Karena bercanda pun ada batasnya

Karena bercanda pun ada batasnya


via.pixabay

Bercanda...
Siapa sih yang nggak suka bercanda. Ini kan kegiatan yang sangat mnyenangkan karena mengundang tawa. Selain itu bercanda juga jadi semacam terapi untuk menghilangkan stress karena seharian bekerja.
Rasanya nggak mungkin deh kalau kamu nggak pernah bercanda. Bahkan ada kalimat yang bunyinya. "Hidup itu cuma candaan, jadi santai saja..."
Iyah, itu saya yang bilangπŸ˜‚
Rasanya kayak pernah denger, cuman lupa di mana.

Tapi bercanda itu ada batasnya juga, ada aturan, ada pakemnya. Ada hal yang nggak boleh disinggung dan dijadikan bahan candaan.
Karena candaan yang awalnya untuk hiburan bisa jadi pisau yang menusuk hati teman. Yah sedalam itulah kira-kira kalau kamu asal aja bercanda.
Trus candaan yang kayak giman sih yang di luar batas itu?

1. Yang ngomongin soal fisik
Ini udah pasti topik yang sensitif. Semua orang pasti punya kekurangan. Dan sebagai teman yang baik kita nggak boleh menjadikan kekurangan teman sebagai bahan lelucon. Misal soal tinggi badan, bentuk hidung, dll. Sekali- dua kali mungkin dia bakan memaklumi tapi kalau sering kali percaya deh, pasti ada waktu dimana dia juga merasa tersakiti, marah dan sebel sama kamu. Candaan tersebut bisa berdampak pada hidupnya. Melekat sampai dia dewasa nanti.
lagian kalau ada hal lain yang isa bikin ketawa,, kenapa harus bawa kekurangan temen?
plis deh, jadilah lebih bijak.

2. Ngomongin soal aibnya
Jangan sekali-kali kamu ngomongin aib teman sebagai bahan bercandaan. Misal kemarin kalian jalan bareng tiba-tiba celana temenmu sobek di pantat. Ya emang lucu sih.... Tapi jangan lah ngomongin hal itu sama teman sekelas. Dia pasti bakalan malu banget.
bagaimanapun juga diketawain banyak temen karena alasan yang kayak gitu rasanya pasti nggak nyaman, mau ikut ketawa tapi mau tutup muka aja karena malu.

3. Bawa-bawa keluarga
Nggak cuma bawa-bawa karung semen yang berat, bawa-bawa nama keluarga itu juga bisa jadi berat kalau kamu sembarangan bawanya.
Gini, singkatnya, bercanda pakai nama orangtua itu sebenernya nggak sopan banget. Pasti pernah kan kalian atau bahkan teman kalian yang manggil orang pakai nama bapaknya.
Ya emang sih itu bercanda yang lucu. waktu SMP dulu saya sering menjumpai hal semacaam itu.

Tapi itu kan nama orang tua sob, jangan sembarangan nyebutnya dong. Gimana kalau sebenernya temenmu nggak setuju.
Apalagi kadang ada yang anak yang manggil temennya pakai nama bapaknya karena tujuan tertentu. Semisal, bapaknya juga punya kekurangan atau apa. Lebih baik manggil pakai nama aslinya deh, karena nama tersebut dibuat dengan cinta dan memiliki arti yang sakral dan penting.



4. Menyinggung sara
Bukan sara nama orang ya. Tapi Sara
"Suku, agama, ras, dan antar golongan"

Udah fix ini topik sensitif banget. Udah banyak perang dan pertikaian yang timbul karena sembarangan membahas sara. Saya sebenarnya heran, kenapa perbedaan agama, warna kulit, dan ras, bisa membuat orang jadi benci sama orang lain. Padahal kita sama-sama manusia. Pasti selalu ada perbedaan.

Bayangin kalau sama semua sama....
Mau manggil juga bingung...
Perbedaan ada supaya kita bisa saling mengenal.
Intinya.
Keep toleransi ya.
perbedaan ada untuk membuat hidup lebih berwarna.



Dan lagi ya jangan menganggap candaan yang kalian ucapkan itu biasa aja.

"Santai dong, kan cuma bercanda"
Begitu kamu selalu bilang, membuat dia merasa bersalah sama perasaannya. Membuat dia merasa, dia memang berlebihan dalam merasa. Tapi hati yang sakit tak pernah bisa berbohong. If its hurts, its hurts"

Begitu bunyi kalimat yang saya lihat di akun ig @Kampusindonesia.

Bercanda memang asyik, tapi selalu ada batasnya. Kita harus tahu bedanya bercanda dan mengejek. Jangan berlebihan karena berlebihan nggak pernah baik.
Dia mungkin ikut tertawa hanya karena nggak mau mempermalukan kamu di depan banyak orang, padahal hatinya tersakiti.

Bercandalah sesuai etika, lucu tapi nggak nyakitin.
Kayak gini nih...

Kamu tahu nggak apa yang paling berarti buat aku?

Apaan?"

Jawabannya ada di kata pertamaku tadi.
Cuit... cuit....

Ea... itu mah ngeggombal.
Bukan saya sob, itu cuma nyonto darin IGπŸ˜‚πŸ˜‚

See you....





14 komentar

  1. wahhh..point 2 nihh yang sering orang suka dibencadain mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas. Karena kadang emang lucu, padahal kita nggak tahu itu lucu apa malah nyebelin buat temen kita

      Hapus
  2. Pernah lihat berita, anak sekolah niat bercanda dengan cara geserin bangku temannya akhirnya jadi celaka. Miris banget...
    Emang bener sih bercanda itu harus tau waktu, tempat dan tujuan #nyambung gak sih πŸ˜‚πŸ˜…
    Intinya bercanda itu jangan sampai membuat orang lain terluka baik itu luka berupa sakit hati maupun sakit fisiknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget mbk... Kadang ada orang yang bercandanya bikin sakit betulan. Nabok keras banget, cubit nggak kira-kira....
      Dikira bantal kali....

      Hapus
  3. Mantul gombalannya yg terahir, langsung saya praktekin ah nanti wkwkw.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk... Pokus ke gombalan yaπŸ˜‚
      Iy mas, langsung praktekin aja, biar dia klepek-klepek

      Hapus
  4. Jadi pengen copas juga nih gombalan di bagian akhir :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha...copas aja mas,Yang sudah punya pasangan pada pengen copas gombalannya...πŸ˜‚
      Kok saya malah belum praktekin ya...

      Hapus
  5. Bercanda gombal lebih baik ketimbang bercanda yang menyakitkan, bahkan jika orang terlihat nggak marah, isi hatinya siapa yang tahu ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. Iya mbk, karena orang bisa aja ikut ketawa tapi hatinya sebel atau malah nangis dan tersakiti.
      Karena itu bercanda nggak boleh asal-asalan....

      Hapus
  6. wah kalo becanda udh main fisik dan sara, gak assik yaa, yang namanya bercanda itu yg ringan" aja biasanya guyonannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. He'eh mbk, kalau bercanda berat-berat nggak kuat, ntar dikira bukan bercanda tapi rindunya dilanπŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  7. paling sebel denger becandaan yg bawa2 keluarga, apan banget kan ya.. tp ini juga sekligus untuk refleksi diri sendiri supaya bercandanya nggak kelewat batas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak,bercanda yang bawa2 keluarga itu bener-bener nggak ada lucunya yang ada malah bikin esmosi luar biasa....

      Hapus


EmoticonEmoticon