Dia yang tak bicara

Dia yang tak bicara

Saya punya hobi corat-coret dari kecil, setiap buku tulis yang saya punya nggak pernah luput dari tulisan dan gambar abstrak. Siapa pelakunya?
Ya saya๐Ÿ˜‚
Jadi saya itu suka menulis di lembar paling akhir buku tulis, intinya saya suka banget lembar-lembar terbelakang buku tulis.
Depannya pelajaran, belakangnya nggak karuan.
Semua buku tulis saya begitu, dan yang lebih buruk saya suka nyobekin buku buat bikin tulisan atau gambar-gambar gaje .
Alhasil buku tulis saya jadi yang paling jelek dan tipis pas dikumpulin, sampai pernah ditegur guru๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Tapi tetep aja nggak bikin kapok, malah semakin menjadi.

Di bawah ini salah satu hasil corat coret saya. Tapi karena udah nggak sekolah jadi coretannya pindah ke hape.

Ok... Tes...tes... Kita mulai dengan penuh penghayatan๐Ÿ˜



Dia yang tak bicara
Via. We heart it

Ia tak pernah mengeluh, tak pernah pula mencaci.
Sebab ia tak pernah bicara.
Bukan, ia bisa bicara.
Hanya saja bicara memberikannya luka, mengingatkannya pada kisah lama.
Atau sebab bicaranya tak pernah di dengar siapa.

Sebab itu lah aku membencinya.
Menilainya aneh dan menjijikkan.
Melemparinya dengan ucapan busuk yang menyakitkan.

Bagiku ia bukan manusia.

Aku dan ia bersaudara namun tak memiliki darah yang sama. Wajah kami berbeda begitu juga sifat kami.
Aku tak menilainya baik, tak menilai diriku  pun jahat.
Tak ada manusia yang jahat, segala sesuatu ada sebabnya bukan....

Jadi jika aku melihatnya, aku akan berpaling. Jika aku terpaksa harus menemuinya aku tak akan menatapnya.

Bertahun hidup bersama tak membuatku mengenalnya, malah benci yang kurasa semakin terasa.
Syukurlah, ia tidak bicara, jika iya. Maka aku akan melemparinya dengan kaca.
Menginjak perutnya sekuat tenaga, benci, benci, hanya benci yang tersisa.

Baca juga : Cinta Ma, Tina

Kenapa?
Apa aku juga bukan manusia?
Sudah kubilang, semua ada sebabnya.

Ia yang hanya hidup dalam diam, sepi sebagai jalan hidupnya. Sendiri dan kesepian, sungguh kasihan, tapi siapa peduli. Toh ia juga tak peduli dan hanya diam saat adikku minta diselamatkan.

Dalam kebakaran, malam itu. Ada jeritan, ada tangisan, terlebih ketakutan.

Dia terasingkan, mungkin karena sebuah dendam.

Lalu suatu ketika, mulutnya terbuka, matanya berkaca-kaca dan aku tak sengaja, melihatnya.

Untuk pertama kalinya ia bersuara.

Jantungku seakan berhenti seketika.

  "Sakit"

Saat itu aku menangis.

  "Sakit"

Saat itu aku menjerit.
Jangan bicara!

  "Sakit"
Saat itu aku sudah jatuh terduduk

Aku tidak tahan, menutup telinga, tak mau mendengar suaranya.

Namun matanya, berbicara

Mata sayu itu menceritakan banyak kisah pilu dan luka yang berdarah, parah.
Mata itu menusukku dengan perasaan bersalah.

  "Sakit"

Aku menutup mata, menutup telinga, hingga tinggal sunyi yang meraba.

Tapi ini justru terasa lebih menyiksa. Sunyi ini merasuki pikiranku, mengikatku dalam bayangan "dia yang tak pernah bicara"
Sunyi ini, menunjukanku, perasaanya.
Betapa dia juga tersiksa akan penyesalan di masa lalu, tak mampu mendengar suara kehidupan lagi, tak mampu melihat meski ia bisa, juga tak bicara meski ia ingin.
Sepi ini menelanku perlahan.

  "Sakit" aku bergumam yang kemudian menjadi jerit tertahan dan hanya diam.

Baca juga: Bujo (cerpen)


Ada yang tahu maknanya?
Ha..ha.. Sebenarnya itu cerita, kalian juga pasti sudah tahu maksudnya karena saya nggak nyembunyiin apa-apa dari awal.

See you...๐Ÿ˜ˆ


22 comments

  1. Saya udah baca berulang kali tapi belum nemu maksudnya ๐Ÿ˜‘ ah dasar aku.

    Betewe kalau saya sih dulu sukanya gambar gambar. Jadikan pas sekolah smp tuh buku pada disampulin nah saya mah ekstrim malah sampulnya yg saya oret oret saya gambar wkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he.. Ternyata benar, temen saya juga nanya itu maksudnya gimana?

      Untuk sementara saya simpan dulu jawabanya, siapa tahu ada yang paham๐Ÿ˜

      Anak cowok emang banyak yang suka gambar ya, temen-temen saya dulu juga gitu, sampul buku tulis yang awalnya rapi dan unyu jadi berbentuk monster dan kawan-kawan๐Ÿ˜‚

      Delete
    2. hiks samaaahh, padahal biasanya saya paling suka tulisan berbentuk puitis gitu, tapi kenapa sekarang saya kurang ngeh ya hahaha

      Delete
    3. He..he.. Tenang mbk rey, udah saya remake di postingan selanjutnya๐Ÿ˜

      Delete
  2. Saya ingatnya dulu malas nulis di kelas jadi bukunya awet hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ha..ha.. Tapi nggak tidur kan mas.....
      Saya dulu kalau malas nulis pelajaran tulisan jadi diseret, jelek banget๐Ÿ˜‚

      Delete
  3. Aku rasa dia adalah...

    Ah, ternyata ada juga yang suka Corat coret buku ya, kirain cuma anak saya saja, padahal masih sd tapi suka corat-coret ga jelas..๐Ÿ˜๐Ÿ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dia adalah...
      Nggak tahu juga...

      Bagus dong mas, anak kecil harus gitu. Asal nggak coret-coret muka bapaknya aja.. Riber urusannya kalau gitu๐Ÿ˜‚

      Delete
  4. apakah ini sebuah curhatan dari gadis tetangga , dek :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he... Ini tulisam ngawur pas lagi nganggur, dari pada tidur mas๐Ÿ˜

      Delete
  5. Saya juga belum nangkap maknanya, wkwk

    Jaman sekolah, bukuku selalu rapi karena saya selalu minta teman lain selembar kertas sobekan tak terpakai buat kucorat coret.

    Etapi sekarang semenjak ngajar, buku pegangan guru full kuoret oret, wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baik banget temennya mbk, mau kasih kertas. Saya dulu kadang juga gitu, pas temen saya beli buku baru doang sih
      He..he...

      Delete
  6. Mantul nih kak.. tapi saya ga ngerti maksudnya apa yaa..

    hehehe tapi dari pemilihan kata katanya dah menyentuh banget.. oke oce pokonya hehehhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he.. Ternyata emang bikin bingung ya....๐Ÿ˜ saya udah remake di postingan selanjutnya mbak...

      Delete
  7. kontennya bagus banget, ilustrasinya juga cantik, mbak

    ReplyDelete
  8. Sama kayak anak saya nih,suka coret2 tapi gak abstrak sih, dia suka nulis, kalau kesal sama papinya dia nulis di mana-mana, kasian banget pak su saya itu selalu ditulis baik istrinya maupun anaknya wakakakakakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ha..ha.. Lucu dong anaknya mbk rey, anak kecil suka coret-coret itu bagus kok nggak papa, biar imajinasinya berkembang

      Delete
  9. kata " dia " kalau dibalik balik bisa menjadi nama saya, artinya saya tak bicara, mmmm...mewakili saya banget, sedikit bicara banyak kerja.hahaha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, masak kang nata bicaranya sedikit, saya kira rame banget orangnya....

      Delete
  10. Langsung otewe ke bagian tulisan 'makna cerpen ini' :""

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon