Cinta Ma, Tina

Saya come back....

๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Saya pernah bilang kalau saya pengen jadi penulis sejak kecil, tapi belum kesampaian sampai sekarang. Pernah juga saya kirim cerpen ke majalah tapi sampai hampir setahun kagak ada kabar...๐Ÿ˜ž

Jadi daripada mubadzir saya bagi oret-oretan saya di sini ya.

Selamat membaca๐Ÿ˜Š

Via.pixabay

Cinta ma,Tina

Tina menatap bayangan dirinya di cermin tua itu. Sudah hampir satu jam berlalu ia mencoba mencari di mata letak kecantikannya. Dan selama satu jam itu tahulah dia kenapa semua lelaki menolaknya. Dia terlalu jelek, tak cukup cantik seperti gadis-gadis lain, tak pandai berdandan atau memakai pakaian yang bagus.

Perlahan tangannya bergerak menyisir rambutnya yang kusut, sudah 3 hari ia tak menyisirnya. Bayangan di cermin itu mengikuti gerakannya. Tina menangis, air matanya mengalir dengan pelan tanpa suara.

Tak apa jika semua lelaki mengejek dan tak menganggapnya wanita, ya tak apa jika mereka membenci tanda hitam yang terpampang jelas di pipi kirinya karena ia sendiri juga membencinya. Tapi Tina hanya ingin satu orang.

Rio.

Ia sudah berusaha dekat dengan dengan pria itu selama 2 tahun ini. Meski awalnya Rio juga tak mengangggapnya seperti kebanyakan orang, tapi setelah 5 bulan terlewat di organisasi yang sama mereka bisa jadi teman.

Sering kali Tina membantu Rio mengerjakan tugas-tugas kampusnya.
Waktu mereka semakin dekat Tina mulai mendegar gosip soal beauty and the beast terbalik. Telinganya panas karena omongan teman-teman di kampusnya, mereka tak tahu bagaimana usaha Tina untuk dekat dengan Rio, mereka tak tahu seberapa besar cintanya pada Rio.

Untungnya Rio tak berubah dengan adanya gosip itu. Ia tetap meminta bantuan Tina untuk mengerjakan tugas kampusnya. Tina merasa bahwa Rio mungkin mulai peduli padanya, ia begitu bersemangat mondar-mandir hanya demi membantu semua pekerjaan Rio.

Sejauh itu semua berjalan lancar, Tina juga tahu Rio belum punya kekasih. Entah apa sebabnya, padahal Rio bukan pria cupu dan tak pandai bergaul, sebaliknya, semua anak di kampus mengenal siapa Rio.
Dia lelaki yang sangat menawan, yang di mata Tina selalu terlihat berkilauan.

Dan Tina sangat bahagia karena ia bisa jadi satu-satunya wanita yang paling sering berada di dekat Rio.

  "Tin, ntar sore bantu ngerjain tugas kuliah ya, ketemu di kafe biasa." Kata Rio suatu siang. Semua mata memandang mereka berdua, menyebar omongan-omongan kasar dan curiga. Tina tak mau memperdulikannya, ia memasang senyum terbaiknya.

  "Baiklah"

Hatinya masih bersorak sampai sosok Rio keluar dari katin. Ia menikmati makan siangnya dengan lebih cepat. Suara tawa para gadis terdengar begitu ramai di belakangnya, bisik-bisik mereka jelas melibatkan nama Tina di dalamnya. Tapi tina tak menggubrisnya, ia segera beranjak meninggalkan kantin. Jauh di dalam hatinya ia ingin menagis mendengar semua berita buruk tentang dirinya. Kenapa tak ada seorang temanpun untuknya? Ia juga ingin berbagi cerita, juga mendengarkan curhatan seseorang.

Baca juga :Sudah tahu 10 fakta unik permen karet ini?

Tahun-tahun terakhir di kampus menjadi masa paling sibuk bagi Tina, ia harus menyusun skripsinya dan juga tetap membantu Rio dengan tugas kuliah yang sekarang bertambah makin banyak. Ia dan Rio memang terpaut satu tahun.

Tina merasa lelah, ia hanya mendapat 4 jam tidur dalam sehari, seluruh tubuhnya terasa pegal-pegal. Tapi Rio selalu berhasil menarik semangatnya lagi, meski hanya dengan melihat senyumnya tina bisa mendapat efek yang luar biasa. Baginya Rio adalah segala-galanya. Tujuan hidup dan cita-citanya. Ia yakin sekali Rio tercipta untuk dirinya seorang, cinta matinya.

Sampai suatu hari...

  "Sayang lah kalau dibuang, kan ada fungsinya itu cewek, lumayan buat bantu-bantu tugas kuliah."

Deg, jantung tina serasa berhenti saat itu juga. Ia mematung di tempatnya, tak bisa bergerak sedikitpun. Seperti itukah perasaan Rio sebenarnya? Itu bukan cinta.

Tina berusaha keras berpindah dari tempatnya, terseok-seok menuju kamar mandi dengan mata buram karena air mata. Perkataan Rio barusan menyadarkan sekaligus menamparnya dengan keras. Ia menangis seharian penuh di bilik kamar mandi. Harapan satu-satunya soal cinta yang tak pernah ia miliki sudah pupus, ia salah menilai, salah berusaha. Rasanya luar biasa sakit.

  "Tolong aku, Rio" tapi bahkan ketila ia merasa tersakiti oleh Rio, hanya nama itu yang bisa ia sebut.

Tina bertekad untuk melupakan Rio, tapi ketika ia melihat Rio di kampus dan pria iu menyapanya, Tina tahu ia tidak bisa, ia masih berharap pada Rio sebesar apapun sakit hatinya pada pria itu.

Pikirannya mulai melupakan kejadian itu. Mukin ketika itu Rio hanya mau melindunginya dengan pura-pura menjauh seperti banyak orang. apapun alasannya Tina tak mengingatnya lagi begitu bertemu Rio.

3 bulan setelah itu. Tepat seminggu sebelum kelulusan, tina melihat Rio sedang bermesraaan dengan seorang prempuan di suatu kafe, untuk ke dua kalinya Ia merasa dikhianati. Siapa prempuan itu, bukankah Rio tak punya kekasih.

Tak ingin pikiran itu terus mengganggunya dan takut ia hanya salah paham. Sore itu tina memberanikan dirinya untuk bertanya langsung pada Rio.

  "Gadis, yang di kafe bersamamu itu siapa?    "Tanyanya terbata, berharap Dugaannya salah.
Rio terpaku sesaat, ia tahu Tina menyukainya tapi ia sama sekali tak menyukai gadis itu.

  "Gadis?" Matanya berputar, mencoba mencari jawaban yang tepat.

  "Ya, aku melihat kalian kemarin."
  "Sungguh?"
  "Siapa dia?"
  "Itu, pacarku." Tak ada gunanya menyembunyikan kenyataan itu lama-lama. Tina harus menerimanya cepat atau lambat.

  "Maafkan aku Tina, aku tahu kau menyukaiku sejak lama, tapi aku dan gadis itu... kami sudah berhubungan jauh sebelum kau mengenalku"

Kemarahan memenuhi benak Tina, lalu untuk apa selama ini semua usahanya, apa artinya ia bagi Rio. apa arti semua perhatian itu? Kenapa dunia begitu tidak adil.
Tanpa mengucapkan apapun tina meninggalkan Rio dan tak menemui pria itu lagi.
Tapi apapun yang terjadi Tina masih mencintai Rio, ia tak menginginkan pria lain, tak mau hal lain selain Rio. Ia menangis dan menjerit di kamarnya, merasa bahwa kehidupan begitu membencinya sampai ia tak diberi kesempatan untuk sebuah cinta.

Tidak, jika dunia tidak memberiku keadilan, aku akan membuatnya sendiri.

3 hari kemudian tiba-tiba Rio tidak datang ke kampus. Pertanyaan dan gosip beredar di mana-mana. Karena Sampai hari kelulusan tiba Rio juga tak bisa di hubungi atau di temui. Padahal rencananya dia akan jadi MC nya.

Baca juga : Menariknya 10 fakta unik parfum ini

Tina hanya mendengar semua gosip itu dengan diam, kesedihan terpancar di matanya. Hampir setiap saat matanya tampak merah dan sayu.

  "Kurasa dia gila, Rio pergi tanpa pamit pasti untuk menghindarinya"
Rasanya panas, Tina mengepalkan tangannya.
  "Kau tak tahu apapun, kalian tak tahu apapun" gumamnya berulang kali.
Setelah hari kelulusan berlalu Tina mulai mengurung diri di dalam rumah kosnya, setiap hari menatap cermin tua di kamarnya dalam diam dan ia akan menagis.

  "Aku tahu kau pasti akan jadi milikku"

Tina menghela nafas panjang, menyisir rambur kusutnya dengan susah payah, lalu dipolesnya pipinya dengam bedak, tak mampu menyembunyikan tanda hitam di pipi itu. dan terakhir ia memakai lipstik merah. Sekali lagi ia menatap cermin dengan cermat.
Tina berbalik dan melangkah menuju pintu terkunci di dalam kamar kosnya. Bau anyir tercium begitu pintu di buka, lampu menyala, ia berjalan ke arah ranjang tanpa kasur itu.
Sesaat ia mematung memandanginya, lalu ia terduduk.
  "Selamat pagi Rio"

End.


๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ
Apakah itu yang dinamakan cinta mati, harus dijaga sampai mati, jangan sampai ke lain hati nanti jadinya patah hati.

Syeremm banget

Sebenernya cerita itu udah pernah saya edit tapi berhubung si lapi lagi rusak (hua...
๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ) makannya nggak terlalu lengkap.

See you.....
(Agak loyo, karena si lapi)

38 komentar

  1. horor ni, seharusnya dimasukkin ke malam jumat story ni.
    dek, selain media blog ini . banyak kok media yang bisa jadi tempat publikasi yang ramai dikunjungi orang. baca novel pendek. lupa nama media nya sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha... Horor ya mas๐Ÿ˜‚, kalau bacanya tengah malem pasti lebih horor ya.
      Selain blog apa ya mas fajar, saya nggak terlalu paham sih, tahunya blog aja๐Ÿ˜‚

      Hapus
  2. Selamat datang kembali... mari kita ramaikan blogging malalui blogspot. Salam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senengnya ada yang menyambut๐Ÿ˜
      Salam kenal juga mas sofyan.

      Hapus
  3. jadi si rio mati di bunuh tina ya, wah serem juga kalo ada cewek seperti itu, moga aja kamu gak kayak gitu ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namanya juga cinta mati, saking cintanya sampai nggak rela dipisahin.
      Tapi alhamdulilah, ini yang nulis masih waras kok.
      Wkwk๐Ÿ˜

      Hapus
  4. Mbak berbakat jadi penulis daya imajinasinya kuat...trik menulisnya hebat....

    trus asah dech bakatnya.ohy klu tulisannya dikirim ke saya, saya jamin akan dipublish , tapi gratis yach..heheheh...๐Ÿ˜†☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah... Dikasih bintang dong nih sama kang nata๐Ÿ˜.
      Yah, jangan gratis dong kang, tuker sama segelas kopi dan durian ya
      Wkwk๐Ÿ˜‚

      Hapus
  5. Seram ceritanya ....Tapi bikin penasaran..Seandainya panjang dan bersambung... Pasti akan lebih menarik baik dari cerita serta Horornya..๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenernya udah saya edit supaya lebih panjang mas, tapi karena si lapi lagi rusak, jadi filenya juga nggak bisa diambil.
      ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ, jadi inget si lapi lagi deh

      Hapus
  6. Saya juga suka cerita horor, dan juga suka dengan cerita haru.

    Oya sejak kecil saya juga suka menulis, tapi menulis cerita diary. Dulu nulisnya di buku harian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama dong mas budi, saya dulu juga banget nulis buku diary, bahkan hal kagak penting semacam pengen makan bengkuang sama es degan aja juga ditulis, kalau dibaca sekarang bisa ketawa sendiri
      ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

      Hapus
    2. Haha persis kalau gitu, dulu buku harianku tak simpan di tempat aman biar gak di baca orang. Soalnya malu kalau kebaca orang lain. Kan ada cerita pribadinya...hehe

      Hapus
  7. Saya baru belajar ngeblog, mohon pencerahannya, mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dicerahin pakai apa nih?๐Ÿ˜

      Sama-sama masih belajar kalau gitu mas, saya udah agak lama tapi masih banyak nggak tahunya.
      Semangat ngeblog๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

      Hapus
  8. Alur ceritanya romantis bercampur sadis......
    Dalam kehidupan terkadang kita menemui rasa tidak adil...jika demikian dimana letak keadilan TUHAN.

    Maka benarlah lah petuah para tokoh dunia terkenal

    "----Cintailah rawatlah dirimu lalu syukuri, maka kamu akan mendapatkan keindahan----"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya mas, kita manusia sering banget merasa hidup nggak adil, maka bersyukur atas nikmat Allah adalah kunci tepat untuk hidup damai๐Ÿ˜Š

      Hapus
  9. Boleh nih alurnya, pelan-pelan emosi pembaca dibawa, terus klimaksnya persis sesudah ending.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sungguh ending yang... Yang bikin emosi apa gimana ya๐Ÿ˜‚

      Hapus
  10. ditunggu kelanjutan versi Rio dan Tina edisi udah kerja. Apakah mereka akan bertemu lagi? atau Rio datang dengan berita buruk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rionya udah dapat kejadian buruk, karena tinanya berbuat buruk akibat perlakuan rio yang buruk.
      (Jadi muter-muter gitu๐Ÿ™„๐Ÿ˜‚)

      Hapus
  11. Duh kok bacanya merinding sedap gini yaaa...

    Ayo saya tunggu kelanjutan ceritanya ada part 2berarti yach

    BalasHapus
    Balasan
    1. Merinding bulu romamu ya mbk๐Ÿ˜‚

      Udah segitu aja mbk, ntar kalau ada kelanjutannya, beda lagi ceritanya.

      Hapus
  12. Selamat datang kembali mbak. Eh postingannya dimulai dari cerita horor, untung bacanya gak malam hari, hehe..

    BalasHapus
  13. Horor ceritanya...kalau agak panjangan pasti ceritanya makin seru...

    Ok dilanjut karya cerita berikutnya..๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih seru yang mana? Cerita nia sama indah, xixixi

      Hapus
  14. Ayo dong bikin cerita lagi, pengin denger cerita yg lain nih, eh baca maksutnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilah ada yang nungguin, ๐Ÿ˜
      Sabar dulu mas, ntar saya bikin lagi pokoknya

      Hapus
  15. Seru sekali ceritanya mbak Astria jadi nggak sabar nunggu cerpen selanjutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mas aris, insyaallah mau bikin lagi nanti๐Ÿ˜Š

      Hapus
  16. waiki kerennn, semangat terus mbak.. bagus tulisannya, bikin pembaca ikutan merasakan jalan ceritanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak ella, seneng rasanya kalau ada yang mengapresiasi gini.
      Jadi berasa kayak penulis beneran
      Wkwk๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜

      Hapus
  17. welcomeback *hug* dan datang-datang sudah suguhi kami cerita/cerpen ini, rada horor tapi asyik dibaca :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaa... Makasih pelukakannya mbk tuteh๐Ÿ˜„
      Saya sebenernya baru nyadar kalau ini cerita horor dari komen-komen yang ada lho
      Wkwk...

      Hapus
  18. Bagus banget ceritanya ka..aku suka banget. Tapi aku jadi merinding๐Ÿ˜. Sukses selalu ka..

    BalasHapus
    Balasan
    1. He..he.. Makasih ya mbak, saya jadi melambung di udara karena pujiannya...๐Ÿ˜
      Semoga sukses kembali

      Hapus
  19. Telat baca nih.. pas bagian bau anyir bulu kuduk kok jadi berdiri gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berasa dilihatin Tina dari belakang ya bang....
      Itulah namanya diam-diam tapi menenggelamkan๐Ÿ˜‚

      Hapus


EmoticonEmoticon