Bukan motivator, edisi "gambar diri menurut Lizzie velasques"

Bukan motivator, edisi "gambar diri menurut Lizzie velasques"


Via.pixabay

Hari ini saya kembali dengan ke sok bijakan saya yang diharapkan dapat bermanfaat untuk sobat semua๐Ÿ˜. Maka dari itu saya selaku motivator ala-ala akan lebih serius di sini๐Ÿ˜Œ

Ehem-ehem....
Ada yang bilang manusia itu makhluk paling sempurna yang telah diciptakan. Tapi manusia seringkali menilai manusia lain tidak sempurna hanya dari penampilan luarnya.
Betul?

Bahasa kerennya sih bullying.

Banyak banget kasus bullying terjadi, kita bisa lihat sendiri beritanya di tv. Mulai dari bullying tahap sepele sampai bullying tahap naudzubillah. Yang bikin orang-orang pada esmosi luar binasa.

Saya belajar sesuatu yang sangat berharga dari sosok bernama lizzie velasques.
Biar enak panggil mbak aja ya๐Ÿ˜

Kalau kalian belum tahu mbak Lizzie ini adalah seorang motivator, penulis buku, aktivis, dan youtuber.
Kedengarannya sempurna ya sob.
Tapi nyatanya mbak lizzie ini menderita sindrom marfanoid-progeroid-lipodisteofi.

Suatu sindrom langka yang membuat penderitanya tidak bisa memiliki berat badan yang ideal, atau dengan kata lain penderitanya jadi terlalu kurus.

Mau makan apa aja, kapan aja, nggak bakalan nambah gemuk.

Dalam vidionya di channel Ted, mbak lizzie membahas tentang hal yang harus banget kita dengar yaitu.

"How do you define yourself"
Bagaimana kamu mendefinisikan dirimu?

Mbak Lizzy sendiri mengatakan bahwa butuh waktu lama baginya untuk bisa menggambarkan siapa dirinya. Tentu saja karena ia menerima banyak tindakan bullying selama hidupnya.

Ketika pertama kali masuk sekolah, mbak  Lizzie nggak pernah menganggap dirinya berbeda dengan anak-anak lainnya, dia Berangkat ke sekolah dengan ceria. Lalu ia menghampiri anak perempuan sebayanya dan tersenyum dengan tulus tapi anak itu menatapnya seperti monster dan kabur.

Bullying pertama yang diterima mbak lizzie tapi ia masih tidak paham apa yang salah padanya. Ia masih menganggap dirinya sama dengan yang lain dan dengan percaya diri berpikir dia adalah anak yang keren.

Barulah ketika semua temannya bertingkah sama, mbak lizzie mulai bertanya-tanya apa yang salah padanya,? Ia pun bertanya pada kedua orangtuanya.
Dan jawabnya yang ia terima adalah.

"Yang membuatmu berbeda adalah, kamu hanya terlalu kecil. Kamu punya sindrom ini, tapi ini tidak mengambarkan siapa dirimu. Pergilah ke sekolah, angkat kepalamu dan tersenyum. Tetap jadi dirimu sendiri dan orang-orang akan melihatmu sama seperti mereka"
Dan itu yang mbak lizzie lakukan.

Beruntungnya mbak lizzie ini memiliki orangtua yang sangat sayang dan mendukungnya. Bagi kedua orangtuanya mbak lizzie tetaplah malaikat begitu juga sebaliknya.

Ia tetap pergi kes sekolah dengan percaya diri, menjalani hari-harinyanya.

Tapi tindakan bullying padanya tidak berhenti sampai di situ.

Ia menjalani kehidupan yang sangat berat. Ia selalu berharap bisa menghilangkan sindrom itu dari tubuhnya. Setiap hari ia berharap dan berdoa supaya terbangun dengan keadaan yang normal tapi setiap hari ia berharap setiap hari pula ia kecewa.



Bahkan Ketika umurnya tujuh belas tahun seorang teman mengupload sebuah vidio di youtube dengan gambar dirinya dan memberi caption wanita paling jelek di dunia. Dalam waktu singkat vidio itu ditonton oleh jutaan orang dan dipenuhi dengan komentar komentar buruk.
Seseorang bahkan menuliskan komentar supaya mbak lizzie bunuh diri saja.

Kebangetan banget kan๐Ÿ˜ ....
Dosa besar pasti itu orang yang bikin vidio, siap-siap aja di azab.

Mbak Lizzie merasa sangat frustasi pada saat itu.

  "Bayangkan jika seseorang mengatakan itu kepada anda" katanya dengan emosional di atas panggung. Saya jadi ikut terbawa suasana. Rasanya pengen nglemparin orang-orang yang sudah ngebully mbak lizzie ini pake telur dan tai sapi.

(Huft... Sabar...sabar, motivator mana boleh ngomong gitu...)

Kadang saya bingung, kenapa ada orang yang buang-buang waktunya cuma untuk ngata-ngatain orang lain, cari musuh, cari kebencian, cari dosa. Apa mereka bisa menyebutkan manfaat dari kegiatan semacam itu.
Dan anehnya orang seperti itu selalu punya pengaruh besar.

Setelah bisa pulih dari depresi pasca bullying itu mbak lizzie mulai menata hidupnya. Ia ingin jadi motivator, penulis buku, memiliki keluarga, dan sukses dalam karirnya.

Ia tidak mau hidup menjadi apa yang dikatakan orang-orang padanya. Tidak akan membiarkan orang-orang terus membullynya.
Ia menjadikan semua ucapan negatif yang ia dengar untuk menyalakan semangatnya dan mewujudkan apa yang ia inginkan.

Mbak Lizzie menceritakan kisah hidupnya ini dengan selingan humor tapi juga kalimat yang bisa menampar pikiran kita supaya sadar bahwa hidup kita ada di tangan kita. Kita adalah orang yang ada di balik kemudi kehidupan kita, kita yang menentukan mau kemana kita pergi, mau melakukan apa dalam hidup. Bahwa apa kata orang seharusnya nggak berpengaruh banyak dalam keputusan kita.

Yang dilakukan mbak lizzie pun bukan cuma omong kosong.
Pada akhirnya sekarang ia benar-benar menjadi seorang motivator, penulis buku, dan lulus kuliah. Kisah hidupnya menginspirasi banyak orang di seluruh dunia. Termasuk saya.

Bagaimana anda menggambarkan diri anda? Bukan berdasaran tampilan luar anda, dari mana anda berasal, apa warna kulit ada, kekurangan anda, apalagi perkataan orang tentang anda.

Anda adalah anda. Kehidupan anda yang menentukan juga anda.

Mbak lizzie bilang semuanya dimulai dari keberanian.

Kalau kalian penasaran, bisa langsung nonton bidionya mbak lizzie ini di channel youtube Ted, linknya di bawah ini๐Ÿ‘‡


Semoga menginspirasi. Vidionya itu pakai bahasa inggris, walaupun saya nggak pinter bahasa inggris tapi masih mudeng alias paham lah.


Motivator ala-ala pamit dulu ya sob. Jumpa lagi di edisi motivator selanjutnya.

See you....

17 comments

  1. "Mau makan apa aja, kapan aja, nggak bakalan nambah gemuk."
    Aku banget.. ๐Ÿ˜ญ

    Aku waktu sekolah dulu juga sering kena bully. Tapi yg bikin beda, aku dibully teman-teman seangkatan malah dibela kakak kelas. Kan biasanya yang bully tu kakak kelas ya. Lah ini kebalik. Kata salah satu kakak kelasnya, "Lo ga usah temenan sama mereka lagi. temenan aja samakita-kita."

    Keren nih Lizzie Velasques ini. Nanti kalo aku punya anak, anakku dibully, kata2 orangtuanya Lizzie itu yg aku pake untuk motivasi anakku. hehe. Tiap orang beda dan unik. Ya jadi diri sendiri aja.

    So sejak itu aku gaulnya sama kakak2 kelas. kyaknya mereka nge-geng gitu deh. Jajan bareng di kantin ya sama kakak kelas. Berasa superior aja sampe mereka lulus, ya aku bisa membela diriku sendiri lagian udah ga ada yg bully2 lagi sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah.. ceritanya mbk Ran keren banget. walaupun itu pengalaman pahit tapi pasti ada banyak hal positif yang bisa diambil, bisa menginspirasi orang lain juga. jadikan motivasi buat terus melangkah maju...
      semangat terus mbk Ran...
      semoga juga kalau punya anak nanti anaknya pemberani dan baik hati jadi nggak sampai dibully.
      btw, masih berhubungan sama kakak-kakak kelas baik hati itu nggak sampai sekarang?
      hi...hi... saya jadi kepo berlanjut

      Delete
  2. Campagin self-love dan anti bullying ini memang harus semakin banyak disebarluaskan, karena pelaku bullying nggak sadar bahwa sebatas omongan yang mereka lontarkan bisa bikin orang lain down bahkan depresi. Tapi kita juga harus bisa untuk tidak memperdulikan omongan orang-orang. Kalau kata cherrybel (ketahuan banget abege jaman old) "kamu cantik..cantik..dari hatimuuuuu".

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak saya setuju banget, sesepuluh malah. Pokoknya jangan sampai ada tindakan bully lagi yang bisa menyakiti sesama manusia. Kita hidup bersama untuk saling menyayangi dan membantu bukan menyakiti. Mari sama-sama kita nyanyi lagunya cherribele "kamu cantik-cantik dari hatimu" ☺☺๐Ÿ˜Š

      Delete
  3. Twrima kasih telah berbagi kisah lizzie velasques mbak Astria. Sungguh saya butuh asupan konten macam ini. Langsung kepoin Youtubenya dong๐Ÿ˜€

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mas rizal... Senang bisa kasih asupan semangat, karena kalau asupan gizi saya nggak bisa he..he..๐Ÿ˜
      Langsung cuss ke youtubenya aja mas...

      Delete
  4. Perlu sekali belajar dari Mbak Lizzie, arah kehidupan kitalah yg menentukan bukan menurut perkataan atau penilaian orang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, kita boleh mendengarkan kata orang tapi yang baik-baik aja, yang nggak perlu masukin ke telinga kanan buang ke telinga kiri aja๐Ÿ˜

      Delete
  5. semua dimulai dengan keberanian ,,, nice

    ReplyDelete
  6. Perundungan atau bullying memang kerap terjadi di mana saja termasuk di luar negeri. Entah kenapa mereka yang melakukan bullying menjadi makhluk paling indah dibanding yang di-bully. Padahal di mata Tuhan semua sama.

    Aku salut sama Mbak Lizzie. Berani memulai dari diri sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya mbak, kenapa yang suka bully malah jadi terkenal. Apa karena pada takut...
      Semoga saja ke depannya kasus bully makin berkurang dan nggak ada...

      Delete
  7. Ya ampun, para emaks khususnya saya jadi iri.
    Mau makan apapun tetep kurus???
    Saya mau makan es krim 2 liter, cokelat 1 lusin, kripik 1 kg, indomie rebus pakai cabe dan telur 2 bungkus, brownies beberapa potong.

    Tapi memang ya, kalau terlalu kurus juga nggak asyik, saya dulu pernah kurus, eh salah sih, kuruuuusssss banget.
    Makanya saya dan teman2 saya dulu kaget, kok saya bisa endut juga ya hahaha.

    Btw juga, bully itu nggak asyik banget, tapi selain kita menyerukan anti bully, ada baiknya kita juga menyerukan agar kita semua, semakin pandai memanajemen hati :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh, ternyata mbak rey makannya banyak juga ya. sebelas duabelas sama saya. saya juga dulu waktu kecil badannya kerempeng mbak, eh sekarang kok gampang banget lebarnya..ha...ha...

      ketika sedang dibully terapkan prinsip bodo amat ya mbak....biar nggak kepikiran dan jadi stress

      Delete
  8. sepertinya emang hampir semua orang ya pernah kena bully, baik secara ringan mau pun dalam tingkat yang tak termaafkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, hampir semua orang pernah. walapun nggak berat tapi pasti membekas di pikiran

      Delete
  9. wahh ceritanya lumayan panjang banget yahh...tentunya banyak hikmah yang harus dipetik dari hal itu..hhhee

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon