LEE (Cerpen)

LEE (Cerpen)

Yuhu... Akhirnya bisa kembali menulis setelah kemarin berusaha memulihkan mood yang berantakan karena harus mulai masuk kerja...
He..he...
Gini nih, udah kelamaan libur giliran harus masuk, berat bangettt...

Lebih berat dari rindunya dilanπŸ˜‚

Terutama di bagian bangun paginya😁

Di tulisan pertama setelah kelar liburan ini, saya mau membagi sebuah cerpen yang saya buat sewaktu sekolah, jadi mungkin agak berantakan, tapi tenang...
Karena sudah saya sentuh dengan sentuhan ajaib....
He..he.. Di edit maksudnya😁😁
Saya persilahkan kepada saudara dan saudari untuk duduk, makan, tiduran juga bisa, sambil baca cerpen di bawah iniπŸ‘‡πŸ‘‡



LEE


Via.pixabay

Jam 16.30

Setahun yang lalu semuanya di mulai, di tempat ini aku bertemu dengannya, di taman ini aku pertama kali berjabat tangan dengannya, menyebutkan nama kami masing masing.

  ''Lee''

  ''Vivi''

Ada getaran aneh waktu itu, semacam perasaan senang bercampur deg-degan. Waktu itu kupikir aku seperti anak belasan tahun yang pertama kali bertemu pangeran dari negeri dongeng, konyol sekali. Dia berasal dari Korea sudah setahun tinggal di Indonesia, bekerja dan menetap di sini.

Kami sering jalan bersama entah itu sekedar minum es di pinggir jalan atau makan ice cream di kafe. Lee pria yang lucu. Dia selalu mengatakan betapa besarnya mataku, dan aku selalu bertanya.

  ''Tidak bisakah kau membuka mata saat tertawa?'' kami selalu tertawa setelah mengatakan itu, bercandaan basi yang ingin selalu kulakukan dengannya.

Lama-lama hubungan kami semakin dekat, getaran yang kurasakan setiap berada di dekatnya menjadi sebuah ketergantungan. Perasaan itu tumbuh semakin besar aku ingin selalu melihatnya, sepanjang waktu.


  Jam 16.30, di tempat ini, 9 bulan yang lalu akhirnya Lee menyatakan perasaanya padaku.

  ''Maukah kau jadi pacarku?'' Begitu katanya waktu itu, aku tersenyum, meraih bunga yang disodorkannya padaku. Lee bangkit, tersenyum malu-malu, aku tahu pipiku pasti memerah.

Aku sudah lama menunggunya mengatakan itu.

kami lalu menghabiskan hari itu dengan jalan bersama, bergandengan setiap saat, sesekali saling pandang dan tertawa.

  Jam 16.30, di tempat ini. Dulu setiap hari sabtu Lee menyatakan lagi perasaannya padaku, memberiku bunga yang sama seperti saat pertama menyatakannya. Dia bilang

  ''Agar perasaanku tetap sama seperti saat pertama melihatmu'' Aku selalu tersanjung, bagiku itu adalah hal yang sangat romantis, apalagi dia mengucapkannya dengan pandangannya yang teduh. Setelah itu kami mengelilingi taman bersama, membeli sesuatu yang bisa kami bagi berdua. Terkadang makanan tapi terkadang juga benda-benda lucu. Aku masih menyimpan benda benda itu sampai sekarang.


Sungguh, hari-hari itu adalah hari-hari-paling bahagia dalam hidupku. Aku tak menginginkan apapun lagi selain tetap bersamanya.

  Jam 16.30, di taman ini juga, 6 bulan yang lalu Lee melamarku, menunjukan sepasang cincin yang indah sebagai bukti cintanya. Aku memandangnya lamat-lamat mencari keseriusan di sana, dan aku tahu ia serius.

Tapi entah mengapa aku ragu, bukan karena aku tidak mencintainya, tapi hubungan ini baru saja dimulai aku tak ingin tergesa-gesa. Aku ingin menikmati masa-masa ini lebih lama lagi..

  ''Tapi Lee, kita baru saja pacaran''

  "Lalu kenapa? Aku tulus menyayangi kamu, bukankah lebih baik kalau kita segera menikah"

Aku terdiam di hadapannya, "aku-belum siap"

Di luar dugaanku Lee marah-marah. Itulah pertama kalinya aku melihatnya marah dan dia pergi begitu saja, meninggalkanku sendirian di taman.
Aku tidak mengerti. Kenapa Lee begitu marah, aku bukannya menolak,aku hanya tak ingin tergesa gesa.

Tidakkah dia bisa paham...

Sejak hari itu susah sekali menghubungi Lee,ia juga tak pernah menghubungiku Aku benar benar sedih, memikirkannya sepanjang waktu, sampai semua pekerjaanku berantakan. Apa Lee begitu marah padaku? Kenapa? Atau cintanya hanya sebatas itu.

Setiap hari, setiap jam 16.30 aku pergi ke taman ini berharap dapat bertemu lagi dengan Lee, berharap ia juga datang kemari.Tapi 3 bulan berlalu, tak sekalipun aku bertemu Lee. Selama itu semuanya berlalu sia-sia, Lee seperti hilang, atau jangan-jangan ia kembali ke korea. Aku putus asa tapi tak bisa melupakannya.

Lee satu-satunya yang aku cintai, dan hanya dengannya aku bisa merasakan yang namanya cinta. Sepanjang sore kuhabiskan dengan menangis di taman itu, menyesal, kenapa aku tak menerima lamarannya waktu itu.

Suatu hari saat aku sedang duduk di taman seorang diri, seseorang menghampiriku.

Seorang wanita, berpostur tinggi, cantik sekali, kulitnya putih bersih dengan rambut sedikit pirang.

  ''Apa kau, Vivi?''

  ''Ya'' jawabku sambil menyeka air mata.

  ''Aku sean'' kami lantas berjabat tangan

  ''Maaf karena aku baru datang"

Aku tidak mengerti apa maksudnya, tapi kata-kata itu membuat hatiku terasa sakit, mengingatkanku pada Lee, seolah-olah Lee yang mengatakannya.

  ''Maaf untuk apa?''

  ''Untuk Lee'' Aku tak bisa lagi menahan diri, mataku berkaca kaca, buram memandang wanita di hadapanku, air mata itu jatuh, mengalir deras di pangkuanku.

Lee....


Nama itu terasa jauh sekali, aku benar-benar merindukannya. Dimana ia berada? Dan siapa wanita ini, kenapa ia mengenal Lee?

  ''Aku menyukai Lee dari dulu,sejak pertama melihatnya di korea. kami berteman akrab, tapi perasaanku padanya, tidak seperti yang ia pikirkan. Aku mencintai Lee'' wanita itu memandangku, sementara aku masih berurai airmata, sebenarnya apa yang terjadi?

Mungkinkah prempuan ini...

  ''Tapi Lee,tidak punya perasaan yang sama denganku, dia mencintai prempuan lain. Dia bilang padaku, bahwa ia tidak bisa mencintai prempuan lain lagi. Kamu beruntung vivi''

  ''Tapi Lee melupakanku, dia meninggalkanku''

  ''Itu tidak benar,Lee sangat mencintaimu, kau pasti tahu itu''

Aku tidak bisa mengatakan apa apa,hanya diam, mencoba menenangkan diri.

  ''Dimana Lee..?''tanyaku kemudian, memecah keheningan diantara kami. Sean menatapku dalam. Ada perasaan iba di matanya, seolah enggan mengatakannya padaku.

****

  Hari ini Jam 16.30 aku pergi ke taman ini lagi, berkeliling, mengenang masa-masa indah antara aku dan Lee. Mendatangi tempat-tempat yang dulu sering kami kunjungi.

Sudah 3 bulan ini aku menunggu Lee di rumah sakit, menanti ia membuka matanya lagi, setelah 6 bulan lamanya koma. Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan, setiap hari aku membawakannya bunga menceritakan kegiatan kegiatan yang kulakukan hari itu, tertawa di sampingnya. Tapi itu tak mengubah apapun, Lee tetap diam.

Dokter bilang Lee mungkin tak sadar tapi ia bisa mendengar, bisa merasakan, karena itulah aku tak mau meninggalkannya, tetap mencintainya. Tapi tetap saja tak bisa kupungkiri bahwa aku mulai putus asa. Akankan semuanya kembali seperti dulu atau semua ini justru akan membuat luka yang baru. Aku takut Lee akan terus memejamkan matanya, aku takut ia tak akan bangun lagi, selama menemani Lee aku selalu mencoba bersikap tegar, tidak pernah sekalipun menangis di depannya, tapi begitu aku menjauh darinya barulah rasa takut dan sedih ini menggenggamku lagi.

 Apa yang harus kulakukan? Terlebih lagi orang tuaku mulai kesal padaku, mereka bilang aku bodoh, dungu, menanti seseorang yang mungkin sudah mati. Memintaku meninggalkan Lee,tapi aku tidak bisa, Lee segalanya bagiku, selama ia masih bernafas aku akan selalu mencintainya.

  Jam 18.30, aku kembali ke rumah sakit, membawa bunga mawar dan sebuah buku untuk Lee. Hari ini aku ingin membacakan sebuah cerita untuknya, ''Romeo dan juliet'' mungkin cerita itu memang sudah basi, sudah ribuan kali di baca. Tapi aku ingin aku dan Lee seperti itu, saling mencintai sampai mati.

  ''Nah, bagaimana Lee, apa kau menyukai ceritanya? Aku berharap kita bisa seperti itu. Saling mencintai sampai mati, aku akan selalu setia menunggumu, menjaga cinta kita, tapi berjanjilah padaku kau akan bangun'' Aku menggenggam tangannya, berharap ia dapat merasakan tulusnya cintaku. Kupandangi Lee lekat-lekat. Kapan mata itu terbuka? Apakah kau tidak rindu padaku Lee?

Tiba tiba aku merasakan gerakan jari Lee pada tanganku begitu singkat tapi aku tahu ia bergerak.
Aku terkesiap, mungkinkah?

Kupandangi mata itu, berdoa dalam hati semoga mata itu terbuka. Tapi sekian menit aku menunggunya, hanya diam yang kulihat. Tidak ada apapun. Rasanya aku ingin menangis. Tidak bisakah kau membuka matamu Lee, aku di sini, menunggumu, tidak kah kau merasakannya?

akhirnya aku menangis terisak-isak di samping tubuh Lee, aku tak bisa lagi menahannnya. Sudah terlalu lama, tapi aku juga tak bisa meninggalkannya.

Lee,kumohon  bangunlah...

 Sebuah tangan hangat mengusap rambutku. Begitu lembut, seperti ...
seperti  Lee....

kuangkat kepalaku, terpaku menatap mata teduhnya yang terbuka. Ia tersenyum.
Lee dia sudah sadar

  ''Lee'' Aku memeluknya, menumpahkan semua kerinduanku selama ini.

  ''Maaf...'' ucap Lee lirih. Aku mengangguk angguk, menyeka air mata di pipiku.


Jam 16.30 besok, aku yang akan melamarmu.


Sekian dan terima kasih...
He...he...

Waktu baca cerpen ini lagi, setelah sekian lama mengendap di dalam draft laptop.

(Ngomong-ngomong laptop saya udah jadi lho, senengnya😊😊)

Saya agak gimana gitu bacanya, ya Allah saya dulu nulis cerita kayak gini yaπŸ˜‚, cinta-cintaan yang aneh, lebay....
Dan nggak ada kejutannya.
Tapi daripada tetap mengendap lebih baik ditaruh di sini, siapa tahu ada yang suka.

Juga, sebenarnya karena bingung mau nulis apa, mau nulis fakta unik tapi butuh waktu untuk riset dan belajar, dan kalau lagi kerja gini...
Behh... Pikiran semrawut.

Yang ada bukannya fakta unik. Tapi malah fakta gak jelas.

Semoga kedepannya bisa segera nulis yang unik-unik lagi dan bisa menulis cerita yang lebih menarik.

See you....😊😊


22 comments

  1. Selamat ya mbak Astria laptopnya udh diperbaiki, jadi lebih sering update artikel nih,...Cerita roman berkaitan dgn korea, apa terpengaruh demam drakor nih mbak hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, semoga bisa rutin updatenya....
      He..he.. Kayaknya memang teroengaruh drakor mas, soalnya dulu emang lagi seneng-senengnya sama kpop wkwkπŸ˜‚

      Delete
    2. Cuma saya nih belum demam korea hehehe

      Delete
  2. Hehehe sudah nebak endingnya sih, soalnya kan saya dulu suka baca novel teenlit dan cerpen remaja. Sekarang udah jadi emak2 baru deh seringnya baca buku dan artikel parenting. Terus berkarya ya mbak. 😍😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbk, semangat berkarya.
      Wah... Apa saya besok kalau jadi ibu juga bakal lebih suka baca parenting ya....πŸ˜€

      Delete
  3. uuwww, jd ikutan bayangin akutu.. wkwkwk..

    ReplyDelete
  4. Sebagai mamak-mamak saya jadi mengenang masa lalu, hahaha.
    Selamat yaaa akhirnya laptopnya udah jadi, kudu disayang-sayang tuh, jangan kayak saya, maksa laptop kerja keras, akhirnya dia is died hiks

    Btw ikut grup KBM gak di FB? kalau cerpen enakan nulis di sana loh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbk, semoga laptopnya bisa awet setelah bangkit dari kematian wkwk
      saya ikut grup KBM di FB ternyata, cuma lupa jaa he...he...kalau bikin cerita lagi mungkin mau share di sana

      Delete
  5. saya selalu baca yang endingnya tragis

    ReplyDelete
    Replies
    1. ha...ha... yang ini nggak tragis kok mas, capek juga kalau nangis terus

      Delete
  6. Kok nama karakter nya dari Korea sih, Lee.

    Disini juga ada kok yang namanya Lee tapi asli pribumi, yaitu pecel leelee..πŸ˜‚πŸ˜‚

    Nama pemerannya yang lebih membumi kek, misalnya Paijo dan Painem..πŸ˜€

    Tapi cerpennya bagus sih, walau endingnya dapat ditebak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkw...... pecel lele itu nama cewek apa cowok ya mas....
      mungkin lain kali bisa saya bikin cerita asmara paijo painem...
      boleh juga idenyaa mas agus
      luar biasa inspiratif

      Delete
    2. Cowok lah, orang Jawa kalo manggil anak kecil laki laki kan Lee

      "Lee, ayo mangkat wis awan"

      Nah, keren kan, padahal namanya aslinya paijo, tapi manggilnya le, tole kepanjangannya..πŸ˜‚

      Delete
    3. Eh, lhadala mas agus kok paham bahasa jawa juga, aslinya orang mana mas....?
      Terkejoet saya...πŸ˜‚

      Delete
    4. Anu, saya orang aring mbak...πŸ˜‚

      Kenal kan..😜

      Delete
  7. Ceritanya bagus, kalo dipanjangin pasti lebih bagus. Segini aja aku udah baper. Apalagi kalo dibikin panjang-panjang. BAM!! Kena tuh langsung mewek...

    ReplyDelete
    Replies
    1. mau dibikin lebih panjang tapi otaknya udah mentok segitu aja, he..he...

      Delete
  8. Khayalan juga bisa memunculkan karya

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he.. Bener banget, hala-hal hebat bisa muncul dari imajinasi....😊

      Delete
  9. wah cerita pendek alias cerpennya ngena banget di hati kak. keren lah pokonya.. sebisa mungkin si lanjutin kak jadi novell.. sapa tau menghasilkan hihi semangat berkaryaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... Maksih mbk, amin... Semoga kelak bisa bikin buku juga
      He..he.. 😁

      Delete


EmoticonEmoticon