Buka youtube, nonton apa?

Buka youtube
Assalamualaikum

Zaman saiki...
Youtube udah jadi salah satu situs yang paling sering dikunjungi. Karena di sana mau cari apa aja bisa. Tinggal tulis langsung muncul puluhan vidio yang diinginkan. Nggak terkecuali saya, yang dari zaman dulu udah suka youtubu'an buat download film atau belajar bahasa Jepang tapi gagal Wkwk..😂
Tapi itu dulu, sekarang apa sih yang paling sering saya tonton pas buka youtube.
Nggak penasaran? Ya iya lah...emangnya saya siapa? Artis juga bukan...
Tapi tetep aja saya mau kasih tahu.
Sak serku dewe...
Ehe...


1.  Review film

Saya suka banget nonton review sebuah film di youtube, biasanya film-film yang nggak berani saya tonton secara langsung, semisal film horor atau film thriller yang mengerikan banget. Pernah suatu kali saya penasaran sama sebuah film judulnya "The tusk". Filmnya bercerita tentang seorang psikopat yang mengubah manusia jadi walrus atau anjing laut.
Ngeri banget kan, penasaran, tapi nggak berani nonton. Saya putuskan nonton reviewnya aja di youtube.

Dan setelah selesai nonton review tersebut. Tahu nggak sih, film itu ternyata kasih dampak yang buruk buat pikiran saya..
Saya langsung ngerasa nggak nyaman banget. Kayak mau muntah. Tapi enggak. Pokoknya saya bersyukur nggak lhat filmnya sendiri.😖
Ada juga film horor yang katanya bikin penontonya terkutuk, tapi anehnya banyak yang nonton. Itu low "Antrum" saya nggak berani nonton juga kan jadinya lihat reviewnya aja.

Channel yang paling sering saya kunjungi tuh punyanya saqahayang...
Asyik banget reviewnya 

2.Rekomendasi game

He..he... sebenarnya saya nggak pinter main game, bisa dibilang payah. Malahan kalah jago sama adik saya yang masih SD.

Tapi entah kenapa saya suka nginstallin game di hape. Semacam penasaran sama game-game yang bertebaran di playstore. Jadi untuk memenuhi rasa penasaran saya tersebut saya tuh sering banget cari rekomendasi game dari YouTube kalau ada yang menarik pasti langsung saya download. He..he...
Kalau udah bosen ya langsung dicopot lagi. Soalnya HP saya itu kentang enggak semua game bisa diinstall.

3. Vidio reaction

Semacam ada rasa Penasaran. Gimana reaksi orang-orang kalau lihat vidio tertentu. Itulah sebabnya saya suka nonton vidio reaction. Kebanyakan sih reaksi orang luar seperti Korea atau bule kalau lihat film Indonesia, lagu indonesia dan hal-hal dari indonesia.

Ha..ha...aneh ya, tapi vidio reaction gitu banyak banget lho penontonnya, padahal kalau dipikir kontenya sederhana banget, cuma nonton sebuah vidio dan mengatakan pendapatnya soal vidio itu.


4. Vidio motivasi

Karena saya gampang down dan mikir hal-hal yang negatif, maka saya butuh asupan motivasi. Salah satunya saya cari di youtube. Kebetulan headshet saya  rusak lagi, jadi beberapa hari ini saya nggak bisa denger vidio motivasi dari bang Adi suardin. Kenapa harus pakai headshet? Biar meluncur bebas ke hati plus saya malu kalau ada yang denger😁


5. Ceramah 

Nggak cuma tubuh. Hati ini juga butuh asupan gizi supaya nggak jadi manusia yang buruk hatinya. Paling suka sama ceramah yang lucu banget jadi happy sambil ketawa nontonnya atau yang sedih banget, bisa instropeksi diri sambil menyesal gitu.

6. Sosial eksperiment

Tulisannya udah betul apa belom?😁
Saya suka nonton vidio beginian, semacam prank tapi dalam bentuk positif.
Seperti, gimana reaksi orang lain kalau lihat ada tukang sapu jalanan yang dimarahin pejalan kaki. 
Gimana reaksi mereka kalau ada anak kecil yabg berdiri di deoan toko rotinya karena hari itu ulang tahunnya tapi dia tidak punya uang untuk beli roti.
Gimana reaksi mereka saat melihat wanita gendut ditolak cintanya dan dihina, atau saat lihat ada anak sekolah di bully temennya.
Vidio-vidio semacam itu bikin saya terharu. Masih banyak orang baik di dunia ini dan kita nggak perlu takut untuk membela sesuatu yang benar.

7. Lirik lagu

Suara saya pas-pasan, tapi lumayan lah buat menghibur diri sendiri😂😂jadi kalau lagi gabut atau capek saya bakal buka youtube, cari lirik lagu ini dan itu. Bisa lagu Korea, Jepang, Inggris yang bacanya bikin ngos-ngosan tapi happy aja nyanyinya. Saya bisa sambil teriak, sambil duduk, tiduran, atau berdiri dan bergaya ala penyanyi😂

Nah, itulah yang biasanya saya lihat pas buka youtube, masih ada yang lainnya sih. Tapi itu yang paling sering. Kalau kalian, lihat youtube biasanya nonton apa? Atau malah ada yang jarang buka youtube...
Wah... Hebat sih kalau itu.

See you....



Bukan terpaksa namanya

Terpaksa

Assalamualaikum...
Terpaksa aku mencintai dirimu hanya untuk status palsu🎶
Ada yang tahu nggak sih lagu dari vidi aldiano itu. Saya dulu masih kecil waktu lagu itu ngetrend tapi saya suka banget dan nyanyi lagu itu kemana-mana😂

Tapi tenang sob, saya nggak terpaksa mencintai kalian kok, cintaku tulus sama kalian.
Huek🙄

Sebenarnya saya dilema, bingung mau nulis apa soal terpaksa. Bukan berarti hidup saya mulus tanpa pernah ada paksaan. Dan inilah yang kemudian saya tuliskan.

Selama ini saya selalu berpikir bahwa semua yang saya lakukan itu terpaksa, hoaks, palsu, it's not me.
Biar keren pakai bahasa inggris. Hi...hi...😁
Saya bekerja, karena terpaksa. Kalau nggak gitu saya nggak punya uang.

Saya kredit sepeda, karena terpaksa. Kalau nggak gitu bingung kerja naek apa. Ya kali bisa naik sapu. Harry potter donk😂

Bahkan saya sering senyum dan ketawa sama orang, bukan sendiri (gila dong) saya pikir semua itu karena saya terpaksa. Mencoba berbaur dengan pembicaraan yang nggak saya suka.

Banyak banget hal-hal dalam hidup yang saya anggap keterpaksaan belaka karena saya nggak punya pilihan. Padahal yang namanya wong hidup pasti selalu ada pilihan. Bahkan terpaksa pun juga pilihan.

Tapi ternyata. Terpaksa nggak seperti itu. 

Mungkin saya capek dan berkali-kali pengen berhenti karena sudah muak dan sering sakit hati. Tapi saya memilih pekerjaan itu atas kemauan saya. Saya mandi tiap pagi, sarapan, dan berkendara ke tempat kerja sambil membayangkan hal-hal yang menyenangkan di akhir pekan, atau membayangkan hari paling bahagia yaitu pas gajian. 
Saya punya teman baru juga di sana. Saya nggak benar-benar terpaksa. Saya hanya berusaha bertahan. Itu aja.


Saya juga nggak terpaksa untuk beli sepeda. Walaupun awalnya saya ragu dan takut nggak bisa melunasinya sampai selesai. Saya juga yang memutuskan hal tersebut. Sampai akhirnya saya beneran berhasil melunasi sepedanya. Saya bisa kemana-mana sebebas saya, bisa jalan-jalan pakai sepeda yang dibeli sendiri itu adalah kebanggan tersendiri walaupun sepedanya biasa aja. Yang nggak bisa distater.

Saya mungkin sering nggak nyaman berada di tengah pembicaraan tertentu dan saya ikut-ikutan senyum atau ketawa. Tapi saya juga nggak terpaksa. Memang itulah saya. Saya selalu berharap orang lain seneng, jadi hal yang bisa saya tunjukan adalah senyuman, bahwa saya mendengarkan apa yang mereka katakan. Saya bukan terpaksa tersenyum, tapi saya mau tersenyum untuk menghargai mereka.

Dulu saya menganggap hal-hal itu terpaksa tapi tenyata itu hanya kebiasaan. Saya terbiasa pesimis dulu, nggak percaya bahwa saya bisa. Bener-bener kebiasaan yang buruk ya😂
Jangan dicontoh ya adek-adek.
Hi..hi...😁
Hidupmu itu bukan keterpaksaan tapi semua adalah hasil dari pilihan yang kamu buat. Kalau kemudian kamu merasa terpaksa kamu juga punya pilihan mau tetep lanjut atau putar haluan. Ingat! Hak kita untuk memilih bukan pas ada pemilihan umum doang tapi juga di setiap waktu dalam hidup kita.
Wuih... Saya udah kayak motivator belum?😁

Sekarang  saya juga sedang berusaha menerima diri sendiri dan nggak terpaksa mengakui segalanya. Sulit sih, tapi saya mau menjalani hidup yang lebih baik ke depannya. Ini adalah salah satu cara mengatakan bersyukur. Karena saya masih diberi pilihan.

See you...😊


 

Sisir dan 6 fakta uniknya

Fakta unik Sisir

Assalamualaikum....

Disisir rambutnya biar rapi...
Kan mau ketemu pacar masak rambutnya awut-awutan, nanti dikira tarzan gimana?
He..he...
Kira-kira itulah yang kita pikirkan kalau mendengar kata sisir(Topik Tarzan nggak termasuk). Benda sederhana yang membantu kita merapikan rambut sehari-hari. Bayangkan gimana kalau di kehidupan ini nggak pernah ada benda yang namanya sisir...

Ya pasti ada benda yang namanya seser,  pengganti sisir, kan cuma namanya yang nggak ada, bendanya masih ada🙄

Ya oke, langsung aja kita bahas fakta unik dari si seser kalau sisir nggak ada.
Number one...

1. Sejarah sisir

Sama seperti benda-benda lainnya, Sisir sudah temukan sejak lama. Diperkirakan sejak 5500 tahun lalu di Persia dan Mesir kuno. Entah kenapa kok setiap kali baca sejarah gini, tempat yang paling banyak jadi tempat penemuan pertama kok mesir ya ....
Saya pernah bahas lho. Tapi lupa...😁 Hadeh...🙄
Zaman dulu sisir juga digunakan sebagai alat untuk menghilangkan parasit alias kutu. Di Tiongkok keberadaan sisir pernah dijadikan sebagai penunjuk kelas sosial seseorang. Jadi semacam aksesoris gitu low, hampir sama kayak payung ya...

2. Terbuat dari apa?

Zaman dulu sisir biasanya terbuat dari kayu, tulang binatang, dan gading. Barulah pada tahun 1800 an sisir plastik mulai dibuat dan menjadi terkenal. Adalah Alexander parkes, seorang ahli kimia berkebangsaan Inggris yang pertama kali mengenalkan penggunaan plastik ini.
Di indonesia sendiri sisir plastik juga mulai terkenal sejak tahun 1950 ketika pabrik-pabrik plastik mulai didirikan di pulau Jawa. Lalu pada tahun 1920, seorang bernama Walter sammons membuat sisir yang bisa dipanaskan sehingga sisir tersebut bisa digunakan untuk meluruskan rambut dan mengatur bentuk rambut.
Saya baru tahu ada sisir begituan, hampir mirip catok ya....

3. Jenis sisir

Jenis-kenis sisir ada banyak lho, tapi 7 jenis sisir di bawah ini yang paling sering digunakan.
1. Bristle brush
2. Vented brush
3. Round brush
4. Paddle brush
5. Teasing brush
6. Rat tail brush
7. Wide tooth comb
Untuk info lebih lanjut bisa langsung nanya mbah google ya sob
He..he...😁
Bilang aja malas menjelaskan🙄
Ha..ha.. Iya. 

4. Bukti

Selain berfungsi utuk menyisir rambut, ternyata sisir juga bisa menyisir tindak kejahatan.

Bijimane maksudnya?
Rambut rontok atau ketombe yang tertinggal di sisir seseorang bisa dijadikan petunjuk oleh polisi untuk menyelediki korban atau tersangka suatu kejahatan.
Itulah mengapa rambut itu jangan ketombean dong, nanti kalau tiba-tiba dicek pak polisi gimana.
Lah, kalau nggak ada apa-apa ngapain dilihat pak polisi?🙄
Ya, ya siapa tahu kan...

5. Sisir kayu aja

Sisir kayu bagaimana caranya? Anda ngawur😡
Bukan begitoh maksudnya😂, jadi...
Daripada menggunakan sisir dengam bahan plastik, kita dianjurkan untuk menggunakan sisir dengan bahan kayu.
Why?
Because sisir dengan bahan kayu, akan memberi pijatan di kepala saat kita menyisir, yang mana ini akan melancarkan aliran darah dan bikin rambut lebih sehat.
Sisir kayu dengan gerigi yang jarang, juga akan mengurangi kerontokan rambut karena tidak menghasilkan muatan listrik seperti sisir plastik saat kita gunakan untuk menyisir.
Bayangkan kalau tiba-tiba kamu kesetrum pas nyisir rambut pakai sisir plastik...
Mungkin tanganmu nggak sengaja atau bergerak sendiri masuk ke colokan listrik😂
Muatan listrik di sini bukan yang kayak begitu sob, simplenya kayak praktek waktu SD atau SMP dulu low. Coba gosokan penggaris ke rambut setelah itu kertas-kertas kecil pasti pada langsung nempel di penggarisnya.

6. Satu sisir satu orang

Menggunakan sisir bersamaan ternyata juga bisa menyebabkan penyakit menular lho. Nah lho...
Seperti, impetigo. Kudis, kutil, psoriasis, dan folikulitis. Jamur pada kulit kepala akan menempel di sisir dan berpindah ke rambut saat digunakan orang lain.
Nggak cuma sisir tapi handuk dan alat cukur juga sering jadi media penularan penyakit. Jadi untuk benda-benda kayak gitu baiknya punya satu-satu ya. 

Kira-kira itulah 6 fakta unik dari sisir yang yang tiap hari kita pakai.
Ngomongin soal sisir jadi keinget film horor, biasanya sisir juga dijadikan atribut untuk film horor semacam danur. Tapi saya belum nonton sampai kelar, cuma lihat pembukaanya aja. Takut😂 Keinget rapunzel juga kan.
Keinget masa kecil juga. Dulu kalau mau berangkat sekolah pasti disisirin emak, minta dikucir beginilah, begitulah, padahal emak saya nggak pandai nguncir rambut tapi saya minta macem-macem😂 dan padahal rambut saya itu nggak panjang.

See you...


Tentang hidup mengalir seperti air



Assalamualaikum

Hidup itu apa sih sob? Hidup itu ya bernafas biar nggak sesak. Makan biar nggak laper, minum biar nggak keselek, mandi biar nggak bau, piknik biar nggak bosen dan cari pasangan biar nggak kesepian😜

Tapi lebih dalam lagi, ada yang bilang hidup itu proses, perjalanan, perjuangan, tempat singgah, ujian.

Karena semua orang yang hidup punya cerita yang berbeda jadi makna tentang hidup juga banyak. 
Termasuk ketika ada yang bilang. Hiduplah seperti air mengalir.
Hidup seperti air mengalir itu yang bagaimana?

Soalnya beberapa kali saya dengar kalimat ini, maknanya beda-beda.

Yang pertama, hiduplah seperti air mengalir supaya hidupmu nggak banyak masalah. Ikuti aja alurnya. Nggak usah terlalu berambisi dengan hal lain, tetap berada di sungai, di tempatmu.  Hidup dengan cara aman.

Yang kedua. Hidup seperti air mengalir melambangkan kekuatan dan ketekunan. Karena air akan terus mengalir walaupun ada banyak bebatuan ataupun sampah-sampah yang dibuang sembarangan😂
Nggak juga ding, sampah bikin banjir kan ya.

Yang ketiga,  ada juga yang nggak setuju. Hidup seperti air mengalir mencerminkan kata menyerah, nggak mau berusaha. Karena air selalu mengalir ke tempat yang rendah.  
Hanya orang yang nggak mau berjuang yang akan hidup seperti air mengalir. Yang tujuannya nggak bisa ditebak mau ke mana. Ngalir aja pokoknya.

Terus yang bener yang mana? Ini nih yang bikin saya kadang bingung. Kata yang sama, makna yang beda. Kayak pelajaran bahasa indonesia, apa tuh namanya?🤔
Saya lupa😂
Ya karena memang yang mengucapakan orang yang berbeda dengan kisah dan pengalaman yang berbeda.
Tinggal kita sendiri bagaimana mau menafsirkannya. Mungkin kita bisa menggunakan ketiganya di waktu yang berbeda. Fleksibel sama keadaan.


Atau mau seperti air saja. Yang bisa menempatkan diri dimanapun tempatnya.   Yang lembut, yang membersihkan, yang bikin seger, yang...yang... Lainnya.

Tapi coba kita pecahkan, makna dari air mengalir ini🤔 bersama saya yang masih bingung ini sebenarnya mau nulis apaan😂

Khem.. khem...batuk bergaya dulu...

Air... Sumber kehidupan kita. Nggak ada air nggak ngopi.
Mengalir. Turun ke bawah, meluncur bisa juga mengikuti jalan yang ada.
Air mengalir, berarti airnya meluncur ke bawah. Kalau ke atas namanya air mancur.
Apa ada filosofi tentang hidup seperti air mancur?

Air mengalir identik dengan sungai. Sungai identik dengan ketenangan. Jadi mungkin hidup seperti air mengalir juga bermakna ketenangan. 

Mengalir terus, juga bisa berarti konsisten. Bebatuan sampah dan kotoran bisa diartikan sebagai rintangan atau kegagalan dalam hidup itu sendiri.

Trus air mengalir bukannya nggak punya tujuan. Dia hanya mengisi semua celah supaya nggak ada yang kosong, supaya nggak ada kesempatan yang terlewat.
Turun ke bawah...ya emang tapi di mana sih air sungai berakhir?
Iyups di laut. Sebuah tempat yang bebas. Dan itulah tujuannya...

Sekali lagi lihat dari sisi baiknya aja😁
Karena makna hidup itu harusnya memang positif, sanggup menghidupkan bukan meredupkan.

See you...

Ketika kejujuran bikin kapok

 
Assalamualaikum...😊

Jujur itu baik. Tapi kenapa kejujuran kadang nggak dihargai dan terkesan nggak dipercayai. Padahal itu jujur.
Jadi artikel ini termotivasi dari kejadian yang menimpa saya ketika saya masih sekolah dulu.

Dulu itu saya belajar mengandalkan ingatan, teori bukan praktek.

Jadi kalau semisal 2 hari lagi ujian maka sebelum ujian saya bakal menghafalan semua materi yang sebelumnya udah dikasih tahu guru. Karena jurusan saya akuntansi jadi teorinya tuh banyak banget. Mulai dari aktiva, biaya, prive..dan bla..bla..bla... Lainnya yang sekarang saya udah lupa donk😂

Saya tuh nggak pinter. Saya sadar saya itu lemah dalam perhitungan, padahal akuntansi ngitungin jumlah uang terus sampe puyeng, salah dikit aja hasil akhirnya nggak sama. Karena itu saya pakai kelebihan saya, yaitu rajin menghafalkan. 

Karena rajin itu saya bisa menghafalkan berlembar-lembar materi dengan cepat dan saya tuh menghafalkannya sama persis dengan yang ditulis di buku. 
Saya semangat banget ngafalin itu semua. Sambil jalan, sambil mandi, mondar-mandir ke sana-kemari ngulang kata-kata yang sama.
Tapi... Apa jadinya kalau usaha dan kejujuran saya itu nggak dipercaya.

Pas ujian tiba, saya seneng banget karena apa yang saya pelajari muncul di ujian tersebut. Pasti nanti bakal dapat nilai sempurna. Tapi ternyata Kenyataan tak seindah Harapan.
Pas hasil ujian keluar nilai saya tuh nggak nyampe 90 dan yang bikin saya kaget bin sebel bin sedih  pokoknya nano-nano rasanya adalah catatan yang ditulis si guru di kertas ujian saya. Intinya 
Kalau mau mencontek harusnya nggak sama persis titik komanya.
What...
Gimana perasaan kalian kalau Berada di posisi saya?

Yang pasti saya sedih dan marah di saat yang bersamaan. Padahal saya udah jujur dan berusaha supaya dapat nilai yang bagus tapi malah dibilang nyontek.
Yang bikin tambah sedih adalah nilai ujian teman-teman saya yang emang aslinya nyontek justru di atas saya. Kok punya saya yang jujur malah dikatain nyontek dan dapat nilai yang lebih rendah. saya sempet kepikiran untuk datengin gurunya dan cerita kalau saya enggak nyontek tapi nggak jadi hehehe.

Saya hembusakan nafas dan ya udahlah nggak mau mikirin lagi. Meskipun akhirnya saya jadi sebel sama guru itu dan selama beberapa waktu saya malas menghafalkan materi pelajaran.

Kenapa kok kejujuran bisa nggak dipercaya? Kalau jujur hasil akhirnya harusnya percaya dong.

Ini hanya pendapat pribadi saya ya...😁

1. Udah nggak zaman

Emangnya fashion udah nggak zaman.
Gini low, kejujuran itu emang baik, tapi nggak jujur juga udah jadi kebiasaan yang mengakar diam-diam dan dianggap biasa karena semua orang pasti pernah bohong. Kadang kita tahu orang lain bohong, tapi kita diam aja. Dengan dalih asal nggak merugikan banget nggak apa-apa. Atau dengan dalih, untuk membela diri biar nggak celaka. Hal ini tanpa sadar bikin kejujuran jadi hal yang langka. Lama-lama mereka yang jujur justru dianggap minoritas, nggak tahu cara membela diri, atau mengganggu.


2. Mustahil

Karena sudah mengakar jadi rasanya mustahil masih ada orang jujur dengan berusaha padahal ada cara yang lebih mudah dengan curang. Nggak semua orang mikir begitu sih... Tapi pasti pikiran seperti itu pernah terlintas di pikiran beberapa orang. Kayak kasus saya contohnya. Guru saya pasti mikir mana mungkin saya bener-bener belajar dikala temen-temen pada nyontek. Mustahil.


3. Terlalu

Mungkin karena saya menghafalkan materinya sama persis, guru saya jadi mikir saya nyontek. Terlalu sama dengan yang ditulis di buku. Harusnya saya nggak perlu menghafalkan sama persis, cukup pahami aja terus ditulis pakai bahasa sendiri. Hal itu bikin saya kepikiran sampai beberapa waktu lho. Tapi memang metode belajar saya gitu. Kalau disuruh memahami intinya saya malah nggak hafal-hafal😂

Akhirnya saya tanya juga ke bapak saya,
 "Pak, kenapa orang jujur itu bisa nggak dipercaya?"
Jawaban bapak saya simple banget "karena yang nggak percaya itu juga nggak terbiasa jujur"

Lah... Bisa jadi juga ya😂 tapi entahlah...
Bahkan kata bapak saya bukan bapak tebe, beberapa orang ada yang berpikir "jujur itu ajor" atau "jujur itu hancur"
Banyak orang yang mengungkapkan kejujuran malah dikhianati, malah dibuang dan dikucilkan. Tahu sendirilah hal semacam itu banyak terjadi zaman dahulu, mungkin juga zaman sekarang🤔

Tapi sob... Jujur itu tetaplah kebaikan. Orang yang jujur pasti akan selalu mendapat perlindungan dari Allah. Entah jujur itu menyakitkan atau merugikan, katanya.
Jika kita bisa jujur, kenapa enggak. Jujur itu kayak hukum yang makin lama terkikis karena kebiasan yang dilakukan bersama. Tapi sebenarnya setiap orang pasti menyukai kejujuran. 
Seperti kata tere liye, "Itu benar, dalam situasi tertentu, dusta bisa menyelamatkan hubungan, dan jujur ternyata menghancurkannya. Tapi tetap saja, pilihlah kejujuran. Maka biarkan sisanya mengalir seperti air, boleh jadi endingnya tetap langgeng dan bahagia"
Kebohongan akan membawa kebohongan lainnya dan kejujuran akan membawa ketenangan.



See you....







Retina, si kucing baru


Assalamualaikum sob😁

Beberapa hari ini kayaknya saya terus-terusan bahas sesuatu yang receh soal keseharian saya. Tak lain, tak salah karena saya emang lagi terlalu sok sibuk mau riset😂
Aha..ha...
Di topik recehan ini saya mau bercerita tentang Retina.
Retina bukan mata tapi kucing baru saya😁

Jadi, panjang ceritanya...
Beberapa waktu  yang lalu orang yang merawat bapak saya datang malem-malem buat melakukan terapi. Yang berbeda malam itu dia datang ke rumah saya sambil bawa kucing kecil. Katanya dia nemu tuh kucing di tengah sawah Ngrayong, salah satu jalan angker dari rumahnya ke rumah saya. 

Kucing itu agak kurus tapi lincah banget. Pas pertama napak di rumah saya, dia langsung lari-larian sambil teriak-teriak.
Bukan teriak maling ya😂
Bahkan yang bikin kaget, kucing kecil itu makan sisa makanan ayam. Saking lapernya mungkin. Saya pun inisiatip ambil ikan asin trus saya kasih ke kucing kecil itu.

Sejak hari itulah, kucing itu tinggal di rumah saya. Yang jadi masalah kucing itu cewek pemirsah dan saya udah punya kucing. Bukan apa-apa, hanya saja kalau kucing cewek kan kalau udah gede biasanya suka hamil duluan. Dan emak saya nggak terlalu suka sama kenyataan itu. Saya juga awalnya agak cuek, karena takut kalau deket-deket nanti jadi sayang.

Karena itulah 2 hari kemudian kucing itu dibuang emak. Nggak terlalu jauh sebenarnya, mungkin cuma 100 meter di belakang rumah. Tapi kucingnya nggak bisa balik karena masih kecil.

Saya dilema parah. Bingung, kasihan kalau kucingnya dibuang tapi nggak berani ngomong ke emak. Pada akhirnya saya 😭 nangis. Sumpah, kaya bocil banget. Saya nangis sambil ngomong ke bapak, kalau kucingnya dibuang. Bapak mungkin nggak tega sama anaknya.
  "Udah ambil sana, nggak usah bilang emakmu" sambil ngelus kepala saya.
Mohon jangan ketawa, dari dulu bapak emang suka ngelus kepala anaknya.

Dengan ragu karena takut sama wajah cemberut emak, saya cari kucing kecil itu. Dan lucunya pas saya cari kucing itu ternyata kucing saya yang gede, si Ucil namanya lagi nungguin kucing kecil itu dari jauh.
So cwitt kan...
Karena tindakan saya akhirnya emak luluh juga, walaupun awalnya agak sebel. 

Saya pun memutuskan untuk merawat kucing itu, nggak peduli mau cewek atau cowok. Saya beli makannan kucing di toko. Dan saya mandiin dia biar bersih bening seperti tanpa kaca.
Eh, ada yang salah kayaknya😂
Dan ternyata kucing itu nggak terlalu suka sama makanan kucingnya. Haduh... Yaudah saya kasih makan pindang yang diulet sama nasi aja.

 
Karena tingkah lakunya yang lucu emak sama bapak malah jadi suka. Hampir tiap sore kami main sama kucing itu. Walaupun di beberapa moment mereka bakal bilang,
"Entar kalau udah bisa cari makan sendiri di buang", karena teringat kalau kucing itu cewek.

Bapak yang kasih nama kucing itu Retina, karena memang dapatnya pas bapak sakit mata. 
Duh. Saya gemes banget sama Tina ini, pengen tak gulung-gulung. Jadiin bola atau dibuntel pakai kain.
Ha..ha.. Saya kalau gemesh kok agak sadis ya😂

Sampai suatu hari tiba-tiba Retina nggak mau makan, bahkan nggak mau minum. Saya bingung donk.. Ada apa?
Retina yang biasanya 3C, ceria, cerewet, centil. Jadi diem-diem bae. Saya kasih ikan di depan mulutnya juga nggak mau. Saya udah cemas banget, takut Retina mati.

Sampai 3 hari berlalu Retina makin kurus. Saya udah nangis aja tiap liat mukanya. Enggak tega😭, merasa bersalah juga. Apa gegara saya mandiin padahal dia masih kecil.

Anehnya. Walaupun sakit Retina tuh selalu lari ke kamar mandi dan tidur di dekat sana, kenapa coba? Saya gendong taruh di dalam rumah pun. Pasti lari ke sana lagi. Apa sebenernya dia haus? Atau kangen sama sungai, tempatnya dibuang dulu.
Pikiran suka macem-macem🙄

Nggak mau berdiam diri saya cari info di internet. Berdasarkan gejalanya kemungkinan Retina kena sariawan alias sakit mulut. Nggak doyan makan dan minum trus dari mulutnya keluar bau yang nggak enak dan terus berair, bahkan saya mau muntah karena baunya. Tapi nggak tega ninggalin Tina sendirian. Saya selalu bersihin mulutnya pakai kain, saya elus-elus sambil mewek. Nggak ada dokter hewan juga di dekat sini, sampai saya beliin obat cacingan juga. Tapi kayaknya nggak cacingan. Saya makin yakin kalau Retina sakit mulut karena pas saya paksa buka mulutnya dan saya kasih air pelan-pelan dia meong-meong kesakitan. Nggak tega banget lihatnya😭

Malamnya saya pangku Retina trus saya selimutin, saya tungguin sampai dia bobok. Besok paginya, di hari ke empat. Alhamdulilah Retina ini mau minum. Saya seneng banget. Walaupun minumnya pelan-pelan. Saya tungguin dengan perasaan lega.
Dia juga mau makan dikit-dikit.

Rasanya saya bahagia. Saya tuh trauma sama kucing yang mati di depan saya. Agak lebay mungkin. Tapi dulu saya pernah rawat kucing cewek trus kucingnya itu hamil, pas lahir anaknya 3. Yang 2 cewek yang 1 cowok. 2 kucing cewek itu mati dan saya nangis sambil nungguin mereka di detik-detik terakhirnya sambil nangis, setelah itu saya kubur. Selama beberapa waktu saya terus teringat sama kucing-kucing yang mati itu dan sumpah saya kesel karena nggak bisa cuek gitu aja. 1 kucing yang masih hidup saya rawat sampai sekarang. Udah 10 tahun lebih, ya si ucil itu.

Sekarang Retina udah sembuh dong. Dan bahagianya saya karena ternyata Retina ini cowok sob🤓🤓 baru tahu setelah dicek lagi sama bapak, tentunya karena bapak nggak bisa lihat jadinya diraba-raba aja.
Karena itu namanya saya ganti Retino. Kebetulan juga tetangga saya ada yang namanya Tina, takutnya nanti dia denger trus sakit hati😁
Tino ini cerewet banget, laper dikit aja nggak bisa diem, makanya kadang saya panggil "juweh" tapi saya gemesh banget.

Kucing saya sekarang 2 dong😁

See you...

Writer's block "Melihat masa depan"


Assalamualaikum sob

Sejujurnya belakangan ini saya sedang mengalami writer's block. Nggak tahu mau nulis apa. Rasanya ide saya hambar semua, nggak menarik. Atau nggak bisa ngelanjutin lagi. 
Biasanya saya bisa bikin beberapa draft,  jadi nggak bingung besok-besok mau posting apa. Lah, sekarang saya bikinnya satu-satu karena no idea.

Terus saya mikir, gimana caranya ya supaya saya punya ide nulis? Hem....
Apa saya harus tanya pada rumput yang bergoyang🤔

Aha... Ada lampu di kepala saya (baca ide)
Saya putuskan untuk menantang diri sendiri. 
Gimana caranya? Sok-sok an banget saya. Wong diri sendiri itu adalah musuh diam-diam yang paling susah dilawan.
Tapi berhubung tantangan ini adalah hal yang saya suka, jadi no problem lah yau...😁
Yaitu, menentukan tema berdasarkan postingan faforit yang saya simpen di instagram. Saya tuh suka follow akun yang isinya kalimat motivasi atau hal-hal unik gitu. Dan tema kali ini adalah "melihat masa depan"

Kita tahu kan, kalau dari zaman dahulu kala orang suka percaya sama ramalan masa depan. Kepercayaan ini nggak timbul tanpa dasar tapi karena memang beberapa ramalan menjadi nyata.

Di zaman sekarang kita bisa lihat contohnya melalui ramalan zodiak, kartu tarot dll. Saya sendiri termasuk orang yang suka ngintipin ramalan zodiak, atau hal-hal yang berhubungan dengan zodiak saya. Dan entah gimana kok banyak yang mirip, apa emang saya mirip-miripin sendiri😂
Bahkan di budaya Jawa orang mau nikah aja harus lihat segala macemnya, nggak boleh begini dan begitu. Kalau sampai dilanggar, katanya nanti bawa sial.

Tapi di sini saya nggak membahas soal itu kok sob. Saya mau membahas tentang "melihat masa depan" dengan penuh semangat.
Mana ototnya?💪
Iyak... Semangat!

Pasti kita pernah bertanya-tanya, gimana masa depan kita nanti, masa anak depan anak kita dan nggak lupa masa depan kita bersama doi
Ea...
Masa depan emang jadi topik yang sangat menarik walaupun nggak bisa dilihat, diraba dan ditrawang kayak uang.

Di setiap harapan yang selau kita sebut dalam doa. Kita pasti selalu berharap masa depan yang indah. 
Mana ada orang berdoa supaya punya "Madesu" alias masa depan suram.

Tapi ada kalanya kita berbuat salah dan orang-orang di sekitar atau ada beberapa orang yang lantas meremehkan kita. Atau mungkin malah kita yang pernah meremehkan mereka.

"Eh si anu tuh kerjaanya tiap hari tidur aja, nggak dapet-dapet kerjaan"
"Sia ani, dari dulu kerja jadi pembantu terus"
Dan parahnya dilanjutkan dengan kata-kata sok tahu "masa depannya pasti suram"

Bledar....
Panci di dapur jatuh ternyata😂

Tapi siapa yang tahu bentuk masa depan? Yang pasti bukan kita. Apa yang terjadi hari ini adalah hasil dari kemarin dan apa yang terjadi besok adalah hasil dari hari ini. Hari ini kita boleh sedih tapi besok siapa yang tahu? Begitu juga kalau hari ini kita senang, apa besok juga akan senang.


Jangan karena melihat kehidupan seseorang yang kelihatan susah lantas kita seenaknya bicara tentang masa depannya nanti. Asal nebak kalau dia bakalan susah sampai tua. Emangnya kamu siapa sok tahu tentang masa depan saya...
Kita memang punya hak untuk bicara secara bebas tapi bukan berarti bicaranya ngawur. Ingat, omongan itu doa. Secara nggak langsung kita mendoakan orang lain punya masa depan suram dong.
Daripada menebak-nebak masa depan orang, bukankah lebih baik mikirin masa depan sendiri. Jangan sampai masa depan jadi suram karena sibuk ngomongin masa depan orang lain.

Meremehkan seseorang hanya menunjukan keburukan kita.

Buat kalian yang mungkin pernah diremehkan, ingat... Balas dendam aja!
Lah, saya kok malah ngajarin yang buruk😂
Maksudnya balas dendam dengan menjadi orang yang lebih baik, hapus hal-hal yang membuat orang meremehkan kita. Tunjukan kalau kita bisa. 
Ingat, nggak ada yang bisa melihat masa depan kita selain kita sendiri dengan merencanakan semuanya dan melakukan yang terbaik. 
Nggak ada seorang pun yang tahu secara persis masa depan seseorang. Tapi kita diberi kesempatan untuk membuat jalan ke masa depan yang indah. Berikan senyum terbaik kalian, usaha terbaik kalian dan doa terbaik kalian.

Buat kalian yang pernah meremehkan. Mohon ambil wudhu trus tobat. Sesama ciptaan Allah ndak boleh saling meremehkan. Gimana kalau suatu hari nanti kalian yang pernah meremehkan malah bekerja atau dibantu oleh orang yang kamu remehkan. Malu pasti.



Kalau mau sok meramal masa depan. Jadilah seperti Dilan "aku ramal nanti kita ketemu di kantin" kenapa Dilan bisa  ngomong begitu karena emang Dilan datang ke kantin.
Jadi dia menunjukan usahanya datang ke kantin dan beneran ketemu Milea dan cintapun bersemi di antara mereka berdua dan para menonton hanya bisa baper😍
Ea...ea...ea...
Apaan dah🙄

Cukup segitu pembahasan tentang melihat masa depan. Ternyata writer's block ini memberi saya inspirasi baru ehe..he...😁
Bahkan saya udah nulis buat postingam selanjutnya.


See you







Dari mana datangnya insecure?


Assalamualaikum sob😁
Darimana sih asalnya insecure. atau kekahawatiran?
Banyak banget di antara kita yang ternyata sering merasa insecure. Mencemaskan hal-hal yang nggak pasti dalam hidup, yang sebenernya malah berdampak buruk sama kesehatan mental kita.

Postingan ini saya persembahkan untuk saya, mereka yang juga sedang insecure juga kamu-kamu yang iseng mampir aja.

Sesungguhnya insecure itu hal yang wajar. Kita insecure karena merasa ada hal yang salah yang harusnya diperbaiki. Tapi lambat laun. Semakin ke sini insecure itu makin nggak wajar karena lingkungan yang semakin menuntut kita untuk sempurna, sadar atau nggak.

Semakin majunya teknologi, kita bisa melihat segalanya dari smartphone atau televisi. Dunia luar yang jauh tersebar di sekitar kita. Bagus sih, kita jadi up to date, kita jadi tahu peristiwa apa yang terjadi di luar sana, kita jadi tahu siapa saja yang hidup di luar sana.

Eh, ternyata ada orang secakep ini... Ada orang sekaya ini, ada orang kok begini?
Hal-hal tersebut secara nggak sadar juga bikin kita insecure.

Dan parahnya, kita nggak bisa mengabaikan rasa insecure itu dengan mudah. Kadang ilang, besok muncul lagi. Atau silih berganti.
Jadi dari mana datangnya insecure?

Kadang kita mengharapakan segalanya berjalan dengan baik, perfect. Nggak ada masalah yang mengganggu, kalaupun ada bukan masalah besar. Tanpa kita sadari ternyata keinginan tersebut membuat kita cemas. Gimana kalau nggak berhasil, gimana kalau tiba-tiba nanti begini atau begitu....
Insecure.

Masalah fisik juga menjadi hal yang seringkali bikin minder. Kurang kurus, kurang putih, kurang tinggi...
Sekali lagi. Makin mudahnya akses untuk melihat dunia. Makin sering juga kita membandingkan diri dengan orang lain.
Membandingkan tubuh kita, membandingkan pencapaian kita, kehidupan kita.

Ha..ha.. Saya jadi inget, dulu pas SMK saya pernah sedih dan nggak pede banget karena badan saya yang kecil kayak anak SMP. Sampai saya bela-belain tiap hari gelantungan dan makan sayur-sayuran yang sebenarnya nggak saya suka, saya juga lompat tali terus olahraga. Demi apa? Demi tinggi badan. Tapi ternyata...😂
Nggak ngaruh sob.
Yaudahlah, orang pendek awet muda katanya 
(penghiburan🙄)

Kalau ditanya apa sekarang saya udah nggak insecure? Soal tinggi badan udah enggak sih😁, bukan karena saya udah nambah tinggi, emang udah nerima aja.
Tapi banyak hal yang silih berganti bikin saya insecure. Kalau udah begitu hal apa yang biasanya saya lakukan?

1. Bersyukur

Basi, setiap masalah hidup tipsnya selalu sama. BERSYUKUR.
Tapi mau gimana lagi. Bersyukur emang jawaban dari segala keresahan hidup. 
Gimana caranya buat bersyukur. Kalau saya sih, mencoba lihat ke bawah. Bukan mau cari recehan yang hilang ya sob. Tapi melihat kehidupan orang-orang yang nggak seberuntung kita. Dengan begitu kita akan paham betapa lebih beruntungnya kita yang masih bisa tidur sambil selimutan hangat, bisa makan sampai kenyang, bisa jalan-jalan biar nggak dikatain kurang piknik. Karena diluaran sana ada banyak orang yang hari-harinya dipenuhi dengan rasa lapar.
Inget tuh....


2. Mengingat Allah

Ingat tuhanmu, pasti kalian bakal paham kalau apa yang berada pada tubuh kita adalah karyanya yang sempurna.  Jadi nggak perlu merasa minder dan insecure. Hidup itu cuma sementara, nikmati aja dengan melakukan hal-hal yang kamu suka dan insecure nggak termasuk di dalamnya.  Dengan mengingat Allah kita akan merasa lebih tenang dan pastinya paham kalau insecure berlebih itu nggak menguntungkan sama sekali.


3. Teman yang baik

Pilihlah teman yang baik dan klop sama kita. Yang paham gimana kegilaan kita dan keresahan kita. Bukan teman yang pas kita lagi down malah ngatain alay, lebay, begilah, begitulah.
Situ temen apa netizen.
Eh... Dua-duanya ternyata😂
Bertemanlah dengan mereka yang tahu gimana rasanya insecure dan bisa membantu kamu melewatinya bukan ngatain kamu nggak pandai bersyukur.


4. Sering-sering cari motivasi

Ini sih wajib. Coba luangkan waktu setiap harinya seperti ketika mau tidur di malam hari untuk mendengarkan vidio motivasi. Tentang cara mencintai diri sendiri, cara biar nggak minder, dan lain-lain.
Dengan begitu otak kita akan terbiasa mendengarkan hal yang baik-baik dan akan memikirkan hal positif juga.


5. Biarkan

Let it go...let it go...
Iya bener begitu. Kadang kita harus membiarkan sejenak rasa insecure itu. Karena dengan insecure juga kita bisa paham kalau kita harus berbuat sesuatu supaya insecurenya hilang, seperti berusaha jadi lebih baik.

Saya sendiri juga masih sering insecure. Dan berusaha menerapkan tips-tips di atas.
Kita manusia, bukan makhluk sempurna. Setiap orang punya kelebihan, juga pasti punya kekurangan. Nggak segalanya yang kita lihat indah dan sempurna benar-benar seperti itu. 

Jadi darimana datangnya insecure. Dari dalam diri kita yang terlalu mengharapkan kesempurnaan.
Love your self😊

Artikel berdasarkan pandangan pribadi bukan privasi, karena kalau privasi pasti nggak tampil di sini.
Krik...

See you




Saya dan tips mengatur waktu




Assalamualaikum...😁

Haloo sob, gimana kabarnya. Semoga sehat dan lancar menjalani ibadah new normal lifenya ya😊 Saya juga sehat banget. Makan pagi-pagi nambah 2 kali😂
Hanya saja, saya lagi dalam mode kebingungan mau ngapain?

Mau nulis artikel di blog, mau nulis novel di noveltoon. Mau belajar bahasa inggris, mau nonton drakor, mau baca buku. Mau hati kamu.
Ehe....😁
Saya sedang menjadi wanita banyak maunya😂
Ha..ha...
Jadi selama beberapa hari ini. Saya bingung sama kegiatan saya sendiri. Berasa kayak 24 jam kurang untuk merealisasikan hal-hal yang mau saya lakukan.
Sok sibuk banget kan.

Semisal pagi hari, saya mau nulis novel aja. Karena saya lagi ngebet pengen bikin novel walaupun cuma di aplikasi. Jadi saya nulissss terusss... Kemudian saya lihat buku yang saya beli belum kebaca. Pengen baca buku juga.

Saya ambil lah buku itu, saya buka, selesai satu halaman, 2 halaman 3 halaman. Eh.. Pikiran saya udah kepikiran buat nulis lagi. Akhirnya stop baca buku dan nulis lagi. Karena bagi saya ide itu harus segera dituangkan sebelum hilang. 

Tapi ternyata idenya nggak lancar karena saya mikirin artikel di blog juga. Kayaknya belum ada artikel, belum di edit. Akhirnya saya buka draft, ngedit artikel. Tapi pikiran saya pecah lagi. Hari ini saya juga belum buka aplikasi duo lingo. Walaupun udah nggak sekolah. Saya masih suka belajar bahasa baru, berasa seru aja. Padahal habis belajar lupa juga😂

Begitulah... Pikiran saya bercabang ke mana-mana...udah kayak pohon aja tapi nggak berbuah. Karena jadinya kegiatan saya jadi berantakan dan nggak menghasilkan sesuatu yang signifikan.
Beh.. Gaya banget.

Novel nggak jadi, artikel di blog tertunda, belajar bahasa inggris nggak lancar, baca buku juga nggak konsen 
Huft....
Saya sering banget kayak gini. Dulu malah lebih parah karena saya kerja dan pulang paling cepet jam 3 sore. Dan saya pengen nulis di blog, pengen nonton drakor dan pengen ngegambar dimana semuanya harus dilakukan dalam waktu lama. sementara saya harus tidur jam 9 biar  besok semangat. 

Pernah, saking pengennya saya ngegambar, saya sampai tidur jam 12 malam, padahal saya pulang kerja jam 7 karena lembur. Saya tipe orang yang kalau lagi seneng ini atau itu, maunya begini dan begitu terus, nonstop sampai bosen. 
Nah, kali ini saya suka sama semuanya.

Permasalahannya bukan pada waktu yang kurang. Tapi pada saya yang nggak bisa memanajemen waktu.
Walaupun saya udah bikin jadwal kalau bakal ngurusin blog di sore hari berwarna biru sebiru hatimu, eh.. Salah server😂
Tetep aja nggak jalan. Malah saya bikin berantakan sendiri.
Saya gampangin "Tunda besok aja, sekarang mau nulis novel dulu"

Besok paginya, saya masih nulis novel dan lupa sama jadwal saya kemarin sore.
Bener-bener minta dicubit kan.
Nah, akhirnya saya kumpulin tuh, tips-tips untuk menajamaen waktu agar saya nggak bingung lagi. 


1. Membuat catatan atau to do list

Katanya membuat catatan  kegiatan kita, bisa memudahkan diri untuk mengatur waktu biar nggak berantakan.
Catat, mau nulis buat blog jam berapa?
Mau baca buku jam berapa, mau nonton film jam berapa. Pokoknya buat aja catatan kegiatan kalian, beserta jamnya supaya nggak bingung. Menurut saya cara ini cukup efektif untuk saya yang suka bingung mau ngapain dulu. Berasa ada buku panduan gitu. Tapi ya... Hanya bertahan beberapa hari😁


2. Urutkan dari yang terpenting

Kira-kira dari semua kegiatan sobat, mana yang paling penting dan kudu di dahulukan. Bisa berdasarkan mood juga. Semisal kalau pagi lebih mood baca buku , kalau siang lebih mood belajar, kalau malam lebih mood ngurus blog.
Begitoh...
Urutkan dari yang terpenting aja. Bayar utang atau jalan-jalan? BAB atau makan?
Lah kok nyampe BAB😂
Pokoknya prioritaskan yang penting dulu.


3. Memberi jeda

Memberi jeda itu juga penting supaya kita nggak capek untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya. Ibarat lari kalau nggak berhenti ya tepar di tengah jalan sambil ngos-ngosan mencari oksigen. Jadi nggak usah memaksakan diri apalagi memaksakan hati.


4. Jangan ditunda-tunda

Sudah berkali-kali memgingatkan diri ini tapi masih aja ya😂
Kalau sudah buat to do list jangan sampai diabaikan. Apalagi ditunda kayak saya. Karena semakin sering ditunda semakin berantakan jadinya. Contoh... Menunda bernafas....
🙄

Waktu itu sesuatu yang tidak bisa diganti, dimajukan atau diundur. Jadi penting bagi kita untuk mengatur waktu supaya nggak ada penyesalan nantinya.

Walaupun sudah baca berbagai macam tips di internet. Saya masih aja bingung ternyata😂
Satu yang masih saya lakukan sampai sekarang adalah bikin to do list melalui aplikasi google keep yang saya jadiin widget di layar hape.

Mohon maap nggak jelas
Jadi kalau buka hape langsung diingatkan artikel apa yang harus segera saya selesaikan. Seenggaknya itu membantu saya untuk nggak terlalu pusing masalah artikel di blog.
Trus saya juga selalu nyalain alarm jm 7 tiap hari, bukan bangunnya jam 7 sob, biar ingat kalau jam 7 itu waktunya publish artikel baru, nggak tiap hari sih sebenernya tapi 2 hari sekali. Alarm aja yang bunyi tiap hari😂
Untuk kegiatan lainnya saya masih pontang-panting karena masalah mood. Lagi-lagi mood jadi alasan. 

Dan karena saya itu tipe orang yang paling ampuh diingatkan dengan kesalahan. Jadi kalau merasa udah kelaman dengan satu kegiatan saya bakal menyesal dan segera melakukan kegiatan yang lain walaupun sambil nubrit nurit alias tergesa-gesa, sistem kebut gitu. 
Dan, kabar buruknya. Akhirnya saya berhenti dulu jadi novelis amatiran. Selain karena saya yang nggak bisa mengatur waktu dan nggak bisa fokus sama banyak hal juga karena idenya mendadak lenyap😂

Saya suka kagum banget sama emak-emak blogger atau pekerja lainnya yang tetep bisa membagi waktu padahal ngurus rumah. Lah saya..  Yang masak aja masih jadi peran figuran kok udah bingung. Karena itu kudu belajar mengatur waktu.

Salam dari saya yang masih jadi orang sok sibuk. 
Oh..ya bagi tips mengatur waktunya dong sob.

See you....










Jadi penonton film "Kasane"

 

Asaalamualaikum😁

Hari ini, review film lagi.
Tapi sebelumnya saya mau cerita, kenapa judunya yang biasanya "jadi pengamat" kok "jadi penonton"
Karena eh karena saya merasa hanya sebatas menikmati dan nggak benar-benar paham soal dunoa perfilman😁

Ehe... jadi kemarin pas lagi ngubek-ngubek grup dorama jepang di facebook saya secara nggak sengaja saya nonton sebuah film dari Jepang yang judulnya "kasane"
Kasane ini nama orang ya.

Film ini diadaptasi dari manga dengan judul yang sama. Rilis pada 11 Juli 2018 lalu dan disutradarai oleh Yuichi sato.

Ada kisah dalam film ini, tentang seorang tuan putri bernama Salome yang mencintai seorang  raja bernama Jokanan. Namun karena Salome adalah anak tiri raja membencinya dan menggapnya hina. Rasa cinta, obsesi dan kebencian membuat salome ingin memiliki sang raja bagaimanapun caranya.
Lalu suatu hari Salome menari di depan raja, dengan syarat setelah ia menari apapun permintaannya akan dituruti dan salome ini meminta kepala sang raja.
Waduh.. Ngeri ya...
Dengan begitu ia bisa mencium bibir yang raja yang selama ini dicintainya dan memilikinya selamanya 

Nah....
Tokoh utama dalam film ini adalah Kasane fuchi (Kyoko yoshine) dan Tanzawa nina (Tao tsuchiya)
Kasane adalah seorang gadis dengan wajah buruk rupa namun memiliki bakat akting yang luar biasa, bakat itu menurun dari ibunya yang juga seorang aktris cantik.
Sebaliknya, Nina adalah seorang aktris teater yang memiliki wajah sangat cantik namun bakatnya di bidang akting biasa aja.

Suatu hari ibu dari Kasane ini meninggal. Ibunya meninggalkan warisan sebuah lipstik ajaib yang bisa menukar wajah, kita sebut aja lipstik penukar wajah. Jadi kalau pakai lipstik itu terus cium orang lain maka wajah orang tersebut akan menjadi milik kasane selama 12 jam.

Di hari kematian ibunya, tiba-tiba Kasane didatangi oleh seorang pria bernama Habuta. Habuta memberikan sebuah tiket pertunjukan teater kepada Kasane. Mereka pun pergi menonton teater bersama. Di pertunjukan itu Habuta berkata bahwa gadis cantik yang sedang berada di panggung itu adalah Tanzawa nina.

Setelah pertunjukan usai dan penonton sudah keluar semua. Habuta menarik Kasane ke atas panggung. Tak lama kemudian Nina datang. Di situ Habuta mengatakan pada Nina kalau Kasane akan menggantikan perannya. Nina nggak terima dong, apalagi setelah ia menarik masker yang dipakai Kasane dan tahu kalau wajahnya jelek, yang pasti semua orang akan jijik melihatnya. 

Nina ini punya sifat yang buruk. Bisa dibilang dia itu antagonis. Dia mendorong Kasane dan mengatakan kata-kata buruk untuk menghinanya....
Pokoknya kalau kalian lihat, Nina itu si jahat dan Kasane si baik yang teraniaya.


Lebih parah lagi. Nina menarik lipstik yang dijalikan kalung oleh Kasane. Dengan amarah ia mengoleskan lipstik itu ke bibir Kasane secara kasar dan menghinanya. 

kasane akhirnya merasa kesal, setiap kali kesal bayangan ibunya selalu muncul dan membuatnya bertindak jahat. Ia bangkit dan balik mendorong Nina, lalu menciumnya.
What.. Saya kaget pas adegan ini😂
Seketika wajah mereka bertukar. Nina menjadi Kasane dan Kasane menjadi Nina.
 
Nina yang mengetahui wajahnya menjadi buruk rupa, ketakutan dan meminta penjelasan pada Habuta. Tapi Habuta diam saja. Sementara Kasane tiba-tiba meluapkan amarahnya dengan berakting seperti pertunjukan yang dimainkan oleh Nina. Tentu saja dengan sangat mengaggumkan.

Dari situlah kemudian mereka membuat perjanjian. Kasane akan berpura-pura menjadi Nina untuk menjadikannya aktris yang terkenal. 

Awalnya semua berjalan lancar. 

Kasane yang pendiam ternyata membuat banyak orang tertarik setelah wajahnya berubah jadi Nina. Aktingnya yang luar biasa bagus membuat banyak orang terpesona.  Secara bertahap dia membawa nama Nina ke panggung-panggung besar dan memainkan tokoh utama di teater terkenal. 

Karena wajah cantik dan sikapnya yang manis serta misterius, sang sutradara jatuh cinta pada Kasane. Tapi karena Nina juga menyukai sang sutradara Kasane menjadi bingung.
Apalagi ia sebenarnya adalah wanita yang buruk rupa. Wajah yang ditampilkannya pada sang sutradara bukanlah wajah aslinya. 

Di sini saya kasian banget sama Kasane. 
Apalagi di adegan ketika kasane akan pergi berkencan dengan sang sutradara ia meminta izin pada Nina untuk meminjam wajahnya lagi karena durasi pertukaran wajah yang hampir habis. Nina yang tahu kalau Kasane berbohong berpura-pura setuju, tapi ketika wajahnya sudah kembali dialah yang pergi dengan sang sutradara dan dengan kasarnya mendororong Kasane, menginjaknya, dan mengatakan kalimat-kalimat buruk. 

Kasane yang tak berdaya hanya bisa marah dan menangis sendirian.
Sumpah Nina ini jahat banget lho...

Sesampainya di rumah Nina malah pamer soal kencannya dengan sang sutradara sambil tertawa di samping kasane yang terdiam. Tidak tahan dengan perlakuan kasar Nina. Kasane memutuskan untuk pergi. Tapi sebelum dia pergi bayangan ibunya tiba-tiba muncul dan Nina terjatuh ke lantai. Kasane yang panik segera menghubungi Habuta. 

Ternyata... Nina ini punya syndrome sleeping beauty. Itu low orang yang bisa tiba-tiba tidur dalam jangka waktu yang sangat lama, bisa berhari-hari. Di dalam film ini diceritakan Nina tertidur selama berbulan-bulan. 

Ketika ia bangun dari tidurnya. Ia kaget tapi nggak bisa berbuat banyak. Namanya sudah sangat terkenal dan Kasane lah yang selama ini mengurusnya saat ia tidak sadar. Mungkin Nina ini merasa nggak enak karena udah bersikap kasar atau malah sebaliknya ia marah tapi nggak tahu harus gimana karena ia punya penyakit yang bisa membuatnya tidur tiba-tiba. Dan meskipun nama Tanzawa nina sudah dikenal seantero negeri, toh bukan dirinya yang menikmati semua itu.

Hal yang bikin saya kaget adalah ketika tiba-tiba ibunya Nina datang ke apartmen mereka. Saat itu Nina yang asli sedang jadi Kasane. 
  "Aku mengundang ibumu" begitu kalau nggak salah kata Kasane. Nina yang udah lama nggak ketemu ibunya jadi sedih banget donk. Dia pengen peluk tapi nggak bisa. Dia iri dan jadi marah, kenapa kok semua miliknya malah diambil sama Kasane.

Karena itu Nina mulai menyelediki tentang latar belakang kasane. Dengan wajah Kasane ia pergi ke rumah Kasane dulu. Di sana ia pergi melihat rumah ibunya. 

Nina baru tahu kalau ternyata Kasane adalah anak dari seorang aktris terkenal. Nina mengelilingi rumah kosong tersebut dan menemukan ruang bawah tanah yang mencurigakan. Saat ia masuk ke dalam ruangan itu Nina terkejut dan syok karena melihat sebuah kamar kosong dengan rantai yang dipasang di ranjang.

Dia lari keluar dari rumah tersebut. Nina kemudian pergi ke sekolah Kasane, di sana ia tahu bahwa ternyata Kasane itu nggak sepolos kelihatannya. 
Rahasia-rahasia kelam Kasane mulai terbongkar satu-persatu. Hal-hal yang berkaitan dengan lipstik penukar wajah itu. Bukan dia yang jahat tapi Kasane...

Saat itu Kasane sedang mempersiapkan diri untuk sebuah teater yang sangat terkenal tentang Salome dan Jokakan. Tapi ia berulang kali dimarahi karena aktingnya tidak totalitas. 

Salome yang menginkan kepala sang raja supaya bisa memilikinya seumur hidup.
Kasane yang menginginkan Nina untuk bisa jadi nina seumur hidup.

Kira-kira begitu sob.

Awalnya Kasane masih ragu dengan ide itu. Dia merasa hal itu terlalu kejam, tapi karena hasutan dari Habuta . Akhirnya Kasane ini mulai terbujuk.

Nina nggak tinggal diem. Dia juga merencanakan cara untuk menghancurkan hidup Kasane dan mengambil kembali hidupnya.
Duh.. Capek juga nulis😂
Nina kemudian pura-pura tetap tertidur padahal dia udah bangun dan menukar lipstik yang ditaruh di mejanya. Dengan harapan tepat ketika pertunjukan salome berlangsung wajah kasane akan kembali menjadi buruk rupa dan hal itu disaksikan seluruh penonton. Anehnya wajah Kasane nggak berubah.
Lah.. Kok bisu...eh kok bisa...?
Ternyata eh ternyata. Kasane udah tahu rencana Nina sob...
Kesian banget kan Nina. Di sini dialah yang sebenarnya jadi korban. 
Singkat cerita, Mereka berdua pun bertengkar dan terlibat perkelahian di  atap gedung dan hal yang nggak terduga terjadi. Mereka berdua jatuh ke bawah. Kasane selamat sementara Nina sekarat. Permintaan terakhirnya sebelum dibawa ke rumah sakit adalah supaya Habuta membunuhnya saja.

Dan film berakhir dengan Kasane yang terus melanjutkan pertunjukan teaternya. Di sini dia jadi makin menjiwai. dan sumpah sebagai penonton filmnya saya sendiri kagum sama cara Tao tsuchiya ini berakting. Sumpah.. Keren banget sob... Ekspresinya, gerakannya, saya nggak nyangka lho kalau Tao tsuchiya yang biasanya saya lihat main film romantis ini bisa akting kayak gitu.
Jadi ngefans deh😁
Tamat

Saya juga nggak ngeh. Jadi Nina mati apa masih selamat? Mungkin kita disuruh mengira-ngira jawabannya sendiri.

See you....



Jadi tukang potong rambut

Assalamualaikum😊
Hari ini saya mau sedikit berbagi cerita. Sebuah cerita tentang saya yang sekarang jadi tukang potong rambut. Waduh... Apa saya alih profesi?
Ha..ha.. Enggak kok sob😁

Jadi sejak kecil saya nggak pernah pergi ke salon buat potong rambut. Seingat saya sampai saya SMP nggak ada salon di sini. Jadinya bapak lah yang jadi tukang barber alias tukang cukur rambut saya. Potongan rambutnya selalu sama, pendek, poni depan, kalau kata bapak itu namanya potong segi. Padahal waktu kecil dulu saya suka main putri-putrian yang berarti saya pengen banget punya rambut panjang. Tapi setiap kali rambut panjang dikit, langsung dipotong sama bapak.

Saya sendiri nggak pernah marah. Atau pernah tapi saya lupa😁. Nggak cuma saya tapi rambut kakak juga selalu bapak yang motongin. 
Lalu karena zaman makin maju, tiba-tiba munculah salon rambut di pasar deket rumah saya.  Waktu itu saya udah SMP. Banyak  Temen saya potong rambut di situ, dan mereka kelihatan makin cantik. Saya pengen juga dong. Akhirnya saya ngomong ke orangtua mau potong rambut di salon tentunya sambil minta uang😁, waktu itu biayanya 7000. 
Dan ternyata setelah rambut saya selesai dipotong.
Nggak cocok, begitulah menurut saya.
Setelah itu saya nggak pernah pergi ke salon sampai sekarang.

Beranjak dewasa, ketika masuk SMK, saya mulai pakai hijab dan sejak itu saya potong rambut saya sendiri. Potongan apa?
Potongan gaya bebas😂pokoknya..potong aja, asal nggak kepotong kupingnya, asal jadinya pendek. Kan nggak kelihatan juga. Hal itu saya lakukan sampai sekarang.

Tahun demi tahun berlalu, tanpa saya sadari saya sudah dewasa dan orangtua juga semakin tua. Karena setiap hari ngobrol dan ketemu saya nggak menyadari bahwa sudah banyak waktu yang kami lalui bersama. 
Ternyata menyadari bahwa orangtua kita sudah tua adalah hal yang menyakitkan. Kayak nggak rela dan takut suatu hari nanti akan ditinggal.

Lalu tahun 2019 kemarin, bapak mendadak sakit. Saat itu saya mulai merasa sosok pelindung yang selama ini berada di depan saya memudar. Saya yang terbiasa di manja dan berada di belakang bapak, tertekan dengan perasaan saya sendiri bahwa sekarang saatnya saya yang melindungi dan merawat beliau.
Sebenarnya bukan masalah juga, karena memang sebagai anak adalah tanggung jawab kita untuk merawat orangtua. Hanya saja mungkin waktu itu saya shock.

Bapak divonis terkena glukoma. Hari demi hari pandangannya tentang dunia meredup, lenyap. Hari demi hari juga saya merasa sedih sekaligus tersiksa saat melihat beliau nggak berdaya, berjalan sambil mengira-ngira. Saya yang terbiasa dimanja bertanya, saya bisa apa?

Makin stress ditambah suasana di tempat kerja. Rasanya kayak saya nggak bisa bernafas, saya butuh suasana  lebih tenang. Kenapa kok orang-orang berisik banget.

 
Perlahan saya mulai menarik nafas. Saya bisa menerima ini, dan saya harus kuat. Sulit memang, tapi saya harus berjuang supaya bisa merawat orang tua saya. 
Yah... Tulisan kali ini bikin saya mewek deh😭
Padahal biasanya saya nulis yang enggak jelas.

Semenjak bapak nggak bisa melihat dengan jelas, sayalah yang kemudian memotong rambutnya. Saya yang nggak punya pengalamn motong rambut orang selain rambut saya sendiri, dan itu asal gunting. 

Tapi saya seneng bisa potong rambut bapak. Hasilnya emang nggak kayak di salon, tapi nggak jelek amat lah. 

Sambil bercanda saya potong rambut bapak perlahan. Kata bapak rambutnya makin tipis karena kebanyakan minum jus wortel. Ah, iya, rambut bapak dulu kan tebel, walaupun depannya rada gundul😂
Saya jawab "wah, jangan-jangan rambutku rontok juga karena ikutan minum jus wortel" karena mata saya minus jadi biasanya saya ikut minum jus wortel.
Tapi nggak tahu juga sih, emang kebanyakan minum jus wortel bisa bikin rambut rontok?

Sebelum potong rambutnya bapak, saya pasti sok marah "pak rambutmu gondrong uelek..."
Sengaja, biar bapak mau potong rambut😁.

Bapak juga sedih, dia sering ngeluh, merasa nggak berguna karena  nggak bisa bantuin emak yang kerja sendirian. Seringkali saya nggak mau lihat bapak, nggak mau menanggapi keluhannya. Kenapa? Karena sakit juga buat saya kalau saya lihat bapak, dia nggak bisa lihat saya, pasti saya bakalan nangis. Kalau bapak ngeluh, saya cuma akan mendengarkannya aja. 

Di pagi hari biasanya bapak berjemur di depan runah, kadang saya nyusul dan putar lagu. Bapak itu suka dengan musik. Lagu pop, lagu jawa, kecuali lagu barat ,katanya nggak paham artinya cuma seng song seng. Dan saya masih sering ngotot kalau lagu barat itu bagus, sekalian belajar bahasa inggris.
Banyak banget cerita-cerita lucu dan seru bersama orangtua saya. Saya berharap mata bapak bisa sembuh dan saya bisa naik 
sepeda motor dibonceng bapak sambil cerita-cerita lucu lagi😊
Berharap masih diberi kesempatan untuk membahagiakan orangtua saya dan merawat mereka di masa tuanya.
Amin...
See you....







Suka binatang tapi bukan Tarzan

Foto oleh Henda Watani dari Pexels

Assalamualaikum😁
Hari ini saya mau cerita receh aja. Sebenernya saya lupa kalau hari ini adalah jadwal saya post artikel. Harusnya saya post jam 7 tadi, tapi sama sekali nggak inget padahl udah bikin alarm😂 Alhasil saya cepet-cepet cari artikel yang bisa di post😂
Untungnya ada, tapi ya receh gini.

Di rumah saya ada 3 peliharaan. Ayam, burung sama kucing, di rumah embah ada kambing juga. 
Karena tumbuh besar bersama para binatang, tapi saya bukan Tarzan. Saya jadi suka main sama mereka.
Bukan main bulu tangkis atau petak umpet ya...😂.
Nggak tahu kenapa, saya itu hobi banget bercandain binatang, padahal ya, mereka mungkin nggak paham atau sayanya yang nggak paham😳, sebenarnya kalau bisa bicara mereka mungkin bilang "apaan sih ni bocah, nggak jelas"

Tapi tetep aja, ada 5 kali dalam sehari saya ngajak mereka ngobrol. Eits, tenang saya masih waras kok sob. Kalian juga pasti pernah dong ngomong sama kucing atau kambing. 

Kalau sama si empus kadang saya suka remes-remes mukaknya, saya buka mulutnya, saya tutup matanya, saya gelitikin perutnya, tarik-tarik kupingnya. Sambil bilang "utuk..utuk..utuk..utuk.. Empus elek, gak due untu, gak tahu ados, tapi lucu"

Empus jelek, gak punya gigi, tak pernah mandi, tapi lucu.


Karena kucing saya emang udah tua.  taringnya udah ilang, tinggal satu yang bagian bawah. Makanya kalau kucing saya berantem sama kucing tetangga, satu rumah bisa repot misahin sambil bawa perlengkapan perang seperti sapu dan kayu dan kadang lupa nggak pake sendal atau pake sendal kebalik, itu sih saya😂

Saya sayang banget sama si empus walaupun si empus nggak pernah nengok kalau dipanggil.  Hu..hu...😞

Kalau dia datang meong-meong minta makan, saya bercadain dulu "bentar ya pus, mau makan di suapain apa makan sendiri?" 

Kalau dia tiduran santai di tanah, saya bakal datang trus goyang-goyangin badannya "ya Allah empus sekarat, pus..pus.. Bangun pus" dan si empus dengan santainya cuma kedipin mata tanpa mau bangun😂

Dulu kalau empus nggak pulang saya pasti nangis sambil lihatin fotonya.
Etdah, dikala anak Sekolah lain patah hati karena cinta, saya malah nangis karena kucing nggak pulang yang ternyata kucing saya lagi cari pacar😂

Kalau sama ayam, saya nggak terlalu akrab sebenarnya. Kan yang sering ngasih makan bapak sama emak. Tapi mereka juga tak luput dari bercandaan saya. Apalagi kembar 3 dari 7 bersaudara yang mati.
Saya tuh punya 3 ayam kecil yang masih kecil-kecil 
Namanya juga kecil🙄
Nah 3 ayam ini kalau laper pasti rame banget si depan pintu. 3 kali sehari atau lebih pasti begitu. Ya kan saya sebel juga. Kalau belum dikasi beras mereka nggak bakal pergi. Nah, kayak orang minta sumbangan kan... Yang lebih parah, kaki saya dipatuk-patuk.

Biasanya saya bakal ambilin beras. Pas mereka makan, saya angkat satu-satu, trus saya goyangin biar makin berisik, dan kesal menyaksikan saudaranya makan eh dia malah diangkat. Ha..ha..ha...👹

Nah, baru-baru ini ayam-ayam kecil ini makin pinter. Karena masih kecil mereka kan nggak bisa naik ke dalam kandang. Ibunya juga nggak bisa gendong. Pasti mereka bakal lari ke dalam rumah trus ke kandang bolak-balik. Kode minta di masukin kandang😂

Ada juga si burung yang beberapa waktu lalu nggak bunyi. Kata bapak kayaknya si burung lagi sakit, sampai dikasih air jahe segala. Saya bercandanya secara halus palingan cuma melambaikan tangan di depan sangkarnya sambil lompat-lompat atau senyum semanis mungkin. Siapa tahu itu burung hafal muka saya terus suka 
Wkwk😂😂

Takutnya kalau saya kagetin entar dia malah kaget trus trauma lihat saya.
Kadang juga saya tiruin suaranya "wor ketekok. Kuk..kuk..kuk..kuk..."
Begitulah bunyi yang saya ciptakan.

Tentang si kambing, bapak dulu juga pernah melihara kambing. Tapi udah dijual semua.  Saya masih inget suka banget gendongin anak kambing yang masih kecil. Saya kasih nama juga. Ada si mona dan moni, kite, cempluk, roky. Keren-keren dah namanya. Saking sukanya saya sampai ngajak itu kambing dansa dengan cara mengangkat kedua kakinya yang depan. Saya nyanyi, itu kambing udah meronta mau kabur.
Kesukaan saya kambing baru lenyap pas Smp. Gegara saya sadar, ternyata bau kambing nggak enak😂

Terlepas dari kebiasan saya yang suka bikin emak bapak geleng-geleng kepala ini, nyatanya bicara dengan hewan bisa mengurangi rasa stress juga lho. Walaupun kalau orang lain yang lihat malah dikira stress beneran😂
Dan bicara sama hewan lebih baik daripada bicara sama foto dia yang jadi kenangan.
🙄

See you...

Hal-hal yang terasa berat saat dewasa

Via.pexels

Assalamualaikum sob😊

Menjadi dewasa itu sulit, menjadi dewasa itu banyak tanggungan, banyak pikiran, yang nggak beruntung malah banyak utang😂.
Tapi, yah... Menjadi dewasa itu bukan pilihan. Ada waktunya dimana kita akan menjadi dewasa. Bukan soal pikiran aja, tapi memang fisik yang dewasa juga memaksa kita untuk bersikap seperti orang dewasa.

Jadi, di usia saya yang udah dewasa ini. Saya akui saya masih terlalu kekanak-kanakan. Masih manja dan cengeng kayak bocil. Namun saya juga sadar banyaknya tanggungan dan pikiran yang mengganggu saya. 
Rindu masa kecil sering banget terlintas kalau lagi galau. Dan agak malu mengakuinya, namun hal-hal negatif ini jadi ada benarnya buat saya.
What is that?
Opo kui😲?
Ayok di cekitdot.com

1. Butuh uang
Munafik banget kalau bilang uang bukan segalanya. Nyatanya kita semua butuh uang. Walaupun uang memang nggak bisa membeli kebahagiaan tapi ada beberapa kebahagiaan yang bisa kita dapat dengan uang. Bayar cicilan, bayar listrik, beli paketan jangan lupa, beli skincare pula. Beli bakso 2 mangkok kalau lagi galau. Nggak ada uang, itu semua nggak jalan.
Tul nggak yul...
Tul dong👱
Uang sudah jadi kebutuhan utama manusia. 
Nggak akan ada pengemis, nggak akan ada yang bakal kelaparan, susah mikirin uang bulanan, kalau semua orang punya uang.
Emang terdengar gimana gitu kalau dibilang uang itu pentingnya kebangetan. Tapi emang nyatanya begitu.

2. Senyum palsu
Salah satu hal yang bikin saya kangen masa kecil adalah karena dulu saya nggak perlu bikin yang namanya fake smile. Kalau mau ketawa ya ketawa, mau nangis ya nangis, peduli amat mau dilihat orang.
Tapi sekarang...
Kalau diingat-ingat entah udah berapa banyak senyum palsu yang dipasang. 
Seperti kata pepatah "memalsukan senyum lebih mudah dari pada menjelaskan alasan kenapa kita sedih"
Entah pepatah mana itu.
Dari instagram dunk😁

Kadang ada kalanya mulai malas untuk bercerita pada orang lain tentang masalah yang saya hadapi. Merasa semacam, "ah percuma, mungkin malah bakal ngrepotin mereka, udah simpen aja sendiri" dan akhirnya bilang "nggak apa-apa" sambil senyum.
Padahal lama-kelamaan sedih juga rasanya.

3. Menyerah
Menginginkan banyak hal. Ini dan itu, udah diusahakan tapi ternyata tetep nggak bisa. Banyak faktor yang bikin saya pada akhirnya harus bilang "udah, menyerah aja"
Gimana ya...
Walaupun udah tahu harus menyerah, tapi mengikhlaskan itu susah juga. Karena menjadi dewasa saya nggak bisa hanya memikirkan diri sendiri. Harus mikirin orangtua juga, keluarga, dan dampak apa yang harus dilewati kalau saya terus maju dan nggak nyerah. Gimana kalau malah nyakitin yang lain. Lagi pula apa yang diinginkan terlalu besar. Sadar diri, jadi menyerah aja.


4. Pandangan orang
Ini nih yang bikin puyeng. Kenapa sih susah-susah mikirin pandangan orang
Padahal mereka sama-sama manusia lho. Dimata Allah semua manusia punya derajat sama. Tapi kenapa pandangan manusia begitu penting?
Karena kita butuh dihargai, karena kalau ingin dihargai kita perlu diakui dan untuk diakui kita harus terlihat wah....
Seengaknya itu yang saya tangkap.
Ketika orang lain komen negatif tentang apa yang saya lakukan atau apa yang saya putuskan saya langsung ragu dengan keputusan itu. Padahal ini hidup saya, why aku mikir kata mereka?
Tolong jelaskan!

5. Pertemanan
Semakin ke sini, rasanya semakin sulit buat percaya sama orang. Karena memang semakin tua usia seseorang untuk mencari teman yang bener-bener klop dan peduli itu makin susah. Sampai saat ini jumlah teman yang bener-bener deket sama saya bisa diitung pakai jari. 
Lingkup pertemanan ini menyempit begitu saja😟.

Tapi dibalik semua hal menyebalkan saat menjadi dewasa, ada juga hal-hal yang saya syukuri. Di antaranya, bisa kerja, beli apa yang saya suka tanpa minta orangtua, malah bisa kasih orangtua😊, bisa dolan kemana-mana, beli si lapi juga setelah saya bisa kerja sendiri. Dan hal-hal lainnya....
menjadi dewasa itu adalah kesempatan. karena nggak semua manusia bisa melihat dunia ketika ia dewasa. jadi bersyukurlah untuk masa dewasa yang serba naik turun ini.


See you....