Kira-kira apa ekspresi yang paling kalian sukai. Pasti ekspresi senang kan. Iyalah, siapa yang suka lihat orang sedih, apalagi sampai nangis. Nggak tega euy...
Tapi nggak tiap saat kita bisa seneng. Ada kalanya kita diuji sampai sedih luar biasa, atau marah sampai mata melotot mau copot karena liat gebetan boncengan sama musuh.
Duh.. Entah mengapa saya suka banget bahas cinta-cintaan gitu, padahal saya ini mah nol besar soal cinta.
Benar-benar sotoy ayam saya ni...๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ™
Dan, tahukan kalian bahwa setiap ekspresi yang kalian tunjukan itu punya dampak berbeda-beda bagi tubuh.

Dampak yang bagaimana sih?

1.Marah

via.pixabay
lu, berani sama gua....

Ckckck...
Jangan suka marah sob, selain nggak baik, dosa. Juga karena bikin anak kecil takut๐Ÿ˜
jangan sampai tampang unyumu jadi kayak tampaang preman.

Seseorang yang marah, bisa saja mencoba menahan emosinya yang membludak supaya nggak terlalu bikin malu. Dan kemarahan ini ternyata bisa mempengaruhi cairan empedu lho. Dimana akan berakibat pada pusing, sakit kepala dan yang paling sering, tekanan darah tinggi.
Detak jantung yang meningkat saat marah, akan mnyebabkan nafas memendek dan wajah menjadi merah. Otot juga menjadi tegang sehingga tubuh bergetar.
Drrrt...drrrttt...

Nggak gitu juga kali๐Ÿ™„

Dan kenapa warna merah selalu identik dengan kemarahan? Karena ternyata ketika marah aliran darah ke kapiler mata meningkat tajam, sehingga orang yang marah kadang akan melihat warna kemerahan di depannya.

Orang yang marah bisa jadi sosok yang beda banget. Yang biasanya pendiem. Kalem, tiba-tiba berubah jadi mak lampir. Dan kemarahan menyebakan fokus seseorang hanya terfokus pada satu hal yang bikin dia marah. Nggak peduli lagi sama hal-hal di sekitarnya, pokoknya mau ngamuk aja, mau mukul aja, tonjok aja, dorong aja....๐Ÿ˜ 

Eits, santai bro, jangan ikutan terprovokasi. Calm down... Calm down...



2. Sedih

via.pixabay

Cup-cup jangan sedih ya. La tahzan, sesungguhnya Allah tidak akan memberi cobaan yang melampui batas umatnya.

Kesedihan nyatanya bisa berakibat buruk bagi paru-paru dan pernafasan. Contoh pastinya ya sudah pasti kalau kalian nangis, mau napas aja susahnya minta ampun. Udah kayak kena asma dadakan.
Pernah kan...
Dan lagi orang yang sedih akan mengalami penurunan kesehatan dan lebih mudah terkena penyakit sendi, otot, dan sakit kepala, bahkan mag juga.
Kalau sedih memang makan aja jadi males, tidur juga susah. Hanya air mata yang senantiasa ingin mengalir.
  "Aku tu cuma butuh tisu..."
Udah itu aja kebutuhannya, nasi, burger, indomie...
Lewat....

kasihan kan bu warung jadi berkurang omsetnya

3. Senang

via.pixabay

Ekspresi ini sebenarnya punya banyak dampak positif bagi tubuh. Karena ketika merasa bahagia maka tubuh akan memproduksi sel imun lebih banyak. Bikin sehat lah pokoknya, tapi senang yang berlebihan juga bisa mengganggu fungsi jantung kamu lho. Seperti bikin insomnia dan jantung berdebar-debar.
Yah.. Kayak kalau lagi lihat cowok idamanmu lewat depan rumah dan senyum ke kamu๐Ÿ˜. Semalaman nggak bisa tidur karena keinget terus kan....
Hayoo ngaku....
ah, saya angkat tangan juga๐Ÿ˜

4. Cemas

via.pixabay

Ada orang yang ketika cemas atau gelisah dia akan memegangi perutnya karena sakit. Sepertinya saya pernah begitu. Ternyata hal ini karena rasa cemas menggangu fungsi usus besar dan paru-paru.
Jadi jangan-cemas-cemas ya sob.
Pikirin senyum saya aja pasti nggak bakalan cemas.
Wkwk...๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
mual iya, karena senyumku terlalu manis
hoeks....

5. Takut

via.pixabay

Takut yang berlebihan bisa mempengaruhi fungsi ginjalmu lho. Kamu jadi kehilangan kontrol untuk buang air kecil. Juga berpengaruh pada jantungmu.
Kebelet pipis... Kebelet pipis mulu....
Kalau saya sih jantungnya jadi dag dig dug gluduk-gluduk....

dan tiba-tiba thor datang bawa palu, kirain mau apa, ternyata bantuin kang bangunan.
(bercandda thor✌)

Membicarakan soal ekspresi ini, ternyata di dunia ini ada lho orang yang nggak bisa menunjukan ekspresi apapun. Kelainan ini disebut dengan moebius syndrome. Yaitu suatu kondisi dimana seseorang tidak bisa menunjukan ekspresi yang berbeda-beda. Mereka terkesan kaku dan nggak pernah benar-benar kelihatan senang, sedih, takut, marah, dll.


Ada juga resting bitchface syndrome, sindrom ini membuat penderitanya selalu terlihat galak, marah dan frustasi. Pokoknya nggak bersahabat banget.

Dan kalau saya, kayaknya saya suka banget menunjukan ekspresi senyum, ketawa, padahal hati ini juga sedang menahan lara๐Ÿ˜ž
Ha... ha...

Untuk sobat semua saya bakal selalu tersenyum dan ceria dong, because i love you somat....
Eh, somat? Gaswat nih ntar saya di tabok yang punya.
Pak somat sepurane nggih๐Ÿ™๐Ÿ™
Mari diulang lagi,
Buat sobat semua "i love you so much๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜"

See you....


6 comments

  1. Ya gitulah... Kadang hepii.. Kadang sedih.. Senyum" swndiri asal jgn dibilang ga waras aja... Tiap ekspresi menunjukkan reaksi apa yg ada dalam tubuh kita... Jadi kalo bisa nunjukin yg bahagia aja x ya..๐Ÿ˜. Intinya segala sesuatu ojo keakehan alias ga usah lebay.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, mbak heni bisa bahasa jawa ya...๐Ÿ˜ƒ
      Iya mbak. Emang yang berlebihan itu selalu nggak baik.

      Delete
  2. Mbake ko ga bisa follow yak.. Udh sy cari" ga ketemu ๐Ÿ˜ฑ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masak sih mbak๐Ÿ˜Ÿ, ada kok di atas...
      Hu..hu... Saya jadi sedih nih...

      Delete
  3. Itu internal linknya warna merah, lg marah ya.? Wkwkww

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ha..ha.. Bukan merah mas cuma pink ketuaan aja๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

      Delete


EmoticonEmoticon